Anda di halaman 1dari 98

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM S – 1 EKSTENSI MEDAN

Skripsi

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE RASIO PADA PT BTN (PERSERO) CABANG MEDAN

Oleh Nama NIM : : 040522210 Departemen : Akuntansi
Oleh
Nama
NIM :
:
040522210
Departemen :
Akuntansi
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM S – 1 EKSTENSI MEDAN Skripsi ANALISIS KINERJA KE UANGAN

Donny Rahdian Habibie

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

2007

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul:

“ Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode Rasio pada PT. BTN (Persero) Cabang Medan”

Adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul: “ Analisis Kinerja Keuangan Peru sahaan

dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penilaian skripsi level program S 1 Ekstensi Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Semua sumber data dan informasi yang diperoleh, telah dinyatakan dengan jelas benar apa adanya. Apabila dikemudian hari ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh universitas.

Medan, 29 Oktober 2007 Yang Membuat Pernyataan

Donny Rahdian Habibie NIM : 040522210

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang hanya dengan izin dan rahmat- Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Selama melakukan penelitian dan penyusunan skripsi, penulis menerima bimbingan, bantuan moril dan materil dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih terutama kepada :

KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang hanya dengan izin dan rahmat-
  • 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, MEc selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

  • 2. Bapak Drs. Arifin Akhmad, MSi., Ak , selaku Ketua Departemen Akuntansi dan Bapak Fahmi Natigor Nasution, SE, M.Acc, Ak, selaku Sekretaris Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

  • 3. Bapak Drs. Rustam, Ak, selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya untuk membimbing saya dalam menyelesaikan skripsi ini.

  • 4. Bapak Drs Zainul Bahri Torong, MSi, Ak dan Bapak Iskandar Muda, SE, MSi., Ak selaku Dosen Pembanding/Penguji yang telah memberikan saran untuk kesempurnaan skripsi penulis.

  • 5. Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

  • 6. Pimpinan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan dan seluruh staff karyawan khususnya Bang Edison, Bang Elfian, Bang Rizal yang telah

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

  • 7. Terkhusus buat kedua orang tuaku, H. Ahmad Suhendro dan Hj. Basawaty, keluarga besar H. Ansyari Lubis dan Hj. Erlinda Sari Nasution.

  • 8. Teristimewa buat Ella yang telah berjuang dalam membantu penulis untuk menyelesaikan skripsi ini dan atas motivasi yang diberikan kepada penulis

7. Terkhusus buat kedua orang tuaku, H. Ahmad Suhendro dan Hj. Basawaty, keluarga besar H. Ansyari

selama kegiatan perkuliahan hingga pengerjaan skripsi ini.

dalam menyelesaikan skripsi ini. Segala perhatian dan kasih sayang yang

diberikan tidak dapat tergantikan.

  • 9. Kawan-kawan seperjuangan angkatan 2004 Ekstension ; Bangun, Dani, Erick, Dina, Irza ”Etek”, Ami dan seluruh kawan-kawanku yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu dan menyemangati penulis

Akhir kata dengan kerendahan hati, penulis menyadari bahwa skripsi ini

masih jauh dari sempurna. Atas kritik dan saran yang bersifat membangun,

penulis mengucapkan terima kasih. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua

Medan, 29 Oktober 2007 Penulis

Donny Rahdian Habibie NIM : 040522210

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan dapat menjelaskan kinerja keuangan pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa perbankan. Untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, wawancara dan studi literatur. Dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dari responden bersumber dari kepala cabang dan bagian accunting dari objek penelitian. Dari hasil pengamatan dan tanya jawab dengan responden, diketahui bahwa (1). Kinerja keuangan pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan pada tahun 2005 dan tahun 2006 secara umum dapat dikatakan baik. (2).Kinerja Keungan pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan mengalami perubahan yang cukup baik. (3). Meskipun tingkat likuiditas pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan tampak rendah, namun hal ini tidak begitu dipermasalahkan khususnya di perusahaan perbankan yang tugasnya adalah menarik dan menyalurkan dana kepada masyarakat.

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan dapat menjelaskan kinerja keuangan pada PT Bank Tabungan

Kata Kunci : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

DAFTAR ISI

PERNYATAAN i KATA PENGANTAR ii ABSTRAK iv DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL viii DAFTAR GAMBAR ix
PERNYATAAN
i
KATA PENGANTAR
ii
ABSTRAK
iv
DAFTAR ISI
v
DAFTAR TABEL
viii
DAFTAR GAMBAR
ix
DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................................
x
BAB I : PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah ..........................................................
1
B.
Perumusan Masalah .................................................................
5
C.
Tujuan Penelitian .....................................................................
6
D.
Manfaat Penelitian ...................................................................
6
E.
Kerangka Konseptual
............................................
6
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
A.
Pengertian Kinerja Keuangan
8
B.
Laporan Keuangan
1.
Pengertian Laporan Keuangan
9
2.
Tujuan Laporan Keuangan
11
3.
Karakteristik Laporan Keuangan
13
4.
Jenis-Jenis Laporan Keuangan
...........................................
14
Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio
USU Repository © 2009
,
2007
  • C. Analisa Laporan Keuangan sebagai Dasar Penilaian Kinerja

Keuangan Perusahaan

.............................................................

19

  • D. Rasio Keuangan Bank

.............................................................

22

BAB III : METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................. B. Responden ................................................................................. C. Jenis
BAB
III : METODE PENELITIAN
A.
Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................
B.
Responden .................................................................................
C.
Jenis dan Sumber Data .............................................................
D.
Teknik Pengumpulan Data .......................................................
E.
Metode Analisis Data ..............................................................
BAB
IV : HASIL PENELITIAN
A.
Data Penelitian
1.
Gambaran Umum Perusahaan
a.
Sejarah Singkat ...............................................................
b.
Struktur Organisasi .......................................................
2.
Laporan Keuangan sebagai Dasar Penilaian Kinerja
Keuangan Perusahaan
a.
Neraca ..........................................................................

28

28

28

29

29

30

36

41

  • b. Laporan Laba Rugi

.......................................................

42

3.

Rasio-Rasio Keuangan Bank

..............................................

43

  • B. Analisis Hasil Penelitian

1.

Analisis dan Evaluasi Laporan Keuangan sebagai Dasar

Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan

.............................

49

2.

Analisis dan Evaluasi Rasio Keuangan Bank

......................

51

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ………………………………………………… 63 B. Saran 65 DAFTAR PUSTAKA 66
BAB
V
:
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
………………………………………………… 63
B.
Saran
65
DAFTAR PUSTAKA
66
LAMPIRAN

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

DAFTAR TABEL

NO JUDUL HALAMAN Tabel 1 : Tabulasi Rasio Likuiditas…………………………………… .. 43 Tabel 2 : Tabulasi Rasio
NO
JUDUL
HALAMAN
Tabel
1
:
Tabulasi Rasio Likuiditas……………………………………
..
43
Tabel
2
:
Tabulasi Rasio Solvabilitas…………………………………
...
45
Tabel
3
:
Tabulasi Rasio Profitabilitas…………………………………. 46
Tabel
4
:
Tabulasi Rasio Resiko Usaha Bank…………………………
...
47
Tabel
5
:
Tabulasi Rasio Efesiensi……………………………………
...
48

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

DAFTAR GAMBAR

NO

JUDUL

HALAMAN

Gambar

:

Kerangka Konseptual…………………………………………

7

DAFTAR GAMBAR NO JUDUL HALAMAN Gambar : Kerangka Konseptual………………………………………… 7 Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Struktur Organisasi Lampiran 2 : Neraca Lampiran 3 : Laba Rugi Lampiran 4
Lampiran
1
:
Struktur Organisasi
Lampiran
2
:
Neraca
Lampiran
3
:
Laba Rugi
Lampiran
4
:
Kinerja Keuangan Diukur dari Rasio-Rasio Keuangan Bank
Lampiran
5
:
Keseluruhan Hasil Perhitungan Rasio-Rasio Keuangan
Bank
Lampiran
6
:
Perhitungan Rasio-Rasio Keuangan Bank
Lampiran
7
:
Perhitungan Persentase Kenaikan/Penurunan Komponen
Neraca dan Laba Rugi

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dinamika globalisasi dan revolusi teknologi yang sedang melanda dunia

saat ini, sudah dapat dipastikan akan mempengaruhi peta dan pola persaingan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dinamika globalisasi dan revolusi teknologi yang sedang melanda dunia

dunia bisnis secara drastis. Dari asumsi tersebut mengharuskan perusahaan untuk

memandang jauh ke depan guna mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang

dapat mempengaruhi perkembangan perusahaan.

