PT.

Farni Furniture
STANDARD OPERATING PROCEDURE
BAGIAN KEUANGAN

Original Date of Issue: Approved by: 1. DESKRIPSI

16 Mei 2013 Manager Keuangan

Meubel Farni Furniture merupakan suatu kesatuan yang menyeluruh yang terdiri dari bagianbagian yang saling berhubungan dan berinteraksi. Oleh karena itu diperlukan suatu standar operasional prosedur (SOP). SOP diarahkan untuk mencapai tujuan Meubel Farni Furniture, yang secara umum berusaha untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan. Kekurang berhasilan suatu perusahaan, dapat tercermin dari kurang diinginkannya perusahaan tersebut atau reputasi yang kurang baik dalam pemberian perawatan maupun pada pelayanan yang lain, termasuk pelayanan administrasi keuangan. Sebagai indikator keberhasilan dari kegiatan perusahaan dapat diciptakan suatu tolok ukur keberhasilan dan tingkat kemajuan perusahaan yaitu dengan menciptakan standar operasional prosedur. Maka untuk ketertiban penyelenggaraan manajemen keuangan perlu dibuat suatu Standar Operasional Prosedur Keuangan.
2. TUJUAN

Tujuan dibuatnya Standar Prosedur Operasional Keuangan sebagai berikut: 1. Memberikan standar pedoman penyelenggaraan administrasi keuangan pada pelaksanapelaksana di lapangan. 2. Memudahkan dalam mendeteksi jika terjadi kesalahan atau pelanggaran prosedur. 3. Dapat memberikan motivasi kerja agar lebih semangat. 4. Sebagai indikator keberhasilan perusahaan

3. SUMBER DAYA MANUSIA KEUANGAN

Bagian Keuangan terdiri dari : 1. Akuntansi : bertanggung jawab menjaga kas bank dan kas kecil, menerbitkan invoice, melakukan penagihan ke pelanggan serta membuat laporan keuangan. 2. Kasir : bertugas mencatat laporan kas kecil, merekap penerimaan dan pengeluaran kas kecil. 3. Pajak : bertanggung jawab pada laporan keuangan pajak baik bulanan maupun tahunan. 4. Personalia : bertanggung jawab mengurusi segala kepegawaian Meubel Farni Furniture

ambil dan cuci mobil bersamaan pembayaran gaji. Semua penerimaan pembayaran harus menggunakan kwitansi bernomor sebagai bukti pembayaran. Pembayaran dari pelanggan dilakukan dengan cara penagihan baik via telepon. email maupun langsung datang ke tempat costumer. 5. Pebayaran kepada pemasok (supplier) secara jatuh tempo. klaim kesehatan dan fee antar. 3. 8. . KEBIJAKAN UMUM KEUANGAN Adapun kebijakan umum bidang keuangan PT. Meubel Farni Furniture adalah: 1. Prosedur Penerimaan Pendapatan Prosedur penerimaan pendapatan dari pelanggan perusahaan adalah sebagai berikut: 1. direktur dan karyawan dilakukan tiap tanggal 1 bulan berikutnya.4. 9. Laporan Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Arus Kas Laporan Piutang Sewa dan Hutang Sewa 5. Pembuatan laporan kegiatan yang ditujukan Direktur sebagai berikut : 1.1. 4. perjalanan dinas. Pembayaran gaji komisaris. 2. 7. Penagihan ke pelanggan harus menggunakan invoice resmi Meubel Farni Furniture baik untuk kantor pusat (Malang) maupun kantor perwakilan. Bagian keuangan (Akuntansi) mencetak kuitansi. 4. 10. PROSEDUR DALAM BIDANG KEUANGAN 5. kecuali bagi kebutuhan rutin yang telah disetujui melalui kas kecil. 3. Pembayaran dari pelanggan perorangan dilakukan segera setelah selesai pelayanan maupun diawal pelayanan dengan melalui mekanisme penagihan sesuai dengan Perjanjian Kerjasama yang disepakati. 2. 2. Semua pengeluaran perusahaan melalui Bank / Giro. invoice dan faktur pajak (bagi yang dikenakan PPN) untuk dikirim ke pelanggan. 6. Bagian keuangan (Akuntansi) menerima form order dari bagian marketing dan copy surat kontrak dari bagian operasional untuk dijadikan acuan penagihan ke pelanggan. Pembayaran uang lembur. Pembayaran dari pelanggan perusahaan dilakukan dengan cara penagihan atar perusahaan dengan melalui mekanisme penagihan sesuai dengan Perjanjian Kerjasama yang disepakati.

