P. 1
Yesus Dan Muhammad by Mark Gabriel

Yesus Dan Muhammad by Mark Gabriel

4.6

|Views: 11,091|Likes:
Dipublikasikan oleh yantjessgmail

More info:

Published by: yantjessgmail on May 03, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2013

pdf

text

original

Sebagaimana sikapnya berubah terhadap kafir setelah
mereka hijrah ke Madinah, Muhammad juga berubah sikap
terhadap istri­istri; mari lihat istri yang pertama dan dua
belas wanita lainnya yang dinikahi di Madinah.

Khadijah, pertama istri

Saat berusia dua puluh lima tahun, Muhammad menikahi
istri pertamanya­Khadijah, yang telah berusia empat puluh
tahun waktu itu. Khadijahdigambarkan sebagai perempuan
yang sangat mendukung moral di saat­saat ia menerima
ayat­ayat dan perlawanan dari masyarakat Mekah.
Muhammad tetap setia menikah satu istri saja selama dua
puluh lima tahun hingga istrinya meninggal.

Aisyah, Pengantin anak

Setelah sekitar setahun setelah hijra ke Madinah,
Muhammad memilih istri yang mengejutkan bahkan untuk
standar masyarakat Arab: ia adalah seorang gadis kecil
berusia enam tahun, puteri Abu Bakr, salah seorang
pengikutnya yang paling setia.

Nabi menulis (kontrak perkawinan) dengan Aisyah ketika berusia
enam tahun dan berhubungan badan dengan dia sejak dia sembilan
tahun. Aisyah tinggal dengan dia selama sembilan tahun (yaitu
sampai kematian Muhammad)
13.

Aisyah tidak hanya cerita membingungkan tentang
mempelai anak, tetapi menjadi tokoh kunci dalam sejarah
Islam. Ia menarasikan ribuan hadis yang menjelaskan
kehidupan dan ajaran Muhammad dan telah terlibat dalam
suatu ancaman serius bagi kredibilitas Islam.

222

Ketika Muhammad memimpin tentara dalam peperangan, ia
selalu memilih salah satu istri untuk pergi dengan mereka.
pada 5H ia membawa Aisyah, dalam penyerangan terhadap
Bani Mustaliq, suku Yahudi, saat itu Aisyah berusia sekitar
sebelas tahun.

Berikut ini cerita menurut versi Aisyah. Dia bepergian
dengan unta dalam ruangan khusus tertutup. Malam hari
rombingan berhenti dan Aisyah pergi meninggalkan
rombongan untuk buang air di gurun. Saat kembali ke
rombongan, ia menyadari ia telah kehilangan kalung,
sehingga untuk melihat kembali untuk mencarinya. Saat ia
kembali rombongan telah pergi,karena mereka berpikir
bahwa ia ada di ruangan yang sama di bagian belakang
unta. Aisyah menunggu di padang gurun, sampai seorang
Muslim tentara datang dan mengenalinya. Ia membawa ia
kembali ke Madinah pagi harinya dengan untanya.14.

Beberapa orang menuduh Aisyah memiliki hubungan gelap
dengan prajurit muda Muslim. Muhammad tidak
membuktikan Aisyah tidak melakukan itu. jadi orang mulai
berkata: "Bagaimana mungkin seorang nabi tidak tahu apa
yang terjadi pada istrinya?"Situasi ini berlangsung lebih
dari dua puluh hari, akhir Muhammad menerima wahyu
dari Jibril yang menyatakan Aisyah tidak bersalah dan
mengutuk orang­orang yang telah menuduhnya (Surah
42:11­18 ).

Reaksi dari kejadian ini tidak berhenti di sini. Ali binAbu
Thalib, salah satu sepupu Muhammad yang tumbuh besar
bersama, yang mencoba untuk meyakinkan dia untuk
bercerai dengan Aisyah. Aisyah mendengar ini memusuhi
Ali untuk sisa kehidupannya.

Setelah kematian kalifah Islam ke tiga (Usman bin Affan),

223

Ali binAbu Thalib terpilih menjadi kalifah Islam
selanjutnya, tetapi Aisyah menolak mengakuinya sebagai
pemimpin dan mengumpulkan tentara berbaris
melawannya. Dalam "Pertempuran yang Unta" sepuluh ribu
Muslim terbunuh. Ali bin Abu Thalib dibunuh, anaknya
menjadipenerusnya sampai ia meninggal karena racun oleh
beberapa Muslim.

Jadi Aisyah pengantin kecil, adalah tokoh penting dalam
sejarah Islam. Mari perhatikan istri­istri lain yang menarik
dari Muhammad.

Zainab, istri anak angkat Muhammad

Satu hari Muhammad pergi ke rumah Zaid bin Haritsah,
anak angkatnya. Tiba di sana, melihat bahwa anak
angkatnya tidak di rumah dan istrinya, Zainab, di rumah
sendirian. Saat wanita itu tiba di pintu, mata Muhammad
bertemu mata Zainab, Muhammad berkata: "Segala puji bagi
Dia yang merubah hati dan pandangan " Muhammad
merasa getaran cinta pada wanita itu, dan Zainab menyadari
bahwa Muhammad memiliki perasaan padanya, Ketika
suaminya kembali, dia mengatakan kepadanya apa yang
telah terjadi. Situasi ini menimbulkan dua masalah: pertama,
Zainab telah menikah dan kemudian suaminya adalah anak
angkat dari Muhammad. Hukum Islam melarang seorang
laki­laki untuk menikah istri­istri yang anaknya.

Bagaimanapun sejak saat itu Zainab tidak memperlakukan
suaminya dengan baik menunjukkanbahwa ia tidak lagi
tertarik kepadanya. Setiap kali Zainab melakukan itu, Zaid
pergi oleh Muhammad untuk mengeluh tentang istrinya,
berbicara tentang perlakuan kasar yang dia menerima dari
Zainab. Dan setiap kali Muhammad SAW berkata:
"Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah".

224

(Sura 33:37).

Setelah berlangsung beberapa lama, Zaid akhirnya
menyerah mempertahankan perkawinannya dan
menceraikan Zainab.

Sejarah Islam yang mengatakan bahwa Muhammad
memutuskan untuk meminta Zainab untuk menikah,
meskipun ini melanggar hukum Islam yang menyatakan
bahwa seorang laki­laki tidak boleh menikahi istri­istri
anaknya. Anehnya, Muhammad mengirim Zaid mengantar
proposal perkawinan untuk dia, yang datang ke rumah
mantan istrinya, dia menemukan Zainab mengolah tepung
untuk membuat roti. Kemudian, Zaid berkata: "Ketika saya
melihatnya, saya tidak mampu melihat wajahya, karena
masih mencintainya " Akan tetapi, ia harus menyampaikan
pesan Muhammad. Mantan istrinya menjawab: " Allah
harus memberitahu saya untuk menikahinya" dan
Ia menambahkan bahwa ia akan pergi ke masjid untuk
berdoa. Kemudian Zaid kembali dari Muhammad dan
melaporkan apa yang telah terjadi 15.

Sementara Zainab masih di dalam mesjid, Muhammad
menyampaikan wahyu yang baru diterima malaikat Jibril

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah
melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi
nikmat kepadanya: "Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah
kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu
apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada
manusia, sedang Allah­lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.
Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya
(menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak
ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri­istri
anak­anak angkat mereka, apabila anak­anak angkat itu telah

225

menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah
ketetapan Allah itu pasti terjadi. Tidak ada suatu keberatan pun
atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya.

­Surah 33:37­38

Wahyu ini khusus mengatakan bahwa Allah telah
memerintahkan Zainab untuk menikah dengan Muhammad.
Ayat juga mengetahui bahwa perkawinan ini akan
membantu Muslim lain, dengan cara menunjukkan bahwa
adalah halal untuk manusia untuk menikahi mantan istri
dari anak yang diadopsi, asalkan perkawinan telah
dibubarkan sepenuhnya.

Muhammad juga menerima wahyu yang meniadakan
adopsi: " Allah sekali­kali...., dan Dia tidak menjadikan
anak­anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri).”
(Sura 33:4). Akibatnya, Zaid tidak lagi dianggap sebagai
anak Muhammad, yang pada akhirnya dapat mengesahkan
perkawinan Muhammad SAW dengan Zainab.

Pada akhirnya, Zainab sepakat untuk menikah
Muhammad dan ia menjadi isteri kelima (5 H.). Mantan
suaminya meninggal tiga tahun kemudian, sementara dalam
berperang Jihad.

Zainab cukup senang apa yang terjadi pada dirinya, Hadis
mencatat:

"Zainab sering membanggakan diri dihadapan istri­istri Nabi
dengan berkata:" kamu menikah oleh karena keluargamu,
sementara saya menikah (dengan Nabi) oleh Allah dari langit ke
tujuh' "
16.

Mari lihat satu lagi contoh spesifik bagaimana Muhammad
mendapat salah seorang istri­ yang ini seorang tawanan

226

perang.

Safiya, Yahudi yang cantik

Sekitar 7 H, Muhammad telah mengusir sebagian besar
Orang­orang Yahudi dari Arab dan tinggal satu desa,
Khaybar. Muhammad dan tentara mengepung desa di
malam hari dan menyerang saat penduduk tidur,
membunuh kebanyakan laki­laki, pemuda dan orang
dewasa dan mengambil perempuan dan anak­anak sebagai
tahanan 17.

Muhammad memperhatikan salah satu tahanan, seorang
gadis cantik Safiya namanya. Ayahnya adalah kepala suku
Khaybar dan dia masih seorang pengantin baru. Hari itu
ayahnya dan suaminya telah dibunuh oleh orang Islam.
Muhammad bertanya pada orangnya: "siapa pemiilik
tahanan wanita ini? "Mereka berkata:" ia kepunyaan Qais
bin Thabet Al­Shammas. "

Muhammad memberikan orang ini dua sepupu Safiya dan
mengambil Safiya untuk dirinya.Gadis ini dibawa ke
Madinah oleh Muhammad dan, selama perjalanan, setelah
siklus haidnya telah selesai, Muhammad menikahinya. 18

Malam di mana Muhammad berhubungan dengan Safiya,
salah seorang pengikutnya tetap berdiri seluruh malam
berjalan di sekitar tenda dengan pedang di tangan. Pagi
harinya ketika Muhammad bertanya mengapa dia
melakukannya, pria itu menjawab: "Saya kawatir
keselamatan anda karena perempuan ini. Tentara Islam
membunuh ayahnya, suami dan kaumnya, dan sampai saat
ini ia masih kafir, sehingga saya keselamatan Anda
karenanya "19.

227

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->