Anda di halaman 1dari 13

Makalah Pengetahuan Bahan

Sejarah Material Teknik

Oleh: Irfandi (1105106010007) Fajriansyah (1105106010022) M. Andika Butar-Butar (1105106010025) Athul Fadli (1105106010029)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH 2013

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Alla SWT, karena atas karuniayang berupa kesempatan, saya diberi kesempatan untuk menulis sebuah makalah yang berjudul Sejarah Perkembangan Material. Banyak permasalahan dan hambatan yang penulis alami dalam menyelesaikan makalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, dengan rendah hati, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik materil maupun non materil sehingga penulisan karya tulis ini bisa terselesaikan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga pada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini.

Banda Aceh, 20 Mei 2013

Penulis

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sudah menjadi kenyataan bahwa semua yang ada di sekitar dihasilkan darimaterial dan kita tergantung pada dan dibatasi oleh material. Revolusi materialdimulai dari abad Batu, tembaga, perunggu, besi dan komposit adalah buktipentingnya material. Kemajuan pengembangan material adalah kunci pertumbuhanteknologi dan kemakmuran ekonomi. Pada dasarnya pengetahuan dan rekayasamaterial berkembang selama 25 40 tahun terakhir ini. Prosesproses material barumemungkinkan teknologi baru lainnya dapat dikomersialkan dengan sukses. Alam disekitar kita terdiri dari berbagai jenis bahan (material) dan merupakan sumber potensial yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jauh sebelum revolusi industri manusia telah merasakan manfaat material dan menyadari bahwa pemanfaatan material mampu mengubah peradaban manusia. Oleh karena itu, material (bahan) menjadi sangat penting artinya dan senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban. Ilmu Pengetahuan serta Teknologi manusia itu sendiri. Untuk itulah maka berbagai sumber daya alam dieksplorasi dan diolah secara besar-besaran. Teknologi informasi berpengaruh besar terhadap Perkembangan Ilmu

Pengetahuan dan Teknologi secara global danmenjadikan persaingan ekonomi yang sangat ketat, sementara ketersediaan sumber daya alam akan bahan (material) menjadi sangat terbatas, tentu saja hal ini menuntut inovasi dan efisiensi pemanfaatan bahan alam secara optimal. Bahan-bahan teknik (Materrials Engineering) dancara pemilihannya. Yang dimaksud dengan bahan-bahan teknik ialah bahan (material) yang

dapat digunakankan baik secara langsung maupun melalui proses pengolahan dan berfungsi sebagai bahan baku suatu produk yang bermanfaat. Keragaman kebutuhan manusia akan suatu produk baik kualitas maupun kuantitasnya maka diperlukan pula keragaman dari bahan-bahan Teknik itu sendiri sebagai bahan bakunya, kendati semua material diperoleh dari alam, namun untuk

mempermudah dalam pemilihannya maka bahan teknikini dikelompokkan berdasarkan pemakaiannya baik sebagai prduk jadimaupun sebagai bahan baku, dimana bahan-bahan digunakan secaralangsung dan dipilih sesuai dengan sifat dan karakteristik alami daribahan tersebut, bahan ini yang kita sebut sebagai bahan alam, namun ada juga bahan yang diolah terlebih dahulu agar memiliki sifatdan karakteristik secara spesifik atau menyerupai sifat dankarakteristik bahanbahan alam tertentu sehingga memenuhi syaratkebutuhan sifat dan karakterristik suatu produk yang diinginkan danbahan dari kelompok ini yang kita sebut sebagai bahan tiruan atau syntetic materials. B. Tujuan ` Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi syarat sebagai tugas mata kuliah Pengetahuan Bahan. Selain itu, penulisan makalah ini bertujuan untuk mengenal material bahan bahan teknik dan menyadari pentingnya bahan teknik dalam kehidupan sehari-hari.