untuk lembar 1 dan 2 diserahkan ke pelanggan. 10. Kuitansi diserahkan ke pelanggan jika pembayaran sudah dilakukan. 4. Untuk memperjelas bagian keuangan juga mengirim invoice ke pelanggan melalui email (bagi pelanggan yang mempunyai email). Prosedur Penerimaan Piutang Sewa Prosedur penerimaan piutang sewa meliputi : 1. Pembayaran dengan cek atau BG dianggap sah jika sudah dicairkan Meubel Farni Furniture . Pembayaran atas sewa tersebut dapat melalui rekening maupun tunai. untuk lembar 1 dan 2 diserahkan ke pelanggan. sedangkan lembar ke 3 untuk arsip bagian keuangan (Pajak). sedangkan lembar ke 3 untuk arsip bagian keuangan (Akuntansi). 4. 9. Jika kuitansi sudah langsung diserahkan sekalian dengan invoice dan faktur pajak. maka dari bagian keuangan mengeluarkan tanda terima atas penyerahan kwitansi dan kelengkapan tersebut.3. 5. 5. dan jika pelanggan sudah melakukan pembayaran maka tanda terima yang asli akan diserahkan ke pelanggan. Bagian keuangan akan mengeluarkan surat tertanda direktur ke pelanggan tersebut untuk segera melakukan pembayaran. Invoice dan kuitansi terdiri dari 3 lembar.4. Pengeluaran kas / bank intern . bagian keuangan juga tetap aktif menelepon dan mendatangi pelanggan tersebut dengan dibantu bagian operasional. 7. 3. Selain mengeluarkan surat resmi. Prosedur Pengeluaran Biaya / Kas Prosedur pengeluaran kas/bank meliputi : 1. 8. Semua penerimaan yang melalui tunai masuk ke bagian keuangan (kasir). 2. Faktur pajak terdiri dari 3 lembar. Invoice yang sudah dikirimkan bagian keuangan jika sudah lebih dari 1 bulan dari tanggal pengiriman maka menjadi piutang sewa.3. 6. 5. maka akan dikenakan penalty atau benda sewa atas keterlambatan tersebut. Seminggu dari pengiriman invoice bagian keuangan mengkonfirmasi ke pelanggan mengenai tagihan tindak lanjut invoice tersebut. Jika lebih dari 3 bulan tagihan belum terbayar.

21. 5.000. PROSEDUR PEMBAYARAN HUTANG SUPPLIER Prosedur pembayaran hutang kepada supplier untuk pembelian bahan sebagai berikut : . Untuk membiayai pengeluaran digunakan sistem kas kecil yang digunakan untuk membiayai pengeluaran yang jumlahnya dibawah Rp.000. Menerima setoran PPh 21 komisaris. 2. Honor. 250. PROSEDUR PEMOTONGAN Dan PENYETORAN PPh Ps 21 Sebagai Pemotong pajak pph psl 21 Meubel Farni Furniture pada setiap bulan memotong penghasilan karyawan yang sudah melebihi PTKP. 3. Sedangkan untuk membiayai pengeluaran yang jumlahnya besar atau jumlahnya diatas Rp. Lembur. Prosedur Pemotongan Dan Penyetoran PPh ps 21 1. Dan diatas Rp. 1.00 ( satu juta rupiah ) harus menyelenggarakan pengajuan tunai. Menyetor PPh Psl 21 yang diterima via Bank sebelum tanggal yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jendral Pajak 5.000.000.000. Gaji. Melaporkan PPh Psl 21 yang telah dipotong ke Kantor Pajak sebelum tanggal 20 bulan yang bersangkutan.6. dan akan menyetorkan pajak PPh 21 kepada bank yang ditunjuk.000. Transport. 2.00 sampai dengan Rp. direktur dan karyawan yang langsung dipotongkan dari gaji.5. Pada prinsipnya semua pengeluaran uang dari perusahaan harus pengajuan ke bagian keuangan dan mendapatkan otorisasi dari Direktur. 1. Mencatat besar penghasilan dan PPh Psl 21 ke dalam buku rekapan pajak. Pekerjaan sejak pemotongan sampai dengan penyetoran didukung dengan pembuatan Bukti Potong PPh Ps. Pengeluaran kas/bank ekstern Pengeluaran kas/bank ekstern adalah pembayaran – pembayaran tunai maupun pembayaran cek / BG kepada supplier atau pihak luar. Mengisi formulir PPh Psl 21 tahun berjalan dengan dilampiri bukti setoran PPh Psl 21 perbulan 4. 5. Perjalanan dinas dan lainlainnya.Pengeluaran kas/bank intern adalah pengeluaran – pengeluaran untuk lingkungan intern perusahaan sendiri misalnya . 250.00 ( satu juta ) harus digunakan cek/BG tidak dibayar tunai ( dengan kas ).00 ( Duaratus limapuluh ribu rupiah ).

000. Tetapi jika ada penerimaan sewa dan pembayaran supplier diatas Rp. 5.000. Pembayaran ke supplier dalam rangka ada event jatuh tempo 1 bulan sd 2 bulan. Bagian keuangan akan memverivikasi pengajuan tersebut.jatuh tempo 1 minggu.000. 2. Kasir (TRC Semarang). 2.000.000.2. Pengisian kas kecil sesuai dengan kebutuhan.000.. Pembayaran ke supplier dengan nominal diatas Rp. 5.500.000. Yogyakarta dan Surabaya melalui prosedur : 1. Untuk kantor Yogyakarta dan Surabaya dalam hal penerimaan sewa dan pembayaran hutang sewa dibawah Rp. 7.000. 4. 4.000. PROSEDUR PENGISIAN KAS KECIL Untuk pengajuan kas kecil baik kantor Semarang.maka langsung ke kantor pusat Semarang . Baik kantor perwakilan Yogyakarta maupun Surabaya maksimal kas kecil yang boleh dipegang adalah Rp.000.1.-..jatuh tempo 1 bulan.1. koordinator TRC Yogyakarta dan koordinator TRC Surabaya mengajukan permintaan kas kecil secara tertulis baik langsung maupun melalui email ke bagian keuangan (akuntansi). Pembayaran hutang supplier melalui rekening maupun tunai.. Jika melebihi batas tersebut maka kelebihan dari kas tersebut harus disetorkan ke kantor Semarang.sd Rp.000.1..7. 6.000. Bagi supplier baru ketentuan diatas bisa dilaksanakan setelah ada sosialisasi dan setelah lebih dari 1 kali kerjasama dengan supplier tersebut. Pembayaran ke supplier dengan cara jatuh tempo yaitu dengan memberikan tanda terima terlebih dahulu setelah menerima invoice dari supplier. karena harus dikroscek antara bagian keuangan dengan bagian operasional. 5.2. 3.1. Pembayaran ke supplier dengan nominal dibawah Rp..1.7.jatuh tempo 2 minggu.000.bisa langsung dilaksanakan dikantor masing-masing. jika kas kecil masih mencukupi maka tidak perlu melakukan pengajuan cek ke direktur. 3.. setelah diverivikasi maka bagian keuangan akan meneruskan ke direktur untuk dimintakan persetujuan. Pembayaran ke supplier dengan nominal diatas Rp.