Anda di halaman 1dari 25

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 1

Pacaran Dalam Perspektif Islam


Suatu kewajaran kalau antara laki-laki dan perempuan saling tertarik satu sama lainnya. Hal ini karena memang Allah menciptakan mereka dari satu jiwa lalu menciptakan pasangannya kemudian mengembangkannya menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak.
(QS. An-Nis [4]:1)

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari satu jiwa, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan lakilaki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
A.

Bagaimana Islam memandang cinta ? Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang

sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatny pasti, kalau tidak terpenuhi manusia binasa. Inilah yang disebut dengan kebutuhan jasmani (haajatul udwiyah) Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 2 sepeti makan, minun, tidur, bernafas, buang hajat, dll. Kedua, yang hanya menuntut adanya pemenuhan saja, tapi kalau tidak terpenuhi manusia tidak akan mati, hanya akan gelisah sampai terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini dubagi menjadi 3 macam yang penting, yaitu:
Gharizatul baqa (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, ingin diakui, dll. Gharizatul beragama) tadayyun yaitu (naluri untuk nensucikan manusia sesuatu/naluri melakukan

kecenderungan

untuk

penyembahan/beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah. Gharizatul nau (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kepada ibu, teman, saudara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.

Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lainlainnya. Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .(QS. Ali Imran :14). Khusus kepada rasa wanita, cinta itu Islam dengan menganjurkan perlakuan yang untuk baik,

mengejwantahkan

bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik. Rasulullah SAW bersabda ,Orang yang paling Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 3 baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap

pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku. Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat. Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggungjawab yang disaksikan oleh orang banyak. Bahkan lebih kerennya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya. Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang

membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Kecuali memang ada hubungan `mahram` (keharaman untuk menikahi). Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Sedangkan pemandangan yang lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 4 memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama. Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari

hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.

B.

Bagaimana Islam Memandang Pacaran? Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang

berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berentu sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemu langsung. Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada ketentuan tentang kesetiaan dan seterusnya. Padahal cinta itu memiliki, tanggung-jawab, Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 5 ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan Penciptaan manusia secara berpasangan dan menjadikannya berkembang menjadi bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, bertujuan untuk saling kenal (taaruf) dan berhubungan satu sama yang lain.

Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. (QS Al Hujurt/49:13)

Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan pernikahan. Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32) itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya dari data yang diperlukan dalam sebuah persiapan

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 6 Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661) Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting. Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebaga taaruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya. Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemua dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran. Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 7 bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya sebuah penyesatan dan pengelabuhan. Dan tidak heran kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja. C. Adab Pergaulan Muda-Mudi dalam Islam

Sebenarnya islam mengatur semua aktivitas manusia, mulai dari bangun tidur sampai akan tidur lagi. Begitu pula dengan pergaulan muda-mudi juga diatur dalam islam. Islam tidak melarang adanya interaksi antara laki-laki dan perempuan bukan mahrom. Tapi haruslah ada batasan-batasan dalam interaksi mereka. Meskipun memang tidak ada penjelasan Al-Quran dan As-Sunnah secara langsung mengenai pacaran, tetapi Islam menuntunkan adab pergaulan antara mud-mudi, yaitu: 1. Niat dan motivasi pergaulan hendaknya didasarkan karena Allah semata. 2. Mengucapkan dan menjawab salam bila bertemu, bertamu dan ketika berpisah (H.R. at-Tirmidzi dan Abu Daud).

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 8 Artinya : Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu

penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. (Q.S. An Nis/4:86),

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (Q.S. An Nr/24: 27) Nabi saw bersabda: Sebarkan salam diantara kalian!. (Muttafafaq alayh), karena salam adalah ungkapan suka cita dan doa semoga keselamatan, kedamaian dan berkah Allah senantiasa tercurah kepada yang disalami. Mengucapkan salam hukumnya sunat sedang menjawabnya adalah wajib. 3. Tidak diperbolehkan bersentuhanseperti: berpelukan, berjabat-tangan, dan berciuman

bergandengan,

berdempetan,

selain mahram dan isteri. 4. Tidak dibolehkan ber-khalwat (bersepi-sepian) tanpa ada control. Termasuk kategori ber-khalwat yakni ketika tidak ada control dari orang sekelilingnya, meski itu di tempat ramai. Seperti sabda Nabi: Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat yang sepi), sebab syaiton Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 9 menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya. (HR. Imam Bukhari Muslim). 5. Menundukkan pandangan yang bermuatan syahwat dan menjaga kemaluan

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.. (Q.S. An Nr/24: 30-31) Penggabungan anjuran untuk menundukkan pandangan dengan menjaga kemaluan berarti anjuran untuk menundukkan pandangan yang bermuatan syahwat.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 10 6. Tidak memperlihatkan perhiasan/keindahan anggota tubuhnya . Lanjutan dari ayat di atas. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka

menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau puteraputera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudarasaudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Q.S. An Nr/24: 31) D. Lalu Bagaimana Solusinya?

