P. 1
Naskah Drama

Naskah Drama

|Views: 62|Likes:
Dipublikasikan oleh Sofia Pranacipta
naskah drama
naskah drama

More info:

Published by: Sofia Pranacipta on Jun 19, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2014

pdf

text

original

mungkin pada kesempatan kali ini blog pendidikan akan mengajak anda untuk mengenal lebih jauh lagi

seni drama di indonesia agar nantinya kita bisa memajukan drama go Internasional. Mungkin bagi anda membaca naskah drama sangatlah membosankan dengan kalimat kalimat yang kurang anda pahami.Akan tetapi kalau kita melakukannya penuh dengan rasa senang dan cinta kepada drama maka hal itu akan sirna seketika dipikiran anda. Naskah Drama 5 Orang Singkat Bertema Arti Persahabatan Suasana pagi cerah di SMPN Pelita Harapan Jakarta mengiringi sebuah kisah keempat sekawan dengan karakter yang berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut tidak menjadikan mereka berempat berselisih, tetapi menjadikan mereka mascot dalam persahabatan yang sejati. KARA, MIMI, IGO, dan AFIKA, itulah nama mereka. Mereka selalu kompak dan tampak ceria setiap hari. Jadi tidak heran jika mereka memiliki ribuan teman. Ke epat sekawan tersebut berbincang-bincang sambil berjalan di koridor sekolah. IGO : “Hey sob, sebentar lagi kita UAN nich, pastinya waktu untuk kumpul-kumpul kita akan tersita buat belajar. Gimana nich?” MIMI : “Iya bener juga Zha, jadwal kita bakalan jungkir balik gara-gara persiapan UAN. Jadwal shopping, ke salon, creambath, manypadhy, dan pastinya jadwal kencan bareng bakalan ancur. Aduch, bisa-bisa rambut aku rontok nich.” KARA : “Gak segitunya kalik, tergantung kita juga. Jika kita rajin menabung ilmu, maka kita tidak akan sibuk belajar.” MIMI : “Ah kamu ini Cha, mentang-mentang anak pintar jadinya sok ceramah. Huh nyebelin.” IGO : “Sudah-sudah jangan berdebat, apa yang di omongin KARA itu ada benarnya juga. Coba dech kalian bayangin, jika kita rajin belajar kita tidak perlu sibuk-sibuk mikirin UAN, itung-itung siap senjata dulu sebelum perang. Enjoy aja lagi, bener gak?” MIMI : “Iya-iya Bu guru. Belum masuk kelas aja sudah dapat ceramah dari Ibu KARA dan Ibu IGO, capek dech.” AFIKA : “Ha…ha…ha…MIMI MIMI dari dulu penyakit marah kamu gak sembuh-sembuh yach.” (Dengan nada ngeledek) KARA : “Maklumlah dia itukan The Queen of Angry in the World.” IGO : “KARA ini sukanya kok ngledekin aku terus. Kalau ngefans sama aku bilang aja dech.” KARA : “Ih, gak banget dech.” Bel masuk kelas berbunyi, merekapun masuk kelas untuk mengikuti pelajaran. Waktu cepat berlalu, tak terasa sudah saatnya pulang sekolah.

Akhir-akhir ini aku sibuk ngerjain tugas. Dari tadi kenapa ceritanya. les. Seharian ulangan terus.” AFIKA : “Iya. itulah.” KARA : “Iya sama. jadi anak kelas tiga capek banget ya. HP kamu juga tidak pernah aktif.” KARA : “Sorry dech. dan AFIKA berkumpul di rumah AFIKA.” AFIKA : “Nah gitu dong. kalau kita ajak kumpulkumpul. Dikit-dikit tugas. Saat pulang sekolah IGO. akhir-akhir ini kita liat kamu pulang lebih awal. dikit-dikit ulangan pusing. kamu ada aja alasan inilah. Aku juga mau langsung pulang banyak tugas yang harus di kerjakan plus jadwal les aku yang numpuk banget. akhir-akhir ini kamu kok sibuk banget yach? Sampai-sampai sahabat sendiri di lupain.” MIMI : “Ayo dong Cha cerita sama kita. mau ke mana nich? Kalian mau langsung pulang atau mau shopping dulu?” AFIKA : “Maybe.” Ternyata KARA ada masalah dengan orang tuanya. I go home now because I’m tired. Sudah jangan di bahas. juju raja lagi. . Nggak ada topik lain yach?” (Mulai menitikan air mata) IGO : “Kamu kenapa sich Cha? Cerita dong sama kita. sehingga terjadi perselisihan di antara mereka.MIMI : “Guys.” KARA : “Nggak ada apa-apa kok guys. MIMI : “Cha.” MIMI : “Bukan gitu.” Hari demi hari berganti. namun ada keganjilan dari sikap KARA. and belajar buat persiapan UAN nanti. Kamu sudah nggak nganggep kita sahabat lagi. Kenapa sich kalian nggak percaya?” AFIKA : “Ugh tau wes. aku itukan orang sibuk. Maklumlah. Masak sich kalian nggak percaya sama sahabat sendiri. dan masalah itu membuat KARA tidak semangat untuk belajar.” KARA : “Aku nggak kenapa-kenapa kok guys.” KARA : “Namanya juga sekolah. beneran kok.” IGO : “Yakin kamu nggak bohong sama kita?” KARA : “Emh. MIMI.” KARA : “Iya dech aku cerita.” (Seraya tertawa) IGO : “Aduch.

Keesokan harinya MIMI. Emang apa yang berubah? Aku tetap KARA yang dulu.” IGO : “Bener Cha. kita sudah tau kenapa akhir-akhir ini sikap kamu jadi aneh. Mereka bertiga menanyakan apa yang terjadi antara KARA dengan orang tuanya. Tau nggak.” (Dengan wajah memelas) AFIKA : “Emang kamu punya rasa kasian?” (Dengan nada meledek) IGO : “Sudahlah nggak usah berantem terus. mereka mohon undur diri kepada Ibu KARA.” .” AFIKA : “Nggak Cha. dan mereka telah mengetahui apa penyebabnya.” (Seraya mengagetkan KARA) KARA : “Apa-apaan kalian ini. Sudah jelas kita ini lagi bahas sikap kamu yang berubah 180o. rebut melulu.” Akhirnya mereka bertiga datang ke rumah KARA. dia sedang les. AFIKA : “Woi. sorry dech. mereka berbincang-bincang dengan Ibu KARA. dan IGO tertawa bersama) AFIKA : “Cha. AFIKA. dan AFIKA menghampiri KARA yang sedang duduk termenung di dalam kelas.” AFIKA : “Iya aku tau. kita udah tau semuanya. kalian itu seperti kucing dan tikus. kena setan sekolah baru tau rasa kamu. bikin aku kaget aja!” IGO : “Kok kamu jadi nyalahin kita Cha? Kamu sich pagi-pagi sudah ngelamun. kaum berubah semenjak kamu punya masalah dengan orang tua kamu.” KARA : “Kalian ini ada-ada aja. aku nggak ngerti?” MIMI : “Ampun dech KARAku sayangku cintaku sahabatku jangan tulalit donk.” IGO : “Gimana kalau kita tanya ke orang tuanya KARA aja? Jadi kita tau apa yang sebenarnya terjadi antara KARA dengan orang tuanya.” KARA : “Kalian bicara apa sich. aku biasa aja kalian malah bilang aku berubah segala.” (KARA. Setelah bercerita panjang lebar. MIMI. dan kebetulan pada saat mereka ke rumah KARA. Setelah mereka dipersilahkan masuk. IGO. dia les uterus.MIMI : “Guys aku kasian nich sama KARA.

lagian tanpa itu semua rasanya hampa. tapi jangan sampai rusak ya?” MIMI : “Gitu dong.” (Sambil mengeluarkan I-pod miliknya) MIMI : “What.” AFIKA : “Kita ngelakuin hal ini karena kita kasian liat kamu kayak gini Cha?” IGO : “Kita sudah tanya sama kamu tentang hal ini.KARA : “Emang kalian tau apa tentang masalah aku ini? Kalian itu nggak tau apa-apa!” (Dengan nada membentak) AFIKA : “Kamu salah Cha. Karena itu aku nggak semangat belajar. tapi kamu cuma bilang ada masalah sama orang tua kamu. HP sama fasilitas yang ada buat aku ditarik sama orang tua aku. Kamu nggak jelasin apa masalah yang sebenarnya. please dech Cha. dan ibu kamu cerita semuanya ke kita. tinggal pinjemin aja apa susahnya sich?” KARA : “Iya ini aku pinjemin.” MIMI : “Aduch.” KARA : “Maksudnya kalian tau masalhku dengan orang tuaku?” (Dengan nada terbata-bata) MIMI : “Yups betul betul betul. I-pod baru Cha! Pinjem dong?” KARA : “Dasar kamu nggak bisa liat barang bagus sedikit.” KARA : “Tapi gimana kalian bisa?” AFIKA : “Iya kita tau dong. dri tadi napa? Masak pakai ceramah dulu?” KARA : “Anak ini udah di pinjemin masih aja nyebelin.” MIMI : “Terus kita tanya ke ibu kamu dan kita tau kamu kayak gini karena HP sama fasilitas yang kamu punya di tarik sama ibu kamu kan?” KARA : “Iya. Ya udah kita cari tau aja sendiri. Untung I-pod aku nggak ikut di sandra.” KARA : “Napa sich kalian ngelakuin hal ini? Lagian kalian bisa langsung tanya sama aku. dasar Miss Lebay. kita tau semuanya.” IGO : “Kalian ini kok malah rebut soal I-pod sich? Kalian nggak inget kita seKARAng lagi bahas tentang apa?” AFIKA : “Lebih baik seKARAng kita kembali ke permaslahan awal. Kemarin kita bertiga sengaja ke rumah kamu buat tanya masalah ini ke ibu kamu. Oke?” .

Aku punya sahabat seperti kalian juga sudah cukup buat aku. inikan ide kamu. Merek hanya tau keinginan mereka harus terpenuhi. Karena kita merasa ada yang hilang. Mereka egois!” (Sambil menangis) IGO : “Sudah hapus aia mata kamu. ide ini untuk kita. Orang tua aku nggak peduli sama aku lagi. Aku sudah cukup tertekan harus belajar terus menerus. setiap jam. IGO : “Sama-sama. Tpi jangan terlalu sering yach?” IGO : “Intinya kita setuju sama usul MIM I tadi. Kamu sedih. aku punya ide.” KARA. kalau kita selalu tergantung sama fasilitas yang kita punya. tadi aku nggak usul enak yach.” KARA : “Bener juga kamu Ra.KARA. MIMI. tanpa berfikir kemampuan aku. mereka selalu nuntut ini. Bener nggak?” KARA : “Bener. kalau gitu terima kasih ya guys. Lebih baik seKARAng kita cari jalan keluarnya. campur aduk dech. MIMI. Kita juga ngerasa nggak enak kalau kita having fun. itu tapi mereka nggak mikir gimana perasaanku. ide ini bagus. Bawa Enjoy aja Cha.” MIMI. Lagian kita juga harus konsentrasi sama UAN.” MIMI : “Aha. Demi sahabat aku tersayang. Kita sayang kamu Cha. kamu nggak perlu jadi pendiam kayak gini. Tapi.” KARA : “Emang bener. IGO : “Oke dech.” (Mereka tertawa bersama) MIMI : “Emh. Ra. gimana ya?” AFIKA : “Aku bisa kok. Namanya juga masih proses. susah. Tapi sesekali nggak apakan?” AFIKA : “Ya nggak apalah. AFIKA. AFIKA : “Apa? Dasar Miss Lebay. tapi kamunya malah sedih. setiap menit and setiap detik kita selalu tergantung sama fasilitas yang ada. Jadi. Emang susah buat kita merubah kebiasaan yang sudah mengakar di dalam diri kita. tapi aku masih butuh paling tidak HP sich. aku bisa kok. kok malah kamu yang jadi ragu sich?” MIMI : “Uh. Lagian selayaknya sahabat sejati itu selalu ada buat sahabatnya yang lagi butuh bantuan.” AFIKA : “Menurut aku sikap orang tua kamu ada benarnya juga Cha. kita bakalan jadi anak manja dan selalu tergantung sama apa yang ada. bagaimana kalau kita batasi pemakaian fasilitas yang ada. apa kalian bisa ninggalin itu semua? Biar aku aja yang menjalankan ini semua. Tapi. aku punya ide.” MIMI : “Emh. Selama inikan setiap hari. tanpa semua itu aku jadi tambah malas belajar karena bosen nggak ada hiburan. Aku jadi sadar.” (Sambil berpelukan) . kita juga ikut sedih Cha. Tapi.

Akhirnya mereka berempat menyepakati perjanjian yang tadi diusulkan MIMI.Pantun atau yang lainnya ? Jika pengen karyamu bisa kami terbitkan di website ini silahkan kunjungi halaman berikut ini untuk [Kirim Karyamu] .tak ada salahnya juga jika ada waktu luang sempatkan membaca (baca : Pengertian Esai dan Contoh Esai Lengkap ) yang sudah tersedia sejak kemarin. Sampai SMApun mereka tetap bersama. Mereka berharap hal ini dapat memberikan hasil yang baik pada UAN nanti. Dan mereka di terima di SMA yang mereka inginkan selama ini. mungkin sampai disini dulu perjumpaan kita mengenai Teks Naskah Drama 5 Orang Tema Persahabatan.Artikel Penddikan Ilmiah. Hari demi hari mereka lalui penuh suka cita. dan tidak terasa waktu UAN telah tiba. Pada waktu pengumuman hasil UAN. mereka lulus dengan nilai yang memuaskan. 251 11 Google +7 Silahkan Share atau Like Jika Artikel Contoh Teks Naskah Drama 5 Orang Tema Arti Persahabatan bermanfaat untuk anda Punya karya tulis seperti Puisi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->