Setiap bentuk perusahaan mempunyai tujuan yang sama yaitu profit (laba),

growth (pertumbuhan), survive (kelangsungan hidup perusahaan) dan tujuan

perusahaan tersebut harus dicapai oleh semua pihak yang ada dalam perusahaan.

Proses penetapan dan pencapaian tujuan membutuhkan ketelitian, keakuratan,

serta kecepatan manajemen dalam pengambilan keputusan serta dalam mengelola

perusahaan. Manajemen harus melaksanakan fungsi-fungsinya dengan baik

sehingga tujuan perusahaan akan tercapai dengan efektif dan efisien. Oleh karena

itu pihak manajemen perusahaan perlu mengetahui dan mengumpulkan berbagai

informasi tentang keadaan atau kondisi yang dialami perusahaan. Dengan

mengetahui informasi tersebut maka manajeman dapat mengambil tindakan yang

tepat untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan.

Media yang dapat dipakai untuk melihat kondisi kesehatan perusahaan

adalah laporan keuangan yang terdiri dari neraca, perhitungan laba rugi, laporan

perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Laporan

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

keuangan adalah hasil akhrir dari proses akuntansi. Setiap transaksi yang dapat

diukur dengan nilai uang, dicatat dan diolah sedemikian rupa dan disajikan dalam

nilai uang. Laporan keuangan merupakan salah satu dasar informasi dan penilaian

dalam menentukan kebijaksanaan persahaan. Agar dapat mengetahui kondisi

kesehatan perusahaan dan prestasi yang dicapai, maka laporan keuangan perlu

dianalisa dan diinterpresentasikan yang menunjukkan posisi sumber daya yang

keuangan adalah hasil akhrir dari proses akuntansi. Setiap transaksi yang dapat diukur dengan nilai uang, dicatat

dimiliki selama periode tertentu serta kekuatan dan kelemahannya.

Untuk nilai kondisi keuangan dan presentasi perusahaan, pihak manajemen

memerlukan tolak ukur. Tolak ukur yang umumnya digunakan dalam perusahaan

adalah rasio. Rasio menggambarkan suatu hubungan dan perimbangan antara satu

jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Dengan menggunakan rasio ini akan

dapat menjelaskan atau mamberi gambaran kepada manajemen tentang baik

buruknya keuangan atau kesehatan perusahaan. Analisis dan iterpretasi dari

macam-macam rasio dapat memberikan pandangan yang lebih baik tentang

kondisi keuangan dan prestasi perusahaan bagi analisis atau pihak manajemen

yang ahli dan berpengalaman dibandingkan analisis yang hanya didasarkan atas

data keuangan sendiri-sendiri yang tidak membentuk rasio. Pihak manajemen atau

analis harus mampu menyesuaikan faktor-faktor yang ada pada masa sekarang

dengan faktor–faktor dimasa yang akan datang yang mungkin akan

mempengarihui posisi keuangan atau operasi perusahaan.

Analisa rasio berorientasi pada masa depan yaitu memprediksi keadaan

yang akan dialami oleh perusahaan. Dengan demikian kegunaan atau manfaat

suatu angka rasio tergantung pada kemampuan dan kecerdasaan manajemen atau

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

analis dalam mengiterpretasikan data yang ada untuk menilai dan mengukur

kinerja keuangan perusahaan, karena data yang trercantum dalam laporan

keuangan mencerminkan kinerja keuangan dan merupakan jendela untuk melihat

aktivitas perusahaan.

Pengelolaan keuangan pada perusahaan-perusahaan yang berskala besar

sangat kompleks karena banyak faktor-faktor yang mampengaruhi maupun unsur-

analis dalam mengiterpretasikan da ta yang ada untuk menilai dan mengukur kinerja keuangan perusahaan, karena data

unsurnya. Pada perusahaan jasa seperti perbankan juga mampunyai data keuangan

yang kompleks sehingga perlu analisis yang tajam untuk menilai dan mengukur

berdasarkan analisis rasio dan ketentuan ynag berlaku pada perusahaan tersebut

untuk mengetahui kondisi perusahaan. Pengelolaan keuangan pada perusahaan

perbankkan mampunyai keunikan sendiri dari perusahaan-perusahaan lainnya,

dimana bank merupakan badan usaha yang menghimpun dan menyalurkan dana

pada pihak yang berkepentinggan atau masyarakat sehingga pihak manajemen

bank harus mampu mengelola dana yang terhimpun agar dapat menciptakan

kekayaan sebagai kinerja keuangan dan prestasi yang baik. Manajer keuangan

merupakan suatu hal yang paling diperhatikan oleh masyarakat khususnya calon

investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Begitu juga halnya dengan

bank, dimana semakin baik kinerja keuangannya maka bank tersebut akan

semakin berkembang karena dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat

terhadap bank tersebut sehingga akan dapat menarik dan meningkatkan jumlah

nasabahnya.

Dalam penelitian ini penulis meneliti keadaan PT. Bank Tabungan Negara

(Persero) Cabang Medan dengan menganalisis kinerja keuangannya. Sejauh

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

pengamatan penulis bank ini merupakan bank yang cukup berkembang sehingga

banyak masyarakat yang percaya dan menjadi nasabahnya, selain itu juga banyak

masyarakat yang menggunakan produk-produknya misalnya pembiyaan

kepemilikan rumah. Hal ini dapat dilihat pada jumlah tabungan dan kredit yang

disalurkan oleh bank ini kepada masyarakat dan bentuk-bentuk lainnya yang

merupakan bukti bahwa bank banyak melakukan transaksi yang ditunjukkan oleh

jumlah dana yang masuk dan keluar seperti tampak pada tabel berikut : 2005 2006 ASPEK (
jumlah dana yang masuk dan keluar seperti tampak pada tabel berikut :
2005
2006
ASPEK
( Rp )
( Rp )
Giro pada bank lain
26.381.278,47
33.352.805,47
Kredit yang diberikan
294.510.324.876,14
311.995.907.748,32
Giro (dari nasabah)
17.094.318.540,61
126.149.088.804,21
Tabungan
256.148.669.500,08
264.553.020.111,54
Deposito berjangka
181.403.806.493,11
128.279.394.254,37
Penulis menganggap bahwa bank ini berkembang tentu karena memiliki
kinerja keuangan dan pengelolaan keuangan yang baik. Hal tersebut juga dapat

terlihat pada kemampuan perusahaan untuk menciptakan laba yang dapat

memberikan kepercayaan dengan kinerja yang baik kepada masyarakat sehingga

banyak masyarakat yang tertatik untuk menjadi nasabah bank tersebut. Seperti

perolehan laba bank ini pada tahun 2005 dan tahun 2006 yang cukup besar yaitu

Rp 4.443.975.192,52 (2005) dan meningkat menjadi Rp 18.559.753.290,53

(2006), yang tentunya ini merupakan kinerja keuangan yang baik yang

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1 dan 2. Berdasarkan hal tersebut untuk

melihat sejauh mana pengelolaan keuangan dan kinerja keuangannya dan

bagaimana menginterprestasikanya sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan

dalam mambuat kebijakan dalam mengembangkan perusahaan, maka penulis

merasa tertarik untuk mempelajari dan menganalisis kinerja keuangan suatu

perusahaan khususnya kinerja keuangan suatu bank ..

