Anda di halaman 1dari 34

KEJANG DEMAM KOMPLEKS

Presented by Waskitho Nugroho 20080310143 Preceptor : dr. H. Bambang Edy, Sp.A, M.Kes

Nama Umur Jenis Kelamin BB Alamat

: An. ASP :11 bulan 29 hari : Laki-laki : 8,1 kg : Saden, Bantul

II. RIWAYAT PENYAKIT

Keluhan Utama

: Panas Tinggi 2 hari dan Kejang 2 kali Keluhan Tambahan : Diare Cair Akut

Riwayat Penyakit Sekarang


Anak datang ke IGD RS dengan keluhan demam sejak 2 hari SMRS. Demam tinggi turun hanya bila diberi obat penurun panas. Hari ini pasien kejang sebanyak 2 kali SMRS. Kejang seluruh tubuh, mata membuka menutup, mulut tidak berbusa. Menurut ibunya kejang berlangsung sekitar 1 menit. Saat kejang anak tidak mengigau, setelah kejang anak diam lalu menangis, anak masih demam. Pasien BAB cair ampas 1x tanpa lendir dan darah. Mual(-), muntah(-),sesak nafas (-), batuk (-), pilek(-)

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien memiliki riwayat kejang dan demam pertama kali pada usia 3 bulan setelah imunisasi DPT. Kejang dan demam kembali usia 6 bulan sebanyak 5 kali dan mondok di RS, lalu kejang dan demam kembali usia 9 bulan.

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat panas dan kejang : Ayah anak pernah kejang dengan demam ketika bayi. Anak pertama juga mengalami kejang dengan demam usia 4 bulan sebanyak 2 kali. Riwayat kejang tanpa panas : disangkal

Riwayat Pribadi
Riwayat kehamilan dan persalinan materna Sakit semasa hamil (-), kaki bengkak (-), muntah (-), periksa kehamilan ke bidan, suntikan TT 2x selama hamil di bidan. Lahir spontan, ditolong bidan, uk 38 minggu, langsung menangis, BBL = 3000 gr, AK jernih, bayi bugar Riwayat Makanan Kualitas dan kuantitas makanan cukup Riwayat Vaksinasi BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, Campak imunisasi lengkap sesuai PPI ( Pengembangan Program Imunisasi).

Anamnesis Sistem

Sistem saraf pusat penurunan Sistem kardiovaskuler Sistem respiratori ) Sistem gastrointestinal

: demam (+), kejang (+), kesadaran (-) : sesak (-), biru (-) : batuk (-), pilek (-), sesak nafas (: muntah (+), kembung (-), diare cair (+) : BAK (+) normal : kulit kuning (-), pucat (-),

Sistem urogenital Sistem integumental Turgor

melambat (-)

Keadaan Umum : Agak lemah, apatis, tidak tampak sesak, tak tampak pucat Tanda Vital : Nadi : 116 x/menit, isi dan tegangan cukup Suhu : 38,00 C` RR: 30 x/menit reguler Status gizi : BB/U : 8,1 Kg/11bln Menurut klasifikasi status gizi anak BALITA, berdasarkan (BB/U) pada anak laki-laki, termasuk gizi baik.

(8,1-9,9)kg / (10,9-9,9)kg = -1,8/1 = -1,8 SD

Pemeriksaan kepala

Bentuk kepala Ubun-ubun Mata Pupil Hidung

: Normochepal : Tertutup, cembung (-) : Cekung (-/-), discharge (-/-), CA (-/-) : Reflek cahaya (+/+), isokor (+/+) : Discharge (-/-),deformitas(-), epistaksis (-/-)

Telinga
Mulut ) Pharing

: Otore (-/-), nyeri tekan (-/-)


: pucat (+), lidah kotor (-), mukosa bibir kering (: Hiperemis (-)

Leher Pembesaran

:Limfonodi tidak teraba, kaku kuduk (-),


kelenjar tiroid (-), retraksi suprasternal (-)

Pemeriksaan Thorax

Pemeriksaan Jantung Inspeksi Palpasi midclavicula kiri, Perkusi Auskultasi : Iktus kordis tidak tampak : Iktus kordis teraba pada sela iga ke 5 linea teraba tidak kuat angkat

: Tidak dilakukan : S1 & S2 reguler, Bising jantung (-)

Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi : Datar, simetris Auskultasi : Peristaltik (+) Perkusi : Timpani Palpasi : Supel, turgor dan elastisitas baik, hepar dan lien tidak teraba

Ekstremitas
Lengan kanan/kiri Gerakan :Bebas/Bebas Tonus :Normal/Normal Trofi : Eutrofi/Eutrofi
Tungkai Kanan/Kiri Gerakan : Bebas/Bebas Tonus : Normal/Normal Trofi : Eutrofi/Eutrofi

Pemeriksaan Tambahan

Meningeal Sign Kaku kuduk, Brudzinski I , Brudzinski II , Kernig sign : (-)

iv. Pemeriksaan penunjang

v. DIAGNOSIS KERJA

Kejang Demam Kompleks Diare Cair Akut tanpa dehidrasi Status Gizi Baik

VI. RENCANA PENGELOLAAN

Suportif - Infus RL 10 tpm Medikamentosa Antibiotik : - Ampicillin (injeksi) = 3 x 250 mg(Dosis 100 mg/kg BB/hari setiap 8 jam) - Cefotaxim (injeksi) = 3 x 250 mg (Dosis 100 mg/kg BB/hari setiap 8 jam)

Causatif

- Stesolid Suppositoria 5 mg jika kejang (Dosis 0,5 mg/kg BB/kali) - PO Phenitoin 2x1/3 capsul (Dosis 4-8mg/kgBB dibagi 2 dosis)

Simptomatik

- Parasetamol syrup 1 cth (jika panas) (Dosis 10 mg/kg BB/kali)

Menjaga kebersihan makanan.

Cont
Edukatif : Meyakinkan bahwa kejang demam umumnya mempunyai prognosis yang baik Memberitahukan cara penanganan dan pencegahan kejang Kompres hangat anak tiap kali suhu tubuh meningkat Memberikan informasi mengenai kemungkinan kejang kembali Jaga kebersihan, cuci tangan sebelum makan. Cebok menggunakan sabun. Penyediaan air minum yang bersih dan memasak air hingga mendidih.

KEJANG DEMAM

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38oC) tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut, terjadi pada 2 4 % anak antara umur 6 bulan 5 tahun (menurut: consensus statement on febrile seizures). Kejang demam timbul karena demam yang mendadak tinggi pada anak. Selain faktor genetik, kejang demam juga berhubungan dengan beberapa penyakit antara lain infeksi saluruan napas atas, otitis media, radang paru-paru, radang usus dan lambung, infeksi saluran kencing, keracunan, meningitis dan ensefalitis, roseola (oleh virus herpes manusia 6), dan disentri karena shigella.

PATOFISIOLOGI

Klasifikasi Kejang Demam


Unit Kerja Koordinasi Neurologi IDAI 2006 membuat klasifikasi kejang demam pada anak menjadi :

Kejang Demam Sederhana (Simple Febrile Seizure) Kejang Demam Kompleks (Complex Febrile Seizure)

Kejang Demam Sederhana (Simple Febrile Seizure)


Kejang demam berlangsung singkat Durasi kurang dari 15 menit dan frekuensi bangkitan kejang dalam 1 tahun tidak lebih dari 4 kali. Kejang dapat umum, tonik, dan atau klonik Umumnya akan berhenti sendiri Tanpa gerakan fokal Tidak berulang dalam 24 jam Pemeriksaan neurologis sebelum dan sesudah kejang normal Terdapat tanda infeksi fokal pada pemeriksaan fisik (ISPA, infeksi saluran cerna, OMA, ISK)

Kejang Demam Kompleks (Complex Febrile Seizure)


Kejang lama dengan durasi lebih dari 15 menit. Kejang bersifat fokal atau parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang parsial. Berulang lebih dari 1 kali dalam 24 jam (diantara 2 bangkitan kejang anak sadar kembali) dan frekuensi kejang lebih dari 3 kali/tahun.

Penatalaksanaan Kejang Demam


1. Fase Akut Jaga Airway Atasi Demam (Paracetamol 10-15mg/kgbb 4x/hr) Antikonvulsan 2. Mencari dan mengobati penyebab 3. Profilaksis terhadap Kejang Berulang Fenobarbital 4-5mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis Asam valproat (depacote) 15-45 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis Fenitoin 4-8mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis

Diare cair akut

Diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari. Sedangkan American Academy of Pediatrics (AAP) mendefinisikan diare dengan karakteristik peningkatan frekuensi dan/atau perubahan konsistensi, dapat disertai atau tanpa gejala dan tanda seperti mual, muntah, demam atau sakit perut yang berlangsung selama 3 7 hari. Diare akut diberi batasan sebagai meningkatnya kekerapan, bertambah cairan, atau bertambah banyaknya tinja yang dikeluarkan, akan tetapi hal itu sangat relatif terhadap kebiasaan yang ada pada penderita dan berlangsung tidak lebih dari satu minggu.

Etiologi
Etiologi diare dapat dibagi dalam beberapa faktor yaitu: Faktor infeksi 1) Infeksi enteral Infeksi bakteri : Vibrio, E.coli, Salmonella, Shigella, campylobacter, Yersinia, Aeromonas, dan sebagainya. Infeksi Virus : Enterovirus, Rotavirus, Adenovirus, Astrovirus dan lain-lain. Infeksi parasit : cacing (ascaris, triciuris,dll.) protozoa, dan jamur. 2) Infeksi parenteral infeksi dibagian tubuh lain diluar alat pencernaan, seperti OMA, tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis, dan sebagainya. Faktor malabsorbsi (malabsorbsi karbohidrat, malabsorbsi lemak, malabsorbsi protein) Faktor makanan: makanan basi, beracun dan alergi terhadap makanan.

Faktor psikologis : rasa takut dan cemas

Rehidrasi

5 Pilar Penatalaksanaan Diare Rehidrasi Plan A 1. Rehidrasi Tidak perlu dirujuk 2. Dukungan Nutrisi Prinsip rehidrasi Plan A: 3. Suplementasi Zinc 4. Antibiotik Selektif 1.Berikan cairan tambahan 5. Edukasi Orang tua 2.Teruskan pemberikan makan 3.Berikan suplemen seng (Zn) 4.Sarankan kepada ibu kapan harus kembali : -BAB menjadi lebih sering -Muntah berulang -Rasa haus meningkat -Tidak dapat makan serta minum seperti biasanya

Rehidrasi Plan B
Rehidrasi pada dehidrasi ringan dan sedang dapat dilakukan dengan pemberian oral sesuai dengan defisit yang terjadi namun jika gagal dapat diberikan secara intravena sebanyak : 75 ml/kg bb/3jam. Pemberian cairan oral dapat dilakukan setelah anak dapat minum sebanyak 5ml/kgbb/jam. Biasanya dapat dilakukan setelah 3-4 jam pada bayi dan 1-2 jam pada anak . Penggantian cairan bila masih ada diare atau muntah dapat diberikan sebanyak 10ml/kgbb setiap diare atau muntah.

Rehidrasi Plan C
Penderita dengan dehidrasi berat, yaitu dehidrasi lebih dari 10% untuk bayi dan anak dan menunjukkan gangguan tanda-tanda vital tubuh ( somnolen-koma, pernafasan Kussmaul, gangguan dinamik sirkulasi ) memerlukan pemberian cairan elektrolit parenteral. Penggantian cairan parenteral menurut panduan WHO diberikan sebagai berikut: Usia <12 bln: 30ml/kgbb/1jam, selanjutnya 70ml/kgbb/5jam Usia >12 bln: 30ml/kgbb/1/2-1jam, selanjutnya 70ml/kgbb/2-2 jam

ALHAMDULILLAH