AWANG SUWANDHI

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINERAL INDONESIA
JL. GARUT NO. 11 ; BANDUNG 40271
W 022-720 5714
BUMI RANCAEKEK KENCANA
JL. SUPLIR IX NO.18 ; BANDUNG 40394
W 022-779 7227; HP: 0852 2003 3527
E-mail: awangsuwandhi@plasa.com

PELEDAKAN
OVERBURDEN BATUBARA

PENGERTIAN BAHAN PELEDAK

KLASIFIKASI

KARAKTERISTIK
TIPE DAN JENIS HANDAK INDUSTRI

DEFINISI BAHAN PELEDAK
(industri / komersial)
Bahan peledak adalah suatu bahan kimia senyawa tunggal atau campuran berbentuk
padat, cair, gas atau campurannya yang apabila dikenai suatu aksi panas, benturan,
gesekan atau ledakan awal akan mengalami suatu reaksi kimia eksotermis sangat
cepat yang hasil reaksinya sebagian atau seluruhnya berbentuk gas dan disertai panas
dan tekanan sangat tinggi yang secara kimia lebih stabil.

Hasil ledakan: (Langefors, 1978)
– P = 100.000 atm ≅ 101.500 kg/cm
2
≅ 10.000 Mpa
– T = ± 4000° C
– Daya (energi) = ± 25.000 MW = 25 x 10
6
kW = 5.950.000 kcal /s (1 kW = 0,238 kcal /s)

Bandingkan, Steel barrel:
×
Kekuatan sampai dengan 5.000 atm≅ 500 MPa
×
Titik leleh = 1.500° C
×
Titik didih = 3.000° C

Energi Gelatin explosive dalam 1 m kolom lub.ledak:
• Power = 1.200 kcal/kg/m ; kecep. detonasi = 4.000 m/s
• Didalam lubang ledak = kcal/s 10 x 48
s
m
4000 x
m
kcal
1200
5
=

PEMBAKARAN (COMBUSTION)
Reaksi permukaan yang eksotermis dan dijaga keberlangsungannya
oleh panas yang dihasilkan dari reaksi itu sendiri dan produknya
berupa pelepasan gas-gas.
 Contoh: CH
3
(CH
2
)
10
CH
3
+ 18½ O
2
→ 12 CO
2
+ 13 H
2
O

Kriteria:
– Melibatkan reaksi kimia
– Okdigen tersedia berlebih di udara bebas
– Motor bakar (bensin atau solar): tidak perlu tangki oksigen
– Metoda pemadaman kebakaran: isolasi benda terbakar dari oksigen
diesel oil

LEDAKAN (EXPLOSION)

Ekspansi seketika yang cepat dari gas menjadi
bervolume lebih besar dari sebelumnya diiringi suara
keras dan efek mekanis yang merusak.

Contoh:
×
Tangki bertekanan meledak
×
Balon karet meletus
Kriteria:
×
Tidak melibatkan reaksi kimia
×
Transfer energi ke gerakan massa (efek mekanis)
×
Disertai panas dan bunyi

DEFLAGRASI (DEFLAGRATION)
C
Adalah proses kimia eksotermis di mana transmisi dari reaksi
dekomposisi didasarkan pada konduktivitas termal (heat/thermal
conductivity)
C
Merupakan fenomena reaksi permukaan di mana reaksinya meningkat
menjadi peledakan dengan kecepatan rendah, yaitu antara 300-1000
m/s, atau lebih rendah dari kecep suara (subsonic)
C
Deflagrasi terjadi pada reaksi peledakan LOW EXPLOSIVE (black
powder):
- Potassium nitrat + charcoal + sulfur
20NaNO
3
+ 30C + 10S → 6Na
2
CO
3
+ Na
2
SO
4
+ 3Na
2
S +14CO
2
+10CO + 10N
2
- Sodium nitrat + charcoal + sulfur
20KNO
3
+ 30C + 10S → 6K
2
CO
3
+ K
2
SO
4
+ 3K
2
S +14CO
2
+10CO + 10N
2