Dari uraian diatas penulis merasa tertarik untuk meneliti dan mambahas masalah dengan judul : “Analisis Kinerja
Dari uraian diatas penulis merasa tertarik untuk meneliti dan mambahas
masalah dengan judul :
“Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode
Rasio Pada PT. BTN (Persero) Cabang Medan”.
B. Perumusan Masalah
Untuk dapat mengarahkan dan memudahkan dalam melakukan penelitian
yang lebih terfokus dan sisitematis, penulis mencoba merumuskan masalah
yang akan dibahas dalam penulisan skripsi ini dalam bentuk pertanyaan, yaitu:
1.
Apakah laporan keuangan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang
Medan mencerminkan kinerja keuangan yang baik?
2.
Apakah kinerja keuangan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang

Medan pada periode 2005 dan 2006 menunjukkan kinerja keuangan yang

baik diukur dari rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, resiko usaha

bank, dan rasio efisiensi?

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

  • C. Tujuan Penelitian Tujuan penulisan skripsi ini adalah :

1.

Untuk mengetahui apakah laporan keuangan PT. Bank Tabungan Negara

(Persero) Cabang Medan mencerminkan kinerja keuangan yang baik.

2.

Untuk mengetahui apakah kinerja keuangan PT. Bank Tabungan Negara

(Persero) Cabang Medan pada periode 2005 dan 2006 menunjukkan

profitabilitas, resiko usaha bank, dan rasio efisiensi. mengembangkan kemampuan untuk meneliti. sebagai bahan pertimbangan dalam menanam
profitabilitas, resiko usaha bank, dan rasio efisiensi.
mengembangkan kemampuan untuk meneliti.
sebagai bahan pertimbangan dalam menanam modal.

kinerja keuangan yang baik diukur dari rasio likuiditas, solvabilitas,

  • D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penulisan skripsi ini adalah :

1.

Bagi penulis sendiri sebagai wadah untuk menuangkan pemikiran dan

2.

Sebagai bahan masukan bagi investor dan calon investor PT. Bank

Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan serta memberikan informasi

3.

Sebagai bahan refrensi bagi peneliti lainnya yang menganalisis,

mengembangkan dan menyempurnakan masalah kinerja keuangan dalam

suatu perusahaan.

  • E. Keranngka Konseptual

Kerangka konseptual merupakan model konseptual tentang bagaimana

teori yang digunakan berhubungan dengan berbagai faktor yang telah penulis

identifikasikan sebagai masalah yang penting. Kerangka konseptual ini

merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi objek

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

permasalahan. Kriteria utama agar suatu kerangka konseptual adalah alur-alur

pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka konseptual yang

membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis.

Berikut ini penulis akan memberikan kerangka konseptual untuk

mempermudah pemahaman alur skripsi ini :

PT. BTN (Persero) Cabang Medan Laporan Keuangan PT. BTN (Persero) Cabang Medan Analisa Laporan Keuangan Metode
PT. BTN (Persero)
Cabang Medan
Laporan Keuangan
PT. BTN (Persero)
Cabang Medan
Analisa Laporan Keuangan
Metode Rasio

Analisa Kinerja Keuangan PT. BTN (Persero) Cabang Medan

Gambar Kerangka Konseptual

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  • A. Pengertian Kinerja Keuangan

Pengertian kinerja keuangan pada dasarnya sama, tetapi tergantung dari

sudut mana yang mau didefenisikan apakah kinerja perusahaan atau organisasi

maupun kinerja perseroan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kinerja Keuangan Pengertian kinerja keuangan pada dasarnya sama, tetapi tergantung

Pengertian kinerja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sesuatu

yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan atau kemampuan kerja.

Menurut Mulyadi (2001: 293) mengemukakan bahwa :

“Kinerja organisasi merupakan usaha cerdas yang kompleks yang menjanjikan hasil signifikan dan berjangka panjang”. Dalam lingkungan bisnis yang stabil dan persaingan yang tidak begitu signifikan, kinerja organisasi perusahaan berupa penciptaan kekayaan dalam jumlah memadai. Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif untuk dapat bertahan hidup dan bertumbuh, organisasi perusahaan harus mampu melipatgandakan kekayaannya. Pada proses inilah dapat diukur kinerja perusahaan khususnya keuangan dalam melipatgandakan kekayaannya untuk dapat bertahan dan berkembang.

Selanjutnya manurut Ag nes Sawir (2005: 1) mengemukakan bahwa :

Yang dimaksud dengan kinerja keuangan adalah ukuran mengenai seberapa jauh perusahaan-perusahaan berada dari batas normal agar perusahaan dapat dikatakan sehat dan berjalan baik sehingga dapat memenuhi kewajibannya dan menghasilkan keuntungan dimasa yang akan datang.

Dari penjelasan di atas maka dapat diambil suatu kesimpulan mengenai

arti kinerja keuangan yaitu merupakan keadaan atau potensi keuangan yang

dimiliki oleh perusahaan dalam rangka mencapai tujuan. Kinerja keuangan dapat

dilihat dan diukur melalui laporan keuangan. Laporan keuangan dapat dijadikan

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

jendela untuk melihat kondisi atau hasil aktivitas yang telah dijalankan

perusahaan. Dengan melihat dan menganalisis laporan keuangan tersebut akan

ditemukan tanda-tanda permasalahan dan kondisi perusahaan secara lebih spesifik

mengenai kinerja keuangannya.

  • B. Laporan Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan
Pengertian Laporan Keuangan

1.

Untuk mengetahui perkembangan suatu perusahaan, maka perlu

mengetahui keadaan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Keadaan

keuangan suatu perusahaan dapat diketahui dari laporan keuangan.

Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh

informasi mengenai posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh

perusahaan yang bersangkutan. Laporan keuangan menggambarkan informasi

prestasi keuangan pada masa lalu dan dapat memberikan petunjuk untuk

menetapkan kebijakan pada masa yang akan datang. Informasi yang tersedia

dalam laporan keuangan terutama menyangkut bentuk keuangan, yang diukur

dan dinyatakan dalam unit uang, biasanya dirangkum dan disajikan dalam

periode yang telah ditentukan sebelumnya. Akan tetapi bagaimanapun

hebatnya laporan keuangan kalau belum dianalisis tidak akan memberikan

informasi apa-apa.

Menurut H.S Munawir (2004:2) mengemukakan pengertian laporan

keuangan sebagai berikut :

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

“Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang

dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau

aktivitas suatu perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan data

atau aktivitas dari perusahaan tersebut.”

Selanjutnya menurut Sofyan Syafri Harahap (2002:7) mengemukakan

bahwa :

“Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komuni kasi

“Laporan keuangan adalah merupakan pokok atau hasil akhir dari suatu proses akuntansi yang menjadi bahan informasi bagi para pemakainya sebagai salah satu bahan dalam proses pengambilan keputusan dan juga dapat menggambarkan indikator kesuksesan suatu perusahaan mencapai tujuannya.”

Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam Standar Akuntansi

Keuangan PSAK No. 1 (2004: 04) mengemukakan bahwa :

“Laporan keuangan merupakan laporan periodik yang disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum tentang status keuangan dari individu, asosiasi atau organisasi bisnis yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.”

