Anda di halaman 1dari 5

PEMERIKSAAN FISIK KEPALA LEHER

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Penguasaan kemampuan Pemeriksaan Fisik Kepala Leher : 1) Mahasiswa mampu menjelaskan kegunaan, langkah pemeriksaan, yang teratur dan sistematis. 2) Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik pada area kepala dan leher secara tepat dan benar. TUJUAN INSTRUKSIONAL KUSUS 1. Mahasiswa mampu menjelaskan kegunaan pemeriksaan fisik pada kepala. 2. 3. Mahasiswa mampu menjelaskan kegunaan pemeriksaan fisik pada leher. Mahasiswa mampu menjelaskan bagian atau regio pada kepala.

4. Mahasiswa mampu menjelaskan trigonum atau regio pada leher. 5. Mahasiswa mampu menjelaskan langkah-langkah pemeriksaan fisik kepala. 6. Mahasiswa mampu menjelaskan segala kelainan yang mungkin dapat terjadi pada kepala. 7. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan inspeksi pada kepala dan bagianbagiannya secara tepat dan benar. 8. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan palpasi pada kepala dan bagianbagiannya secara tepat dan benar 9. Mahasiswa mampu menjelaskan langkah-langkah pemeriksaan fisik leher. 10. Mahasiswa mampu menjelaskan segala kelainan yang mungkin dapat terjadi pada leher. 11. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan inspeksi pada leher dari depan dan bagian-bagiannya secara tepat dan benar. 12. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan inspeksi pada leher dari samping dan bagian-bagiannya secara tepat dan benar. 13. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan inspeksi pada leher dari belakang dan bagian-bagiannya secara tepat dan benar. 14. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan palpasi kelenjar getah bening pada leher secara tepat dan benar.

15. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan palpasi bimanual kelenjar tiroid pada leher secara tepat dan benar. Pemeriksaan Fisik Kepala Leher termasuk bagian dari Pemeriksaan Fisik Umum/ General Physical Examination. Pemeriksaan Fisik Kepala Leher dilakukan meliputi dua tahap, yaitu : Pemeriksaan Fisik Kepala dan pemeriksaan Fisik Leher, pada tahap Pemeriksaan Kepala meliputi beberapa organ yaitu : Mata, Hidung-Telinga dan Mulut-Tenggorokan, dimana masing-masing organ memiliki pemeriksaan secara kusus, jadi pada topik pelatihan skill lab : Pemeriksaan Fisik Kepala Leher, para Instruktur melatih pemeriksaan secara umum sebagai dasar pemeriksaan sebagai Dokter Muda, yang kelak akan dilatih secara kusus oleh Para Dokter Spesialis yang berkompeten di bidangnya pada semester selanjutnya. Daerah Kepala Leher secara Anatomi, terbagi beberapa regio, yaitu :( lihat gambar No.1 ) 1) Kepala : a) Regio Frontalis. b) Regio Parietalis. c) Regio Occipitalis. d) Regio Temporo-acusticus. e) Regio Orbitalis. f) Regio Infra Orbitalis. g) Regio Nasalis. h) Regio Zygomatica. i) Regio Buccalis. j) Regio Oralis. k) Regio Mentalis. 2) Leher : a) Trigonum Submentale. b) Trigonum Submandibulare. c) Trigonum Caroticum. d) Trigonum Musculare. e) Regio Sternocleidomastoidea. f) Regio Cervicalis Lateralis. g) Fossa Supraclavicularis major. h) Fossa Supraclavicularis minor. i) Regio Cervicalis Posterior.

Berdasarkan pembagian diatas maka Instruktur melatih para mahasiswa untuk melakukan Pemeriksaan Fisik Kepala Leher secara Umum, meliputi Inspeksi dan Palpasi terhadap segala sesuatu kelainan yang mungkin terjadi pada daerah tersebut, dapat berupa kelainan penyakit degenarasi, penyakit autoimun, penyakit metabolik, penyakit kulit, penyakit neoplasma, penyakit infeksi, penyakit bawaan lahir, ruda paksa/ trauma, penyakit kelainan saraf. Masingmasing pemeriksaan tersebut diatas akan dilanjutkan pelatihan secara khusus oleh para Dokter Spesialis sesuai dengan bidang keahlian masing-masing sebagai Pemeriksaan Khusus. Pemeriksaan Fisik Kepala, meliputi 1) Inspeksi : a. Melakukan Penilaian terhadap Rambut, apakah ada kerontokan, tanda malnutrisi. perhatikan rambut pada mallnutrisi b. Melakukan Penilaian apakah bentuk wajah simetris, atau asimetris, asimetris biasanya tampak pada pasien dengan paresis N.VII c. Mencari apakah ada jejas, baik lama atau jejas baru. d. Melakukan penilaian terhadap kulit wajah pasien apakah ditemukan kelainankelainan, misalnya Malar eritema, yang sering berhubungan dengan penyakit jantung. e. Melakukan Pemeriksaan Umum pada Organ Mata, mulai kelopoak mata sampai Bilik mata depan saja, meliputi : Area sekitar bola mata : bercak Xanthelasma, berkaitan dengan Hipercholesterolemia. Kelopak Mata : apakah ada tanda anemia pada konjugtiva palpebra inferior, bengkak, sekret, kemerahan. Sclera : apakah ada tanda ikterus. Konjungtiva Bulbi : apakah ada kemerahan, bengkak, sekret, benda asing, jejas, pterygium. Kornea : apakah ada benda asing, kekeruhan, jejas. Bilik Mata Depan : apakah nampak genangan darah/ hifema, sudut tajam atau tumpul. Pupil : Warnanya, reguler, utuh atau tidak. Iris : melihat apakah ukuran simetris/ isokor, reflek cahaya, reguler, utuh, apa ada kekeruhan lensa.

f. Melakukan Pemeriksaan Umum pada Organ Telinga, mulai Daun telinga sampai Telinga Luar saja/ Acusticus Externus, meliputi : Daun Telinga : melihat apakah ada kelainan radang, tumor, jejas. Lubang telinga-salurannya : melihat apakah ada bengkak, tanda keradangan, benda asing, sekret. Gendang Telinga : apakah ada area pantulan cahaya/ cone of light, tanda keradangan, edema, secret, perforasi. g. Melakukan Pemeriksaan Umum pada Cavum Oris, meliputi : Bibir : apakah kebiruan/ cyanosis, jejas, peradangan. Celah buccal : melihat tanda peradangan, edema, sekret, bercak-bercak, benjolan. Gigi-geligi : apakah ada gigi berlubang, tanda peradanagan, bengkak, perdarahan, bercak-bercak, benjolan. Palatum : apakah ada ikterus, kelainan bawaan lahir. Lidah : apakah ada lesi, peradangan, benjolan, bercak-bercak. Mukosa Faring : melihat pembesaran-peradangan dari tonsila palatina, mukosa faring, bercak-bercak, jejas, benjolan, benda asing. Menilai secara keseluruhan kebersihan rongga mulut/ oral hygiene.

2) Palpasi : Melatih para mahasiswa untuk melakukan palpasi benjolan tumor pada permukaan kulit wajah. Melatih para mahasiswa membalik kelopak mata, menahan kelopok mata. Melatih para mahasiswa untuk melakukan palpasi daun telinga danmemeriksa lubang telinga. Melatih para mahasiswa untuk pemeriksaan rongga mulut, melakukan terhadap buccal fold. Pemeriksaan Fisik Leher, meliputi : 1) Inspeksi : melakukan inspeksi dari sisi depan, samping dan belakang leher. perabaan

Asimetris karena pembengkakan. Pembengkakan dapat disebabkan aneurisma arteri karotis, pembengkakan terdapat pada satu sisi dan dapat diraba pulsasi arteri pada daerah tersebut. mencari apakah ada benjolan pada leher. Tumor misalnya pada limfoma ( unilateral/ bilateral), tumor kista brakialis, pembesaran kelenjar tiroid. mencari apakah ada tanda peradangan pada leher. Kelenjar limfe : pembesaran kelenjar limfe dapat dijumpai pada tuberculosis kelenjar, leukemia, limfoma mlaigna. Dengan cara melakukan ekstensi dan deviasi kesamping,secara sederhana pada leher, regangan m. sternokleidomastoideus akan memperlihatkan batas antara trigonum anterior dan posterior, sehingga pembesaran kelenjar tiroid atau kelenjar getah bening atau struktur pembuluh darah dapat segera dilihat dengan nyata. mencari apakah ada jejas. memeriksa apakah ada distensi vena jugularis eksternus. memeriksa apakah ada deviasi trakea. memeriksa apakah ada keadaan asimetris, sikap paksa, kelumpuhan.

2) Palpasi : melatih mahasiswa memeriksa perabaan kelenjar getah bening leher ( seperti pada gambar no.2). melatih mahasiswa meraba benjolan pada leher. melatih bimanual palpasi kelenjar tiroid ( seperti pada gambar no.3 ).

Anda mungkin juga menyukai