DETONASI (DETONATION)
=
Adalah proses kimia-fisika yang mempunyai kecepatan reaksi sangat tinggi, sehingga
menghasilkan gas dan temperature sangat besar yang semuanya membangun ekspansi gaya
yang sangat besar pula. Kecepatan reaksi yang sangat cepat dan diawali dengan panas
tersebut menghasilkan gelombang tekanan kejut (shock compression wave) dan
membebaskan energi dengan mempertahankan shock wave serta berakhir dengan
ekspansi hasil reaksinya.
=
Contoh:
TNT meledak : C
7
H
5
N
3
O
6
→ 1,75 CO
2
+ 2,5 H
2
O + 1,5 N
2
+ 5,25 C
ANFO meledak : 3 NH
4
NO
3
+ CH
2
→ CO
2
+ 7 H
2
O + 3 N
2
NG meledak : C
3
H
5
N
3
O
9
→ 3 CO
2
+ 2,5 H
2
O + 1,5 N
2
+ 0,25 O
2
NG + AN meledak : 2 C
3
H
5
N
3
O
9
+ NH
4
NO
3
→ 6 CO
2
+ 7 H
2
O + 4 N
4
+ O
2
=
Kriteria:
- Melibatkan reaksi kimia
- Oksigen utk reaksi terdapat dalam bahan itu sendiri (tanpa oksigen dari udara)
- Handak dapat digunakan dalam lubang ledak
- Reaksi ledakan tidak dapat dipadamkan
- Reaksi sangat cepat (> Kecepatan suara ≈ supersonic); contoh VoD
ANFO
= 4500 m/s
- Shock compression: mempunyai daya dorong sangat tinggi, merobek retakan yang sudah
ada sebelumnya
- Shock wave: bahaya symphatetic detonation, menentukan safety distance
- Ada ledakan (gerakan massa, bunyi dan panas)

SEGITIGA PEMBAKARAN
SEGITIGA PEMBAKARAN

SEGITIGA DETONASI

KLASIFIKASI BAHAN PELEDAK
KLASIFIKASI BAHAN PELEDAK
BAHAN PELEDAK
BAHAN PELEDAK KUAT
(HIGH EXPLOSIVES)
BAHAN PELEDAK LEMAH
(LOW EXPLOSIVES)
PRIMER
CONTOH:
Pb Azide
Pb Stypnate
Hg Fulminate
SEKONDER
CONTOH:
NG
TNT
PETN
Dinamit
Emulsi
ANFO
TERSIER
CONTOH:
AN
AP
DNT
PIROTEKNIK
CONTOH:
Thermite
Delay composition
Ignition charge
PROPELAN
LIQUID PADAT
MONO
CONTOH:
Nitramine
Hydrazine
KOMPOSIT
CONTOH:
LOx
Fuel
SINGLE
BASE
CONTOH:
Nitro cellulose
DOUBLE
BASE
CONTOH:
NC / NG
TRIPLE
BASE
CONTOH:
NC / NG / NQ
COMPOSITE
CONTOH:
NC / NG / AP /
Al / RDX

KLASIFIKASI BAHAN PELEDAK
INDUSTRI
KLASIFIKASI BAHAN PELEDAK
INDUSTRI
BAHAN PELEDAK
INDUSTRI (Mike Smith, 1988)
BAHAN PELEDAK
KUAT
AGEN
PELEDAKAN
BAHAN PELEDAK
KHUSUS
Dinami
t
Gelati
ne
TNT ANFO
Slurrie
s
Emul
si
Hybrid
ANFO
Slurry
mixtures
Seismik
Trimmin
g
Permissi
ble
Shaped
charges
Binary
LOX
Compressed
air/ gas
Expansion
agents
Mechanical
methods
Water
jets
Liquid
Jet piercing
PENGGANTI
BAHAN PELEDAK

KARAKTERISTIK BAHAN
KARAKTERISTIK BAHAN
PELEDAK
PELEDAK
Karakter fisik
Karakter fisik
Karakter kinerja detonasi
Karakter kinerja detonasi

