BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG Masalah kesehatan nasional sampai saat ini masih cukup tinggi dilihat dari indicator keberhasilan secara umum, yaitu : angka harapan hidup 70,5, angka kematian ibu 228/100.000 kelahiran hidup, dan angka kematian bayi 34/1.000 kelahiran hidup, angka prevalensi gizi kurang 18,4 %. Status kesehatan tersebut akan lebih buruk pada kelompok masyarakat miskin yaitu 4 kali lebih besar. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan, akses pelayanan kesehatan dan kemampuan membayar pelayanan kesehatan yang semakin mahal. 1 Berdasarkan organisasi kesehatan sedunia (WHO), undang-undang dasar 1945 pasal 28 H dan undang-undang itu, setiap individu, keluarga, dan nomor 23/1992 tentang kesehatan, masyarakat berhak memperoleh menetapkan bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap warga. Karena perlindungan terhadap kesehatannya, dan Negara bertanggung jawab

mengatur agar terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. 1 Untuk menjamin akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan, sejak tahun 1998 pemerintak melaksanakan berbagai upaya pemeliharaan kesehatan penduduk miskin. Pada tahun 2005 pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin diselenggarakan dalam mekanisme asuransi kesehatan yang dikenal dengan program jaminan pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat miskin/Askeskin. Atas pertimbangan pengendalian biaya kesehatan, peningkatan mutu, transparansi, dan akuntabilitas dilakukan perubahan mekanisme pada tahun 2008 yang dikenal dengan jaminan kesehatan masyarakat. 1

1

Jamkesmas adalah program bantuan social untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Program ini diselenggarakan secara nasional agar subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2008) program jamkesmas pada dasarnya adalah upaya penyempurnaan program askeskin yang telah berjalan 4 tahun khususnya dalam hal ketepatan sasaran. 2 Beberapa masalah selama pelaksanan jamkesmas masih ditemui sehingga manfaat yang dirasakan belum optimal. Beberapa masalah utama antara lain masih adanya masyarakat miskin belum mendapat pelayanan, obat masih dibeli di apotek, uang jamkesmas semua disetor ke kas daerah, peserta PKH yang tidak dijamin jamkesmas, dana jamkesmas untuk beli obat, perlu kejelasn tentang jasa medis/pelayanan, sisa dana di beberapa puskesmas masih banyak dan masalah lain yang perlu diselesaikan dalam upaya meningkatkan pelaksanaan program jamkesmas. 1

1.2.

TUJUAN 1) Untuk mengetahui kepesertaan JAMKESMAS di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Pinang. 2) Untuk mengetahui pelayanan kesehatan bagi peserta JAMKESMAS di wilayah kerja puskesmas tanjung pinang. 3) Untuk mengetahui pendanaan JAMKESMAS di puskesmas tanjung pinang.

2

1.3.

MANFAAT Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai sebagai berikut : 1. Bagi penulis Sebagai syarat kepaniteraan klinik senior (KKS) guna memperoleh gelar Dokter. 2. Bagi peneliti lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan untuk penelitian lebih lanjut dalam rangka peningkatan pelayanan jamkesmas. 3. Bagi Puskesmas Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan untuk meningkatkan mutu pelayanan jamkesmas.

3

4 Tujuan khusus : a. 4 Sasaran : Sasaran program adalah masyarakat miskin dan tidak mampu di seluruh Indonesia sejumlah 76. TUJUAN DAN SASARAN JAMKESMAS Tujuan umum : Meningkatkan akses dan mutu kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien. tidak termasuk yang sudah mempunyai jaminan kesehatan lainnya. Meningkatkan cakupan masyarakat miskin dan tidak mampu mendapat pelayanan kesehatan di puskesmas serta jaringannya dan rumah sakit. PENGERTIAN JAMKESMAS Jamkesmas merupakan singkatan dari jaminan kesehatan masyarakat dan merupakan bagian dari pengentasan kemiskinan yang bertujuan agar akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dapat ditingkatkan sehingga tidak ada lagi maskin yang kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan karena alas an biaya. 3 2.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. c. b. 4 4 . Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.4 juta jiwa. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.2.1.

3. Berdasarkan jumlah sasaran nasional tersebut Menkes membagi alokasi sasaran kuota kabupaten/kota. segera dikirim daftar tersebut dalam bentuk dokumen elektronik (soft copy) dan dokumen cetak (hard copy) kepada : a) PT Askes (persero) setempat untuk segera diterbitkan dan didistribusikan kartu peserta. 3) Berdasarkan kuota/kota sebagaimana butir kesua di atas. Apabila jumlah peserta Jamkesmas yang ditetapkan bupati/walikota melebihi dari jumlah kuota yang telah ditentukan.4 juta jiwa bersumber dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006 yang dijadikan dasar penetapan jumlah sasaran peserta secara nasional oleh Menkes Kesehatan RI (MENKES). b) Rumah sakit setempat untuk digunakan sebagai data peserta Jamkesmas yang dapat dilayani di Rumah Sakit. 4) Bagi kabupaten/ kota yang telah menetapkan peserta Jamkesmas lengkap dengan nama dan alamat peserta serta jumlah peserta Jamkesmas yang sesuai dengan kuota.1 juta Rumah Tangga Miskin (RTM) atau sekitar 76. bahan pembinaan. monitoring dan evaluasi. yang terdaftar dan memiliki kartu dan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. nama dan alamat peserta dalam bentuk keputusan bupati/walikota. 5 . maka menjadi tanggung jawab Pemda setempat. pelaporan dan sekaligus sebagai bahan analisis. TATA LAKSANA KEPESERTAAN Dalam menetapkan keanggotaan peserta Jamkesmas terdapat beberapa ketentuan umum yang antara lain : 4 1) Peserta Program Jamkesmas adalah setiap orang miskin dan tidak mampu selanjutnya disebut peserta Jamkesmas tahun 2008. bupati/walikota menetapkan peserta Jamkesmas kabupaten/kota dalam satutan jiwa berisi nomor. sebagai bahan analisis dan pelaporan.2. 2) Jumlah sasaran pesera Program Jamkesmas tahun 2008 sebesar 19.

