Anda di halaman 1dari 5

ATURAN YANG WAJIB DIIKUTI OLEH KOAS ANESTESI UKI SELAMA KEPANITERAAN DI RUMAH SAKIT TUGU PELABUHAN JAKARTA

Operan untuk yang ingin masuk RS.Tugu 1. Perkenalkan diri kepada dokter-dokter anestesi Dr. Robert, SpAn Dr. Eko, SpAn Dr. Reynaldi, SpAn Dr. Raphael, SpAn 2. Perkenalkan diri kepada kepala ruangan ICU dan ruang OK serta kakak perawat dan juga staf lain 3. Pagi sekitar jam 8-9 laporkan kepada pak Wayan 4. Setiap izin ke UKI lapor ke dr.Robert baik pergi maupun pulang ke RS Tugu 5. Setiap operan juga harus disertai orientasi ruang OK

ICU 1. Sebelum pegang pasien atau masuk ICU cuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun atau alkohol 2. Harus membantu kakak perawat ICU selama di ICU 3. Ruang ICU tidak boleh kosong kecuali ada OK 4. PTC yang harus diisi; TTV, pernafasan, kesadaran 5. Khusus hari rabu dan sabtu seluruh koas harus ada di ICU saat tidak ada koas sampai dr.Raphael pulang. 6. Membantu mengisi kertas resep ICU dengan stempel ICU OK

1. Membawa spidol permanent untuk masing-masing OK yang akan digunakan untuk menulis cairan 2. Setiap sore malam wajib menyisir tiap bangsal dan terlebih dahulu melihat rencana operasi di papan OK. Bangsal yang disisir: Anggrek, Bougenville, Cempaka, Dahlia, Melati dan Mawar. Kemudian memeriksa pasien untuk operasi besok lalu melaporkan kepada dokter anestesi yang bertugas besok paling lambat jam 8 malam. Jika pasien belum datang tetap dilaporkan, disisir lagi saat pagi dan dilaporkan sebelum jam 6 pagi. 3. Laporkan juga hasil (rencana OK) sisiran pada jam 8 malam dan 6 pagi ke pak Hardi (penanggung jawab OK) melalui SMS ke nomor;0818920150, dengan format yang ada dibawah ini: "Selamat malam dr.........., saya luna maya koas anestesi tugu ingin melaporkan rencana operasi untuk besok (13 april 2013) ada 3 operasi: 1. Jam 12 siang, Tn.Ariel, 79th, diagnosa hernia inkaserata, rencana herniotomi, asa 4, pasien dr. APO, SpB, ruangan ICU 2. Jam 18.00, Ny. Cut, 30 th, diagnosa fraktur patella sinistra, rencana ORIF, operator dr. Karu, SpOT, Ruang Cempaka 3. Ny. Tari, 32 th, diagnosis FAM dextra, operator dr.APO,SpB, os belum datang NB : 1. Kalau pak Hardi,"Selamat malam Pak......" 2. Kata-kata diatas hanya format, tetap melaporkan TTV, apakah ada alerfi, riwayat asma, riwayat pemakaian gigi palsu, ASA dan penyulit lainnya yang ditemui pada saat pre-op

senin

selasa

rabu

kamis

jumat

sabtu

minggu

Dr. Robert Dr. Eko

Dr. Raphael

Dr. Robert

Dr.

Dr.

Dokter bertugas

1. Dr. Robert 2. Dr. Reynaldi 3. Dr. Raphael

Reynaldi Raphael yang

bergantian dst 0816 1440387 081380 0812 0219463 099480 8106333 1501 Jam jaga dokter anestesi dari jam 8 pagi hari ini sampai dengan jam 8 pagi esok hari, bisa terjadi pergantian dan pertukaran tugas jaga. Dengan jelas konfirmasi ke petugas perawat OK dengan bertanya "siapakah dokter anestesi yang bertugas saat ini?" 4. Wajib untuk mengetahui OK cito Emergncy dengan cara menghubungi atau menitipkan no.HP atau pin BB ke petugas UGD, koas bedah, koas obgyn, perawat OK yang sedang bertugas dan melihat papan rencana operasi, dapat juga menghubungi nomor ekstensi: ICU = 189 UGD = 241 OK = 196 ANGGREK = 289 DAHLIA = 278 MAWAR = 237 MELATI = 155 5. Sebaiknya koas harus ada kurang lebih 30 menit (sebelum OK dimulai) di ruangan OK untuk membantu mempersiapkan alat-alat dan obat-obat anestesi sebelum OK. 6. Selain OK yang wajib diikutiadalah kuretase di kamar bersalin (koas harus terlebih dahulu ada di ruang bersalin sebelum dokter anestesi datang) kuret biasanya siang atau sore (tanya perawat mawar). 7. Di OK lihat jadwal kamar OK, baju ganti OK sudah tersedia. 8. Jaga malam : 2 orang, kalau ada OK lebih dari 2 orang semua koas turun (tergantung kelompok). RECOVERY ROOM

1. Memasang oksigen terlebih dahulu, menyalakan monitor, memasang saturasi, tensi, lampu penghangat setelah pasien dipindahkan dari ruang OK. 2. Mengisi buku laporan operasi. 3. Memantau kondisi pasien hingga sadar penuh dan dipindahkan ke ruangan perawatan.

BROMAGE SCORE

Merupakan scoring yang digunakan untuk melihat blokade pada saraf post spinal anestesi. Bromage 0 : Pasien masih dapat fleksi dan ekstensi, menggerakan sendi lutut dan kaki. Blokade saraf 0% Bromage 1 : Pasien hanya mampu menggerakan sendi lutut. Blokade mencapai 33% Bromage 2 : Pasien hanya mampu menggerakan sendi kaki. Blokade mencapai 66% Bromage 3 : Pasien tidak dapat menggerakan sendi lutut dan kaki. Blokade 100%