=
=
Densitas
Densitas
=
=
Sensitivitas
Sensitivitas
=
=
Ketahanan Thd.
Ketahanan Thd.
Air
Air
=
=
Kestabilan Kimiawi
Kestabilan Kimiawi
=
=
Karakteristik Gas
Karakteristik Gas
(
(
density
density
)
)
¯
¯
(
(
sensitivity
sensitivity
)
)
¯
¯
(
(
water resistance
water resistance
)
)
¯
¯
(
(
chemical stability
chemical stability
)
)
¯
¯
(
(
Fumes characteristics
Fumes characteristics
)
)
¯
¯

• Berat bahan peledak per unit volume diekspresikan dalam
satuan gr/cc
• Densitas bhn.peledak yang tinggi akan lebih mudah
menghasilkan dead pressed (detonasi rendah akibat
kehilangan sensitivitas karena terhambatnya tekanan)
dibanding densitas yang rendah
• Loading density adalah berat per meter bhn.peledak didalam
kolom lub.tembak (kg/m)
• Batuan masif - pakai densitas bhn. peledak tinggi
• Batuan berstruktur/lunak - pakai densitas bhn.peledak rendah

• Densitas ANFO 0,85 gr/cc

• Ukuran tingkat kemudahan inisiasi bhn.peledak atau ukuran
minimal booster yang diperlukan
• Bervariasi tergantung pada kompisisi bhn.peledak, diameter,
temperatur dan tekanan ambient
• High explosive (1,1D) - sensitif terhadap detonator No.8 atau
detonating cord 10 gr/m
• Blasting agent (1,5D) - tdk sensitif terhdp. detonator No.8;
memerlukan booster (primer)
• Beberapa blasting agent sensitif terhadap det.cord dan dapat
mencegah sekuen peledakan tunda downhole

HUBUNGAN DENSITAS DAN
SENSITIVITAS HANDAK
Q
Densitas kritis terbentuk bila partikel
2
pembentuk handak terlalu
rapat, shg tidak terdapat voids sebagai ruang bagi terbentuknya hot
spots agar terjadi detonasi
Q
Densitas handak berhubungan erat dengan sensitivitasnya
Q
Deadpressing terbentuk bila voids untuk gas rusak, misalnya karena
tekanan, gelombang kejut, shg mengurangi sensitivitasnya.

+
Kemampuan bhn.peledak untuk melawan air disekitarnya
tanpa kehilangan sensitifitas atau efisiensi
+
Ketahanan thd air bhn.peledak bervariasi. ANFO tidak
tahan terhadap air (larut); sedangkan emulsi dan
watergels tahan air
+
Fume berwarna coklat-orange dari gas NO menandakan
hasil peledakan yang tidak efisien akibat bhn. peledak
basah
+
Ketahanan thd air dapat dilakukan dengan melapisi lub.
ledak atau menggunakan cartridge


Kemampuan untuk tidak berubah secara kimia dan tetap mem-
pertahankan sensitifitas selama dalam penyimpanan di gudang
dengan kondisi tertentu

Bhn.peledak yang tdk stabil (mis. NG based) mempunyai
kemampuan stabil lebih pendek dan cepat rusak

Faktor-faktor yang mempercepat ketdk stabilan kimiawi a.l:
panas, dingin, kelembaban, kualitas bahan baku, kontaminasi,
pengepakan, fasilitas gudang

Tanda-tanda kerusakan a.l: kristalisasi, penambahan viskositas,
dan penambahan densitas

Gudang bh.peledak bawah tanah akan mengurangi efek
perubahan temperatur

• Detonasi bhn.peledak menghasilkan gas-gas non-toxic
(CO
2
, H
2
O, N
2
) dan toxic (NO, NO
2
, CO)
• Gas-gas ini perlu diperhatikan pada peledakan bawah tanah
atau terbuka bila gerakan angin yang rendah
• Faktor-faktor yang menimbulkan gas toxic a.l: letak primer
yang tidak tepat, kurang tertutup, air, komposisi
bhn.peledak tidak baik, timing (sistem tunda) tidak tepat,
dan adanya reaksi dengan batuan (sulfida atau karbonat)