5) Bagi pemerintah kabupaten/ kota yang telah menetapkan jumlah dan nama. monitoring. dan alamat). nama dan alamat masyarakat miskin secara lengkap diberikan waktu sampai dengan akhir Juni 2008. maka kartu peserta lama atau SKTM masih diberlakukan. kartu peserta lama atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) masih berlaku sepanjang yang bersangkutan ada dalam daftar masyarakat miskin yang ditetapkan oleh bupati/ walikota. d) Dinas Kesehatan kabupaten/ kota atau tim pengelola Jamkesmas Provinsi setempat sebagai bahan kompilasi kepesertaan. selama proses penerbitan distribusi kartu belum selesai. 6 . nama. Sementara menunggu surat keputusan tersebut sampai dengan penertbitan dan pendistribusian kartu peserta.c) Dinas Kesehatan kabupaten/ kota atau tim pengelola Jamkesmas Propinsi setempat sebagai pembinaan. sebagai database kepesertaan nasional. pelaporan serta pengawasan. e) Departemen kesehatan RI. bahan dasar verifikasi tim pengelola pusat. evaluasi. 6) Bagi pemerintah kabupaten/kota yang belum menetapkan jumlah. evaluasi dan bahan analisis. monitoring. pembayaran klaim rumah sakit. pembinaa. analisis. Apabila sampai batas waktu tersebut pemerintah kabupaten/ kota belum dapat menetapkan sasaran masyarakat miskinnya. pelaporan serta pengawasan. evaluasi. penertbitan dan distribusi kartu sampai ke peserta menjadi tangung jawab PT Askes (Persero). 7) Pada tahun 2008 dilakukan penerbitan kartu peserta Jamkesmas baru yang pencetakan blanko. analisis. masyarakat miskin (no. pembinaan. monitoring. maka terhitung 1 Juli 2008 pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat miskin di wilayah tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat. entry data.

4) PT Askes (Persero) menyerahkan Kartu Peserta kepada yang berhak. pengemis. 10) Bagi bayi yang terlahir dari keluarga peserta Jamkesmas langsung menjadi peserta baru sebaliknya bagi peserta yang meninggal dunia langsung hilang hak kepesertaanya. karena sesuatu hal tidak terdaftar dalam surat keputusan bupai/ walikota. 4 2. ADMINISTRASI KEPESERTAAN Administrasi kepesertaan meliputi : registrasi. kemudian dilakukan entry oleh PT Askes (Persero) untuk menjadi database kepeseraan di kabupaten/ kota 2) Entry data setiap peserta meliputi antara lain : a) Nomor kartu b) Nama peserta c) Jenis kelamin d) Tempat dan tanggal lahir/ umur e) Alamat 3) Berdasarkan database tersebut kemudian kartu diterbitkan dan didistribusikan sampai ke peserta. mengacu kepada penetapan bupati/ walikota dengan tanda terima yang ditandatangani/ cap jempol peserta atau anggota keluarga peserta. dan pendistribusian Kartu sampai ke Peserta sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT Askes (Persero) dengan langkah-langkah sebagai berikut : 4 1) Data peserta yang telah ditetapkan Pemda. 9) Bagi masyarakat miskin yang tidak mempunyai kartu identitas seperti gelandangan. 7 .4. penerbitan.8) Setelah peserta menerima kartu baru maka lama yang diterbitkan sebelum tahun 2008. akan dikoordinasikan oleh PT Askes (Persero) dengan Dinas Sosial setempat untuk diberikan kartunya. dinyatakan tidak berlaku lagi meskipun tidak dilakukan penarikan kartu peserta. anak terlantar.

RUANG LINGKUP PROGRAM JAMKESMAS Pelayanan rawat jalan tingkat primer yang dimaksud adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh PUskesmas dan jaringannya termasuk UKBM (Poskesdes. Posyandu. 2008). (Depkes. dll) diwilayah tersebut yang mencakup : 1 a) Pemeriksaan kesehatan dan konsultasi kesehatan b) Pelayanan pengobatan umum 2.5. Pos UKK. Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Primer 8 .5. gubernur.1.5) PT Askes (Persero) melaporkan hasil pendistribusian kartu peserta kepada bupati/ walikota. BAGAN 1 Alur Registrasi dan Distribusi Kartu Peserta JAMKESMAS 4 2. departemen kesehatan RI. dinas kesehatan propinsi dan kabupaten/ kota serta rumah sakit setempat.

2. k) Pemberian obat l) Rujukan 1 Tempat pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat Primer tersebut dapat dilakukan di Puskesmas dan Jaringannya baik berupa kegiatan pelayanan kesehatan di dalam gedung maupun kegiatan pelayanan kesehatan di luar gedung yang meliputi : a) Puskesmas perawatan b) Puskesmas c) Puskesmas Keliling d) Puskesmas Pembantu e) Pos Kesehatan Desa f) Pos UKBM (Posyandu. Pos Obat Desa dan lainnya) g) Atau sarana lainnya yang tersedia di wilayah tersebut termasuk rumah penduduk. anak balita) h) Pelayanan imunisasi wajib bagi bayi dan ibu hamil i) Pelayanan kesehatan melalui kunjungan rumah j) Pelayanan Keluarga Berencana (alat kontrasepsi disediakan BKKBN) termasuk penanganan efek samping dan komplikasi.c) Pelayanan gigi termasuk cabut dan tambal d) Penanganan gawat darurat e) Pelayanan gizi kurang/buruk f) Tindakan medis/operasi kecil g) Pelayanan kesehatan Ibu dan Anak (pemeriksaan ibu hamil. Pos UKK.5. 1 2. ibu nifas. bayi. Pelayanan Kesehatan Rawat Inap Tingkat Primer Pada kondisi pasien rawat jalan perlu dilakukan perawatan maka sebagai alternative untuk perawatan lanjutan adalah dilakukan rawat inap di Puskesmas Perawatan sesuai dengan kemampuan sarana yang dimiliki. 9 . dan neonates.

