Anda di halaman 1dari 10

PERBEDAAN KADAR KALSIUM SUSU SAPI DAN SUSU KEDELAI I.

Pendahuluan Kalsium adalah unsur mikro yang sangat penting peranannya bagi tubuh manusia. asupan kalsium yang cukup sangat dibutuhkan oleh tubuh agar dapat berfungsi secara optimal. Sebagian besar kalsium terdapat pada tulang dan gigi. Untuk mencegah terjadinya kekurangan kalsium, maka kita harus mencukupi kebutuhan kalsium harian melalui mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium seperti susu. Mengonsumsi susu sangat membantu tubuh dalam mencukupi kebutuhan kalsium harian. Susu merupakan bahan makanan yang seimbang dan bernilai gizi tinggi karena mengandung hampir semua zat-zat makanan seperti karbohidrat, protein, kalsium, mineral, fosfor dan vitamin. Perbandingan zat-zat tersebut sempurna sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan manusia. Seperti mineral-mineral yang lain, kalsium akan bermanfaat bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI menyepakati, kebutuhan optimal kalsium bagi orang dewasa adalah 800 mg perhari. Sementara itu, batasan maksimum kalsium yang disepakati secara internasional adalah 2000 mg perhari, kira-kira setara dengan 4 gelas susu tinggi kalsium. Susu dapat berasal dari sumber hewani dan sumber nabati. Contoh susu hewani yaitu susu sapi, sedangkan susu nabati yaitu susu kedelai. Susu kedelai adalah salah satu hasil pengolahan yang merupakan hasil ekstraksi dari kedelai. Kedelai dipilih sebagai bahan baku susu karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Susu kedelai memiliki susunan asam amino yang hampir sama dengan susu sapi sehingga susu kedelai seringkali digunakan sebagai pengganti susu sapi bagi mereka yang alergi terhadap protein hewani. Nilai gizi susu kedelai hampir sama dengan nilai gizi susu sapi. Kedua jenis susu ini mengandung asupan kalsium yang diperlukan oleh tubuh. Susu sapi merupakan jenis susu hewani sedangkan susu kedelai merupakan jenis susu yang berasal dari sumber nabati. Oleh karena adanya perbedaan dari sumber protein susu ini, maka peneliti menguji perbandingan kadar kalsium antara susu sapi dan susu kedelai. II. Jenis Uji Berdasarkan latar belakang yang ada, peneliti ingin menguji perbandingan kadar kalsium antara susu sapi dan susu kedelai. Untuk itu, jenis uji yang digunakan dalam analisis statistika adalah Uji T Dua Sampel Bebas (Independent Sample T-Test).

Uji T dua sampel bebas merupakan uji komparasi antara dua sampel (kelompok) bebas. Uji T dua sampel bebas ditujukan untuk menguji apakah ada perbedaan nilai 2 sampel yang diberi perlakuan yang berbeda. Uji T dua sampel bebas pada prinsipnya akan membandingkan rata-rata dari dua grup yang tidak berhubungan satu dengan yang lain, dengan tujuan apakah kedua grup tersebut mempunyai rata-rata yang sama ataukah tidak secara signifikan. III. Asumsi Pada pengujian dengan menggunakan uji T dua sampel bebas, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain: Data berdistribusi normal. Kedua kelompok data independen (bebas). Masing-masing sampel merupakan data kuantitatif dengan skala data interval atau ratio.

IV. Langkah-Langkah Uji 1. Hipotesis statistik Ada dua rumusan hipotesis, yaitu: hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha). Terkait dengan penelitian ini terdapat dua rumusan hipotesis antara lain : Ho (Hipotesis nol): Tidak terdapat perbedaan kadar kalsium antara susu sapi dan susu kedelai. Ha ( Hipotesis alternatif) : Terdapat perbedaan kadar kalsium antara susu sapi dan susu kedelai. 2. Uji statistik Uji statistik yang digunakan adalah Uji T Dua Sampel Bebas (Independent Sampel TTest). Namun, sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas varian data terlebih dahulu untuk mengetahui distribusi dan homogenitas data sampel uji. Uji Normalitas Data Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini harus dilakukan karena jenis uji dua sampel bebas yang digunakan pada data dengan distribusi normal tidak sama dengan uji dua sampel bebas untuk data yang berdistribusi tidak normal. Uji normalitas data ini dapat dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov (KS).