Kekuatan Detonasi
Kecepatan Detonasi
Tekanan Detonasi
Tekanan Thd. Lubang Ledak
Daya Ledakan
Energi Efektif
(strength)
(VOD)
(detonation pressure)
(borehole pressure)
(explosive power)
(effective energy)

KEKUATAN DETONASI
KEKUATAN DETONASI
(
(
detonation strenght
detonation strenght
)
)
Absolute Weight Strength (AWS) Absolute Weight Strength (AWS)
Þ
Energi panas maks handak Energi panas maks handak teoritis teoritis didasarkan pada campuran didasarkan pada campuran
kimawinya kimawinya
Þ
Energi per unit berat handak dalam joules/gram Energi per unit berat handak dalam joules/gram
Þ
AWS AWS
ANFO ANFO
adalah 373 kj/gr dengan campuran 94% AN dan 6% FO adalah 373 kj/gr dengan campuran 94% AN dan 6% FO

Relative Weight Strength (RWS) Relative Weight Strength (RWS)
Þ
Adalah kekuatan handak (dalam berat) dibanding dengan ANFO Adalah kekuatan handak (dalam berat) dibanding dengan ANFO
Þ
RWS RWS
HANDAK HANDAK
= =

Absolute Bulk Strength (ABS) Absolute Bulk Strength (ABS)
Þ
Energi per unit volume, dinyatakan dalam joules/cc Energi per unit volume, dinyatakan dalam joules/cc
Þ
ABS ABS
HANDAK HANDAK
= AWS = AWS
HANDAK HANDAK
x densitas x densitas
Þ
ABS bulk ANFO = 373 kj/gr x 0,85 gr/cc = 317 kj/cc ABS bulk ANFO = 373 kj/gr x 0,85 gr/cc = 317 kj/cc

Relative Bulk Strength (RBS) Relative Bulk Strength (RBS)
Þ
Adalah kekuatan handak curah (bulk) dibanding ANFO Adalah kekuatan handak curah (bulk) dibanding ANFO
Þ
RBS RBS
HANDAK HANDAK
= =
ANFO
HANDAK
AWS
AWS

ANFO
HANDAK
ABS
ABS


KECEPATAN DETONASI
KECEPATAN DETONASI
(
(
velocity of detonation
velocity of detonation
/ VOD
/ VOD
)
)
Q
Laju rambatan gelombang detonasi sepanjang
Laju rambatan gelombang detonasi sepanjang
handak, satuannya m/s atau fps
handak, satuannya m/s atau fps
Q
Nilainya bervariasi tergantung diameter, densitas,
Nilainya bervariasi tergantung diameter, densitas,
ukuran partikel handak. Untuk handak komposit
ukuran partikel handak. Untuk handak komposit
(
(
non-ideal
non-ideal
)
)
tergantung pula pada derajat
tergantung pula pada derajat
keterselubungan
keterselubungan
(
(
confinement degree
confinement degree
)
)
Q
Kecepatan ANFO antara 2500 – 4500 m/s tergantung
Kecepatan ANFO antara 2500 – 4500 m/s tergantung
pada diameter lubang ledak
pada diameter lubang ledak
Q
Kecep detonasi merupakan komponen utama dari
Kecep detonasi merupakan komponen utama dari
energi kejut
energi kejut
(
(
shock energy
shock energy
)
)
yang menimbulkan
yang menimbulkan
pecahnya batuan
pecahnya batuan
Q
Kecep detonasi handak harus melebihi kecepatan
Kecep detonasi handak harus melebihi kecepatan
suara massa batuan
suara massa batuan
(
(
impedance matching
impedance matching
)
)
Q
Dapat diukur untuk menentukan handak yang efisien
Dapat diukur untuk menentukan handak yang efisien