Dari ketiga defenisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya

laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan

ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Kelima laporan

ini merupakan informasi sekaligus pertanggungjawaban pihak manajemen

kepada pihak eksternal perusahaan maupun pihak internal yang mempunyai

hubungan dengan perusahaan. Dengan demikian laporan keuangan bukanlah

merupakan tujuan tetapi sebagai alat untuk mengkomunikasikan data

keuangan atau kegiatan yang merupakan tujuan dari laporan keuangan.

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

2.

Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan

PSAK No. 1 (2004: 04) mengemukakan bahwa:

“Tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin menilai apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi; keputusan ini mungkin mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.”

2. Tujuan Laporan Keuangan Menurut Ikatan Akuntan Indonesia da lam Standar Akuntansi Keuangan PSAK No. 1

Laporan keuangan pada hakekatnya bersifat umum dalam arti laporan

tersebut ditujukan untuk berbagai pihak yang mempunyai kepentingan yang

berbeda sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Melalui analisa laporan keuangan akan dapat dilihat kemampuan perusahaan

dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, struktur modal perusahaan,

distribusi dari aktiva, keefektifan penggunaan aktiva hasil usaha atau

pendapatan yang dicapai perusahaan.

Ada beberapa pihak atau kelompok yang memerlukan dan berkepentingan

terhadap analisa laporan keuangan dimana masing-masing kelompok menilai

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

laporan keuangan tersebut dari sisi yang berlainan. Secara garis besar ada dua

kelompok yang berkepentingan terhadap laporan keuangan yaitu pihak intern

perusahaan dan pihak ekstern perusahaan. Pihak intern adalah mereka yang

bebas untuk melihat data-data secara terperinci, biasanya dilakukan oleh

manajer yang merupakan orang dalam yang dapat menggunakan data

keuangan apapun yang ada dalam perusahaan. Pihak ekstern adalah pihak lain

laporan keuangan tersebut dari sisi ya ng berlainan. Secara garis besar ada dua kelompok yang berkepentingan

di luar perusahaan yang tidak berwenang melihat data secara terperinci.

Adapun pihak atau kelompok yang membutuhkan laporan keuangan

sebagai informasi yang berbeda menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam

Standar Akuntansi Keuangan PSAK No. 1 (2004: 02) antara lain yaitu:

a

Investor Penanam modal berisiko dan penasihat mereka berkepentingan dengan resiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar deviden. Karyawan Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.

b

  • c Pemberi Pinjaman Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.

  • d Pemasok dan Kreditur Usaha Lainnya Pemasok dan kreditur usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Keditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan. Pelanggan

e

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan atau tergantung pada perusahaan. Pemerintah Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya. Masyarakat Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Misalnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

Karakteristik Laporan Keuangan Relevan, data yang diolah ada kaitannya dengan transaksi.
Karakteristik Laporan Keuangan
Relevan, data yang diolah ada kaitannya dengan transaksi.

Karakteristik merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan

f

g

3.

keuangan berguna bagi pemakai. Karakteristik laporan keuangan menurut H

Veithzal Rivai, Andria Permata Veithzal dan Ferry N Idroes (2007:617)

mengemukakan bahwa :

a

b Jelas dan Dapat Dipahami, informasi yang disajikan harus ditampilkan sedemikian rupa sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh semua pembaca laporan keuangan.

  • c Dapat Diuji Kebenarannya, data dan informasi yang disajikan harus dapat ditelusuri kepada bukti asalnya.

  • d Netral, laporan keuangan yang disajikan dapat dipergunakan oleh semua pihak. Tepat Waktu, laporan keuangan harus memiliki periode pelaporan waktu penyajiannya harus dinyatakan dengan jelas dan disajikan dalam batas waktu yang wajar. f Dapat Dipertimbangkan, laporan keuangan yang disajikan harus dapat diperbandingkan dengan periode-periode sebelumnya. g Lengkap, data yang disajikan dalam informasi akuntansi harus lengkap sehingga tidak memberikan informasi yang menyesatkan bagi para pemakai laporan keuangan.

e

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

4.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan

PSAK No. 1 (2004: 02) mengemukakan bahwa :

“Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari neraca, laporan laba rugi dan

laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan lain

serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.” a Neraca Menurut Sofyan Syafri Harahap
serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan
keuangan.”
a
Neraca
Menurut
Sofyan
Syafri
Harahap
(2007:
107)
mengemukakan
bahwa:
“Laporan neraca atau daftar neraca disebut juga laporan posisi keuangan
perusahaan. Laporan ini menggambarkan posisi aktiva, kewajiban, dan
modal pada saat tertentu. Laporan ini bisa disusun setiap saat dan
merupakan opname situasi posisi keuangan pada saat itu.”
Selanjutnya
bahwa :
menurut
H.S
Munawir
(2004:13)
mengemukakan

“Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal

dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu”.

Sedangkan menerut H Veithzal Rivai, Andria Permata Veithzal dan

Ferry N Idroes (2007:617) mengemukakan bahwa :

“Neraca bank adalah suatu laporan keuangan yang diterbitkan setiap hari kerja oleh satuan kerja akunting. Laporan tersebut menunjukkan posisi saldo serta mutasi-mutasi dari rekening yang dikelola oleh satuan kerja akunting yang bersangkutan. Aktiva bank pada umumnya terdiri atas alat-

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

alat likuid, aktiva produktif dan aktiva tidak produktif. Sisi pasiva menggambarkan kewajiban bank yang berupa klaim pihak ketiga atau pihak lainnya atas kekayaan bank yang dinyatakan dalam bentuk rekening giro, deposito berjangka, tabungan dan instrumen kewajiban lainnya serta ekuitas yang menggambarkan nilai buku pemilik saham bank.”

Berdasarkan defenisi diatas, dapat dilihat bahwa neraca terdiri dari

aktiva dan pasiva (hutang dan modal). Umumnya aktiva dapat dibedakan

atas dua kelompok yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap. Aktiva lancar

alat likuid, aktiva produktif dan aktiva tidak produktif. Sisi pasiva menggambarkan kewajiban bank yang be rupa

adalah kekayaan perusahaan yang dapat dicairkan menjadi uang tunai,

dijual atau dipakai habis dalam siklus kegiatan perusahaan misalnya kas

dan bank, surat-surat berharga dan lain-lain. Aktiva tetap merupakan

aktiva yang penggunaannya adalah untuk jangka panjang, misalnya lebih

dari satu tahun. Aktiva tetap terdiri dari aktiva tatap berwujud (fixed

tangible assets) dan aktiva tetap tidak berwujud (fixed intangible assets).

Aktiva tetap berwujud termasuk didalamnya seperti bangunan, peralatan,

tanah, dan lain-lain. Sedangkan aktiva tetap tidak berwujud adalah hak-hak

khusus seperti hak paten, good will, hak cetak dan sebagainya. Hutang

adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang

belum terpenuhi menurut jangka waktu pelunasannya. Hutang dapat

dikelompokkan menjadi hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.

Hutang jangka pendek merupakan seluruh kewajiban keuangan perusahaan

yang jangka waktu temponya dibawah satu tahun atau kurang satu tahun

seperti hutang dagang, hutang wessel, hutang pajak dan sebagainya.

Hutang jangka panjang yaitu kewajiban keuangan perusahaan yang jangka

waktu temponya lebih dari satu tahun seperti hutang hipotik, hutang

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

obligasi, dan pinjaman dari perusahaan lain. Modal sendiri adalah modal

yang berasal dari peserta atau pemilik perusahaan. Modal ini menjadi

tanggungan terhadap keseluruhan resiko perusahaan yang merupakan

jaminan bagi kreditur.

