Anda di halaman 1dari 21

Tipe dan Jenis Bahan Peledak

Tim Dosen
Program Studi Teknik Pertambangan
Universitas Hasanuddin
2007
Tujuan

mampu mengenali dan menjelaskan


secara rinci jenis dan tipe bahan
peledak industri, baik yang berbentuk
butiran, emulsi atau berbentuk pasta
maupun jeli.
Agen peledakan (blasting agent)
Agen peledakan adalah campuran bahan-bahan
kimia yang tidak diklasifikasikan sebagai bahan
peledak, di mana campuran tersebut terdiri dari
bahan bakar (fuel) dan oksida.
Agen peledakan disebut juga dengan nama
nitrocarbonitrate, karena kandungan utamanya
nitrat sebagai oksidator yang diambil dari
ammonium nitrat (NH4NO3) dan karbon sebagai
bahan bakar.
AMMONIUM NITRAT (NH4NO3)

BAHAN BAKAR KARBON


AIR, NITRAT INORGANIK, ZAT PEREKAT, ZAT PENGENDAP
(biasanya solar atau Fuel Oil/FO)

CAMPURAN LAIN UNTUK ASAM PENGOKSIDA PARAFIN, ZAT GULA,


ALUMINIUM ALUMINIUM TNT, TEPUNG NITROSTARCH
MENINGKATKAN DENSITAS (oxidizing acid) KARBON, DLL
TAK BERASAP
(sensitizer bukan bahan
(sensitizer bahan peledak)
peledak)

AGEN PELEDAKAN KERING AGEN PELEDAKAN KERING


BERALUMINIUM DENSITAS TINGGI AGEN PELEDAKAN LUMPUR AGEN PELEDAKAN LUMPUR
(aluminized dry blasting agent) (densifieddry blasting agent) AGEN PELEDAKAN LUMPUR
MENGANDUNG ASAM MENGANDUNG ALUMINIUM ALUMINIUM
(slurry blasting agent)
(acid slurry blasting agent) (aluminized slurry blasting agent)

AGEN PELEDAKAN KERING BAHAN PELEDAKAN BAHAN PELEDAK LUMPUR


ATAU ANFO LUMPUR BERALUMINIUM
(dry blasting agent - ANFO) (slurry explosive) (aluminized slurry explosive)

"AGEN PELEDAKAN KERING" "AGEN PELEDAKAN LUMPUR" "BAHAN PELEDAK LUMPUR"


(dry blasting agent) (slurry blasting agent) (slurry explosives)

Klasifikasi Agen Peledakan


Ammoniun nitrat (NH4NO3)
merupakan bahan dasar yang berperan
sebagai penyuplai oksida pada bahan
peledak. Berwarna putih seperti garam
dengan titik lebur sekitar 169,6° C.
Ammonium nitrat adalah zat penyokong
proses pembakaran yang sangat kuat,
namun ia sendiri bukan zat yang mudah
terbakar dan bukan pula zat yang berperan
sebagai bahan bakar sehingga pada kondisi
biasa tidak dapat dibakar.
Karateristik Fisik
Densitas : butiran berpori 0,74 – 0,78 gr/cc (untuk agen peledakan)
butiran tak berpori 0,93 gr/cc (untuk pupuk urea)

Porositas : mikroporositas 15%


makro plus mikroporositas 54%
butiran tak berpori mempunyai porositas 0 – 2%

Ukuran partikel : ukuran yang baik untuk agen peledakan antara 1 –


2 mm

Tingkat kelarutan terhadap air : bervariasi tergantung temperatur, yaitu:


5° C tingkat kelarutan 57,5% (berat);
10° C tingkat kelarutan 60% (berat);
20° C tingkat kelarutan 65,4% (berat);
30° C tingkat kelarutan 70% (berat);
40° C tingkat kelarutan 74% (berat)
Butiran ammonium nitrat berukuran sebenarnya 2 – 3 mm
ANFO
ANFO adalah singkatan dari ammoniun nitrat
(AN) sebagai zat pengoksida dan fuel oil (FO)
sebagai bahan bakar. Setiap bahan bakar
berunsur karbon, baik berbentuk serbuk maupun
cair, dapat digunakan sebagai pencampur dengan
segala keuntungan dan kerugiannya. Pada tahun
1950-an di Amerika masih menggunakan serbuk
batubara sebagai bahan bakar dan sekarang
sudah diganti dengan bahan bakar minyak,
khususnya solar.
Non-absorbent dense prill Absorbent porous prill
Distribusi FO tdk merata, shg FO diserap merata dengan
oxygen balance buruk perbandingan yang proporsional
• Di Indonesia perusahan bahan peledak
yang sudah memproduksi ANFO (bukan
hanya AN) adalah PT. Dahana dengan
merk dagang “Danfo” dan PT. Pindad
dengan merk dagang “Panfo”.
Slurries / watergel
Istilah slurries dan watergel adalah sama artinya,
yaitu campuran oksidator, bahan bakar, dan
pemeka (sensitizer) di dalam media air yang
dikentalkan memakai gums, semacam perekat,
sehingga campuran tersebut berbentuk jeli atau
slurries yang mempunyai ketahanan terhadap air
sempurna. Sebagai oksidator bisa dipakai sodium
nitrat atau ammonium nitrat, bahan bakarnya
adalah solar atau minyak diesel, dan pemekanya
bisa berupa bahan peledak atau bukan bahan
peledak yang diaduk dalam 15% media air.
Bahan peledak emulsi
Bahan peledak emulsi terbuat dari campuran antara fase
larutan oksidator berbutir sangat halus sekitar 0,001 mm
(disebut droplets) dengan lapisan tipis matrik minyak
hidrokarbonat. Emulsi ini disebut tipe “air-dalam-minyak”
(water-in-oil emulsion). Emulsifier ditambahkan untuk
mempertahankan fase emulsi. Dengan memperhatikan
butiran oksidator yang sangat halus dapat difahami bahwa
untuk membuat emulsi ini cukup sulit, karena untuk
mencapai oxygen balance diperlukan 6% berat minyak di
dalam emulsi harus menyelimuti 94% berat butiran
droplets. Gambar 3.5 memperlihatkan bentuk struktur
emulsi dengan pembesaran 1250 x, 10.000 x dan 50.000 x.
Bahan peledak heavy ANFO
Bahan peledak heavy ANFO adalah
campuran daripada emulsi dengan ANFO
dengan perbandingan yang bervariasi
Keuntungan dari campuran ini sangat
tergantung pada perbandingannya,
walaupun sifat atau karakter bawaan dari
emulsi dan ANFO tetap mempengaruhinya.
Keuntungan penting dari pencampuran ini
adalah:
Cara pembuatan heavy ANFO cukup sederhana
karena matriks emulsi dapat dibuat di pabrik
emulsi kemudian disimpan di dalam tangki
penimbunan emulsi. Dari tangki tersebut emulsi
dipompakan ke bak truck Mobile
Mixer/Manufacturing Unit (MMU) yang biasanya
memiliki tiga kompartemen. Emulsi dipompakan ke
salah satu kompartemen bak, sementara pada dua
kompartemen bak yang lainnya disimpan
ammonium nitrat dan solar. kemudian MMU
meluncur ke lokasi yang akan diledakkan.
Bahan peledak berbasis
nitrogliserin
Kandungan utama dari bahan peledak ini adalah
nitrogliserin, nitoglikol, nitrocotton dan material selulosa.
Kadang-kadang ditambah juga ammonium atau sodium
nitrat. Nitrogliserin merupakan zat kimia berbentuk cair
yang tidak stabil dan mudah meledak, sehingga
pengangkutannya sangat beresiko tinggi.
Alfred Nobel yang pertama kali menemukan kiieselguhr
sebagai penyerap nitrogliserin yang baik dan hasil
campurannya itu dinamakan bahan peledak dinamit.
Saat itu kandungan kiieselguhr dan NG divariasikan
untuk memberikan energi yang diinginkan dan
keamanan dalam pengangkutannya.
Bahan peledak ini mempunyai sifat plastis
yang konsisten (seperti lempung atau
dodol), berkekuatan (strength) yang tinggi,
densitas tinggi, dan ketahanan terhadap air
sangat baik, sehingga dapat digunakan
langsung pada lubang ledak yang berair.
Bahan dikemas (dibungkus) oleh kertas
mengandung polyethylene untuk mencegah
penyerapan air dari udara bebas.
Adapun kelemahan bahan peledak jenis ini :
• Mengandung resiko kecelakaan tinggi pada saat
pembuatan di pabrik maupun pengangkutan
• Sensitif terhadap gesekan, sehingga sangat
berbahaya apabila tertabrak atau tergilas oleh
kendaraan
• Membuat kepala pusing
• Tidak dapat digunakan pada lokasi peledakan
yang bertemperatur tinggi
• Biaya pembuatan tinggi
Seri AN Gelinite buatan ICI Explosives (1988)
Bahan peledak permissible
Bahan peledak permissible adalah bahan peledak
yang khusus digunakan pada tambang batubara
bawah tanah. Bahan peledak ini harus lulus
beberapa tahapan uji keselamatan yang ketat
sebelum dipasarkan. Pengujian terutama
diarahkan pada keamanan peledakan dalam
tambang batubara bawah tanah yang umumnya
berdebu agar bahan peledak tersebut tidak
menimbulkan kebakaran tambang.
Bahan peledak permissible berbasis emulsi
(ICI-Explosive, 1988)
Bahan peledak black powder
Black powder atau gunpowder pertama kali dibuat
pada abad ke 13 dan digunakan baik untuk
keperluan militer maupun penambangan.
Komposisi black powder adalah serbuk
batubara, garam, dan belerang. Bahan peledak
ini terbakar cepat sekali, bisa mencapai
kecepatan rambat 100 ±10 detik per meter atau
60 meter per detik pada kondisi terselubung,
tetapi tidak bisa meledak. Oleh sebab itu black
powder diklasifikasikan sebagai bahan peledak
lemah (low explosive).