Anda di halaman 1dari 59

Sumardiyono, SKM, M.Kes.

DASAR MATA KULIAH ETIKA PROFESI


STANDAR 5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN

SUASANA AKADEMIK
5.8 Eti ka pro fesi . 5.8 Pembekalan lulusan program studi dengan etika profesi. Ada dan cara pembekalannya sangat baik, diberikan dalam mata kuliah khusus. Ada dan cara pembekalanny a baik, namun tidak dalam bentuk mata kuliah khusus. Ada dan cara pembekalan nya cukup baik dan efektif. Tidak ada, dengan penjelasan . Tidak ada, tanpa penjelasan .

ETIKA PERGAULAN
A. Apakah Etika Pergaulan itu ? Etika pergaulan yaitu sopan santun / tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.
B. Mengapa Etika Pergaulan harus diperhatikan ? Manusia dituntut untuk saling berhubungan, mengenal dan membantu. Agar tingkah laku kita diterima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan kita. Tata krama dan tingkah laku sehari-hari merupakan cermin pribadi kita sendiri

C. Apa yang harus diperhatikan dalam etika pergaulan ? Pandai menempatkan diri Dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua, sebaya, dan yang lebih muda. Misalnya :
Orang yang lebih tua / yang dituakan harus kita

hormati. Orang yang sebaya harus dihargai Orang yang lebih muda harus disayangi.

D. Dimana dan kapan saja kita harus ber Etika? Dalam berinteraksi/berhubungan timbal balik dengan seluruh anggota keluarga.
1. Di Sekolah : Dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan seluruh personal (Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi/TU, Pesuruh Sekolah, Teman dan lain sebagainya. 2. Di Masyarakat : Dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota masyarakat. Misal di Toko dengan pelayan Toko, di Kantor Pos dengan karyawannya, dan sebagainya.

Penerapan Etika yang lain :


1. Sikap terhadap sesama
2. Etika keluarga 3. Etika profesi

4. Etika politik
5. Etika lingkungan 6. Etika idiologi

Sopan santun dalam pergaulan :


Dalam berbicara
Dalam berkenalan Dalam menelpon

Dalam menegur / memberi hormat


Dalam bertamu Dalam berpakaian Dalam surat-menyurat

Kuliah_2

PENGERTIAN ETIKA
Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara

hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Misal: etika berkenalan, bertelepon, bergaul, di keluarga, masyarakat, internasional dsb.

Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk

menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya.

Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal

dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :

Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai

pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

Ada dua macam etika yang harus kita pahami

bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia : ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku atau sikap yang mau diambil.

ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha

menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :


ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi

dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teoriteori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teoriteori.

ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip

moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.

Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : Cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tindakan, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :


a. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri. b. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

Etika dan Estetika


Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang

berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma moral, norma agama dan norma sopan santun.
Estetika adalah hal yang mempelajari kualitas keindahan dari

obyek, maupun daya impuls dan pengalaman estetik pencipta dan pengamatannya. Estetika dalam kontek penciptaan menurut John Hosper merupakan bagian dari filsafat yang berkaitan dengan proses penciptaan karya yang indah

Etika dan Etiket


Etika (ethics) berarti moral sedangkan etiket (etiquette) berarti

sopan santun. Persamaan antara etika dengan etiket yaitu: Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Istilah tersebut dipakai mengenai manusia tidak mengenai binatang karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket. Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Justru karena sifatnya normatif maka kedua istilah tersebut sering dicampuradukkan.

PERBEDAAN ANTARA ETIKA DENGAN ETIKET


1. Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu. Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. 2. Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Misal: Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa.

PERBEDAAN ANTARA ETIKA DENGAN ETIKET


3. Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Etika jauh lebih absolut. Perintah seperti jangan berbohong, jangan mencuri merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar. 4. Etiket hanya memadang manusia dari segi lahiriah saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam. Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu. Orang dapat memegang etiket namun munafik sebaliknya seseorang yang berpegang pada etika tidak mungkin munafik karena seandainya dia munafik maka dia tidak bersikap etis. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.

Etika dan Ajaran Moral


Etika perlu dibedakan dari moral. Ajaran moral memuat

pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat pada sekelompok manusia. Ajaran moral mengajarkan bagaimana orang harus hidup. Ajaran moral merupakan rumusan sistematik terhadap anggapan tentang apa yang bernilai serta kewajiban manusia. Etika merupakan ilmu tentang norma, nilai dan ajaran moral. Etika merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai 5 ciri khas yaitu bersifat rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif (tidak sekadar melaporkan pandangan moral melainkan menyelidiki bagaimana pandangan moral yang sebenarnya).

Pluralisme moral, diperlukan karena:


1. pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya

perbedaan suku, daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan; 2. modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional; 3. berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan, masing-masing dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup.

Profesi
Istilah profesi adalah suatu hal yang berkaitan dengan

bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan dapat disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, & penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Maka orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki.

Profesi
Akan tetapi tanpa disertai suatu kesadaran diri yang

tinggi, profesi dapat dengan mudahnya disalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorang di bidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasil mengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hak pencipta atas program yang dikomersialkan itu. Sehingga atas dasar itu perlu diperoleh pemahaman atas etika profesi dengan memahami pula rumusannya dalam bentuk kode etik profesi tersebut.

PROFESI & PROFESIONAL


PROFESI, adalah pekerjaan yang

sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.

dilakukan

PROFESIONAL, adalah

orang yang mempunyai profesi

PROFESI :
Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus. Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu). Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup. Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.

PROFESIONAL :
Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya. Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu. Hidup dari situ. Bangga akan pekerjaannya.

Profesi dan Pekerjaan (Occupation)


Silang pendapat mengenai beda profesi dengan

okupasi. pertanyaan terpenting bukanlah apa suatu pekerjaan dapat dikatakan profesi, tetapi adalah sejauh mana pekerjaan itu menunjukkan ciri-ciri profesionalisasi. Profesi sejati berorientasi pada pekerjaan yang terbaik, berarti semakin tinggi profesionalismenya. Kode etik dan ideologinya tidak terbatas pada lingkup kerjanya, namun memasuki kehidupan pribadinya sehingga tercermin dalam status dan gaya hidup yang universal didalam segala aspek kehidupan.

Seorang dokter atau rohaniawan misalnya senantiasa

berada on-call atau dalam tugas, dengan dedikasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu sepanjang usianya. Peran dalam pekerjaannya itu bersifat menyeluruh dengan membawa implikasi bahwa keanggotaan dalam kelompok okupasi itu menuntut perlunya pertemuan antar anggota untuk menetapkan gaya hidup yang dapat diterima dan komprehensif, antara lain kode etik profesi (professional code of conduct)

Ciri-Ciri Profesi
Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan

keterampilan (Kompetensi) dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

Syarat Suatu Profesi


Melibatkan kegiatan intelektual. Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. Memerlukan persiapan profesional yang dalam dan bukan

sekedar latihan. Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Menentukan standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.

Profesi Mulia
Profesi kesehatan, higienist industri, kesehatan kerja,

keselamatan kerja adalah profesi yang sangat mulia. Profesi yang menurut banyak orang, yang sudah tidak berminat akan gaji dan harta duniawi, dan bertekad menghabiskan sisa hidupnya untuk kemanusiaan. Hanya sedikit manusia yang mampu benar-benar menjadi tenaga tersebut sesuai tuntutan profesi yang dianggap mulia itu.