Uji Homogenitas Varian Uji homogenitas varian digunakan untuk mengetahui variansi data apakah homogen atau tidak. Uji homogenitas varian berlaku untuk data yang berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas varian ini akan menentukan uji T dua sampel bebas yang akan digunakan, apakah pembacaan dilakukan pada Sig. varian homogen atau Sig. varian yang tidak homogen. Pada data yang memiliki variansi homogen digunakan Uji T Dua Sampel Bebas dengan varian sama (equal variances assumed), sedangkan apabila data memiliki variansi tidak homogen digunakan Uji T Dua Sampel Bebas dengan varian tidak sama (equal variances not assumed). Output uji homogenitas varian dibaca dengan melihat nilai Sig pada kolom Levene's Test for Equality of Variances. Output uji homogenitas varian pada SPSS ditampilkan bersamaan dengan tabel output Uji T Dua Sampel Bebas.

Uji T Dua Sampel Bebas Uji T dua sampel bebas ditujukan untuk menguji apakah ada perbedaan nilai 2 sampel yang diberi perlakuan yang berbeda. Uji T dua sampel bebas pada prinsipnya akan membandingkan rata-rata dari dua grup yang tidak berhubungan satu dengan yang dengan tujuan apakah kedua grup tersebut mempunyai ratarata yang sama ataukah tidak secara signifikan.

3. Prinsip dan Cara Penghitungan Statistik Uji Normalitas Data Prinsip dari uji ini yaitu apabila Sig. > 0,05 maka data berdistribusi normal, sedangkan apabila Sig. < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal. Dari distribusi data yang diperoleh, maka dapat ditentukan jenis uji statistika yang dapat digunakan. Apabila data berdistribusi normal, maka dilakukan uji statistic parametric. Sedangkan apabila data berdistribusi tidak nomal, maka dilakukan uji statistic non parametric. Uji Homogenitas Varian Uji homogenitas varian berlaku untuk data yang berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas varian ini menentukan jenis Uji T Dua Sampel Bebas yang digunakan. Pada data dengan variansi homogen digunakan Uji T Dua Sampel Bebas dengan varian sama (equal variances assumed), sedangkan apabila data

yang memiliki variansi tidak homogen digunakan Uji T Dua Sampel Bebas dengan varian tidak sama (equal variances not assumed). Uji T Dua Sampel Bebas Pembacaan output Uji T dua sampel bebas ini tergantung dari uji homogenitas varian yang dilakukan sebelumnya pembacaan apakah dengan variansi homogen/sama (equal variances assumed), atau dengan variansi tidak sama (equal variances not assumed). Diperhatikan nilai Sig. (2-tailed) sesuai dengan variansi data yang diperoleh.

4. Cara Membuat Kesimpulan Uji Normalitas Data Jika nilai Sig. > 0,05 : Ho diterima dan Ha ditolak, Data berdistribusi normal. Jika nilai Sig. < 0,05 : Ho ditolak dan Ha diterima, Data berdistribusi tidak normal. Uji Homogenitas Varian Bila Sig. > 0,05: Ho diterima dan Ha ditolak, Data memiliki variansi sama/homogen. Bila Sig. < 0,05: Ho ditolak dan Ha diterima, Data memiliki variansi tidak sama/tidak homogen. Uji T Dua Sampel Bebas Bila Sig > 0,05: Ho diterima dan Ha ditolak. Berarti tidak terdapat perbedaan kadar kalsium antara susu sapi dan susu kedelai. Bila Sig < 0,05: Ho ditolak dan Ha diterima. Berarti terdapat perbedaan kadar kalsium antara susu sapi dan susu kedelai. 5. Contoh Aplikasi Penyajian Data

Tabel 1 Kadar Kalsium Susu Sapi dan Susu Kedelai Kadar Kalsium (mg/100 gram) Susu Sapi 127 136 125 131 141 135 140 138 133 120 128 123 142 121 130 Susu Kedelai 49 50 48 49 51 48 50 49 50 48 49 49 51 52 51

Kadar Kalsium Rata-Rata: Susu sapi : 131.33 mg/100 gram Susu kedelai : 49.6 mg/100 gram

Grafik 1 Kadar Kalsium Susu Sapi dan Susu Kedelai


140 120 100 80 Susu Sapi 60 40 20 0 Kadar Kalsium Susu Kedelai

Prosedur Analisis Menggunakan SPSS a. Uji Normalitas Data Analyze descriptive statistics explore isi dependent list (kadar kalsium) dan factor list (jenis susu) plots centang pada normality plots with tests continue ok baca output hasil simpulan normalitas data. b. Uji Homogenitas Varian Analyze compare means independent sampel T-Test masukkan test variable (kadar kalsium) dan grouping variable (jenis susu 1_2) ok baca hasil pada kolom Levene's Test for Equality of Variances bagian Sig.--> simpulan homogenitas data. c. Uji T dua sampel bebas Analyze compare means independent sampel T-Test masukkan test variable (kadar kalsium) dan grouping variable (jenis susu 1_2) ok baca hasil pada kolom t-test for Equality of Means bagian Sig. (2-tailed) baca nilai Sig. sesuai varian data (Equal variance assumed atau Equal variance not assumed) Simpulan uji independent sampel T-Test.