1 Jenis pelayanan pada Puskesmas perwatan tersebut : a) Penanganan gawat darurat b) Perawatan pasien rawat inap termasuk perawatan gizi buruk dan gizi kurang c) Perawatan persalinan d) Perawatan satu hari (one day care) e) Tindakan medis yang diperlukan f) Pemberian obat g) Pemeriksaan laboratorium dan penunjang medis lainnya h) Rujukan1 2.3.apabila tidak memiliki kemampuan perawatan lanjutan harus dilakukan rujukan ke PPK lanjutan yang memberikan pelayanan Program Jamkesmas. Pelayanan pertolongan persalinan tersebut mencakup : a) Observasi proses persalinan b) Pertolongan persalinan normal c) Pertolongan persalinan pervaginam dengan penyulit (Puskesmas dengan fasilitas PONED) d) Pelayanan gawat darurat persalinan e) Perawatan nifas (Ibu dan neonates) f) Pemeriksaan laboratorium dan penunjang diagnostic lain g) Pemberian obat h) Akomodasi dan makan pasien i) Rujukan.5. Bidan dan dokter praktek sedanglan pertolongan persalinan pervaginam dengan penyulit dapat dilakukan di Puskesmas dengan Fasilitas PONED sesuai kompetensinya. 1 10 . Pelayanan Pertolongan Persalinan Pelayanan pertolongan persalinan normal dapat dilakukan di Puskesmas dan Jaringannya termasuk Poskesdes.

Rumah Bersalin maupun dirumah penduduk oleh tenaga kesehatan yang berkompeten. BKMM. Pustu ke Puskesmas/Puskesmas perawatan. BBKPM. antar Puskesmas dan dari Puskesmas ke PPK rujukan (RS. Pelaksanaan rujukan harus didasarkan pada indikasi medis sehingga Puskesmas harus dapat 11 .5.5. 1 Bayi baru lahir dari peserta Jamkesmas secara otomatis menjadi peserta Jamkesmas.BKIM) atau sarana penunjang medis lainnya. dan ketersediaan dana). Poskesdes. 1 2.4. prasarana. Pelayanan Spesialistik Pada dasarnya Program Jamkesmas di Puskesmas dan Jaringannya termasuk Pokesdes adalah pelayanan kesehatan perorangan Primer tetapi dalam rangka peningkatan akses pelayanan kesehatan perorangan sekunder apabila Puskesmas memiliki fasilitas pelayanan spesialistik baik berupa pelayanan dokter spesialis yang bersifat tetap (rawat jalan) maupun pelayanan penunjang spesialistik (laboratorium. Bidan. Prosedur rujukan dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur dengan prinsip portabilitas. dll) maka kegiatan tersebut dapat menjadi bagian kegiatan program Jamkesmas di Puskesmas dan jaringannya tetapi perlu pengaturan secara khusus (perlu pembatasan khususnya berbagai jenis tindakan dengan memperhatikan kondisi sarana. apabila bayi baru lahir memerlukan pertolongan lanjutan di PPK rujukan dapat dilakukan rujukan dari Puskesmas dan Jaringannya tanpa harus diterbitkan kartu Jamkesmas baru. kompetensi.5. 1 2. cukup kartu dari pihak orang tua dan keterangan rujukan dari Puskesmas.Tempat pelayanan pertolongan persalinan dapat dilakukan di sarana pelayanan kesehatan yaitu Puskesmas dan jaringannya. BKPM. Dokter Praktek. Radiologi. Pelayanan Rujukan Rujukan pelayanan kesehatan yang dimaksud adalah proses rujukan kasus maupun rujukan specimen/penunjang diagnostic yang dapat berasal dari Poskesdes.

6. 1 Semua jenis pelayanan kesehatan dasar yang tersedia di Puskesmas wajib diberikan kepada peserta Jamkesmas atas indikasi medis. PENDANAAN JAMKESMAS Sumber pendanaan program Jaminan Kesehatan Masyarakat sektor bagi 2. Selisih harga diluar jenis paket dan tarif pelayanan kesehatan tahun 2008. sehingga Puskesmas dapat melakukan filtrasi rujukan (kasus yang dapat ditangani Puskesmas sesuai kompetensi dan tidak memerlukan rujukan harus ditangani di Puskesmas) 1 Prosedur rujukan harus disertai sengan surat rujukan.6. Poskesdes/Polindes ke Puskesmas atau dari Puskesmas Pembantu. Sumber dan Alokasi Dana (Jamkesmas) merupakan bantuan sosial yang berasal dari APBN menunjang dan melengkapi miskin yang pembiayaan tidak pelayanan dalam kesehatan kesehatan dan kontribusi APBD. Pelayanan rujukan diatas adalah berupa penyediaan biaya transportasi dari Pustu. Poskesdes. Pemerintah daerah berkontribusi dalam masyarakat miskin di daerah masing-masing meliputi antara lain : 1 Masyarakat masuk pertanggungan kepesertaan Jamkesmas. 1 Pada kondisi gawat darurat proses rujukan dapat langsung dari Puskesmas Pembantu. Sedangkan biaya transportasi 12 . 1 2. Poskesdes ke PPK rujukan terdekat.1.melakukan kendali dalam hal rujukan. Biaya transportasi rujukan dan rujukan balik pasien maskin dari RS Kabupaten/Kota ke RS yang dirujuk. Pengendalian rujukan oleh Puskesmas tersebut akan sangat berdampak pada pengendalian biaya karena dan Jamkesmas yang ada di Puskesmas termasuk di dalamnya adalah dana untuk transportasi rujukan. Puskesmas ke PPK rujukan dan biaya rujukan pemeriksaan specimen/penunjang medis.