1. Perbanyak diskusi/kajian mengenai pacaran. baik buruknya, serta dampaknya, syukur jika ada forum khusus tentang hal itu. persoalan yang banyak terjadi hari ini adalah sangat minimnya kajian tentang hal ini. belum lagi sikap reaktif para pendidik dan orangtua yang mengetahui anak-anaknya berpacaran. intinya wawasan tentang pacaran bagi remaja perlu ditingkatkan. 2. Membuka kanal dialog antara orangtua dengan anak atau guru dengan murid. orangtua/guru yang reaktif, hanya menjadikan anak Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 11 atau muridnya tertutup, yang menyebabkan kesulitan

memonitoring mereka. cobalah menjadi pendengar yang baik. 3. Permudah jalan menuju pernikahan, jangan dipersulit. kedewasaan seseorang kadang membutuhkan proses yang lama. dengan seseorang yang menikah muda, proses kedewasaan seseorang akan lebih cepat. kalaupun akhirnya terjadi perceraian, itu masih lebih baik bagi diri dan keluarganya daripada harus menanggung malu akibat kehamilan diluar nikah/aborsi. kalaupun bisa ditutup rapat, tetap saja beban perilaku buruk tetap menghantui. 4. Jangan lupakan Tuhan. siapa lagi yang akan menjaga dan menentukan masa depan kita selain Dia. Nah, islam datang dengan membawa solusi. Solusinya adalah dengan taaruf. Ata itu taaruf? Taaruf adalah proses mengenal, lebih khusus lagi proses mengenal calon suami/istri. Taaruf tidaklah wajib, tidak termasuk dalam rukun nikah. Nikah tanpa taaruf pun tetap sah. Taaruf hukumnya sunnah. Taaruf bertujuan untuk mengenal dengan baik calon, melengkapi data-data yang belum diketahui, saling bertukar pikiran, dan memahami keluarga masingmasing. Biasanya taaruf dilakukan melalui perantara, bisa orang tua, saudara, teman, atau murabbi calon yang bersangkutan. Jarang yang melakukan taaruf secara berdua saja. Taaruf yang hanya dilakukan berdua sangat rawan penyakit hati, bahkan tak ujung berbuah masiat, dan Ada beberapa cara melakukan taaruf. Yang paling populer di kalangan aktivis dawah adalah melalui murabbinya. Kita diminta mengisi Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 12 biodata, kemudian murabbi kita akan mencarikan calon yang tepat buat kita. Hal ini berkemungkinan kita akan dipertemukan dengan ikhwan/akhwat yang tidak kita duga sebelumnya, atau barangkali kita sama sekali tidak mengenalnya. Nah, dari taaruf inilah kita baru mengenal calon kita. Namun bagaimana jika kita sudah memiliki keinginan terhadap seorang ikhwan/akhwat pilihan kita sendiri, atau dengan kata lain sudah naksir duluan. Ya, silakan aja. Toh taaruf tidak selalu kita yang disodori biodata calon kita, kita bisa memilih dengan siapa kita akan bertaaruf. Apakah taaruf harus lewat murabbi? Sebenarnya ini masalah

kemantapan hati. Taaruf lewat murabbi insya Allah akan menjamin taaruf kita benar-benar bersih. Namun jika kita merasa ada perantara lain yang lebih baik, silakan aja. Atau bagi yang sudah tidak memiliki murabbi, bisa melalui perantara lain yang kita percayai. Kalau menurut kami, perantara terbaik dalam taaruf adalah keluarga, entah itu orang tua atau kakak/adik. Sebab beliau-beliaulah yang lebih mengetahui tentang kami, mengetahui yang terbaik untuk kami.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 13

Pacaran ditinjau dari sudut psikologis

Masa remaja adalah masa yang indah. Banyak hal yang terjadi dalam masa transisi remaja dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Satu proses masa yang semua anak manusia telah, sedang dan akan terjadi dalam sebuah proses tumbuh kembang remaja. Dunia remaja memang unik, sejuta peristiwa terjadi dan sering diciptakan dengan ide-ide yang cermelang dan positif. Namun demikian tidak sedikit juga hal-hal negatif yang terjadi. Salah satu yang menarik dan terjadi dalam dunia remaja adalah trend pacaran yang digemari sebagian remaja walau tidak sedikit juga orang dewasa gemar melakukannya. Dan kalau boleh dibilang pacaran bak makan kacang rebus saat nonton sepak bola. Bahkan ada rumor yang menarik, bahwasanya bila ada remaja yang belum punya pacar berarti belum memperoleh identitas diri yang lengkap atau hal tersebut mampu membuat rasa percaya diri raib ditelan bumi. A. Apa itu Pacaran? Pacaran adalah hubungan antara pria dan wanita yang diwarnai keintiman dimana satu sama lain terlibat dalam perasaan cinta dan saling mengakui pasangannya sebagai pacar. Melalui berpacaran seseorang akan mempelajari mengenai perasaan emosional tentang kehangatan, kedekatan dan berbagi dalam hubungan dengan orang lain. Salah satu tugas perkembangan dewasa muda adalah berkisar pada pembinaan hubungan intim dengan orang lain. B. Mengapa Pacaran?

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 14 Awal dari pacaran bermula ketika remaja masuk dalam tahap pubertas. Istilah pubertas berasal dari bahasa latin yang artinya rambut. Pubertas adalah munculnya rambut didaerah genetalia (2002:20). Bila dilihat dari sudut pandang biologis. Pubertas diawali dengan adanya tanda-tanda kelamin sekunder yang akan membedakan remaja putra dan remaja putri. Menurut Cole dalam Warkitri dan kawan-kawan (2002:21), tandatanda tersebut adalah : a. Tumbuh rambut dibeberapa tempat. b. Pada anak putra tumbuh jakun, sedangkan putri tumbuh buah dada. c. Suara pada anak putra merendah, sedangkan anak putri meninggi. d. Pada anak putra bahu, dada bidang, sedangkan putri adalah pinggul. e. Otot pada anak putra kelihatan besar. f. Mulai berfungsi kelenjar keringat. Selain tanda kelamin sekunder terdapat pula tanda kelamin tertier (remaja putri cenderung feminin dan remaja putra cenderung jantan). Dari tanda-tanda inilah yang menyebabkan seorang remaja tertarik dengan kawan sejenisnya. Pada masa pra pubertas relasi bersifat homoseksual yang kemudian pada masa pubertas relasi bersifat heteroseksual. Pada masa heteroseksual secara cepat/lambat remaja akan menemukan cinta yang sebenarnya. Bila ditinjau secara umum remaja jatuh cinta kepada lawan jenis karena beberapa hal Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 15 antara lain: a. karakter b. fisik c. agama d. harta e. perhatian yang diberikan Kelley dalam Burhan Shadiq membagi cinta menjadi tiga macam yaitu : a. Cinta nafsu Cinta jenis ini cenderumg tak terkontrol karena hubungan antara dua orang yang dikuasai oleh emosi. b. Cinta pragmatis Cinta jenis ini cenderung dapat mengontrol perasaan c. Cinta atruistik Cinta yang disertai kasih sayang yang tak terbatas. Misalnya cinta seorang ibu kepada anaknya.(2007:35). Seorang psikolog dari Semarang menyatakan, rata-rata anak muda di Indonesia dalam berpacaran hanya melihat sisi kesenangannya saja, dan tidak melihat sisi lainnya. "Di kalangan anak muda, rata-rata mereka berpacaran sering tidak melihat sisi lainnya, yang dilihat hanya kesenangan semata. Selain itu banyak anak muda ketika berpacaran sering termakan oleh kata cinta, padahal pacaran yang sehat itu tidak hanya berdasar pada cinta semata," kata dr. Hastaning Sakti, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Semarang, Sabtu. C. Dampak pacaran Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 16

