Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN ( KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI)

OLEH : KELOMPOK 5 KELAS ALW 5

ENDANG WINARSIH (02320100439) SULPIANI (023201100222) SARIFA ( )

NURSISKA RAHAYU ( 02320100500 ) SUNARTI ( )

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA TAHUN AJARAN 2012/2013

KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan magfirah yang telah diberikannya sehingga makalah Seminar Akuntansi Keuangan ini dapat terselesaikan dengan baik. Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang Seminar Akuntansi Keuangan sehingga dapat memudahkan mempelajari Seminar Akuntansi Keuangan. Kami menyadari makalah ini belum sepenuhnya sempurna, dengan demikian kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan dari para pembaca untuk menyempurnakan makalah selanjutnya. Sekian dan terima kasih. Wassalam

Makassar, 3 april 2013

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN Latar belakang masalah ...i Rumusan masalah .......ii Tujuan masalah .......ii BAB II PEMBAHASAN Pengertian Standar Akuntansi ....1 Macam-macam standar akuntansi........2 Pengertian Akuntansi Keuangan..6 Tujuan umum laporan keuangan .....6 Tujuan kualitatif informasi keuangan..7 BAB III SIMPULAN Simpulan ........iii Saran ......iii DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI Informasi akuntansi yang diberikan suatu perusahaan harus sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK) .SAK merupakan suatu himpunan prinsip ,prosedur ,metode,dan teknik akuntansi yang mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan sehingga laporan tersebut dapat dimengerti ,diperbandingkan ,dan tidak memnyesatkan .

Informasi akuntasi yang berkualitas harus memenuhi syarat-syarat berikut ini : 1. Perbandingan antara Manfaat dan Biaya Pertimbangan utamanya adalah bahwa manfaat laporan akuntansi paling tidak harus sama dengan biaya untuk membuat laporan tersebut. Biaya sebuah laporan akuntansi tidak boleh lebih besar daripada manfaat yang bisa diterima oleh pemakai informasi tersebut. 2. Dapat Dimengerti Informasi dapat dimengerti oleh pemakai karena dinyatakan dalam bentuk dan dengan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuanpemakai.

3. Relevan Agar informasinya relevan, maka dipilih metode-metode pengukuran dan pelaporan akuntansi keuangan yang akan membantu para pemakai dalam pengambilan keputusan yang memerlukan penggunaan data akuntansi.Informasi akuntansi harus mampu membuat perbedaan dalam sebuah keputusan. Jika tidak mempengaruhi keputusan, maka informasi tersebut dikatakan tidak relevan terhadap keputusan yang diambil. Informasi yang relevan akan membantu pemakai membuat prediksi tentang hasil akhir dari kejadian masa lalu, masa kini, dan masa depan; yaitu, memiliki nilai prediktif. Informasi yang relevan juga membantu pemakai menjustifikasi atau mengoreksi ekspektasi atau harapan masa lalu; yaitu, memiliki nilai umpan balik. Agar relevan, informasi juga harus tersedia kepada pengambil keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitas untuk mempengaruhi keputusan yang diambil . 4. Dapat Dipercaya Suatu informasi akuntansi yang dapat dipercaya tergantung pada 3 hal, yaitu : a. Dapat diuji Informasi harus dapat diuji kebenarannya oleh para penguji independent dengan menggunakan metode pengukuran yang sama.

b. Netral Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu. c. Menyajikan yang seharusnya Informasi akuntansi dikatakan dapat dipercaya bila informasi itu memang berasal dari kondisi ekonomi atau kejadian yang seharusnya terjadi. 5. Nilai Prediksi Informasi tentang keadaan keuangan masa sekarang atau kinerja masa lalu bisa memiliki nilai prediksi. Artinya, dapat digunakan sebagai dasar memprediksi masa depan. 6. Feedback (Umpan Balik) Umpan balik dapat berupa prediksi, pembenaran, atau penolakan terhadap perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. 7. Tepat Waktu Informasi harus disampaikan secepat mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusa-keputusan perusahaan dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan. 8. Dapat Dibandingkan atau Konsisten Dapat dibandingkan dimaksudkan agar pembaca laporan keuangan dapat lebih mudah mengetahui persamaan dan perbedaan diantara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan. Dengan prosedur dan prinsip yang sama, perbedaan antara dua perusahaan sejenis akan disebabkan oleh keadaan ekonomis perusahaan yang bersangkutan, bukan oleh perbedaan dalam aplikasi prinsip dan prosedur akuntansi. 9. Materiality (Cukup Berarti) Tuntutan prinsip-prinsip akuntansi bisa diabaikan jika suatu laporan keuangan dianggap penting bagi pemakai laporan keuangan tersebut. Jadi, tuntutan prinsip akuntansi bisa diabaikan selama tidak menyebabkan kekeliruan atau kesalahan laporan yang memengaruhi keputusan/penilaian pembaca laporan