2. Penanggungan biaya transportasi pendamping pasien rujukan.2. Menanggulangi kekurangan dana operasional Puskesmas. b. Dana yang diterima Puskesmas. Pencairan dan Pemanfaatan Dana di Puskesmas a. Penyaluran dana ke Puskesmas berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang mencantumkan nama dan alokasi Puskesmas penerima dana yang akan dikirimkan secara bertahap. Puskesmas membuat Plan Of Action (POA) yang telah dibahas dan disepakati sebelumnya pada forum lokakarya mini Puskesmas.3. Pendamping pasien rawat inap.6.rujukan - dari Puskesmas ke RS/BKMM/BBKPM/BKPM/BP4/BKIM ditanggung oleh biaya operasional Puskesmas.6. c. Setiap pengambilan dana dari rekening Puskesmas harus mendapat persetujuan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau pejabat yang ditunjuk sesuai dengan POA yang telah disusun sebagaimana butir a. Penyaluran Dana ke Puskesmas Dana untuk Pelayanan Kesehatan masyarakat miskin di Puskesmas dan jaringannya disalurkan langsung dari Departemen Kesehatan (cq Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat) ke Puskesmas melalui pihak PT Pos Indonesia. dimanfaatkan untuk membiayai: 1) Dana pelayanan kesehatan dasar yang meliputi: 4 a) Biaya pelayanan dalam dan luar gedung b) Biaya jasa pelayanan kesehatan c) Biaya transportasi petugas d) Biaya rawat inap e) Biaya penanganan komplikasi kebidanan dan neonatal di Puskesmas PONED 13 . 4 2.

4 Alokasi dana setiap Puskesmas ditetapkan berdasar SK kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dengan mengacu keputusan menteri kesehatan tentang alokasi dana tiap kabupaten/kota yang dikirimkan keseluruh kabupaten/kota.dikalikan 12 bulan.f) Biaya jasa pelayanan dokter spesialis dan penggunaan peralatan penunjang spesialistik g) Biaya transport dan petugas kesehatan pendamping untuk rujukan 2) Dana pertolongan persalinan: 4 a) Biaya pertolongan persalinan normal. Dana untuk kegiatan pelayanan kesehatan program Jamkesmas di Puskesmas dan jaringannya disalurkan melalui PT.1. Alokasi dana tiap kabupaten/kota dihitung berdasarkan jumlah sasaran Jamkesmas yang ditetapkan Menkes (kuota) dikalikan Rp.3/2036/2007 tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Kesehatan Dasar dan Pertolongan Persalinan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin di Puskesmas dan jaringannya tahun 2007. 4 14 .Pos Indonesia (Persero). Peserta Jamkesmas tidak boleh dikenakan iur bayar dengan alasan apapun. apabila dalam Perda Tarif tidak mengatur tentang jasa pelayanan kesehatan dapat dibuatkan Surat Keputusan Bupati/Walikota berdasarkan usulan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 4 Biaya jasa pelayanan kesehatan mengacu pada Perda Tarif.05/BI.000. Pengelolaan dan pemanfaatan dana Jamkesmas di Puskesmas beserta jaringannya secara rinci diatur dengan Keputusan Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Nomor HK.. b) Biaya pelayanan nifas.03.

4 Verifikasi Program Jaminan Kesehatan Masyarakat meliputi: verifikasi administrasi kepesertaan. dengan mengacu kepada standar penilaian klaim. dan memproses klaim sesuai dengan hak dan tanggung jawabnya. Pengecekan kebenaran dokumen identitas peserta program Jaminan Kesehatan Masyarakat 2. Tiap-tiap RS/BKMM/BBKPM/BKPM/BP4/BKIM akan ditempatkan pelaksana verifikasi yang jumlahnya diperhitungkan dari jumlah TT yang tersedia di RS/BKMM/BBKPM/BKPM/BP4/BKIM dan beban kerja. Pelaksana Verifikasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari di RS/BKMM/BBKPM/BKPM/BP4/BKIM berdasarkan beban kerja di bawah koordinasi Tim Pengelola JAMKESMAS Kabupaten/ Kota. administrasi pelayanan dan administrasi keuangan. 15 . Pembayaran dan Pertanggungjawaban Dana di Puskesmas Pembayaran ke Puskesmas dan jaringannya harus dipertanggung jawabkan dengan dilakukan verifikasi pelayanan meliputi: RJTP (jumlah kunjungan dan rujukan). 4 Proses verifikasi dalam pelaksanaan JAMKESMAS.4. Pengecekan adanya Surat Rujukan dari PPK dan Penerbitan SKP (Surat Keabsahan Peserta). Tujuan dilaksanakannya verifikasi adalah diperolehnya hasil pelaksanaan program Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin yang menerapkan prinsip kendali biaya dan kendali mutu. Transportasi Rujukan. (1 dan 2) Oleh PT Askes. RITP. meliputi: 4 1. Persalinan.2. 4 Verifikasi Verifikasi adalah kegiatan penilaian administrasi klaim yang diajukan PPK yang dilakukan oleh Pelaksana Verifikasi dengan mengacu kepada standar penilaian klaim. Pelayanan Spesialistik oleh Tim Pengelola JAMKESMAS Kabupaten/Kota.6. 4 Pelaksana verifikasi ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi atas nama Menteri Kesehatan yang ditugaskan untuk melaksanakan penilaian administrasi klaim yang diajukan PPK.