Gaya pacaran para remaja zaman sekarang yang cenderung tidak sehat, memiliki banyak sekali dampak negatif antara lain: a) Meningkatnya tingkat aborsi. Bila seorang remaja putri pacaran dan dia terlanjur hamil akan teteapi kekasihnya tidak mau bertanggung jawab maka jalan yang ia tempuh adalah aborsi (menggugurkan kandungan). Zinanya saja sudah dosa besar, sekarang dia malah membunuh nyawa yang tidak berdosa. b) Meningkatnya tingkat kematian wanita. Hasil dari gaya pacaran yang tidak sehat salah satunya adalah kematian. Karena aborsi yang dilakukan oleh para remaja biasanya bersifat sembarang. Konon lagi dengan bantuan dukun yang tidak mendapatkan pengetahuan medis. c) Adanya Free sex Hal yang lebih mengerikan lagi akibat dari pacaran yang tidak sehat adalah seks bebas (free sex). Mereka pertama melakukan hal yang terlarang itu tetapi kemudian mereka cenderung ketagihan. d) Menyebarkan penyakit. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dampak dari seks bebas adalah mewabahnya berbagai jenis penyakit kelamin seperti HIV/ AIDS, sipilis dan penyakit kelamin lainnya. e) Meningkatnya penggunaan narkoba. Pada usia remaja adalah usia di saat dimana seorang mencari jati diri. Pada usia ini akan sangat renta akan berbagai hal salah satunya adalah lingkungan. Pacar adalah salah satunya, bila pacarnya adalah pengguna narkoba maka kemungkinan besar dia juga akan terseret. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 17

f) Meningkatnya kriminalitas. D. Tahap berpacaran Tahap ketertarikan Dalam tahap ini tantangannya ialah bagaimana mendapatkan

kesempatan untuk menyatakan ketertarikan dan menilai orang lain. Munculnya ketertarikan kita sama doi, misalnya, karena penampilan fisik (doi cakep/cantik, tinggi), kemampuan (pintar), karakteristik atau sifat misalnya sabar, coolabis, dan lain-lain. Menurut para ahli, umumnya cowok pada pandangan pertama lebih tertarik pada penampilan fisik. Sedangkan cewek lebih karena karakteristik atau kemampuan yang dimiliki cowok. Tahap ketidakpastian Pada masa ini sedang terjadi peralihan dari rasa tertarik ke arah rasa tidak pasti. Maksudnya, kita mulai bertanya-tanya apakah doi benarbenar tertarik sama kita atau sebaliknya apakah kita benar-benar tertarik sama doi. Pada tahap ini kita mendadak ragu apakah mau melanjutkan orang lainnya . Tahap komitmen dan keterikatan Pada tahap ini yang timbul adalah keinginan kita kencan dengan seseorang secara eksklusif. Kita menginginkan kesempatan memberi Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32) hubungan atau tidak. Kalau kita enggak mampu memahami tahapan ini, kita akan mudah berpindah dari satu orang ke

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 18 dan menerima cinta dalam suatu hubungan yang khusus tanpa harus bersaing dengan orang lain. Kita juga ingin lebih rileks dan punya banyak waktu untuk dilewatkan bersamanya. Seluruh energi digunakan untuk menciptakan saling cinta dan hubungan yang harmonis. Tahap keintiman Dalam tahap ini mulai dirasakan keintiman yang sebenarnya, merasa lebih rileks untuk berbagi lebih mendalam dibandingkan dengan masa sebelumnya, dan merupakan kesempatan untuk lebih mengungkapkan diri kita. Tantangannya adalah menghadapi sisi yang kurang baik dari diri kita. Tanpa pemahaman yang baik bahwa cowok dan cewek mempunyai reaksi yang berbeda terhadap keintiman, kita akan mudah mengambil kesimpulan yang salah bahwa terlalu banyak perbedaan antara kita dan doi untuk melanjutkan hubungan.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 19