Dalam menyajiannya neraca dapat dibagi dalam 3 bentuk, menurut

Sofyan Syafri Harahap (2002: 75) bentuk neraca yang umum digunakan

b

adalah sebagai berikut : a b Bentuk Neraca Staffel (Report Form) Neraca ini dilaporkan satu halaman
adalah sebagai berikut :
a
b
Bentuk Neraca Staffel (Report Form)
Neraca ini dilaporkan satu halaman vertikal. Disebelah atas
dicantumkan total aktiva dan di bawahnya disajikan pos kewajiban dan
pos modal.
Bentuk Neraca Skontro (Account Form)
Di sini aktiva disajikan di sebelah kiri dan kewajiban serta modal
ditempatkan di sebelah kanan sehingga penyajiannya sebelah-
menyebelah.
c
Bentuk yang Menyajikan Posisi Keuangan (Financial Position Form)
Dalam bentuk ini posisi keuangan tidak dilaporkan seperti dalam
bentuk sebelumnya yang berpedoman pada persamaan akuntansi.
Dalam bentuk ini pertama-tama dicantumkan aktiva lancar dikurangi
utang lancar dan pengurangannya diketahui modal kerja. Modal kerja
ditambah aktiva tetap dan aktiva lainnya kemudian dikurangi utang
jangka panjang, maka akan diperoleh modal pemilik.
Laporan Laba Rugi

Pada umumnya perusahaan yang didirikan selalu berusaha untuk

mencari keuntungan yang semaksimal mungkin, dan dari laporan laba rugi

dapat diketahui sejauh mana perusahaan telah memperoleh keuntungan.

Menurut H. S Munawir (2004: 26) menyatakaan bahwa :

“Laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang

penghasilan, biaya, laba rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama

periode tertentu”.

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

Sedangkan menerut H Veithzal Rivai, Andria Permata Veithzal dan

Ferry N Idroes (2007:618) mengemukakan bahwa :

“Laporan laba rugi bank merupakan suatu laporan keuangan bank yang

menggambarkan pendapatan, biaya operasional dan non operasional bank

serta keuntungan bersih bank untuk suatu periode tertentu.”

Menurut H.S Munawir (2004: 28) bahwa prinsip-prinsip yang umumnya ditetapkan dalam penyusunan laporan laba rugi adalah
Menurut H.S Munawir (2004: 28) bahwa prinsip-prinsip yang
umumnya ditetapkan dalam penyusunan laporan laba rugi adalah sebagai
berikut:
1.
Bagian yang pertama menunjukkan penghasilan yang diperoleh usaha
pokok perusahaan (penjualan barang dagangan atau memberikan
service) diikuti dengan harga pokok dari barang/ service yang dijual
sehingga diperoleh laba kotor.
2.
Bagian kedua merupakan biaya-biaya operasional yang terdiri dari
biaya penjualan dan biaya umum/administrasi (operating expense).
3.
Bagian ketiga menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh diluar operasi
pokok perusahaan yang diikuti dengan biaya-biaya yang terjadi di luar
usaha pokok perusahaan (non operating/financial income dan
expenses).
4.
Bagian keempat menunjukkan rugi/laba yang insidentil (extraordinary
gain or loss) sehingga akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak
pendapatan.
Hasil akhir dari suatu laporan rugi laba adalah keuntungan bersih
atau kerugian. Kemudian bila perusahaan tidak membagi deviden, maka

seluruh hasil akhir tersebut menjadi laba ditahan. Tetapi bila perusahaan

membagi deviden, maka hasil akhir tersebut terlebih dahulu dikurangi

dengan deviden untuk memperoleh nilai laba ditahan.

Menurut H.S Munawir (2004: 26) bentuk laporan laba rugi yang

biasa digunakan adalah :

1.

Bentuk Single Step yaitu dengan menggabungkan semua hasil menjadi satu kelompok dan semua biaya dalam satu kelompok lainnya. Total

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

2. Bentuk Mutiple Step yaitu dengan membuat pengelompokan yang lebih teliti sesuai dengan prinsip yang digunakan secara umum, misal untuk memperoleh nilai laba penjualan, nilai penjualan bruto dikurangi dengan potongan yang didapat dan harga pokok penjualan. Kemudian laba penjualan ini dikurangi dengan biaya operasi untuk mendapatkan nilai laba bersih operasional.

c. Laporan Perubahan Ekuitas Menurut H Veithzal Rivai, Andria Permata Veithzal dan Ferry N Idroes (2007:619)
c.
Laporan Perubahan Ekuitas
Menurut H Veithzal Rivai, Andria Permata Veithzal dan Ferry N
Idroes (2007:619) mengemukakan bahwa :
“Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang menggambarkan
perubahan saldo akun ekuitas seperti modal disetor, tambahan modal
disetor, laba yang ditahan dan akun ekuitas lainnya.”
d.
Laporan Arus Kas
Menurut Sofyan Syafri Harahap (2002:93) mengemukakan bahwa :
“Laporan arus kas ini dinilai banyak memberikan informasi tenteng
kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba dan likuiditas di
masa yang akan datang. Laporan arus kas ini memberikan informasi
yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari suatu
perusahaan pada suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan
transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, pembiayaan dan
investasi”
e.
Catatan Atas Laporan Keuangan

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam Standar Akuntansi

Keuangan PSAK No. 1 (2004: 6) mengemukakan bahwa :

“Catatan atas laporan keuangan umumnya menjelaskan ikhtisar

kebijaksanaan akuntansi yang penting dianut oleh perusahaan.”

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

C. Analisa Laporan Keuangan Sebagai Dasar Penilaian Kinerja Keuangan

Perusahaan

  • 1. Pengertian Analisa Laporan Keuangan Analisa laporan keuangan terdiri dari dua kata yaitu analisa dan laporan

keuangan. Kata analisa adalah memecahkan atau menguraikan sesuatu unit

menjadi berbagai unit terkecil, sedangkan laporan keuangan adalah neraca,

C. Analisa Laporan Keuangan Sebagai Dasar Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan 1. Pengertian Analisa Laporan Keuangan Analisa

laba rugi dan arus kas (dana). Jika dua pengertian ini digabungkan maka

analisa laporan keuangan menurut Sofyan Syafri Harahap (2002:93)

mengemukakan bahwa :

“Menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat”.

Laporan keuangan bisa saja menyembunyikan sesuatu informasi yang

salah, tetapi hasil analisa laporan keuangan tidak akan mungkin dapat

menyembunyikan semua informasi yang salah. Hal inilah yang juga

membuktikan bahwa akuntansi itu memiliki disiplin ilmu tersendiri yang

sifatnya objektif dan ilmiah.

  • 2. Prosedur Analisa Laporan Keuangan

Menurut M Faisal Abdullah (2005:120) prosedur analisis meliputi tahapan

sebagai berikut :

a

Review Data Laporan Merupakan aktivitas penyesuaian data laporan keuangan terhadap berbagai hal, baik sifat atau jenis perusahaan yang melaporkan maupun sistem akuntansi yang berlaku. Sistem akuntansi yang diterapkan dalam

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

,

2007

b

memberi pengakuan terhadap pendapatan dan biaya akan menentukan jumlah pendapatan maupun laba yang dihasilkan perusahaan. Menghitung Dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisis dilakukan perhitungan-perhitungan, baik metode perbandingan, persentase komponen, analisis rasio keuangan dan lain-lain. Dengan metode atau teknik apa yang digunakan dalam perhitungan sangat bergantung pada tujuan analisa.