II. PEMBAHASAN

A. Sejarah Logam Proses metalurgi dimulai sejak 6000 tahun Sebelum Masehi, saat ini telah diketahui 86 logam dan hanya 24 jenis ditemukan selama abad 19. Logam awal ditemukan adalah Emas (6000 SM) dan tembaga (4200 SM). Tujuh logam purbakala adalah: Emas (6000 SM), Tembaga (4200 SM), Perak (4000 SM), Timbal (3500SM), Timah (1750 SM), Peleburan Besi (1500 SM) dan Air Raksa (750 SM). Kecuali besi dan tembaga (dipadu dengan timah) yang bukan logam konstruksi adalah emas dan perak yang biasanya dipergunakan sebagai alat makan-minum, perhiasan dan ornamen. Hampir semua logam terkandung di lapisan bumi, manusia pertamakali belajar memproses biji mengggunakan sulfida atau oksida logam-melalui proses reduksi dan oksidasi pada temperatur yang bertingkat. Pertama kali ditemukan tidak sengaja akibat biji logam jatuh kedalam api unggun. Tembaga ditemukan secara natural di suatu tempat di Siprus, dan ditempa menjadi artefak.Tetapi selalu rapuh hingga akhirnya ditemukan dengan cara meng-anilnya dalam apiunggun. Antara tahun 5000 SM lembaran tembaga dibuat dengan cara dipukul.Artefak tembaga lebur dari tahun 3600 SM ditemukan di lembah sungai Nil. Peleburan dilakukan dari malasit (CuCO3 dan Cu(OH)2 ) melalui kalsining dan pengeringan, dan dari biji cuprit (oksida) dengan karbon sebagai zat pereduksi. Timbal ditemukan sebagai galena sulfida timbal seperti metalik. Galena mudah direduksi dalam api. Timbal banyak dipergunakan sebagai kotak dan pipa. Melalui peleburan bijih timah dengan tembaga maka tembaga diproduksi lebih kuat dan mudah dicetak (perunggu). Besi natural terdapat dalam meteorites, dengan kandungan nikel 6-8%. Hematite (oxida) dipergunakan bersama-sama untuk melebur besi, dengan karbon sebagai bahan pereduksi. Peleburan menggunakan biji, arang dan batu kapur seperti sekarang ini pada dapur tinggi. Bijih besi dihasilkan mengandung 3-4 % karbon dan 1-2% Si., bercampur dengan terak. Mudah ditempa saat panas. Besi sangat baik untuk ditempa, besi kasar

(wrought iron) dipangggang dalam udara atau dihembus untuk membuang karbon. Produk menjadi besi ulet dan sedikit bercampur terak. Melalui tempa (750 M), terak dapat dikurangi. Lapisan-lapisan materiaal dimana ditempa dan disatukan menghasilkan pedang dari damaskus dan Toledo. Senjata dari Besi sebagai peralatan perang seperti halnya alat bertani. Dalam perkembangannya, semakin lama, keberadaan logam logam dalam kuantitas yang besar semakin langka. Tembaga menjadi sulit ditemukan dalam kondisi bebas di alam. Bijih besi yang berkadar besi tinggi semakin jarang ditemukan. Hal ini mengakibatkan biaya pengadaan material semakin tinggi. Karena semakin terbatasnya ketersediaan material yang ada di alam, kemudian muncul pemikiran untuk memanfaatkan material secara lebih efektif dan efisien. Penggunaan bahan secara efektif dan efisien ini menuntut adanya penguasaan pengetahuan terhadap sifat sifat material, kemungkinan penggunaan materialmaterial alternatif, dan variasi proses perlakuan terhadap material yang dapat digunakan untuk mencapai karakteristik material yang dibutuhkan. Tuntutan yang tinggi terhadap kreatifitas manusia kemudian meningkatkan kemampuan manusia dalam pemilihan dan penggunaan bahan guna memproduksi produk produk berbasis material dengan sifat sifat yang sesuai kebutuhan serta dengan biaya yang lebih minimal baik dari sisi proses maupun pengadaan materialnya. Lebih jauh lagi, manusia kemudian mengetahui bahwa kemampuan material dapat ditingkatkan sesuai dengan yang diinginkan melalui serangakaian proses perlakuan panas, atau pemaduan dengan material lainnya. B. Pengertian Bahan Teknik Bahan teknik adalah semua unsur atau zat yang berbentuk padat,cair, atau gas yang banyak di gunakan untuk kebutuhan keperluan duniateknik atau industri. Contoh bahan teknik berdasarkan wujudnya: 1. Padat : Logam, keramik, plastik, kaca, karet, kayu. 2. Cair : Pelumas, air, bensin, solar, bahan kimia lain. 3. Gas : Oksigen, Asiteln, hidrogen, CO2 dan lainnya. C. Sifat-Sifat Bahan Teknik Dewasa ini terdapat berbagai jenis bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri. Jenis-jenis yang beragam kadang-kadang

menyulitkan pemilihan yang tepat. Bahan yang satu mempunyai keunggulan ditinjau dari segi keuletan, lainnya terhadap korosi, mulur atau suhu kerja yang tinggi namun cukup mahal. Oleh karena itu pemilihan sering tidak semata-mata berdasarkan pertimbangan teknistetapi pertimbangan ekonomis juga memegang peranan yang sangat penting pula. Pemilihan bahan yang tepat pada dasarnya merupakan kompromi antara berbagai sifat, lingkungan dan cara penggunaan dansampai dimana sifat bahan dapat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Beberapa sifat teknis yang harus diperhatikan sewaktu memilih bahan adalah: a. Sifat Fisik 1. Kekuatan adalah tahanan suatu bahan terhadap perubahan bentuk(tarik, tekan, geser, bengkok, torsi, dan tekuk). 2. Sifat mulur adalah kemampuan bahan berubah bentuk sebagai akibat pembebanan 3. Sifat getas adalah dimiliki oleh bahan yang pada pembebanan sampai pecah, tidak menunjukkan perubahan bentuk tetap. 4. Sifat liat adalah kemampuan suatu bahan untuk berubah bentukdalam skala yang cukup besar sebelum pecah akibat pembebanan. 5. Sifat elastisitas adalah sifat bahan yang setelah pembebanan kembali kebentuk semula. 6. Sifat plastisitas (ductilitas) adalah sifat bahan untuk bertahan padabentuk yang diberikan melalui pembebanan dari luar. 7. Kekerasan adalah tahanan bahan terhadap desakan benda lain.Dalam penggunaan teknis, intan digolongkan sebagai bahan palingkeras,

sebalinya natrium dan kalium adalah sangat lunak. 8. Daya hantar panas adalah kemampuan bahan untuk memindah kanpanas di dalam strukturnya. Sifat ini sangat baik pada bahan perak,sebaliknya kurang baik pada baja. 9. Sifat muai panas pada berbagai bahan sangat berbeda-beda.Misalnya aluminium pemuaiannya lebih besar dari pada baja. 10. Daya hantar listrik adalah kemampuan bahan untuk menghantarkanarus listrik. Sifat tersebut dipengaruhi antara lain parameter kisi,garis tengah badan atom, dan jumlah elektron yang tersedia. Perakdan tembaga

termasuk penghantar listrik yang baik, sedangkan paduan konstantan dan air raksa adalah pengahantar listrik yangtidak baik. 11. Massa jenis bahan adalah massanya dalam 1 cm'. Perbedaan antara logam ringan dan berat didasarkan atas massa jenis. Logam ringan < 5 gr/cm3 dan logam berat >5 gr/cm3. 12. Titik cair/lebur suhu tertentu di mana keadaan agregasi bahan berubah dari padat menjadi cair. Titik cair logam mempunyai artipenting pada pembentukan paduan. b. Sifat Teknik 1. Sifat mampu cor adalah sifat dapat dicairkan dan selanjutnya dituang sedemikian rupa sehingga benda kerja bebas pori-pori dan gelembung. Besi tuang termasuk mudah dituang, sebalinya bajasulit dituang. 2. Sifat mampu bentuk panas (sifat mampu tempa dan mampu roll) adalah kemampuan bahan untuk berubah bentuk secara tetap olehpengaruh beban dari luar yang bekerja di atas batas suhu tertentu. 3. Sifat mampu bentuk dingin (membengkok, cetak dalam) adalah kemampuan bahan untuk diubah kedalam bentuk yang telah ditentukan, tanpa pemberian panas. 4. Sifat mampu las adalah sifat bahan yang dapat disambung dengan cara mencairkan sebagian bahan itu. Baja dapat dilas dengan baik,sebaliknya besi tuang sulit dilas. 5. Sifat mampu mesin adalah kemampuan bahan untuk diubah kedalam bentuk yang telah ditentukan dengan cara penyayatan. Bahan keras sulit dikerjakan dengan penyayatan tatal sebab tahanan potongnya terlalu besar, sedangkan bahan lunak juga sulit dikerjakan dengan penyayatan tatal karena cenderung melumuri alat potong.
6. Sifat mampu keras adalah kemampuan bahan (khusus logam besi)untuk

dinaikkan kekerasan alaminya melalui perubahan structurnya.


c.

Sifat Kamahi 1. Sifat tahan korosi; tahanan bahan terhadap serangan air, gas, asam, larutan garam atau bahan kimia lain.

2. Sifat tahan panas; sifat bahan yang tetap tahan pada suhu tinggidan tidak membentuk lapisan oksida.

D. Klasifikasi Bahan Teknik

Gambar 1. Klasifikasi Bahan Teknik

Kalau kita bicara tentang bahan teknik (engineering materials) maka didunia teknik mesin bahan teknik dikelompokan dalam 4 kelompok besar,Yaitu: 1. Logam 2. Keramik 3. Polimer 4. Komposit.

Gambar 2. Pengelompokan Bahan Teknik 1. Logam Logam dapat dikelompokan dalam 2 bagian berdasarkan kandungan besiyaitu : 1. Ferrous alloys(paduan logam yang mengandung unsur besi (Fe)). 2. Non-Ferrous alloys (paduan logam tanpa kandungan besi (Fe). Logam memiliki sifat mampu tempa dengan proses-proses deformasi, seperti forging, extrusi, rolling, logam juga dapat menerima perlakuanpanas untuk mendapatkan sifat-sifat mekanis yang spesifik, memiliki modulus elastisitas yang cukup tinggi, logam dapat dipadukan sehingga mendapatkan sifat-sifat mekanis yang lebih baik. Merupakan penghantar listrik yang baik, namun tidak tahan terhadap korosi. 2. Keramik

Keramik dibagi menjadi 8 berdasarkan sifat kegunaanya yaitu: a. Keramik Tangguh. b. Keramik Optik. c. Pelapis Keramik. d. Keramik Elektromagnetik. e. Keramik Bangunan. f. Biokeramik. g. Saringan dan Selaput Keramik. h. Keramik Nuklir. 3. Polmer

Polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk daripengikat yang berupa molekul identik yang disebut monomer.