DAFTAR PROFESI
Pembagian daftar pekerjaan berdasarkan profil minat

seseorang.
Daftar profesi dibagi menjadi enam cluster, Terdapat 6 cluster Cluster dikategorisasikan lagi menjadi Job Zone. Terdapat 5 Job Zone dimasing-masing cluster,

6 cluster dalam Profesi


1. REALISTIK
2. INVESTIGATIVE 3. ARTISTIC

4. SOCIAL
5. ENTERPRISING 6. CONVENTIONAL

5 Job Zone dimasing-masing cluster


Job Zone 1: tidak membutuhkan banyak persiapan. List profesi yang berada di zone ini disamping tidak terlalu

membutuhkan ketrampilan yang tinggi, juga tidak diharuskan memiliki pengetahuan khusus.

Job Zone 2: dibutuhkan sedikit persiapan. Profesi yang masuk dalam zone ini membutuhkan pengetahuan

dan ketrampilan tertentu yang harus dikuasai, namun cukup dapat dilakukan orang pada umumnya.

Job Zone 3: tingkat persiapan sedang. Profesi yang ada dalam zone ini relatif membutuhkan

pengetahuan dan ketrampilan standar yang didapat dari tingkat pendidikan yang cukup tinggi atau jumlah jam pengalaman kerja.

Job Zone 4: tingkat persiapan tinggi. Profesi-profesi di zone ini tidak hanya membutuhkan

pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi, namun juga seringkali dibutuhkan daya inteligensi yang kuat dan pelatihan tertentu.

Job Zone 5: tingkat persiapan sangat tinggi. Sama seperti profesi di zone 4, hanya saja profesi -profesi di

zone ini selain membutuhkan pengetahuan, ketrampilan, dan inteligensi tinggi, termasuk juga penguasaan yang sangat mendalam atas bidang yang ditekuni tersebut. Seringkali pendidikan formal yang cukup tinggi menjadi persyaratan utama.

DAFTAR PROFESI
Lihat List pada file.

PROFESSIONALISME
1. Profesionalisme adalah suatu paham yang

mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan -serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut -untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan ditengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999).

3 watak kerja, persyaratan dari pemberian "jasa profesi


a. bahwa kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil; b. bahwa kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat; c. bahwa kerja seorang profesional -- diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral -- harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi.

2. Siapakah atau kelompok sosial berkeahlian yang

manakah yang bisa diklasifikasikan sebagai kaum profesional yang seharusnya memiliki kesadaran akan nilai-nilai kehormatan profesi dan statusnya yang sangat elitis itu? Kaum profesional (misal: dokter, guru dan kemudian diikuti dengan banyak profesi lainnya) terus berupaya menjelaskan nilai-nilai kebajikan yang mereka junjung tinggi dan direalisasikan melalui keahlian serta kepakaran yang dikembangkan dengan berdasarkan wawasan keunggulan.

Prinsip Etika Profesi


Tanggung jawab Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya. Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.

Peranan Etika dalam Profesi


Etika milik setiap kelompok masyarakat
Masyarakat Profesional Para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-

nilai pergaulan yang telah disepakati bersama. Contoh : mafia peradilan, klinik super mewah.

Pentingnya Etika Profesi


Apakah etika dan etika profesi ?
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa

Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.

Etika akan memberikan semacam batasan maupun

standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip prinsip moral yang ada

pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan

sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan self control, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.

Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah

profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.

KODE ETIK PROFESI


Kode; yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-

kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksudmaksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. Kode etik ; yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku seharihari di masyarakat maupun di tempat kerja.

MENURUT UU NO. 8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN) Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Kode Etik Profesi


Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para

anggota. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. Untuk meningkatkan mutu profesi. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Menentukan baku standarnya sendiri.

Fungsi Kode Etik Profesi


Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi

tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

Sanksi Pelanggaran Kode Etik Profesi


Sanksi moral Sanksi dikeluarkan dari organisasi

DISKUSI
Profesi Hiperkes & Keselamatan Kerja / K3
Jenis-jenis Profesi Hiperkes & Keselamatan Kerja / K3 Profil Film pendek tentang etika

RANGKUMAN
Etika tingkah laku kebaikan
Ragam etika, etiket, moral, estetika Pentingnya etika profesi