  • c Membandingkan/Mengukur Langkah ini diperlukan guna mengetahui kondisi hasil perhitungan tersebut apakah sangat baik, baik, sedang, kurang baik, dan seterusnya. Ada dua cara yang dapat dilakukan di dalam membandingkan rasio keuangan perusahaan yaitu :

d

e

3.

Metode Analisa Laporan Keuangan
Metode Analisa Laporan Keuangan

Cross Sectional Approach, suatu cara mengevaluasi dengan jalan membandingkan rasio-rasio antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya yang sejenis pada saat bersamaan. Time Series Analysis, dilakukan dengan jalan membandingkan hasil yang dicapai perusahaan dari periode yang satu ke periode lainnya. Dengan pembandingan semacam ini akan diketahui hasil yang dicapai perusahaan, apakah mengalami kemajuan atau kemunduran.

Menginterpretasi Interpretasi merupakan inti dari proses analisa sebagai panduan antara hasil pembandingan atau pengukuran dengan kaidah teoritik yang berlaku. Hasil interpretasi mencerminkan keberhasilan maupun permasalahaan apa yang dicapai perusahaan dalam pengeloaan keuangan. Solusi

Merupakan langkah terakhir dari rangkaian prosedur analisa. Dengan memahami problem keuangan yang dihadapi perusahan maka akan ditempuh solusi yang tepat.

Menurut M Faisal Abdullah (2005:123) berdasarkan tekniknya,

analisis keuangan dapat dibedakan menjadi :

a

b

Analisa Perbandingan Laporan Keuangan Merupakan teknik analisis dengan cara membandingkan laporan keuangan dua periode atau lebih dengan menunjukkan perubahan baik dalam jumlah (absolut) maupun dalam persentase (relatif). Analisa Trend (Tendensi Posisi) Merupakan teknik analisis untuk mengetahui tendensi keadaan keuangan apakah menunjukkan penaikan atau penurunan. Hal yang membedakan antara kedua teknik ini adalah tahun atau periode pembanding. Apabila analisa perbandingan menggunakan tahun sebelumnya (n-1) sebagai tahun

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

pembanding, maka analisa trend menggunakan tahun dasar (Po) sebagai tahun pembanding.

  • c Analisa Persentase per Komponen (Common Size) Teknik analisa untuk mengetahui presentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap total aktiva seluruhnya. Juga untuk mengetahui berapa besar proporsi setiap pos aktiva maupun hutang terhadap keseluruhan atau total aktiva maupun hutang.

  • d Analisa Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Merupakan teknik analisa untuk mengetahui besarnya sumber dan penggunaan modal kerja melalui dua periode waktu yang dibandingkan. Selain mengetahui posisi modal kerja juga dimaksudkan untuk mengetahui sebab-sebab terjadi perubahan modal kerja dalam suatu periode tertentu. Analisa Sumber dan Penggunaan Kas Merupakan teknik analisis untuk mengetahui kondisi kas disertai sebab- sebab terjadinya perubahan kas pada suatu periode waktu tertentu. Analisa Rasio Keuangan Merupakan teknik analisis untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Analisis rasio keuangan yang menghubungkan unsur-unsur neraca dan perhitungan laba rugi dari periode yang satu dengan periode yang lain dapat menunjukkan posisi keuangan perusahaan. Rasio analisis keuangan meliputi dua jenis perbandingan yaitu :

e

f

g

h

pembanding, maka analisa trend menggunakan tahun dasar (Po) sebagai tahun pembanding. c Analisa Persentase per Komponen

Analis dapat membadingkan rasio sekarang dengan yang lalu dan yang akan datang untuk perusahaan yang sama (perbandingan internal). Jika rasio keuangan disajikan dalam bentuk suatu daftar untuk periode beberapa tahun, analis dapat mempelajari komposisi perubahan- perubahan dan menetapkan telah terdapat suatu perbaikan atau bahkan sebaliknya di dalam kondisi keuangan dan prestasi perusahaan selama jangka waktu tersebut. Rasio keuangan juga dapat diperhitungkan berdasarkan laporan keuangan performa atau proyeksi dan diperbandingkan dengan rasio sekarang atau masa lalu. Perbandingan meliputi perbandingan rasio perusahaan dengan perusahaan lainnya yang sejenis atau dengan rata-rata industri pada satu titik yang sama (perbandingan eksternal). Perbandingan tersebut dapat memberikan gambaran tentang kondisi keuangan dan prestasi perusahaan. Hanya dengan cara membandingkan rasio keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis seorang analis dapat memberikan pertimbangan yang realistis. Analisa Perubahan Laba Kotor Merupakan teknik analisis untuk mengetahui posisi laba dan sebab-sebab terjadinya perubahan laba. Analisis ini juga dimaksudkan untuk mengetahui posisi laba yang dibudgetkan dengan laba yang benar-benar dapat dihasilkan. Analisa Break Even Merupakan teknik analisis untuk mengetahui tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian, tetapi pada tingkat penjualan tesebut perusahaan belum memperoleh keuntungan.

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

  • D. Rasio Keuangan Bank

Berdasarkan teknik analisis keuangan tersebut di atas, analisis rasio

keuangan merupakan analisis dengan jalan membandingkan satu pos dengan

pos laporan keuangan lainnya baik secara individu maupun bersama-sama

guna mengetahui hubungan di antara pos-pos tertentu baik dalam neraca

maupun laporan laba rugi. Setiap rasio keuangan yang dibentuk memiliki

bank, dan rasio efisiensi.”
bank, dan rasio efisiensi.”

tujuan yang ingin dicapai masing-masing. Ini berarti tidak dijumpai batasan

yang jelas dan tegas berapa rasio yang terdapat pada setiap aspek yang

dianalisis.

Rasio-rasio keuangan perbankan menurut Agnes Sawir (2005: 28)

diklasifikasi menjadi lima kelompok yaitu

“Rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, rasio resiko usaha

  • 1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah kemampuan bank untuk memenuhi seluruh

kewajiban hutang-hutangnya dan dapat membayar kembali kepada semua

deposannya serta dapat memenuhi permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi

penangguhan.

Menurut Agnes Sawir (2005:29) rasio likuiditas terdiri dari :

  • 1. Quick Ratio, rasio untuk mengetahui kemampuan bank dalam membiayai kembali kewajibannya kepada para nasabah yang menyimpan dananya dengan cash assets yang dimilikinya. Semakin tinggi rasionya semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya. Quick ratio ini dapat dihitung dengan :

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

Quick Ratio =

Cash Assets

Total Deposits

2.

Banking Rasio, rasio untuk mengetahui kemampuan bank dalam membayar kembali kewajiban kepada para deposannya yang telah menyimpan dananya dengan menarik kembali kredit-kredit yang telah diberkan kepada para debiturnya. Semakin tinggi rasionya semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya.

Banking Ratio =

Total Loans

Total Deposits

3.

Cash Ratio, rasio untuk mengetahui kemampuan bank dalam membayar kewajibannya yang sudah jatuh tempo dengan cash assets yang dimilikinya. Semakin tinggi rasionya semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya.

Cash Assets Cash Ratio = Total Lonas Loans to Assets Ratio = Total Assets Loan to
Cash Assets
Cash Ratio =
Total Lonas
Loans to Assets Ratio =
Total Assets
Loan to Deposit Ratio =
Total Loans
Dana yang diterima

Pinjaman yang harus segera dibayar

Loans to Assets Ratio, Rasio untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi permintaan para debitur dengan asset bank yang tersedia. Semakin tinggi rasionya maka yang terjadi justru sebaliknya yaitu semakin rendah tingkat likuiditasnya

Lonas to Deposit Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan bank dalam membayar kembali kewajibannya kepada para deposan dan pemilik modal dengan menarik kembali kredit-kredit yang telah diberikan kepada debiturnya. Semakin tinggi rasionya menunjukkan hasil yang semakin baik.