tembusan Tim dan Pengelola JAMKESMAS klaim Pusat. Pengecekan kebenaran penulisan paket/diagnosa. prosedur. Propinsi/Kabupaten/Kota laporan rekapitulasi realisasi ke Tim pembayaran Pengelola RS/BKMM/BBKPM/BKPM/BP4/BKIM Propinsi. 16 . Proses memastikan dikeluarkannya data entry rekapitulasi pengajuan klaim oleh petugas RS sesuai dengan format pengajuan klaim 4. Pengiriman rekapitulasi pengajuan klaim yang di tanda tangani oleh Direktur RS/BKMM/BBKPM/BKPM/BP4/BKIM ke TIM Pengelola JAMKESMAS 7. Mengirim Pusat. Kabupaten/Kota. prosedur. No. Kode 5. No. Pengecekan kebenaran besar tarif sesuai paket/diagnosa. Kode 6.3.

1. 17 . pendanaan program JAMKESMAS di Puskesmas Tanjung Pinang.2. pelayanan kesehatan. 3. 3. 3. DESAIN PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. dan beberapa peserta JAMKESMAS di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Pinang. hasil rekaman dan diolah dengan cara analisis isi (analysis content). VARIABLE PENELITIAN Variable pada penelitian ini terdiri dari kepesertaan. INSTRUMENT PENELITIAN Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah panduan pertanyaan wawancara mendalam untuk menggali data dari responden yang dicatat ke dalam kertas. pengurus (bendahara) program JAMKESMAS. 3.5. CARA ANALISIS DATA Analisis secara deskriptif yang dikumpulkan dari hasil wawancara mendalam.3.BAB III METODE PENELITIAN 3. SUBJEK PENELITIAN Subjek pada penelitian ini adalah kepala puskesmas.4.

4) Memelihara sarana dan prasarana PUSKESMAS yang mendukung pelayanan kesehatan. lintas program.1. 5) Melaksanakan sistim pembiayaan PUSKESMAS sesuai PERDA yang berlaku dengan sistim pelayanan satu pintu. 6) Melaksanakan sistim informasi kesehatan yang cepat dan tepat. Puskesmas Tanjung Pinang berada bersama 3 puskesmas lainnya dalam Kecamatan Jambi Timur. Promosi kesehatan. Keberadaannya strategis dengan wilayah kerja yang luas dan jumlah penduduk yang banyak. Kesehatan lingkungan serta pelayanan kesehatan yang bermutu pada masyarakat 2) Memelihara dan meningkatkan kerjasama lintas sektoral. 5 18 . 5 4. 5 MISI 1) Melaksanakan 6 program pokok PUSKESMAS: Pemberantasan Penyakit menular. dengan nama Puskesmas Inpres 5/74. Kesehatan ibu dan anak.2. VISI DAN MISI VISI Menjadikan PUSKESMAS Inpres 5/74 Tanjung Pinang sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang terdepan dan bermutu di kota JAMBI. HISTORI Puskesmas Inpres 5/74 Tanjung Pinang Kota Jambi berdiri Tahun 1974. Gizi. masyarakat dalam upaya melaksanakan program kesehatan 3) Membina SDM PUSKESMAS menjadi terampil dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.BAB IV PROFIL PUSKESMAS TANJUNG PINANG 4.Puskesmas Payoselincah dan Puskesmas Talang banjar.

Jumlah penduduk sampai Desember Tahun 2006 berdasarkan data dari kecamatan adalah 37.4. 5 Batas-batas wilayah Puskesmas Inpres 5/74 Tanjung Pinang adalah : • • • • Sebelah Timur berbatasan Kelurahan Payoselincah Sebelah Barat berbatasan Kelurahan Pasar Jambi Sebelah Utara berbatasan Sungai Batanghari Sebelah Selatan berbatasan Kelurahan Talang Banjar. 5 PETA PUSKESMAS 4.5.140 jiwa (data proyeksi Dinas Kesehatan Kota Jambi adalah 37. Kasang 4. Rajawali 3.560 jiwa 3. GEOGRAFIS Puskesmas Tanjung Pinang terletak di kecamatan Jambi Timur kota Jambi.603 jiwa). Kelurahan Rajawali dan Kelurahan Sijenjang. Sijenjang J U M L A H 37.Wilayah kerja puskesmas mencakup 5 kelurahan.002 jiwa 8.996 jiwa 6.341 jiwa 19 . yaitu Kelurahan Tanjung Pinang.4. Kasang Jaya 5.140 jiwa 4.021 km 2. Tanjung Pinang 2. SOSIAL BUDAYA Jumlah penduduk 13.271 jiwa 5. yang terdiri dari : 5 No Kelurahan 1. Kelurahan Kasang.3. DEMOGRAFI Puskesmas Inpres 5/74 Tanjung Pinang memiliki luas wilayah 2. Kelurahan Kasang Jaya.

11. 2.01 20. 3. 5.94% adalah warga keturunan (tiong hoa).1 14. 2.3 2. 4.6.44 4. 10. AGAMA No 1. Tingkat pendidikan Tamat S1/Akademi Tamat SLTA Tamat SLTP Tamat SD Masih sekolah SD /sederajat Tidak/Belum sekolah Persentase (%) 4. 5 4.23 11.13 15. SARANA 20 .11 18. 5.81 0.14 1. 3.7. 6.93 4. 3.3 10.05% dan 14.21 1.9 41.1 6 4. Pekerjaan Petani sendiri Buruh tani Nelayan Pengusaha Buruh bangunan Pedagang Pengangkut jasa-jasa Pertukangan/kerajinan Pensiunan PNS/ABRI Lain-lain JUMLAH Persentase (%) 0. 4.5 6. Agama Islam Kristen Protestan Kristen Katolik Hindu/Budha Persentase (%) 79. 4.2 1.05 4.8.47 31. 8. 2.6 3. EKONOMI No 1.9.45 4. PENDIDIKAN No 1. 6.8 2. 9. 7.Mayoritas penduduk pribumi dengan persentase 85.

42 POSYANDU 4 sub pos KB.Fasilitas kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Pinang antara lain : • • 1 Puskesmas rawat jalan/puskesmas induk (Puskesmas Inpres 5/74 Tanjung Pinang) 3 buah puskesmas pembantu (PUSTU)  Pustu Kasang Jaya  Pustu Sijenjang I  Pustu Sijenjang II • • • • 1 buah puskesmas keliling (ambulan). 5 21 . 9 unit kendaraan dinas roda dua.

22 .0296 Bayi 31 41 50 79 94 Bumil 34 45 55 87 103 Pinang Total 3545 10585 0.0261 0. double entri.029 0.4 juta jiwa dapat didistribusikan kartunya terutama terhadap gelandangan. penerbitan dan pendistribusian kartu sampai ke peserta sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT.1.0249 0. Semua peserta Jamkesmas mendapatkan kartu kepesertaan yang dapat digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.0261 0.545 KK atau sebanyak 10. Data tersebut bersumber dari data badan pusat statistik (BPS). tampak bahwa peserta Jamkesmas di lima kelurahan yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Tanjung Pinang yang telah memiliki kartu adalah sebanyak 3.1 Administrasi kepesertaan meliputi: registrasi. Tabel 1. Askes (Persero).585 jiwa. pengemis dan anakanak terlantar yang sulit untuk di data. kelahiran baru dan meninggal dunia.3967 295 324 Pada tabel 1. Bupati dan Walikota telah menetapkan peserta di wilayahnya dan telah menjadi kepesertaan Jamkesmas nasional. KEPESERTAAN JAMKESMAS DI PUSKESMAS TANJUNG PINANG Peserta program Jamkesmas adalah setiap orang miskin dan tidak mampu. Berdasarkan kuota kabupaten/kota. Jumlah keluarga miskin peserta program Jamkesmas di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Pinang.BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5. No 1 2 3 4 5 Kelurahan Sijenjang Kasang Kasang jaya Rajawali Tanjung Jumlah KK 311 379 456 1649 750 Jumlah jiwa 1230 1563 1903 2716 3173 CBR 0. 1 Sampai saat ini belum semua database sasaran 76. peserta pindah daerah.

5. sejauh ini masyarakat miskin yang belum memuliki kartu peserta JAMKESMAS tetap dilayani dan mereka disuruh untuk meminta surat keterangan tidak mampu ke RT tempat tinggalnya …. kelahiran baru dan meninggal dunia. ada sebagian yang tidak menjadi peserta.. mulai dari input produksi sumber daya kesehatan. tidak semua masyarakat miskin yang berobat memiliki kartu peserta Jamkesmas.. out put akses dan pemanfaatan sumber daya kesehatan serta out come tingkat kesehatan masyarakat. pengemis dan anakanak terlantar yang sulit untuk di data. pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh. peserta pindah daerah. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang amat penting dan sebagai ujung tombak sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. double entri. “ “ …. nah inilah salah satu masalah disini. Puskesmas yaitu suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan.Kepesertaan JAMKESMAS merupakan salah satu masalah yang dihadapi di Puskesmas Tanjung Pinang karena sebagian dari pasien yang berobat adalah masyarakat miskin namun tidak memiliki kartu peserta JAMKESMAS.. “ Sampai saat ini belum semua database sasaran 76. Hal ini diungkapkan oleh kepala puskesmas : “ …. 6 Menurut Azwar (1996). mungkin mereka tidak terdata atau karena tempat tinggal yang berpindah-pindah sehingga tidak terdata sebagai orang miskin…. PELAYANAN KESEHATAN BAGI PESERTA JAMKESMAS Sistem kesehatan secara garis besar dapat dibedakan menjadi sub sistem pembiayaan (health care financing system) dan sub sistem pelayanan kesehatan (health care delivery system). Sub sistem pemberian pelayanan kesehatan sangat sentral perannya. proses pengelolaannya.2. 23 .4 juta jiwa dapat didistribusikan kartunya terutama terhadap gelandangan..

Begitu datang. kami merasa sedikit kecewa karena kami terlebih dulu di rujuk ke rumah sakit kota. kami ke loket mengambil kartu berobat kemudian keruang dokter setelah itu kami ke apotek untuk mengambil obat ….. tidak dipersulit.. Dikarenakan 24 . kalau berobat di puskesmas ini kami tidak ada masalah tetapi jika kami di rujuk ke rumah sakit. namun mereka sedikit dipusingkan dengan sistem rujukan yang mengharuskan mereka ke rumah sakit kota terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka dirujuk ke rumah sakit Raden Mattaher.. pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan di Puskesmas. “ (R3) Dari beberapa wawancara dengan pasien peserta JAMKESMAS. Peserta tidak diperbolehkan langsung berobat ke rumah sakit tanpa melalui pelayanan di Puskesmas dan jaringannya. dan memberikan penjelasan mengenai penyakit yg diderita dengan baik. Pelayanan yang diberikan baik dan tidak membedakan antara pasien JAMKESMAS ataupun pasien umum. kami dilayani dengan baik dan cepat. kemudian jika spesialisnya tidak ada disana. Semua peserta JAMKESMAS di lingkungan wilayah kerja puskesmas Tanjung Pinang mendapatkan pelayanan kesehatan dasar yang meliputi : pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama (RJTP) beserta jaringannya yaitu berupa Puskesmas Keliling (Puskesling).. dokternya ramah.terpadu dan berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Hal ini didapat dari wawancara dengan beberapa pasien JAMKESMAS : “ … disini pelayanannya bagus.7 Puskesmas Tanjung Pinang merupakan pusat pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama dan bukan merupakan pusat pelayanan rawat inap. itu sedikit membuat kami kecewa …. dan kami dilayani dengan cepat …“ (R1) “ …. kami dirujuk ke rumah sakit Raden Mattaher. “ (R2) “ …. Poliklinik Kesehatan Desa (PKD)/Pondok bersalin Desa (Polindes) dan Puskesmas Pembantu (Pustu).

Menurut keterangan kepala Puskesmas : “…. lain halnya dengan pasien yang sudah pernah dirujuk sebelumnya. Sistem rujukan inilah yang mengharuskan mereka untuk di rujuk ke rumah sakit kota dahulu. ya sebagian pasien mengeluhkan jika mereka dirujuk ke rumah sakit kota dulu.dikalikan 12 bulan. Alokasi dana di hitung berdasarkan jumlah sasaran JAMKESMAS di wilayah Puskesmas Tanjung Pinang (kuota) dikalikan Rp. 5.3. Berdasarkan POA tersebut Puskesmas mengusulkan pencairan dana sebagai uang muka kegiatan (POA bulan 25 . mereka meminta agar langsung saja di rujuk ke rumah sakit Raden Mattaher.. 1. Untuk pencairan/pengambilan dana dari rekening giro Puskesmas. mereka akan meminta agar langsung di rujuk ke rumah sakit Raden Mattaher.1 Dana untuk kegiatan pelayanan kesehatan program Jamkesmas di Puskesmas Tanjung Pinang dan jaringannya disalurkan melalui PT. Pasien yang baru pertama kali mengalami sistem rujukan ini biasanya tidak terlalu keberatan. “ Sistem rujukan yang diterapkan kepeda peserta JAMKESMAS tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.Pos Indonesia (Persero).000.. Puskesmas Tanjung Pinang membuat Plan Of Action (POA) kegiatan dan pembiayaannya. Sumber pendanaan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) di Puskesmas Tanjung Pinang berasal dari APBN sektor kesehatan yang diberikan setiap satu tahun sekali. Pembagian dana kepada Puskesmas diatur oleh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota.. Jadi jika pasien sudah meminta seperti itu pihak Puskesmas langsung merujuk ke rumah sakit Raden Mattaher ….pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta menerapkan pelayanan berjenjang berdasarkan rujukan. Pendanaan program JAMKESMAS di Puskesmas Tanjung Pinang. namun pada kenyataannya dilapangan prosedur tersebut malah membuat rasa ketidaknyamanan dan menimbulkan opini yang secara tidak langsung menjelaskan rasa ketidakpuasan peserta jamkesmas.

325.546. dana yang diterima cukup untuk melaksanakan pelayanan kesehatan bagi setiap peserta Jamkesmas.107. sampai akhir November dana yang telah terpakai oleh Puskesmas Tanjung Pinang adalah sebesar Rp.871. Berdasarkan catatan laporan bulanan pelayanan JAMKESMAS. Pencairan dana bulan berikutnya tetap dengan membuat POA dan laporan pemanfaatan dana sebelumnya serta dilampiri laporan bulanan hasil kegiatan. Hal ini karena cakupan wilayah kerja Puskesmas yang luas dengan peserta Jamkesmas yang cukup banyak. kalau masalah dana. dana yang didapat cukup untuk melaksanakan pelayanan kesehatan.72. Dana tersebut berasal dari APBN dan realokasi dana dari Puskesmas lain.. kita membuat POA kegiatan dan pembiayaannya untuk mendapat rekomendasi dari kepala dinas kesehatan kota untuk pencairan dana. “ Puskesmas tidak diperbolehkan mencairkan dana dari rekening giro pos Puskesmas apabila bukti pengambilan/slip tidak disahkan oleh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota atau pejabat yang ditunjuk. Puskesmas Tanjung Pinang terkadang juga mendapatkan realokasi dana dari puskesmas lain.954. Seperti yang diungkapkan oleh pengurus Jamkesmas di Puskesmas Tanjung Pinang : “ …. dana program Jamkesmas ini disalurkan melalui Giro Pos. Berdasarkan laporan bulanan Puskesmas.. Dana tidak bisa dicairkan jika pada bukti pengambilan tidak disahkan oleh kepala dinas kesehata kota ….pertana) kepada dinas kesehatan kabupaten/kota. kita tidak mengalami masalah.013. dan kadang kita juga mendapat realokasi dana dari Puskesmas yang lain dan apabila dana untuk 26 . Dana yang tersisa Rp.34. dan untuk mencairkan dana.. Dana program Jamkesmas di Puskesmas Tanjung Pinang sejauh ini tidak mengalami masalah. jumlah dana JAMKESMAS yang dimiliki oleh Puskesmas Tanjung Pinang adalah sebesar Rp. Menurut kepala Puskesmas : “ ….059.