EFEK KANDUNGAN AIR
EFEK KANDUNGAN AIR
TERHADAP VOD
TERHADAP VOD
ANFO
ANFO

TEKANAN DETONASI
(detonation pressure)
E
Tekanan yg terjadi disepanjang zona
reaksi peledakan hingga terbentuk reaksi
kimia seimbang sampai ujung handak
yang disebut dgn bidang Chapman-
Jouguet (C-J plane). Umumnya memp
satuan MPa.
E
Dari penelitian oleh Cook menggunakan
foto sinar-x, diformulasi tekanan detonasi
sbb:
E
ANFO dgn densitas 0,85 gr/cc dan VOD
3700 m/s memiliki PD = 2900 MPa
p e
U x VD x ρ PD =
VD x 0,25 Up =
4
VD x ρ
PD
2
e
=
Dimana: PD = tekanan detonasi, kPa
ρ
e
= densitas handak, gr/cc
VD = kecep detonasi, m/s

TEKANAN THD LUBANG LEDAK
(borehole pressure)
Þ
Tekanan terhadap dinding
lubang ledak akibat
ekspansi detonasi gas
Þ
Biasanya sekitar 50% dari
tekanan detonasi
Þ
Volume dan laju kecep gas
yang dihasilkan peledakan
mengontrol tumpukan dan
lemparan fragmen batuan

SEKUEN PROSES YANG TERJADI PADA BIDANG HORISONTAL
DARI MASSA BATUAN DI SEKITAR LUBANG LEDAK KETIKA
KOLOM LUBANG LEDAK TERINISIASI
a)
b)
c)

+
AGEN PELEDAKAN (BLASTING
AGENTS)
+
BAHAN PELEDAK BERBASIS “NG”
+
PERMISSIBLE EXPLOSIVE
+
BLACK POWDER
+
DETONATOR
dikelompokkan
sbb:

KLASIFIKASI AGEN PELEDAKAN
AMMONIUM NITRAT (NH
4
NO
3
)
BAHAN BAKAR KARBON
(biasanya solar atau Fuel Oil/FO)
AIR, NITRAT INORGANIK, ZAT PEREKAT, ZAT PENGENDAP
ALUMINIUM
AGEN PELEDAKAN KERING
BERALUMINIUM
(aluminized dry blasting agent)
AGEN PELEDAKAN KERING
ATAU ANFO
(dry blasting agent - ANFO)
CAMPURAN LAIN UNTUK
MENINGKATKAN DENSITAS
AGEN PELEDAKAN KERING
DENSITAS TINGGI
(densifieddry blasting agent)
ASAM PENGOKSIDA
(oxidizing acid)
AGEN PELEDAKAN LUMPUR
MENGANDUNG ASAM
(acid slurry blasting agent)
PARAFIN, ZAT GULA,
KARBON, DLL
(sensitizer bukan bahan
peledak)
AGEN PELEDAKAN LUMPUR
(slurry blasting agent)
ALUMINIUM
AGEN PELEDAKAN LUMPUR
MENGANDUNG ALUMINIUM
(aluminized slurry blasting agent)
BAHAN PELEDAKAN
LUMPUR
(slurry explosive)
TNT, TEPUNG NITROSTARCH
TAK BERASAP
(sensitizer bahan peledak)
BAHAN PELEDAK LUMPUR
BERALUMINIUM
(aluminized slurry explosive)
ALUMINIUM
"AGEN PELEDAKAN KERING"
(dry blasting agent)
"AGEN PELEDAKAN LUMPUR"
(slurry blasting agent)
"BAHAN PELEDAK LUMPUR"
(slurry explosives)

AMMONIUM NITRAT (NH
4
NO
3
)
• Densitas : - butiran berpori 0,74 – 0,78 gr/cc
(untuk agen peledakan)
- butiran tak berpori 0,93 gr/cc
(untuk pupuk urea)
• Porositas: - mikroporositas 15%
- makro plus mikroporositas 54%
- butiran tak berpori mempunyai
porositas 0 – 2%
• Ukuran partikel : yang baik untuk agen
peledakan antara 1 – 2 mm
• Tingkat kelarutan terhadap air bervariasi
tergantung temperatur, yaitu:
- 5° C tingkat kelarutan 57,5% (berat)
- 10° C tingkat kelarutan 60% (berat)
- 20° C tingkat kelarutan 65,4% (berat)
- 30° C tingkat kelarutan 70% (berat)
- 40° C tingkat kelarutan 74% (berat)

