Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH ALAT DAN MESIN PEMUPUKAN

Oleh : 1. Mustika Ervina 2. Rizki Hardi 3. Rizma Annisa 4. Ardian Tyar H 5. Anita Faikh 6. Nayla Rahmi 7. Destri Setiyanto 8. Raenita Ade W A1H011010 A1H011021 A1H011033 A1H011044 A1H011055 A1H011067 A1H011077

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan berkat dan ramhat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas menyusun makalah dengan lancar dan tepat waktu. Makalah ini merupakan salah satu tugas untuk memenuhi nilai mata kuliah Mesin dan Peralatan Pertanian. Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, baik dalam penyajian bahan, susunan maupun sistematiknya. Oleh karena itu, kami mengharap nasihat dan kritik yang bersifat membangun. Dengan terselesainya makalah ini kami mengucapkan banyak terima kasih yang kepada: 1. Yang terhormat Bapak Susanto Budi Sulistyo, S.TP, M.Si., selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Mesin dan Peralatan Pertanian. 2. Semua pihak baik yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberi sumbangan baik moril maupun materiil sehingga tersusun makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Purwokerto, 16 Oktober 2012

Penyusun

ii

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ...................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... A. B. C. D. E. BAB Latar Belakang ................................................................... Rumusan Masalah .............................................................. Tujuan Penulisan ................................................................ Metode Penulisan ............................................................... Landasan Teori ................................................................... i ii iii 1 1 1 2 2 2 4 4 4 16 16 16 17

II PEMBAHASAN MASALAH ..................................................... A. B. Pengertian Kegiatan Pemupukan ....................................... Macam-macam Alat dan Mesin Pemupukan .....................

BAB III PENUTUP ................................................................................... A. B. Kesimpulan ........................................................................ Saran ...................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pupuk dibutuhkan dimana tanah kekurangan unsur-unsur hara untuk tanaman. Bilamana lahan ditangani dalam kurun waktu bertahun tahun , unsurunsur hara untuk tanaman berkurang dan hasil tanaman lebih rendah.

Pupuk dapat diberikan kepada tanah dalam beberapa bentuk, seperti misalnya pupuk kandang, bentuk butiran, peluru atau pellet, dan pupuk dalam bentuk cairan serta gas. Untuk menangani tipe-tipe pupuk ini, diperlukan peralatan khusus, yang diberikan kepada tanah dan tanaman budidaya dengan berbagai cara pada tahap-tahap pembudidayaan yang berlainan. Sebagai contoh, pupuk kandag dari kebun biasanya disebarkan diatas lahan dengan penyebar pupuk sebelum penyiapan lahan tanam.

B. Rumusan Masalah

Penulis merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Pengertian dari kegiatan pemupukan 2. Macam-macam alat dan mesin pemupukan 3. Bagian serta fungsi dari masing-masing alat dan mesin pemupukan 4. Kelebihan dan kekurangan dari penggunaan alat dan mesin pemupukan

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mempelajari berbagai macam alat dan mesin pemupukan. 2. Sebagai awal pengenalan alat dan mesin pertanian, salah satunya yakni jenis alat dan mesin pemupukan.

D. Metode penulisan

Adapun penulisan makalah ini adalah melalui pendekatan-pendekatan obyektif praktis, yaitu bahwa penulisan ini didasarkan pada sumber-sumber bahan resmi dan segala yang dijadikan acuan atau referensi tersebut. Sedangkan pendekatan praktis disini berarti adalah dapat berguna dan penting dalam praktek yang sederhana, kemudian teknis yang kami gunakan adalah kutipan, yaitu mengutip apa adanya dari buku-buku dan ditambahkan sedikit dari kata-kata.

E. Landasan Teori

Pemupukan merupakan usaha memasukkan usaha zat hara kedalam tanah dengan maksud memberikan/menambahkan zat tersebut untuk pertumbuhan tanaman agar didapatkan hasil (produksi) yang diharapkan. Disamping itu pupuk dapat diberikan melalui batang atau daun sebagai larutan. Pupuk diperlukan apabila tanah sudah miskin akan zat hara, karena telah lama diusahakan. Cara penempatan pupuk dan pemberian pupuk dalam tanah yang tepat merupakan hal sangat penting. Agar pupuk dapat dimanfaatkan tanaman secara baik, pupuk harus berada dalam daerah perakaran. Pupuk tanaman dapat

berbentuk padat, cair atau gas. Pupuk tersebut dapat diberikan melalui beberapa cara. Pemberian dapat dilakukan dengan menggunakan alat penyebar pupuk.

Alat/mesin penyebar pupuk mempunyai bentuk bermacam-macam. Konstruksi dari alat tersebut tergantung dari macam pupuk yang akan diberikan. Beberapa faktor yang mempengaruhi jenis dan jumlah pupuk yang diberikan antara lain tanaman yang diusahakan, sifat fisik dan kimia tanah. Pada prinsipnya, antara jenis alat penanam dan alat pemupuk terdapat beberapa persamaan dalam prinsip kerja. Persamaannya antara lain adanya pembuka alur, mekanisme penjatuhan pupuk atau benih, penutup alur dan tempat pupuk atau benih. Dengan demikian, untuk beberapa jenis alat pemupuk yang didorong tenaga manusia atau ditarik hewan atau traktor prinsip kerjanya sama dengan alat penanaman. Atas dasar sumber tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan alat, alat pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu : 1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia 2. Alat pemupukan dengan sumber tenaga hewan 3. Alat pemupukan dengan sumber tenaga traktor

BAB II PEMBAHASAN MASALAH

A. Pengertian Kegiatan Pemupukan Pemupukan adalah tindakan memberikan tambahan unsur unsur hara pada komplek tanah, baik langsung maupun tak langsung dapat menyumbangkan bahan makanan pada tanaman. (Hardjowigeno, 2003) Pemupukan adalah pemberian bahan yang dimaksudkan untuk menyediakanj hara bagi tanaman. (Suryantini, 2005) Pemupukan adalah pemberian pupuk kepada tanah dan substratnya. (Endrizal, dkk, 2004) Pemupukan merupakan usaha memasukkan zat hara kedalam tanah dengan makud memberiakan/menambahkan zat-zat tersebut untuk

pertumbuhan tanaman agar didapatkan hasil produksi sesuai yang diharapkan. B. Macam-macam Alat dan Mesin Pemupuk

Pemupukan dilakukan untuk mencukupi atau menambah zat-zat makanan yang berguna bagi tanaman dari dalam tanah, atau dengan kata lain supaya zat-zat makanan untuk tanaman terung belanda bertambah. Dalam rangka memperoleh hasil dan mutu yang tinggi pada usaha-usaha penanaman, perlu dilakukan berbagai usaha, sehingga zat-zat hara yang tidak dapat diserap menjadi siap untuk diserap. Usaha-usaha tersebut dilakukan dengan jalan pemupukan. Pemupukan tanaman ini dilakukan dilakukan beberapa kali. Hal ini disebabkan karena tanaman terung belanda memiliki umur yang panjang dan masa produktif yang cukup lama, yaitu sekitar 3 4 tahun. Pemupukan

tanaman ini dilakukan dengan cara membuat lubang melingkar atau parit melingkar di sekeliling pohon pada batas paling luar kanopi tanaman. Kedalaman lubang atau parit ini sekitar 15 20 cm. Selanjutnya lubang ini diisi dengan pupuk kandang dan pupuk buatan (NPK). Atas dasar sumber tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan alat, alat pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu : 1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia dibedakan menjadi 2 yaitu: a. Tradisional Cara tradisional ini masih banyak dipergunakan petani di Indonesia. Pupuk sampai ke permukaan tanah dengan cara disebar dengan menggunakan tangan. b. Semi Mekanis Alat penyebar semi mekanis biasanya dipergunakan untuk menyebarkan pupuk butiran. Sebagai sumber tenaganya adalah manusia, dengan mendorong alat melalui tangkai pengendali. Pergerakan peralatan pengeluaran pupuk diatur oleh perputaran roda melalui rantai transmisi dan gigi atau belt. Dalam operasinya alat ini dikaitkan dengan alat tanam. Pergerakan alat dari alat penyebar pupuk tersebut berasal dari perputaran roda. Dalam operasinya, biasanya alat dikaitkan dengan alat penanam benih. Untuk menyebarkan pupuk, alat dapat dikendalikan oleh 2 atau 1 orang. Pada alat yang memerlukan 2 orang, masing-masing orang mengawasi pengeluaran jalannya pupuk dan jalannya ternak atau alat.

2.

Alat pemupukan dengan sumber tenaga traktor Alat pemupukan yang digerakkan traktor mempunyaibentuk bermcammacam, dan tergolong peratan mekanis. Atas dasar pupuk yang dipergunakan, maka mesin dapat digolongkan menjadi 3, yaitu :

a) Alat penyebar pabuk (pupuk kandang) Cara penempatan dan pemberian pupuk sangat erat hubungannya dengan tanaman yang diusahakan. Pupuk kandang merupakan salah satu hasil sampingan pertanian yang banyak bermanfaat. Penyebaran yang seragam dan halus dapat dilakukan dengan alat penyebar pupuk. Fungsi alat ini membawa pupuk kandang ke lapang, menghancurkan dan menyebarkannya diatas tanah secara seragam. Penyebaran biasanya dilakukan sebelum pengolahan tanah pertama. Dengan pengolahan tanah pupuk diharapkan bercampur dengan tanah. Dalam operasinya alat berada dibelakang traktor. Biasanya alat beroda dua, tetapi ada juga yang beroda empat sehingga dapat ditarik oleh traktor dan hewan. Tenaga untuk operasi peralatan penyebaran pupuk berasal dari perputaran roda bagian belakang melalui transmisi rantai atau Power Take Off (PTO) traktor. Kapasitas alat penyebar pupuk antara 40 sampai 150 busel, dan ukuran yang banyak digunakan antara 60 sampai 80 busel. Dibandingkan dengan menggunakan tangan maka alat ini lebih cepat dan lebih seragam hasil sebarannya, serta menghemat tenaga kerja. Bagian-bagian penting dari alat ini adalah 1. Kerangka (frame) 2. Konveyor (conveyor) 3. Penghancur (beater) 4. Widespread device 5. Kotak (box) Kegunaan dari masing-masing bagian adalah : 1. Kerangka : berguna untuk menahan beban, pada umumnya rabuk sangat berat sehingga diperlukan suatu kerangka yang kuat, tetapi bahannya sangat ringan sehingga tidak memberikan tambahan beban.

2. Konveyor : berguna untuk mengangkut rabuk ke bagian kotak. Gerakan konveyor antara 2.54 sampai 7.62 cm untuk setiap menit. Kecepatan konveyor dapat diatur melalui pengungkit. 3. Beater : berfungsi menghancurkan bongkahan-bongkahan rabuk menjadi bagian-bagian yang lebih halus, dan selanjutnya menyalurkannya ke Widespread device. 4. Widespread device : berfungsi menyebarkan rabuk yang sudah halus kepermukaan tanah secara seragam. Alat ini terletak dibelakang bagian bawah pada kotak. b) Alat penyebar pupuk butiran Penggunaan pupuk komersial butiran hampir meningkat setiap tahunnya. Karena hasil yang tinggi dapat diharapkan dari tanah yang memperoleh pemupukan yang benar. Hasil penelitian di Amerika menunjukkan bahwa penempatan pupuk adalah 5.08 sampai 7.62 cm disamping alur dan 7.62 sampai 10.16 cm dibawah permukaan tanah. Lokasi pupuk akan tergantung pada jumlah pupuk dan macam serta jarak tanam. Untuk mengurangi biaya operasi, alat pemupukan dapat digandengkan dengan alat penanaman dan penyiangan. Banyak alat penyebar benih dan pupuk menggunakan alat yang sama, dan ini akan menyebabkan kontak antara benih dan pupuk. Kontak antara benih dan pupuk sedapat mungkin dihindarkan, terutama yang berkonsentrasi tinggi, karena dapat terjadi kerusakan akibat garam. Agar didapatkan pemupukan yang baik, karakteristik yang dipunyai pupuk butiran kering adalah : 1. Mudah dibersihkan 2. Memberikan tingkat pemakaian yang luas

3. Peka terhadap daya egitasi mekanis 4. Mempunyai tingkat korosi yang kecil c) Alat penyebar pupuk cair dan gas Penggunaan pupuk cair dan gas di Indonesia masih belum banyak dikenal. Penggunaan pupuk cair sudah mulai dipergunakan beberapa petani di Amerika pada tahun 1947. Pupuk cair dapat disebarkan dengan tanpa tekanan, tekanan rendah dan tekanan tinggi (17,50 kg/cm2). Pupuk cair dengan tekanan tinggi misalnya andhyrous ammonia, tekanan rendah misalnya aqua ammonia dan pupuk tanpa tekanan misalnya pupuk larutan urea. Penempatan pupuk cair dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu : 1. Penempatan di bawah permukaan tanah : penempatan pupuk dibawah permukaan tanah memerlukan peralatan khusus.

Anhydrous ammonia biasanya disebarkan antara 12,7 sampai 15,24 cm di bawah permukaan tanah. Anhydrous ammonia mengandung 82% nitrogen. Yang harus diperhatikan dalam penggunaan pupuk ini adalah sifat yang tidak menyenangkan dari zat tersebut antara lain adalah : a. Bersifat korosi terhadap tembaga, campuran tembaga dan campuran aluminium . b. Uap ammina kurang memberi warna, menyebabkan mati lemas, buta dan pada konsentrasi tinggi mudah terbakar. c. Tekanan naik dengan cepat karena perubahan suhu, pada suhu 10 C tekanannya 5,22 kg/cm2, 37,78 0C tekanannya 13,50 kg/cm2, dan pada 51,67 0C tekanannya 20, 51 kg/cm. 2. Penempatan pada permukaan tanah : pada cara ini penyebaran pupuk dapat dilakukan dengan tanpa tekanan. Alat penyebar pupuk ini serupa dengan sprayer. Pupuk dapat disemprotkan bersama-sama insektisida. Bagian-bagian penting dari alat

penyebar anhydrous ammonia adalah :

a. Tangki : berguna untuk membawa pupuk b. Pipa : berguna untuk menyalurkan pupuk dari tangki ketanah c. Pisau : berguna untuk membuka tanah d. Pengatur : berguna untuk mengatur tekanan sesuai dengan keperluan.. 3. Penempatan dalam air irigasi : pupuk cair juga dapat disebarkan melalui air irigasi. Pemberian bersamaan dengan air irigasi sehingga dapat menghemat tenaga kerja dan alat. Kekurangan cara ini antara lain, hanya mungkin dilakukan bila tanaman memerlukan air dan kemungkinan penguapan pupuk melalui air. Ada 3 macam cara sistem pengaliran pupuk cair dari tangki ke bagian distribusi. 1. Gravitasi (gaya berat) 2. Pompa 3. Tekanan udara

Spesifikasi Teknis: Tipe Penggerak Dimensi Berat kosong Transmisi Kapasitas Hopper Jenis pupuk Dosis pupuk Lebar kerja Kecepatan kerja Kapasitas kerja : Pengumpanan (feeding) dengan screw conveyor : Traktor roda dua > 8 HP : P x L x T : 3070 x 1410 x 1020 mm : 375 kg : Sprocket and chain : 1 m3 : Organik kering / Kompos : 10 12 ton/Ha : 1 meter : Maksimum 3 km/jam : 0,3 Ha/jam (3,33 jam/Ha)

Pemberian

dapat

dilakukan

dengan

menggunakan

alat

penyebar

pupuk.Alat/mesin pemupukan di Indonesia masih belum berkembang.Umumnya pemupukan masih dilakukan secara tradisional oleh para petani.Atas dasar sumber tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan alat,alat pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu : 1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia 2. Alat pemupukan dengan sumber tenaga hewan 3. Alat pemupukan dengan sumber tenaga traktor A.1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia. Dari keterangan di atas maka dapat dilihat bermacam-macm alat untuk pemupukan dan bagaimana cara penggunaannya sebagai berikut. a. Penyebaran ( Spreading ) Alat penyebar bahan dapat dibagi dalam tiga katagori: 1. sentrifugal 2. grafitasi 3. hembuan udara Penyebaran pada distributor sentrifugalmenggunakan spiner

diperlihatkan pada Gambar 13. Spiner dengan sudu-suduyang lurus maupun lengkung biasa digunakan. Spiner diputar untuk menyebarkan pupuk ke arah samping dan belakang dengan gaya sentrifugal dari putarannya.Kadangkadang untuk aplikator bahan kimia tepung dengan penyebaran bahan yang tidak terlalu lebar, digunakan difuser seperti diperlihatkan padaGambar 14. Difuser menyebarkan pupuk yang keluar dari lubang keluaran penjatah, dalam bentuk alur di permukaan yang relatif lebar. Gambar 13. Beberapa jenis spiner untuk distributor sentrifugal (Srivastava et al.,1993).

10

Gambar 13. Beberapa jenis spiner untuk distributor sentrifugal (Srivastava et al.,1993)

Gambar 14. Beberapa jenis difuser untuk aplikator tipe gravitasi (Srivastava etal., 1993).

b. Penempatan ( Placement ) Alat penempatan bahan dapat dibagi ke dalam penempatan di atas permukaan dan di bawah permukaan tanah. Aplikasi di atas permukaan tanah biasanya dicampurkan ke dalam tanah dengan alat pengolahan tanah

11

(lihat video penggaruan) sebelum penanaman. Pada tanaman yang sudah tumbuh, bahankimia diaplikasikan sebagai top dressing dan tidak

dicampurkan ke dalam tanah,khususnya pada penanaman rapat/padat. Kadangkadang pupuk ditempatkancukup dalam di bawah permukaan tanah dengan sebuah penanam ataukultivator. Pupuk juga ditempatkan di kedalaman yang cukup dalam tanahmenggunakan bajak chisel atau di dasar alur pembajakan seperti diperlihatkan pada Gambar 15. Penempatan dalam barisan saat penananaman dalam barisan dilakukandengan aplikator yang independen dari pembuka alur untuk benih. Pembuka alur yang mirip untuk penananaman seperti piringan ganda (double disk ), piringantunggal ( single disk ), dan pemuka alur tipe runner sering digunakan untuk penempatan pupuk dalam alur. Gambar 16 menunjukkan contoh sebuah mesin pemupuk dan penanam ditarik traktor tangan, di mana pembuka alur pupuk berada di depan untuk membuat alur pupuk dengan kedalaman lebih dalam darialur benih.

12

Gambar 15. Alat pemupuk desain IRRI yang menempatkan pupuk padadasar alur bajak (Koga, 1988) Gambar 16. Sebuah mesin pemupuk dan penanam yang ditarik traktor tangan(koga, 1988).

Untuk

mengaplikasikan

bahan

kimia

tepung,

dapat

juga

menggunakansebuah duster atau power duster seperti diperlhatkan pada Gambar 17. Knapsack power duster (duster tipe gendong) pada Gambar 17 tersebut memiikikemampuan penebaran bahan kimia bentuk tepung ke arah horizontal 25 m, arahvertical 15 m, dan kapasitas container 11-12 liter, berat bersih 13.5 kg dengan daya motor 1.18 kW pada 5000 rpm dan konsumsi

13

bahan bakarnya 530ml/kW.jam. Desain utamanya adalah kotak penyimpan bahan (hopper), blower penghembus, dan saluran penghembus. Blower yang digerakkan oleh motor bakar ukuran kecil berfungsi memberikan hembusan pada dasar hopper untuk memperlancar penjatahan bahan dan

menghembuskan bahan ke arah saluran penghembus untuk disebarkan ke sasarannya. Saat ini, banyak power mist blower yang memiliki fasilitas untuk penghembus bahan tepung, selainmenyemprotkan bahan cair.

Gambar 17. Sebuah knapsack power duster

3. Alat pemupukan dengan sumber tenaga hewan Pupuk padatan banyak dipergunakan pada peralatan yang ditarik oleh hewan. Pada alat penyebar pupuk butiran bisanya dilengkapi roda 2 buah, sedangkan pada alat penyebar pupuk kandang beroda 4. Pergerakan alat dari alat penyebar pupuk tersebut berasal dari perputaran roda. Dalam operasinya, biasanya alat dikaitkan dengan alat penanam benih. Untuk menyebarkan pupuk, alat dapat dikendalikan oleh 2 atau 1 orang. Pada alat yang memerlukan 2 orang, masing-masing orang mengawasi pengeluaran jalannya pupuk dan jalannya ternak atau alat. Lebar dari alat penyebar pupuk ini mencapai 2.50 m, sedangkan beratnya dapat mencapai 110 kg.

14

Keutuhan dari alat-alat tersusun dari bagian-bagian : 1. Corong pemasukan (hopper) 2. Tangkai kendali 1. Roda 2. Pengatur penjatuhan pupuk 3. Belt/rantai transmisi 4. Pembuka alur 5. Penutup alur 6. Saluran pupuk Kegunaan dari masing-masing bagian adalah : 1. Corong pemasukan : berguna menyalulurkan pupuk kedalam tanah. 2. Tangkai kendali : berguna untuk mengendalikan jalannya alat. 3. Roda : berguna untuk memperlancar jalannya alat. 4. Pengatur penjatuhan pupuk : berguna menentukan jumlah pupuk yang diperlukan Belt/rantai : berguna untuk menyalurkan tenaga yang berhubungan dengan alat penyaluran pupuk. 5. Pembuka alur : berguna untuk membongkar tanah yang akan diisi pupuk 6. Penutup alur : berguna untuk menutup tanah yang diisi pupuk. 7. Saluran pupuk : berguna untuk memperoleh ketepatan penjatuhan pupuk. Semua alat penyebar pupuk dapat digolongkan kedalam alat semimekanis.

15

BAB III PENUTUP

A.

Kesimpulan

Dalam penulisan makalah ini penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Pemupukan merupakan usaha memasukkan zat hara kedalam tanah dengan makud memberiakan/menambahkan zat-zat tersebut untuk pertumbuhan tanaman agar didapatkan hasil produksi sesuai yang diharapkan. 2. Atas dasar sumber tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan alat, alat pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu : alat pemupukan dengan tenaga manusia, alat pemupukan dengan tenaga hewan, dan alat pemupukan dengan traktor. 3. Pupuk padatan banyak dipergunakan pada peralatan yang ditarik oleh hewan. 4. Peralatan penggunaan pupuk kering dapat digolongkan menjadi 2, yaitu : Band Aplicator dan Broadcast Aplicator. 5. Ada 3 macam cara sistem pengaliran pupuk cair dari tangki ke bagian distribusi, yaitu gravitasi (gaya berat), pompa, dan tekanan udara.

B.

Saran

Semoga dengan pembuatan makalah tentang Alat dan Mesin Pemupukan ini, mahasiswa khususnya mahasiswa Teknik Pertanian diharapkan mampu mengetahui dan memahami tentang alat dan mesin yang digunakan dalam pemupukan.

16

DAFTAR PUSTAKA

Ciptohadijoyo, S., 1999, Alat dan Mesin Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta Darun, S. Matondang, Sumono, 1983, Pengantar Alat dan Mesin-Mesin Perkebunan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan Harris Pearson Smith, A.E., Lambert Henry Wilkes, M. S., 1988. Farm Mechinery and Equipment, Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd, New Delhi Irwanto, A.K., 1983, Alat dan Mesin Budidaya Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Purwadi, T., 1999, Mesin dan Peralatan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta Sukirno. 1999, Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta

17