Pacaran Masa Kini

Memang tidak dapat dipungkiri bila pacaran merupakan suatu fenomena tersendiri dikalangan remaja. Dan kalaupun dicari satu definisi pacaran akan sangat sulit dan itu terkadang tergantung dari pola pikir masing - masing remaja yang sedang pacaran. Sebagian ada yang mendefinisikan pacaran adalah ajang dari untuk mendapatkan kepuasan libido seksual, atau pacaran hanya sebagai lebel saya punya pacar dan dapat mendongkrak rasa percaya diri (PD) . Atau pacaran adalah suatu hal yang penting, karena dengan pacaran kita punya seseoarang yang bisa membantu kita dalam mengatasi persoalan hidup dan untuk definisi pacaran tentu akan ada banyak yang lainnya. Dewasa ini, kita sering melihat berbagai fenomena pacaran remaja yang cukup mencengangkan. Pacaran masa kini, menurut saya lebih mementingkan nafsu dibandingkan rasa sayang itu sendiri. Hal ini terlihat dari bagaimana gaya pacaran mereka yang kadang melampaui batas dan tak jarang membuat pihak perempuan menjadi korban. Perasaan sayang dan nafsu memang sulit dibedakan. Namun, kita dapat memberikan penilaian dari sesuatu yang nampak darinya. Karenanya dalam level manapun (Usia) orang yang berpacaran apalagi di usia remaja, perlu diwaspadai oleh lingkungannya. Nafsu, memang tidak memandang siapapun, bodoh atau pintar, kaya atau miskin. Apabila seseorang telah dikuasai olehnya, apapun bisa terjadi. Karenanya sedikit banyak hubungan dengan lawan jenis, meskipun tanpa pacaran bisa memunculkan nafsu, apalagi hubungan atas nama pacaran. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 20 Fakta-fakta Remaja Indonesia Beberapa fakta yang sangat memprihatinkan tentang remaja di Indonesia, yaitu : 1. Sekitar 15-20 persen dari remaja usia sekolah di Indonesia sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah. 2. 15 juta remaja perempuan usia 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya 3. Hingga Juni 2006 telah tercatat 6332 kasus AIDS dan 4527 kasus HIV positif di Indonesia, dengan 78,8 persen dari kasus-kasus baru yang terlaporkan berasal dari usia 15-29 tahun 4. Diperkirakan terdapat sekitar 270.000 pekerja seks perempuan yang ada di Indonesia, di mana lebih dari 60 persen adalah berusia 24 tahun atau kurang, dan 30 persen berusia 15 tahun atau kurangs 5. Setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia di mana 20 persen diantaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja. Melihat kenyataan-kenyataan tersebut kita sebagai mahasiswa yang masuk dalam masa peralihan antara remaja dan dewasa harus lebih mewaspadai fenomena pacaran ini agar kita tidak rugi dikemudian hari. Tetapi kita menyadari juga, bahwa masa remaja adalah masa yang sulit untuk terpisahkan dengan istilah pacaran. Sebuah ungkapan jangan beli kucing dalam karung

nampaknya menjadi alasan klasik untuk membenarkan pacaran. Biarkan muda-mudi menentukan nasib hidupnya dengan menentukan pasangan yang tepat. Biarkan mereka mengenali pasangannya tanpa interfensi orang tua. Zaman kini telah berubah bukan zaman batu lagi, Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 21 anak-anak tidak boleh dikekang. Kini bukan zaman siti nurbaya, jodoh itu harus ditangan anak sendiri. Sudah menjadi tuntutan zaman jika muda-mudi itu asyik senang-senang. Ungkapan-ungkapan tersebut menjadi trend di masa modern seperti ini, sungguh ungkapan yang tidak bertanggung jawab. Zaman sudah menjadi kambing hitam, kebobrokan moral dianggap zamannya, zina itu modern dan pacaran itu trend. Orang tua masa kini membukakan pintu selebar-lebarnya untuk kemaksiatan. Akibatnya tak sedikit muda-mudi melakukan zina justru dirumah orang tuanya sendiri. Jadi pacaran bukan upaya mengenal calon pasangan,melainkan upaya menyalakan tungku birahi. Biasanya muda-mudi yang berpacaran berpakaian menantang. Itulah pacaran, racun yang berbalut madu tawa yang sesungguhnya tangisan, dan keindahan yang sesungguhnya fatamorgana. Bagaimana Pendapat Mereka?? a) Sisi si Pria Melakukan wawancara ke beberapa laki-laki mengenai pacaran. Miftah Faridl Widhagdha 18 tahun, Islam saya pernah dan sedang menjalani pacaran. Menurut saya lumyan penting untuk semangat berkegiatan dan menentramkan hati. Banyak remaja yg keliru mengintepretasikan pacaran yang menyimpang dari substansi, hanya pelampiasan hawa nafsu. Tapi banyak juga yang positif. Saya sebatas menjalin hubungan relasi. Islam tidak pernah mengajarkan pacaran dan saya tau saya melanggar dengan saya pacaran. Tapi paling tidak saya tidak munafik. Dan pacar saya sekarang seorang kristiani.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 22 Ridho Reza P. 19 tahun Pernah. Menurut saya tidak terlalu penting. Dan remja zaman sekarang banyak yang berlebihan, bahkan rela menghilangkan kesuciannya. Sya dalam taraf normal menjalaninya. Sebenarnya tidak boleh, tapi kalau tidak untuk apa-apa dan sebatas mengenal tidak masalah. Faizal Firmansyah 22 tahun pacaran itu gambling. karena kita mempertaruhkan perasaan dan waktu.perasaan yang bisa berubah2 karena ada beberapa pemicu, dan waktu yang tidak bisa diprediksi yah itu lah alasan utama tidak bolehnya bermain2 dengan interaksi lawan jenis. sebab itu hanya akan menyakitkan dan mempermainkan saja. ini masalah yang melanda banyak orang karena mereka bermudah2an dalam hal interaksi lawan jenis. walaupun saya paham batasan dari agama, tapi saya juga akhirnya pernah kecebur. Saya ingin lebih menghormati wanita. Karena mayoritas laki2 hanya mencari kesenangan saja dan sedikit sekali yang bertanggung jawab dengan menikahinya. b) Sisi si perempuan Yolla Indah Wati Putri (25 tahun) Menurut saya pacaran itu boleh saja, asal wajar. Memang tidak bisa dihindari fitrah saling mencintai. Tapi kalau melihat fakta yang terjadi sekarang, aktivitas pacaran remaja sekarang, ya udah gak wajar. Daripada seperti itu, lebih baik tidak usah. Karna akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Azizah Putri (22 tahun)