Sekalipunbiasanya merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyakpolimer inorganik. Polimer didefinisikan sebagai substansi yang terdiridari molekul-molekul yang menyertakan rangkaian satu atau lebih darisatu unit monomer. Berabad-abad yang lalu manusia sudahmenggunakan polimer dalam bentuk minyak, aspal, damar, dan permen karet. Tapi industri polimer modern baru mulai berkembang pada masarevolusi industri. Di akhir 1830an, Charles Goodyear berhasilmemproduksi sebentuk karet alami yang berguna melalui proses yang dikenal sebagai vulkanisasi 40 tahun kemudian, Celluloid (sebentuk plastik keras dari nitrocellulose) berhasil dikomersialisasikan. Adalah diperkenalkannya vinyl, neoprene, polystyrene, dan nilon pada tahun1930-an yang memulai ledakan dalam penelitian polimer yang masih berlangsung sampai sekarang. 4. Komposit. Komposit didefinisikan sebagai dua macam atau lebih material yangdigabungkan atau dikombinasikan dalam skala makroskopis ( dapatterlihat langsung oleh mata)sehingga menjadi material baru yang lebihberguna.komposit terdiri dari 2 bagian utama yaitu : a. Matriks, berfungsi untuk perekat atau pengikat dan pelindung

filler (pengisi) dari kerusakan eksternal. Matriks yang umum digunakan :carbon, glass, kevlar, dll. b. Filler (pengisi), berfungsi sebagai Penguat dari matriks. Filler yangumum digunakan : carbon, glass, aramid, kevlar.

III. PENUTUP

A. Kesimpulan Proses metalurgi dimulai sejak 6000 tahun Sebelum Masehi, saat ini telah diketahui 86 logam dan hanya 24 jenis ditemukan selama abad 19. Logam awal ditemukan adalah Emas (6000 SM) dan tembaga (4200 SM). Tujuh logam purbakala adalah: Emas (6000 SM), Tembaga (4200 SM), Perak (4000 SM), Timbal (3500SM), Timah (1750 SM), Peleburan Besi (1500 SM) dan Air Raksa (750 SM). Kecuali besi dan tembaga (dipadu dengan timah) yang bukan logam konstruksi adalah emas dan perak yang biasanya dipergunakan sebagai alat makan-minum, perhiasan dan ornamen. Hampir semua logam terkandung di lapisan bumi, manusia pertamakali belajar memproses biji mengggunakan sulfida atau oksida logam-melalui proses reduksi dan oksidasi pada temperatur yang bertingkat. Pertama kali ditemukan tidak sengaja akibat biji logam jatuh kedalam api unggun. Tembaga ditemukan secara natural di suatu tempat di Siprus, dan ditempa menjadi artefak.Tetapi selalu rapuh hingga akhirnya ditemukan dengan cara meng-anilnya dalam apiunggun. Antara tahun 5000 SM lembaran tembaga dibuat dengan cara dipukul.Artefak tembaga lebur dari tahun 3600 SM ditemukan di lembah sungai Nil.

Bahan teknik adalah semua unsur atau zat yang berbentuk padat,cair, atau gas yang banyak di gunakan untuk kebutuhan keperluan duniateknik atau industri. Contoh bahan teknik berdasarkan wujudnya: a. Padat : Logam, keramik, plastik, kaca, karet, kayu. b. Cair : Pelumas, air, bensin, solar, bahan kimia lain. c. Gas : Oksigen, Asiteln, hidrogen, CO2 dan lainnya. Pengelompokan bahan teknik (engineering materials) maka didunia teknik mesin bahan teknik dikelompokan dalam 4 kelompok besar,Yaitu: 1. Logam 2. Keramik 3. Polimer 4. Komposit.

DAFTAR PUSTAKA

Adnyana, D.N. 1989. Logam dan Paduan. Erlangga, Jakarta. Gaspers, V. 2007. GE Way and Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Sujadna, Hari. Mengenal macam-macam bahan teknik (engineering material)
http://www.crayonpedia.org/mw/MENGENAL_MACAM ACAM_BAHAN_TEKNIK_%28ENGINEERING_MATERIAL%29_-_HARDI_SUDJANA.

Diakses pada tanggal 20 Mei 2013 pada pukul 20.00 WIB.