Output Analisis Data Menggunakan Program SPSS


Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Jenis Susu Statistic .219 .093 df 15 15
a

Shapiro-Wilk Statistic .914 .954 df 15 15 Sig. .154 .584

Sig. .052 .200


*

Kadar kalsium

Susu Kedelai Susu Sapi

Uji Kolmogorov Smirnov dilakukan untuk mengetahui distribusi data. Untuk menentukan distribusi/normalitas data dengan menggunakan program SPSS, dilakukan dengan melihat nilai Sig. dari masing-masing kelompok data kemudian dibandingkan dengan derajat kemaknaan (derajat signifikansi, ) yang telah ditentukan yaitu 0.05 (5%). Dari uji normalitas data yang dilakukan, baik data kadar kalsium susu sapi dan data kadar kadar kalsium susu kedelai pada uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai Sig. > 0,05. Sehingga dapat dikatakan distribusi data untuk kedua sampel ini adalah normal. Q-Q Plot Kadar Kalsium Susu Sapi dan Susu Kedelai

Distribusi data dapat pula dilihat dari grafik Q-Q Plot yang menunjukkan plot distribusi data baku dengan distribusi data masing-masing kelompok sampel uji. Jika data sampel terletak berhimpitan disekitar garis linier maka data sampel dikatakan berdistribusi normal. Dari grafik di atas, dapat dilihat data kadar kalsium susu sapi dan kadar kalsium susu kedelai terletak di sekitar atau berimpitan dengan distribusi data normal (garis linier). Sehingga data kedua sampel dikatakan berdistribusi normal. Uji T dua sampel bebas

Uji T dua sampel bebas untuk menguji apakah ada perbedaan nilai 2 sampel yang diberi perlakuan yang berbeda. Pada uji T dua sampel bebas, ditentukan terlebih dahulu variansi dari data sampel uji.

Uji Homogenitas Varian Uji homogenitas varian ini dilakukan bersamaan dengan Uji T dua sampel bebas pada pengolahan data menggunakan program SPSS. Pada output, variansi sampel uji dapat dilihat pada kolom Levene's Test for Equality of Variances bagian Sig. Nilai Sig. pada tabel dibandingkan dengan derajat kemaknaan yang digunakan yaitu 0.05. Jika nilai Sig. > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berarti variansi data homogen. Jika nilai Sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berarti variansi data tidak homogen. Dari uji homogenitas varian data kadar kadar kalsium ini, dari tabel output SPSS di atas dapat dilihat bahwa nilai Sig.< 0,05 yaitu (0.000) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dari uji homogenitas varian ini dapat dikatakan varian data/kelompok uji tidak homogen.

Uji T dua sampel bebas Setelah diketahui varian data, dilanjutkan dengan analisis hasil uji T dua sampel bebas yang ditunjukan pada kolom t-test for Equality of Means. Karena data uji memiliki varian antar kelompok yang tidak homogen, maka pembacaan dilakukan pada baris Equal variances not assumed. Nilai Sig.(2-tailed) dibandingkan dengan derajat kemaknaan sebesar 0.05. Dari output data di atas, dapat dilihat bahwa nilai Sig. yang didapatkan adalah 0,000. Nilai Sig. ini < 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar kalsium yang signifikan antara susu sapi dan susu kedelai.

VI. Penutup Dari analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa : Ha diterima dan Ho ditolak. Terdapat perbedaan kadar kalsium antara susu sapi dengan susu kedelai, dengan rata-rata kadar kalsium susu sapi lebih tinggi daripada susu kedelai.

VII. Daftar Pustaka Anonim. 2010. Modul Praktikum Materi Uji Perbedaan (Dua Sampel Bebas). Diakses di:http://ma-dasar.lab.gunadarma.ac.id/wp-content/uploads/2010/01/ModulIndependent-Sample.pdf. Diakses 17 Juni 2013. Budimarwanti, C. 2012. Jurnal Penelitian Komposisi dan Nutrisi pada Sari Kedelai. Yogyakarta : FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.