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 23 Kalau saya sih, gak penting. Karna pacaran itu belum jelas orientasi kedepannya itu mau kemana. Hanya sebatas senangsenang saja. Kalau sudah terlewat batas kesenangannya, siapa yang dirugikan?? Pasti wanita. Lebih baik, berkenalan sesuai batasannya. Jika ingin menjalin komitmen yang sah, langsung saja menghadap orang tua. Toh tujuan akhir semua ini adalah menikah, untuk menyempurnakan agama.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 24

PENUTUP

Seorang remaja yang dibekali ilmu agama yang cukup, yang mendapatkan kasih saying cukup dari kedua orang tuanya dan orang-orang disekelilingnya akan memiliki super ego yang kuat(atau dorongan baik dalam diri, karena ada landasan ilmu agama tersebut dan si anak sudah diperkenalkan dengan baik kerugian yang didapatkan bila si anak berpacaran)

Melihat

kenyataan-kenyataan

yang

terjadi

saat

ini,

sebagai

mahasiswa yang masuk dalam masa peralihan antara remaja dan dewasa, harus lebih mewaspadai fenomena pacaran ini agar kita tidak rugi dikemudian hari.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Pacaran Menurut Perspektif Islam dan Psikologi 25 DAFTAR PUSTAKA

Papalia; Olds & Feldman. (1998). Human development (7th ed.). Boston: McGraw Hill Al-Qarni, Aidh bin Abdullah, Dr.2004. Cambuk Hati. Cetakan kelima. Irsyad Baitus Salam : Bandung. Al-Qarni, Aidh bin Abdullah, Dr.2005. Jadilah Wanita Paling Bahagia. Cetakan kelima. Irsyad Baitus Salam : Bandung. http://muda.kompasiana.com/2010/06/14/gaya-pacaran-anak-sekarang/ tanggal 3 November 2010 pukul 16.00 http://www.alislam.or.id/artikel/arsip/00000028.htm diakses pada tanggal 4 November 2010 pukul 19.00 www.wordpress.com/pacaran-dalam-perspektive-islam diakses pada tanggal 4 November 2010 pukul 18.30 http://ranisuryanirosa.blogspot.com/2010/01/pacaran-masa-kini.html diakses pada tanggal 5 November 2010 pukul 17.00 www.indomedia.com/bpost/012000/24/opini/resensi.htm diakses pada tanggal 5 November 2010 pukul 17.30 http://www.kainsutera.com/info-remaja/jatuh-cinta-ibaratkan-dengan-memakaikokain.html http://www.scribd.com/doc/33574161/Tuntunan-Dan-Adab-Pergaulan-Dalam-Islam diakses pada tanggal 7 Desember 2010 pukul 06.00 diakses pada

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra : 32)

Beri Nilai