4.

5.

  • 2. Rasio Solvabilitas

Rasio ini disebut juga rasio permodalan. Analisis solvabilitas digunakaan

untuk :

a Ukuran kemampuan bank tersebut untuk menyerap kerugian-kerugian yang

tidak dapat dihindarkan.

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

b Sumber dana ynag diperlukan untuk membiayai kegiatan usahanya sampai

batas tertentu, karena sumber-sumber dana dapat juga berasal dari hutang

penjualan aset yang tidak terpakai dan lain-lain.

  • c Alat pengukuran besar kecilnya kekayaan bank tersebut yang dimiliki oleh para pemegang sahamnya.

  • d Dengan modal yang mencukupi, memungkinkan manajemen bank yang

Equity Capital Primary Ratio = Total Assets Equity Capital Capital Ratio = Total Loans
Equity
Capital
Primary Ratio =
Total
Assets
Equity Capital
Capital Ratio =
Total Loans

bersangkutan untuk berkerja dengan efisiensi yang tinggi, seperti yang

dikehendaki oleh para pemilik modal pada bank tersebut.

Menurut Agnes Sawir (2005: 38) rasio solvabilitas terdiri dari :

1.

Primary Ratio; rasio untuk mengukur kemampuan permodalan pada suatu bank untuk menutupi penurunan aktivitasnya akibat berbagai kerugian yang tidak dapat dihindarkan. Semakin tinggi rasionya menunjukkan hasil yang semakin baik.

2.

Capital Ratio; rasio untuk mengukur kemampuan permodalan pada suatu bank untuk menutupi kemungkinan kegagalan yang ada dalam proses permodalan kredit. Semakin tinggi rasionya akan menunjukkan hasil yang semakin baik.

3.

Capital Adequacy Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan permodalan pada suatu bank setelah dikurangi aktiva tetap dan untuk menutupi kemungkinan kegagalan yang ada dalam proses permodalan kredit. Semakin tinggi rasionya akan menunjukkan hasil yang semakin baik. Equaty Capital Fixed Assets

Capital Adequacy Ratio =

Total Lonas

  • 3. Rasio Profitabilitas

Rasio ini disebut juga rasio rentabilitas. Rasio ini bertujuan untuk

mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba selama periode tertentu,

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan

operasional perusahaannya.

Menurut Agnes Sawir (2005:31) rasio profitabilitas terdiri dari :

1.

2.

3.

4.

5.

Gross Profit Margin, rasio untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari operasi usahanya yang murni. Gross Profit Margin = Operating Income Operating Expense

Operating Income

Net Profit Margin, rasio untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan net income (laba bersih sebelum pajak)
Net Profit Margin, rasio untuk mengetahui kemampuan bank dalam
menghasilkan net income (laba bersih sebelum pajak) ditinjau dari sudut
operating income-nya. Semakin tinggi rasionya menunjukkan hasil yang
semakin baik.
Net Profit Margin =
Net Income
Operating Income
Return on Equity Capital, rasio untuk mengetahui kemampuan manajemen
bank dalam menghasilkan net income (laba bersih sebelum pajak) ditinjau
dari sudut equity capitalnya. Semakin tinggi rasionya akan menunjukkan
hasil yang semakin baik.
Net Income
Return on Equity =
Equity Capital
Return on Total Assets; rasio untuk mengetahui kemampuan manajemen
bank dalam mengelola aktiva yang dikuasainya untuk menghasilkan
berbagai pendapatan. Semakin tinggi rasionya akan menunjukkan hasil
yang semakin baik.
Return on Total Assets =
Operating Income
Total Assets
Interest Margin on Loans, rasio ini untuk mengetahui kemampuan
perkreditan bank dalam menghasilkan pendapatan. Semakin tinggi rasio
yang dimiliki menunjukkan hasil yang semakin baik
Interest Income − Interest Expense
Interest Margin in Loans
=
Total Loans

6.

Return on Investment, raiso untuk mengetahui kemampuan bank dalam mengelola aktivanya untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak. Semakin tinggi rasio yang dimiliki akan menunjukkan hasil yang semakin baik.

Return in Onvestment =

Laba Bersih Setelah Pajak

Total Aktiva

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

4.

Rasio Resiko Usaha Bank

Menurut Agnes Sawir (2005:34) rasio resiko usaha bank terdiri dari :

1.

Deposit Risk Ratio, yaitu rasio untuk mengukur permodalan yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan untuk memenuhi kemungkinan kegagalan dalam memenuhi kewajiban kepada para nasabah yang menyimpan dananya. Semakin tinggi rasionya menunjukkan hasil yang semakin baik.

Deposit Risk Ratio

=

Equity Capital

Total Deposits

2.

Assets Risk Ratio, yaitu rasio untuk mengukur kemampuan modal dalam menyerap resiko terjadinya kerugian yang mengakibatkan penurunan terhadap aktiva bank yang bersangkutan. Semain tinggi rasionya akan menunjukkan hasil yang semakin baik.

Equity Capital Assets Risk Ratio = Total Assets − Cash
Equity Capital
Assets Risk Ratio =
Total Assets
Cash
  • 5. Rasio Efisiensi Usaha

Rasio ini bertujuan untuk mengukur kinerja manajemen suatu bank apakah

telah menggunakan semua faktor produksinya dengan tepat guna dan hasil guna.

Maka melalui rasio-rasio keuangan dapat diukur secara kuantitatif tingkat efisiensi

yang telah dicapai oleh manajemen bank yang bersangkutan.

Menurut Agnes Sawir (2005:39) rasio efisiensi usaha terdiri dari:

1.

Leverage Multiplier, yaitu rasio untuk mengukur kemampuan manajemen suatu bank di dalam mengelola aktiva yang dikuasainya, mengingat atas penggunaan aktiva tetap tersebut bank harus mengeluarkan sejumlah biaya yang tetap. Semakin tinggi rasio menunjukkan hasil yang semakin baik.

Leverage Multiplier =

Total Assets

Total Equity Capital

2.

Assets Utilization, yaitu rasio untuk mengukur kemampuan manajemen suatu bank dalam memanfaatkan aktiva yang dikuasai untuk menghasilkan total income. Semakin tinggi rasio ini akan menunjukkan hasil yang semakin baik.

Assets Utilizatio n

=

Operating Income

+

NonOperating Income

Total Assets

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

Hasil analisa rasio sangat bermanfaat bagi pihak ekstern perusahaan dan

pihak intern perusahaan. Dalam hal ini analisa rasio likuiditas, solvabilitas,

profitabilitas, resiko usaha bank, dan rasio efisiensi yang dipakai sebagai dasar

penilaian laporan keuangan perusahaan dimana dengan adanya analisa rasio ini

akan dapat diketahui tingkat kemampuan dan perkembangan keuangan atau secara

keseluruhan kinerja keuangan perusahaan.

Hasil analisa rasio sangat bermanfaat bagi pihak ekstern perusahaan dan pihak intern perusahaan. Dalam hal ini

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

BBAABB IIIIII MMEETTOODDEE PPEENNEELLIITTIIAANN

AA..

TTeemmppaatt ddaann WWaakkttuu PPeenneelliittiiaann

PPeennuulliiss mmeellaakkuukkaann ppeenneelliittiiaann ppaaddaa PPTT BBaannkk TTaabbuunnggaann NNeeggaarraa ((PPeerrsseerroo))

CCaabbaanngg MMeeddaann yyaanngg bbeerraallaammaatt ddii

JJll..

PPeemmuuddaa 1100 AA

MMeeddaann..

PPeenneelliittiiaann iinnii ddiimmuullaaii

B B A A B B I I I I I I M M E E

rimer

ata PPrimer

DData

ppaaddaa bbuullaann JJaannuuaarrii 22000077..

BB..

RReessppoonnddeenn

YYaanngg mmeennjjaaddii rreessppoonnddeenn aaddaallaahh BBrraanncchh MMaannaaggeerr ddaann AAccccoouunnttiinngg

DDeeppaarrtteemmeenntt sseellaakkuu ppeejjaabbaatt sseerrttaa kkaarryyaawwaann yyaanngg tteerrkkaaiitt ddiibbaaggiiaann aakkuunnttaannssii PPTT

BBaannkk TTaabbuunnggaann NNeeggaarraa ((PPeerrsseerroo)) CCaabbaanngg MMeeddaann..

CC..

JJeenniiss ddaann SSuummbbeerr DDaattaa

DDaattaa yyaanngg ddiigguunnaakkaann aaddaallaahh ddaattaa bbeerrssiiffaatt kkuuaalliittaattiiff ddaann kkuuaannttiittaattiiff yyaanngg

bbeerruuppaa ddaattaa pprriimmeerr ddaann ddaattaa sseekkuunnddeerr..

11

..

DDaattaa pprriimmeerr bbeerruuppaa ddaattaa yyaanngg ddiippeerroolleehh sseeccaarraa llaannggssuunngg ddaarrii oobbyyeekk ppeenneelliittiiaann,,

ddaallaamm hhaall iinnii PPTT BBaannkk TTaabbuunnggaann NNeeggaarraa ((PPeerrsseerroo)) CCaabbaanngg MMeeddaann,, mmeellaalluuii

tteekknniikk wwaawwaannccaarraa yyaanngg mmeemmeerrlluukkaann ppeennggoollaahhaann lleebbiihh llaannjjuutt sseeppeerrttii JJeenniiss--

jjeenniiss RRaassiioo BBaannkk,, PPeenniillaaiiaann KKiinneerrjjaa ddaann ddaattaa llaaiinnnnyyaa yyaanngg mmeenndduukkuunngg

ppeenneelliittiiaann iinnii

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

22

..

DData ata SSekunder ekunder

DDaattaa sseekkuunnddeerr bbeerruuppaa ddaattaa yyaanngg ddiippeerroolleehh ddaallaamm bbeennttuukk yyaanngg ssuuddaahh jjaaddii,, bbaaiikk

bbeerruuppaa ppuubblliikkaassii mmaauuppuunn ddaattaa oollaahhaann ppeerruussaahhaaaann sseennddiirrii,, sseeppeerrttii:: SSttrruukkttuurr

OOrrggaanniissaassii ppeerruussaahhaaaann,, LLaappoorraann NNeerraaccaa,, LLaappoorraann RRuuggii LLaabbaa ddaann ddaattaa llaaiinnnnyyaa

yyaanngg bbeerrssuummbbeerr ddaarrii ppeerruussaahhaaaann yyaanngg mmeenndduukkuunngg ppeenneelliittiiaann iinnii..

DD.. TTeekknniikk PPeenngguummppuullaann DDaattaa TTeekknniikk ppeenngguummppuullaann ddaattaa yyaanngg ddiigguunnaakkaann aaddaallaahh:: 11 .. Teknik Dokumentasi, yaitu dengan
DD..
TTeekknniikk PPeenngguummppuullaann DDaattaa
TTeekknniikk ppeenngguummppuullaann ddaattaa yyaanngg ddiigguunnaakkaann aaddaallaahh::
11
..
Teknik Dokumentasi, yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap
Teknik Dokumentasi, yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap
dokumen-dokumen di perusahaan yang berkaitan dengan penelitian.
dokumen-dokumen di perusahaan yang berkaitan dengan penelitian.
22
..
Teknik Wawancara, yaitu dengan melakukan tanya jawab secara langsung
Teknik Wawancara, yaitu dengan melakukan tanya jawab secara langsung
kepada pihak-pihak yang terkait untuk mendapatkan keterangan yang penulis
kepada pihak-pihak yang terkait untuk mendapatkan keterangan yang penulis
butuhkan.
butuhkan.
33
..
Studi
Studi
Literatur,
Literatur,
yaitu
yaitu
mengumpulkan
mengumpulkan
data-data
data-data
dengan
dengan
membaca
membaca
dan
dan
mempelajari teori-teori dan literatur-literatur yang berkaitan dengan analisis
mempelajari teori-teori dan literatur-literatur yang berkaitan dengan analisis
kinerja keuangan dengan metode rasio.
kinerja keuangan dengan metode rasio.

EE..

MMeettooddee AAnnaalliissiiss DDaattaa

UUnnttuukk mmeennggaannaalliissiiss ddaattaa yyaanngg ddiippeerroolleehh,, ppeennuulliiss mmeenngggguunnaakkaann mmeettooddee

ddeesskkrriippttiiff yyaaiittuu mmeenngguummppuullkkaann,, mmeennyyuussuunn,, mmeennggkkllaassiiffiikkaassiikkaann ddaattaa yyaanngg

ddiippeerroolleehh kkeemmuuddiiaann ddiiiinntteerrpprreettaassiikkaann ddaann ddiiaannaalliissiiss sseehhiinnggggaa mmeemmbbeerriikkaann

iinnffoorrmmaassii yyaanngg lleennggkkaapp bbaaggii ppeemmeeccaahhaann mmaassaallaahh yyaanngg ddiihhaaddaappii..

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

BAB IV

HASIL PENELITIAN

  • A. Data Penelitian

    • 1. Gambaran Umum Perusahaan

      • a. Sejarah Singkat

Kelahiran

merupakan

salah

satu

peristiwa penting dalam

kehidupan siapapun, apakah itu menyangkut manusia, lembaga atau

sebagai hari jadi Bank Tabungan Negara . 1898.
sebagai hari jadi Bank Tabungan Negara .
1898.

organisasi. Sehubungan dengan itu Bank Tabungan Negara

mengambil langkah baru dengan menetapkan tanggal 9 Februari 1950

Secara de facto lembaga ini sudah ada sejak masa pemerintahan

Hindia Belanda. Catatan sejarah menyebutkan Bank Tabungan Negara

bermula dari Postpaarbank yang didirikan berdasarkan Koninklijk Besluit

No. 27 tahun 1897 tanggal 16 Oktober 1897 dan berlaku tanggal 1 Juli

Dalam Besluit ditegaskan pula bahwa di Hindia Belanda didirikan

Pusat Perbankan yang berkedudukan di Batavia (Jakarta) dan Gubernur

Jendral yang mengatur pelaksanaan pendiriannya. Tujuan didirikannya

Postpaarbank antara lain adalah unuk mendidik rakyat gemar menabung

dan sekaligus memperkenalkan lembaga perbankan. Peraturan tentang

Postpaarbank berdasarkan koninklijk Besluit No. 27 tahun 1897 semasa

berlakunya selalu ditinjau kembali dan untuk selanjutnya disempurnakan

oleh Besluit Gubernur Jendral Hindia Belanda No. 27 tahun 1934 yang

dikenal dengan sebutan Postpaarbank Ordonantie (STBI N. I. No. 653

tahun 1934) yang berlaku 1 Januari 1935. Keberadaan Postpaarbank ini

Donny Rahdian Habibie : Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Rasio USU Repository © 2009

...

,

2007

berlangsung terus hingga pendudukan Jepang dan oleh pemerintahan

pendudukan Jepang tepatnya tanggal 1 April 1942 Postpaarbank diubah

menjadi “Tyokin Kyoku