Anda di halaman 1dari 11

ELEKTROLIT DALAM DARAH

Elektrolit dalam darah berupa kation misalnya Na+ ,K+ anion misalnya C1,HPO-. Kadar kation dan anion pada keadaan normal sama hingga keadaan listrik serum adalah netral. Menentukan anion gap yaitu perbedaan anion dan kation memberikan gambaran kadar kation (Na+,K+) dikurangi anion (phosphat,sulfat,asam organik seperti benda keton,asak laktat dan protein). Pada asidosis metabolik misalnya anin gap dapat membantu dignosis. Contoh kadar elektrolit dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. Contoh kadar elektrolit dan anion gap

GAS ANALISI GAS DARAH


Analisis gas dalam darah (arterial blood gas = ABG)
dipakai untuk mengukur tekanan partial oksigen

(PaO2),PaCO,pH darah,kadar O2 (O2 CT), saturasi oksigen


(SaO2)serta HCO 2yang bertujuan untuk
Evaluasi pertukaan gas dalam paru Menetapkan asam-basa darah Untuk melihat integrasi dan efektivitas sistim ventilasi Diagnosis gagal respiratorik (PaO2 50mmHg,PaCO 50mmHg) e) Menentukan terapi oksigen dan f) Memonitor terapi penyakit respiratorik. Contoh gas dalam darah pH darah dapat dilihat pada tabel berikut:
a) b) c) d)

Tabel 2. Contoh gas dalam darah dan pH darah

HASIL TES ELEKTROLIT,GAS DAN PH DARAH

Keadaan pH darah, kadar elektrolit dan tekanan arteri


yang normal menunjukkan keadaan sehat. pH meninggi pada lakalosisi,minum alkali,muntah berlebihan,intoksikasi salisilat,obstruksi intestinal, penyakit Cushing. pH menurun pada asidosi,penyakit Addison,penyakit

jantung,arithmi,penyakit paru, dan asma.


Pada keadaan abnormal misalnya asidosis dan

metabolik,asidosis berikut.

respiratorik,alkalosis

metabolik

alkalosis respiratorik,perubahannya dapat dilihat pada tabel

Tabel 3. interpretasi analisis gas darah

Dalam kaitannya dengan keseimbangan asam basa,peranan elektrolit adalah sebagai berikut:

Chlorida (normal 100-108 mEq/1)


Chlorida darah membantu regulasi darah tekanan arteri dan

keseimbangan

asam-basa

(asidosis-alkalosis).

Kadar

chlorida

menurun misalnya skresi cairan lambung yang berlebihan dapat menyebabkan alkalosis metabolik,sedang retensi chlorida atau

makanan
dapat

dengan
meninggikan

garam
kadar

berlebihan
chlorida

dapat

menimbulkan
amonium

hiperchloremia dengan asidosis metabolik. Penggunaan obat yang seperti

chlorida,phenylbutason,

infus

natrium

chlorida

atau

yang

menurunkan kadar chlorida seperti thiasid,furosemid, bikarbonat harus dihentikan sebelum pemeriksaan kadar chlorida.

Natrium (normal 135-145 mEq/1)


Natrium
fungsi

darah

memelihara
Natrium

tekanan

osmotik

cairan

ekstraseluler dan berhubungan dengan cairan tubuh serta membantu neuromuskuler. juga membantu memelihara

keseimbangan asam-basa. Kadar natrium meninggi dapat karena


kekuragan minum air,kehilangan banyak air misalnya pada diabetes insipidus,fungsi ginjal terganggu atau makan yang mengandung natrium berlebihan. Hiponatremia dapat karena kekurangan makan yang mengandung natrium,keringat berlebihan,pemakaian diuretik,tubuh tebakar atau insufisiensi ginjal kronik dengan asidosis. Perubahan kadar natrium dalam uirn lebih sensitif pada keseimbangan natrium, namun harus diikuti penentuan kadar natrium darah.

Kalium (normal =3,5 5 mEq/1)


Kalium merupakan kation utama dalam sel. Kalium darah memelihara keseimbangan osmotik dalam sel,meregulasi aktivitas otot,enzim dan keseimbangan asam basa. Kadar kalium meninggi bila kalium ion masuk

ke dalam darah seperti pada trauma,terbakar,diabetes


ketoasidosis,myocard infark*,gagal ginjal dan penyakit Addison. Kadar kalium menurun pad syndroma Cushing, kehilangan cairan karena penggunaan dieurerik.

Kalsium (normal =8,9-10,1 mg/dl atau 4,5-5,5 mEq/1)


Lebih kurang 98% kalsium berada ditulang dan gigi,

namun keadaan tersebut berubah untuk menjaga keseimbangan


kalsium. Hipercalsemia ditemukan pada hiperparathyroid dan tumor parathyroid,multipelmyeloma,metastase kanker,fraktura,immobilisasi kronik,insufisiensi ginjal dan penggunaan kalsium berlebihan misalnya antasida yang mengandung calcium-carbonat. Hipocalcemia ditemukan ada hipoparathyroid,pasca parathyroidectomy, malabsorpsi, syndrom Cushing, pankreatitis akut dan gagal ginjal.

Dr. Husna,Sp.PK