BULK ANFO (1)
O
Campuran AN (ammonium nitrat) dan
FO (solar) sebesar 94,3% AN dan 5,7%
FO akan menghasilkan zero oxygen
balanced dengan energi panas sekitar
3800 joules/gr handak
O
Campuran yang tidak sempurna akan
menghasilkan energi ledak rendah dan
gas beracun (noxious gasses)
O
Overfueled dengan 92% AN dan 8%
FO akan menurunkan energi 6% dan
menghasilkan gas CO yang berbahaya
O
Under fueled dengan 96% AN dan 4%
FO menurunkan energi 18% dan
menghasilkan gas NO
2
O
Ukuran partikel AN antara 1 – 2 mm
0
5 0
1 0
2 0
3 0
4 0
6 0
7 0
8 0
9 0
1 0 0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0
E
N
E
R
G
I

P
E
R

K
G

(
R
W
S
)
,

%
F U E L O I L , % ( b e r a t )
d e f i c i e n t F O -
e x c e s s O x y g e n
e x c e s s F O -
d e f i c i e n t O x y g e n
O x y g e n B a l a n c e
3 8 0 0 j o u l e s o f h e a t / g r e x p l .
Non-absorbent dense
prill
Distribusi FO tdk merata,
shg oxygen balance buruk
Absorbent porous prill
FO diserap merata dengan
perbandingan yang
proporsional

SIFAT-SIFAT ANFO (2)
(Data diperoleh dari Dyno Nobel untuk Prilled ANFO)
O
Densitas:
¤
Poured (gr/cc) 0,80 – 0,85
¤
Blow Loaded (gr/cc) 0,85 – 0,95
O
Energi (MJ/kg): 3,7
O
RWS (%): 100 → (373 kj/gr)
O
RBS:
¤
Poured (%) 100 → (317 kj/cc)
¤
Blow Loaded (%) 116
O
Diameter lubang ledak min.:
¤
Poured (mm) 75
¤
Blow Loaded (mm) 25
O
Ketahanan thd. air: buruk
O
Shelf Life:
¤
Maks. 6 bulan tergantung temperatur dan
kelembaban gudang
¤
Gudang yang bersuhu dan kelembaban tinggi akan
ANFO rusak, ditandai dgn pengerasan atau caking yg
akan mengurangi kinerja peledakan
O
Waktu Tidur (Sleep Time) :
¤
Dalam kondisi normal kering dengan lubang tertutup
stemming yang baik, ANFO dapat ditidurkan sampai 6
bulan
¤
Kehadiran air dalam lubang akan menurunkan secara
dramatis waktu tidur

KEBUTUHAN FO UNTUK
KEBUTUHAN FO UNTUK
MEMBUAT ANFO
MEMBUAT ANFO
ANFO,kg
BAHAN BAKAR (FO)
AN,kg
kg liter
10 0,57 0,71 9,43
50 2,85 3,56 47,15
80 4,56 5,70 75,44
100 5,70 7,13 94,30
500 28,50 35,63 471,50
1000 57,00 71,25 943,00

PROPERTIES NITRO NOBEL PT DAHANA ICI EXPL. (ORICA)
Density, gr/cc :
- Poured 0,80 – 0,85
- Blow loaded 0,85 – 0,95
- Bulk 0,80 – 0,84 0,80 – 1,10
Energy, MJ/kg 3,70
RWS, % 100 100 100 – 113
RBS, % : 100 – 156
- Poured 100
- Blow loaded 116
VoD, m/s 3000 – 3300 4100
Min. hole diameter, mm : 38,10 25
- Poured 75
- Blow loaded 25
Water resistance nil Poor Poor
Storage life, month 6 6 6
Trade mark ANFO prill DANFO Nitropril
ANFO DARI TIGA PRODUSEN

BAHAN PELEDAK SLURRY ATAU
WATERGEL
Istilah slurries dan watergel adalah sama artinya, yaitu
campuran oksidator, bahan bakar, dan pemeka (sensitizer) di
dalam media air yang dikentalkan memakai gums, semacam
perekat, sehingga campuran tersebut berbentuk jeli atau
slurries yang mempunyai ketahanan terhadap air sempurna.
Sebagai oksidator bisa dipakai sodium nitrat atau ammonium
nitrat, bahan bakarnya adalah solar atau minyak diesel, dan
pemekanya bisa berupa bahan peledak atau bukan bahan
peledak yang diaduk dalam 15% media air.

EMULSIONS
EMULSIONS (1) (1)
4
Adalah matriks yang terbentuk dari fase Adalah matriks yang terbentuk dari fase
larutan oksidator di dalam fase fuel yang larutan oksidator di dalam fase fuel yang
dipertahankan sifat-sifatnya ( dipertahankan sifat-sifatnya (continuous fuel continuous fuel
phase phase) ditambah emulsifier (biasanya cuka) ) ditambah emulsifier (biasanya cuka)
agar campuran tetap bersatu. Komposisi ini agar campuran tetap bersatu. Komposisi ini
disebut tipe disebut tipe water in oil. water in oil.
4
Ukuran partikel menjadi kecil berbentuk Ukuran partikel menjadi kecil berbentuk
droplets droplets emulsi handak emulsi handak
4
Konsentrasi matriks emulsi tidak larut air Konsentrasi matriks emulsi tidak larut air
4
Dapat dibuat di pabrik atau pada truck MMU Dapat dibuat di pabrik atau pada truck MMU
4
Densitas antara 1,1 – 1,35 gr/cc Densitas antara 1,1 – 1,35 gr/cc
4
VOD antara 4500 – 5800 m/s dan RWS < VOD antara 4500 – 5800 m/s dan RWS <
ANFO tapi RBS > ANFO ANFO tapi RBS > ANFO
94%
AN (AMMONIUM NITRAT)
+6%
FO
ANFO
(94% AN + 6% FO)
81%
EMULSI
(76% AN + 5% FO + 18%
AIR + 1% EMULSIFIER)
+18%
AIR
+1%
EMULSI
FIER

EMULSIONS (2)
Oxidiser Phase Oxidiser Phase
Suspended Suspended
Fuel Phase Fuel Phase
Continuous Continuous
(surrounds the oxidiser) (surrounds the oxidiser)
Handak Ukuran butir Bentuk butir VOD, m/s
ANFO 2,00 mm Semua padat 3500 - 4500
Dynamit 0,20 mm Semua padat 4000
Slurry 0,20 mm Padat / liquid 3300
Emulsi 0,001 mm Liquid 5000 - 6000
Bampfield & Morrey, 1984
Pembesaran 1250 x
Photograph from Nitro Nobel

POLA URUTAN PRODUKSI EMULSI
TANGKI
PENGADUK
FASE LARUTAN
OKSIDA
FASE
MINYAK
EMULSIFIER
- MICRO BALLONS
- ALUMINIUM
PENGISIAN
LANGSUNG KE
LUBANG LEDAK
BAHAN PELEDAK
EMULSI DINGIN SIAP
POMPA DIANGKUT
TANGKI JARAK JAUH
AGEN
GASSING
POMPA
LUBANG
LEDAK
AGEN
GASSING
POMPA
LUBANG
LEDAK
BLENDER
PEMBENTUKAN
CARTRIDGE
EMULSI
- MICRO BALLONS
- AGEN GASSING
- ALUMINIUM
PENDINGINAN
PENGEPAKAN
a. EMULSI KEMASAN
(CARTRIDGE)
b. EMULSI CURAH
(BULK)
TRUCK MMU
EXPLOSIVE
DANGER
Prod. by Aws

SIFAT
PRODUSEN
DAHANA DYNO
NOBEL
ICI
EXPLOSIVE
SASOL SMX
Merk dagang Dayagel magnum Emulite Seri Powergel Seri Emex
Desitas, gr/cc 1,25 1,18 – 1,25 1,16 – 1,32 1,12 – 1,24
Berat/karton, kg 20 25 20 --
RWS, % 119 111 98 – 118 74 – 186
RBS, % 183 162 140 – 179 97 – 183
VOD, m/s 4600 – 5600 5000 – 5800 4600 – 5600 4600 – 5600
Diameter, mm 25 – 65 25 – 80 25 – 65 25 – 65
Ketahanan thd air Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik
Penyimpanan, thn 1 1 1 1
JENIS HANDAK BERBASIS EMULSI
(kemasan berbentuk cartridge)

KEMASAN HANDAK BERBASIS EMULSI
BUATAN DYNO NOBEL DAN
ICI EXPLOSIVES

HEAVY ANFO
BUTIRAN
ANFO
RUANG
UDARA
CAMPURAN
EMULSI / ANFO
RUANG UDARA
TERISI OLEH
EMULSI
% AN F O
% E M U L S I
1 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 0 0
1 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 0 0
1 , 1 0 1 , 2 4 1 , 3 31 , 3 5 1 , 2 8 1 , 2 9 1 , 3 0
D E N S IT AS , g r/ c c
0 , 8 0
K E T AH AN AN T H D . AIR
T i d a k S e d a n g S a n g a t b a i k
V o D T E O R IT IS , m / s
4 7 0 0 6 0 0 0
K E M AM P U - P O M P AAN
T i d a k d a p a t d i p o m p a
D a p a t d i p o m p a
d e n g a n m u d a h
S u l i t
d i p o m p a
K E M AM P U - U L IR AN
D a p a t d i u l i r ( a u g e r ) d e n g a n m u d a h
T i d a k d a p a t d i u l i r
k e a r a h a t a s

BAHAN PELEDAK BERBASIS NG DAN
PERMITTED EXPLOSIVE

1. DETONATOR BIASA
2. DETONATOR LISTRIK
3. DETONATOR NONEL
4. DETONATOR ELEKTRONIK
Dikatagorikan sebagai salah satu
perlengkapan peledakan

STRENGTH
DETONATOR
• Kekuatan ledak (strength) detonator
ditentukan oleh jumlah isian dasarnya
dan diidentifikasi sbb: (dari ICI Explosive)
• detonator No. 6 = 0,22 gr PETN
• detonator No. 8 = 0,45 gr PETN
• detonator No. 8* = 0,80 gr PETN

isian dasar
(base charge)
isian utama
(primer charge)
ramuan
pembakar
(Ignition mixture)
tabung silinder
(shell)
ruang kosong disediakan
untuk sumbu bakar (safety
fuse)

STRENGTH DETONATOR
STRENGTH DETONATOR

Kekuatan ledak (
Kekuatan ledak (
strength
strength
) detonator
) detonator
ditentukan oleh jumlah isian
ditentukan oleh jumlah isian
dasarnya dan diidentifikasi sbb:
dasarnya dan diidentifikasi sbb: (dari (dari ICI ICI
Explosive Explosive) )

1. detonator No. 6
1. detonator No. 6
= 0,22 gr PETN
= 0,22 gr PETN

2. detonator No. 8
2. detonator No. 8
= 0,45 gr PETN
= 0,45 gr PETN

3. detonator No. 8*
3. detonator No. 8*
= 0,80 gr PETN
= 0,80 gr PETN


plastik berwarna
selubung kabel
tabung silinder
isian dasar
isian utama
fusehead :
penyumbat
tabung silinder
penyumbat
elemen
waktu tunda
- kawat halus yg
memijar
- ramuan pembakar
kabel listrik
leg wire
SIMULTANEOUS
DELAY


tabung alumunium
isian dasar
isian utama
elemen tunda
elemen transisi
penyumbat anti-
statis
sumbu nonel
pelapis
baja
plug penutup
tidak tembus air

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful