LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM

FISIKA DASAR I
Topik Percobaan : Rangkaian Seri dan Paralel pada Bola Lampu

Oleh :

Nama Anggota

: - Surya Efendy

DBD 109 000

- Cecep

DBD 109 000

- Yohanes

DBD 109 000

- Arius Virgo S.

DBD 109 000

- Siti Zakiyah

DBD 109 005

- Ahmad Indra M.

DBD 109 000

Kelompok

: III (Tiga)

Praktikum ke

: 1 (Pertama)

Tanggal Praktikum

: 26 Maret 2010

Dosen Pembimbing

: Lendra, ST., MT.

Asisten Pembimbing

:

........................................ Dasar Teori.......................................................................................... Lampiran..................... i Daftar Isi.............................................................................................. 6 VII........ 1 II... Landasan Teoritis dan Prosedur Pengukuran......................... Kesimpulan.. Ralat.................................................................................................................. 8 E............................................................................... ii I. Topik Percobaan................... 4 VI....................................DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar.. Kesimpulan............................................ Tujuan Percobaan...................... Daftar Pustaka............................................................................................... 7 C............................................................................................................................................. dan Saran................................................................... 1 IV....... 7 D............................... Saran........................................... 2 B................................................................................................................ Tugas.................................................................. 1 III......................................................... Analisis Data dan Jawaban Tugas................................................. 2 A........................................ 5 C....................................................................................................................................... Analisis Data........................... Diskusi.......... Data Hasil Pengukuran.................................................. 7 B.......................................................... 5 B.................................. 3 V............... 7 A... 5 A.... 9 ..................................................................................................................... Diskusi........................................ Prosedur Kegiatan ................................................................................................... Alat dan Bahan.............................................

Power supply 2. Hal ini dikenal sebagai hukum ohm. R2. arus. Kabel secukupnya Landasan Teoritis dan Prosedur Pengukuran A. Hasil bagi antara beda potensial (V) dengan kuat arus (I) dinamakan hambatan listrik atau resistansi (R) dengan satuan ohm ( ) .Topik Percobaan RANGKAIAN SERI DAN PARALEL PADA BOLA LAMPU I. Amperemeter 4. R3 Pada hambatan-hambatan yang dipasang seri. Dapat merangkai seri beberapa bola lampu 2. Lampu pijar 3. III. Voltmeter 5. Hukum Ohm berbunyi: “Besar kuat arus listrik dalam suatu penghantar berbanding langsung dengan beda potensial (V) antara ujung-ujung penghantar asalkan suhu penghantar tetap. Tujuan Percobaan 1. kuat arus yang mengalir pada tiap-tiap hambatan adalah sama. Dasar Teori Perhatikan gambar di bawah ini : Tiga buah lampu disambung seri R1. dan tegangan pada rangkaian 3. II. I1 = I2 = I3 = I Besar kuat arus di dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial.” Besar kuat arus listrik dalam suatu penghantar berbanding langsung dengan beda potensial (V) antara ujung-ujung penghantar asalkan suhu penghantar tetap. Dapat menghitung harga hambatan. dan tegangan Alat dan Bahan 1. Dapat mengukur hambatan. arus.

Maka persamaannya dapat ditulis: Keterangan: R V I : : : hambatan listrik (ohm = W ) beda potensial atau tegangan (volt = V) kuat arus listrik (ampere = A) Jadi hambatan pengganti dari hambatan listrik yang disusun seri dapat dinyatakan dalam persamaan berikut: RS = R1 + R2 + R3 + ………. + Rn Fungsi penyusunan hambatan-hambatan secara seri adalah untuk mendapatkan hambatan pengganti yang lebih besar. Pada setiap hambatan yang dipasang secara paralel. yang berbunyi: “ Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu simpul sama dengan kuat arus listrik yang keluar dari titik simpul tersebut. Perhatikan gambar di bawah ini : Hubungan jumlah kuat arus listrik yang masuk ke titik percabangan/simpul dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik percabangan dikenal sebagai Hukum I Kirchoff. Fungsi penyusunan hambatan secara paralel dalam sebuah rangkaian listrik adalah untuk mendapatkan hambatan pengganti yang harganya kecil daripada harga tiap-tiap hambatan rangkaian tersebut. diperoleh : . beda potensial listriknya (tegangan listriknya) pada tiap-tiap hambatan adalah sama.” Secara matematis. Hukum I Kirchhoff dapat dituliskan sebagai: Imasuk = arus listrik masuk titik percabangan/simpul Ikeluar = arus listrik keluar titik percabangan/simpul Berdasarkan Hukum I Kirchoff tersebut.

+ 1/Rn . maka : I = V/Rp Jadi. sehingga : I = V/R1 + V/R2 + V/R3 = V (1/R1 + 1/R2 + 1/R3) Jadi. hambatan pengganti dari n hambatan listrik yang disusun secara paralel dapat dinyatakan dalam persamaan berikut : 1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 +……….I = I 1 + I2 + I3 Tegangan listrik V untuk tiap-tiap hambatan adalah sama. 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 = 1/Rp .

3. . Hubungkan saklar hingga arus mengalir dalam rangkaian. Lakukan percobaan dengan merangkai paralel.B. perhatikan nyala lampu L1 + L2 + L3. Prosedur Kegiatan 1. Catat pengamatan kalian pada tabel. Rangkailah alat-alat tersebut seperti pada gambar berikut 2.

18 0.IV.25 6 I(mA) V(volt) I(mA) V(volt) I(mA) V(volt) 2. 6 0.18 0.18 1 0. 6 I(mA) V(volt) AB CD EF GH .15 0. 3 0.9 0. Rangkaian Paralel No ST (Volt) 1. 3 2.75 0.25 1.25 2 0.5 2.18 2.9 0.25 0. Rangkaian Seri No ST I(mA) (Volt) V(volt) I(mA) AB V(volt) I(mA) BC V(volt) I(mA) CD V(volt) AD 1. Data Hasil Pengukuran 1.

V. Tugas . Ralat C. Analisis Data B. Analisis Data dan Jawaban Tugas A.

Diskusi B. Kesimpulan. Kesimpulan C. Diskusi.VI. dan Saran A. Saran .

Proyek alat-alat IPA dan PKG DIKNAS. 2003 . TIM Kegiatan Pembelajaran Fisika. Intan Pariwara. Marthen Kanginan. Muhadi. Hasan Wiladi. Jakarta: 1995. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Sistem Penilaian Pelajaran Fisika. dkk. 1994. Nyoman Kertiasa. Jakarta: 1997. Kamajaya.Pd. Penuntun Belajar Fisika 2. 1997. dkk. Heru Asri Poerno.Si. Bandung: Ganeca Exact. Budikase. Jakarta: 2000. Jakarta:Yudhistira.VII. Drs. Fisika Terpadu 2a. 1996. Bob Foster. Fisika 2. Jakarta: Erlangga. Kurikulum 2004 SMA. 1996. Fisika 2.. M. Daftar Pustaka DAFTAR PUSTAKA Tim PDKBM Fisika II. Drs. Jakarta: Erlangga. Depdiknas. 2000. Pustekkom Diknas. S. Balai Pustaka. 2000. Ir. Bandung: Grafindo. Konsep-Konsep Fisika 2. Fisika 2a. Fisika 2000 2B. Salatiga: PT.

VIII. Lampiran .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful