Anda di halaman 1dari 7

LEMBARAN PENGESAHAN

Karya tulis ilmiah yang berjudul Meningioma ini telah disetujui ,dan siap untuk diperiksa kebenarannya dihadapan tim penguji Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah.

Padang , Oktober 2012 Pembimbing

dr. Jofril Azmi

KATA PENGANTAR Dengan mengucapakan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang telah dievaluasi oleh pembimbing skill lab C1 tepat pada waktunya. Shalawat serta salam juga kami tuturkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan bagi umat yang bertaqwa kepada -Nya . Karya tulis ilmiah yang berjudul MENINGIOMA ini penulis buat sebagai tugas akhir Skill Lab semester V Modul Gawat Darurat Medik dan sebagai wadah untuk menambah wawasan mengenai pemeriksaan terhadap pasien yang menderita pielonefritis. Banyak sekali hambatan dan tantangan yang dialami penulis selama menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. Dengan dorongan, bimbingan, dan arahan dari beberapa pihak, akhirnya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini tepat pada waktunya. Penulis banyak mendapat bimbingan dari berbagai pihak yang sangat membantu semasa penulisan dilakukan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada semua pihak yang telah memberikan segala bantuan tersebut di atas. Penulis menyadari bahwa penyusunan dan penulisan karya tulis ilmiah ini masih terdapat banyak kekurangan karena keterbasan ilmu pengetahuan dan pengalaman penulis. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang berguna untuk membaiki kesilapan dan juga untuk menambah ilmu pengetahuan agar karya yang dihasilkan berkualitas. Penulis mengharapkan agar karya tulis ilmiah ini dapat memberikan sumbangan ilmiah kepada pihak Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah serta kepada siapa saja yang ingin memanfaatkannya. Kami tim penulis amat sadar karena keterbatasan yang kami miliki saat menulis karya tulis ini. Untuk itu, para pembaca dipersilahkan menelusuri kepustakaan yang telah dicantumkan sebagai bacaan anjuran di akhir karya tulis ilmiah dengan memegang asas medicine is a life-long study. Padang, Oktober 2012 Tim penulis

ii

ABSTRACT Meningiomas are the most common primary intracranial tumors. They are usually durally based and are often found adjacent to venous sinuses and dural infoldings. The majority of these tumors are WHO grade I, although a minority is WHO grade II, atypical, or WHO grade III, anaplastic. Grade II and III meningiomas show a greater tendency than Grade I tumors to recur and metastasize. The current WHO scheme recognizes 15 histologic subtypes of meningiomas. Nine of these are WHO grade I , three are grade II, and three are grade III. In addition to these histologic subtypes, meningiomas can also be graded on the basis of mitotic activity, evidence of brain invasion, growth pattern cellular density, nuclear atypia, and necrosis. Loss of the long arm of chromosome 22, which is usually with inactivation of the NF2 gene, is the most common genetic abnormality found in meningiomas. Other chromosomal abnormalities associated with tumorogenesis and increased grade of meningiomas include loss of heterozygosity for chromosome 1p, loss of 14q, deletion of 9p21, abnormalities of chromosome 10 and 17q.telomerase activity increases with meningiomas grade as well. The only proven environment risk factor meningiomas radiation. Radiationinduced meningiomas are more often multiple and have higher recurrence rates than standard meningiomas.

iii

ABSTRAK Meningioma adalah tumor yang paling umum intrakranial primer. Mereka biasanya durallyberbasis dan sering di temukan berdekatan dengan sinus vena dan infoldings dural. Sebagian besar tumor ini WHO grade I, walaupun minoritas adalah WHO grade II, atipikal atau WHO grade III, anaplastik. Grade II dan III meningioma menunjukan kecenderungan lebih besar dari kelas I tumor kambuh an bermetastasis. Skema WHO saatn ini mengakuia 15 subtipe histologis dari meningioma. Sembilan diantaranya WHO kelas I, tiga grade II dan tiga adalah kelas III. Selain subtipe histologis ini, meningioma juga dapat dinilai berdasarkan aktivitas mitosis, bukti invasi otak, pertumbuhan kepadatan pola seluler, nuklir atypia, dan nekrosis. Kehilangan lengan panjang kromosom 22, yang biasanya dikaitkan dengan inaktivasi gen NF2, adalah kelainan genetik yang paling umum ditemukan di meningioma. Kelainan kromosom lain yang terkait dengan tumorogenesis dan meningkatkan meningioma gradeof termasuk hilangnya heterozigositas untuk kromosom 1p, hilangnya 14q, penghapusan 9p21, kelainan kromosom 10 dan 17q. Aktivitas telomerase meningkat dengan grade meningioma juga faktor resiko hanya terbukti lingkungan untuk meningioma adalah radiasi pengion. Radiasi meningioma lebih sering multipel dan memiliki tingkat kekambuhan lebih tinggi dari meningioma standar.

iv

DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Kata pengantar Abstract Abstrak Daftar isi Daftar gambar Bab I. Pendahuluan 1.1.Latar Belakang 1.2.Tujuan 1.2.1. Tujuan umum 1.2.2. Tujuan khusus 1.3.Manfaat 1.3.1. Manfaat bagi penulis 1.3.2. Manfaat bagi pembaca 1 2 2 2 2 2 2 i ii iii iv v vii

Bab II. Tinjauan Kepustakaan 2.1. Definisi 2.2. Anatomi Meningen 2.3. Epidemiologi 2.4. Etiologi 2.5. Faktor Resiko 2.6. Patofisiologi 2.7. Gambaran Histopatologi 2.8. Klasifikasi 2.9. Manifestasi Klinis 2.10. Diagnosa 2.10.1. Anamnesis 2.10.2. Pemeriksaan fisik 2.10.3. Pemeriksaan laboratorium dan penunjang 2.11. Diagnosa Banding 2.12. Penatalaksanaan 2.13. Prognosis 3 4 6 6 7 10 11 12 16 21 21 23 31 34 34 38

BAB III. Kesimpulan dan saran

39

BAB IV. Daftar pustaka

40

vi

Daftar Gambar Nomor Gambar 2.1.1 : Gambar 2.2.1 : Gambar 2.2.3 : Gambar 2.2.4 : Gambar 2.7.1 : Gambar 2.8.2: Gambar 2.9.1: Gambar 2.10: judul Lokasi meningioma Lapisan Meningen Kavitas Kranium Kulit kepala, kalvaria dan meningen Gambaran histopatologi meningioma Lokasi umum meningioma Posisi klasik pada meningioma Meningioma otak halaman 3 4 5 6 12 15 20 32

vii