tahun ini berlebih maka dana tersebut disimpan untuk digunakan pada tahun berikutnya …. “ Untuk tetap menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Jaringannya secara periodik kepala dinas kesehatan dapat melakukan evaluasi keuangan setiap puskesmas. Proses realokasi dana antar Puskesmas tetap harus mempertimbangkan pencapaian target kegiatan selama satu tahun disetiap Puskesmas.. 27 . dan apabila dipandang perlu maka kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dapat melakukan realokasi dana antar Puskesmas.

b) Puskesmas Tanjung Pinang merupakan pusat pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama dan bukan merupakan pusat pelayanan rawat inap.545 KK atau sebanyak 10. dana yang diterima cukup untuk melaksanakan pelayanan kesehatan bagi setiap peserta Jamkesmas. c) Dana program Jamkesmas di Puskesmas Tanjung Pinang sejauh ini tidak mengalami masalah. 28 . didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut : a) Jumlah peserta Jamkesmas di lima kelurahan yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Tanjung Pinang yang telah memiliki kartu adalah sebanyak 3.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 6. Puskesmas Tanjung Pinang terkadang juga mendapatkan realokasi dana dari puskesmas lain. Kepesertaan JAMKESMAS merupakan salah satu masalah yang dihadapi di Puskesmas Tanjung Pinang karena sebagian dari pasien yang berobat adalah masyarakat miskin namun tidak memiliki kartu peserta JAMKESMAS.585 jiwa. Dari beberapa wawancara dengan pasien peserta JAMKESMAS. pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan di Puskesmas. Hal ini karena cakupan wilayah kerja Puskesmas yang luas dengan peserta Jamkesmas yang cukup banyak. namun mereka sedikit dipusingkan dengan sistem rujukan yang mengharuskan mereka ke RS Abdul Manaf terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka dirujuk ke RS Raden Mattaher karena kurangnya dokter Spesialis di RS Abdul Manaf. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif mengenai Evaluasi Program Jamkesmas di Puskesmas Tanjung Pinang.1.

Pertama. Peserta Jamkesmas mungkin belum mengetahui mengenai sistem pelayanan ini karena kurangnya sosialisasi mengenai program Jamkesmas ini. untuk dilakukan up dating data. ada beberapa permasalahan yang ditemukan mengenai program Jamkesmas di Puskesmas Tanjung Pinang. 29 . mengingat sebagian masyarakat yang tinggal di derah pelosok mungkin belum mengetahui tentang adanya program Jamkesmas ini yang dapat mereka gunakan untuk berobat gratis.2. SARAN Merujuk dari kesimpulan hasil penelitian yang telah dilakukan. Karena itu diharapkan dapat diadakan suatu penyuluhan kepada peserta mengenai pelayanan yang bias mereka dapatkan dari program jaminan kesehatan ini termasuk system rujukan yang diterapkan kepada peserta Jamkesmas. Kedua. dimana mereka di rujuk ke Rumah Sakit Abdul Manaf terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka dirujuk ke RS Raden Mattaher karena kurangnya dokter Spesialis di RS Abdul Manaf. Untuk itu diharapkan pendataan terhadap masyarakat miskin hendaknya dilakukan lebih gencar dan terkoordinir dengan baik agar tidak ada masyarakat miskin yang tidak masuk dalam database Jamkesmas. kepesertaan Jamkesmas belum mencakup semua masyarakat miskin. permasalahan mengenai sistem merujuk pasien peserta Jamkesmas. Bila perlu data masyarakat miskin di kawasan kerja Puskesmas segera diterbitkan. pindah atau bayi baru lahir. serta dibuat petunjuk pelaksanaan pencetakan kartu jamkesmas baru pengganti peserta yang meninggal dunia. Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta Jamkesmas menerapkan pelayanan berjenjang berdasarkan rujukan.6. Promosi kepada masyarakat mengenai program Jamkesmas ini hendaknya juga lebih gencar dilakukan. masih ada sebagian masyarakat miskin yang tidak menjadi peserta Jaminan kesehatan masyarakat tersebut.

30 .Ketiga. masalah pendanaan. sebaikknya digunakan untuk lebih sering melakukan kunjungan ke rumah masyarkat peserta Jamkesmas. dan digunakkan untuk dana Jamkesmas tahun berikutnya. Untuk ini Puskesmas Tanjung Pinang tidak mengalami masalah. Dengan memperhatikan keterbatasan masyarakat tersebut. karena sering mendapat alokasi dana dari Puskesmas lain. Puskesmas diharapkan dapat lebih meningkatkan dan memperbanyak upaya-upaya kesehatan diluar gedung untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga cakupan akan meningkat sehingga seluruh masyarakat khususnya masyarakat miskin dapat mengakses pelayanan kesehatan dasar. Malah dana yang ada sering berlebih. Alangkah baiknya apabila banyak dana yang tersisa.

dkk-bpp. Prapatan. 4. Petunjuk Teknis Program Jaminan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas dan Jaringannya tahun 2009. Magister KP-MAK. Hal : 65-67. Yogyakarta. 6.com. Magister Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. 2008. Azwar. Sistem Jaminan Kesehatan : Konsep Desentralisasi Terintegrasi. Yogyakarta. Mukti A. 3. Di unduh dari : http://prapatan.G. Di akses pada tanggal 25 November 2010. 1996. Profil Puskesmas. Pengantar Administrasi Kesehatan. 5. Good Govermance dalam Pembiayaan Pelayanan Kesehatan. Depkes RI. 2007 7. Binarupa Aksara.wordpress. A. 2008. Bupati/Walikota Diminta Segera Tetapkan Data Peserta Akseskin. FK UGM. Jakarta 2.G. 31 .DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta. Mukti A. Diunduh dari: http://puskesmastanjungpinang. Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehata Masyarakat (JAMKESMAS). Depkes RI (2008).com. 2008. Jakarta. (2009). Di akses pada tanggal 25 November 2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful