Anda di halaman 1dari 35

SKIZOFRENIA

Dezca Nindita

DEFINISI

• Skizofren adalah suatu gangguan psikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yang ditandai dengan gejala psikotik yang khas dan oleh kemunduran fungsi sosial, fungsi kerja, dan perawatan diri

ETIOLOGI

• Genetik
• Gen yang mengkode reseptor dopamin, reseptor serotonin, dan enzim yang membantu metabolisme dopamin, cathecol-O-methyltransferase (COMT)

• Lingkungan

PATHOFISIOLOGI .

KRITERIA DIAGNOSTIK SKIZOFRENIA Terdapat dua (atau lebih) dari kriteria di bawah ini. alogia atau avolisi (tidak adanya kemauan) • • • • • . masing-masing ditemukan secara signifikan selama periode satu bulan (atau kurang bila berhasil ditangani): Delusi (waham) Halusinasi Pembicaraan yang tidak terorganisir (misalnya. topiknya sering menyimpang atau tidak berhubungan) Perilaku yang tidak terorganisir secara luas atau munculnya perilaku katatonik yang jelas Gejala negatif. yaitu adanya afek yang datar.

pengaruh medikasi) atau kondisi medis umum .• • • • Disfungsi sosial Durasi Gangguan-gangguan lain dengan ciri psikotik tidak dimasukkan karena: Tidak ada episode depresif mayor. maka durasi totalnya akan relatif singkat bila dibandingkan dengan durasi periode aktif atau residualnya. Di luar kondisi di bawah pengaruh zat atau kondisi medis umum (dikecualikan) Di luar gangguan skizoaktif dan gangguan mood • • • Gangguan tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (penyalahgunaan obat. manik atau episode campuran yang terjadi secara bersamaan yang terjadi bersama dengan gejala fase aktif Jika episode mood terjadi selama gejala aktif.

newer atypical antipsycotics . . dan Clozaril (Clozapine). yaitu: • • • antipsikotik konvensional.TERAPI MEDIKA MENTOSA Terdapat 3 kategori obat antipsikotik yang dikenal saat ini.

terutama untuk menekan gejala positif. antipsikotik konvensional sering menimbulkan efek samping yang serius. Walaupun sangat efektif. • Obat antipsikotik yang paling lama penggunannya disebut antipsikotik konvensional. Contohnya: Haldol (haloperidol) Mellaril (thioridazine) Navane (thiothixene) Thorazine ( chlorpromazine) • • • • .ANTIPSIKOTIK KONVENSIONAL.

bila pasien mengalami kesulitan minum pil secara reguler. pada pasien yang sudah mengalami perbaikan (kemajuan) yang pesat menggunakan antipsikotik konvensional tanpa efek samping yang berarti. Prolixin dan Haldol dapat diberikan dalam jangka waktu yang lama (long acting) dengan interval 2-4 minggu (disebut juga depot formulations ). . • Kedua. Biasanya para ahli merekomendasikan untuk meneruskan pemakaian antipskotik konvensional.INDIKASI PEMILIHAN ANTIPSIKOTIKA KONVENSIONAL • Pertama.

Beberapa contoh newer atypical antipsycotic yang tersedia. serta sedikit menimbulkan efek samping bila dibandingkan dengan antipsikotik konvensional. antara lain : Risperdal (risperidone) • • • Seroquel (quetiapine) Zyprexa (olanzopine) .NEWER ATYPICAL ANTIPSYCOTIC • Obat-obat yang tergolong kelompok ini disebut atipikal karena prinsip kerjanya berbeda. Lebih efektif untuk menekan gejala negatif.

Para ahli merekomendaskan penggunaan Clozaril bila paling sedikit 2 dari obat antipsikotik yang lebih aman tidak berhasil. • • Clozaril dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berguna untuk melawan infeksi .CLOZARIL • merupakan antipsikotik atipikal yang pertama. .

Pergantian obat disesuaikan dengan dosis ekivalen. perbedaan terutama pada efek samping sekunder. Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti psikosis sebelumnya jenis obat antipsikosis tertentu yang sudah terbukti efektif dan ditolerir dengan baik efek sampingnya. dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang • . Pemilihan jenis obat anti psikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. • • Apabila obat anti psikosis tertentu tidak memberikan respon klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang memadai.CARA PENGGUNAAN OBAT ANTI PSIKOTIKA • Pada dasarnya semua obat anti psikosis mempunyai efek primer (efek klinis) yang sama pada dosis ekivalen. dapat diganti dengan obat psikosis lain (sebaiknya dari golongan yang tidak sama). dengan dosis ekivalennya dimana profil efek samping belum tentu sama.

• Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan: o Onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu o Onset efek sekunder (efek samping) : sekitar 2-6 jam o Waktu paruh 12-24 jam (pemberian 1-2 kali perhari) • Dosis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak efek samping (dosis pagi kecil. dosis malam lebih besar) sehingga tidak begitu mengganggu kualitas hidup pasien .

• Untuk pasien dengan serangan sndroma psikosis multi episode terapi pemeliharaan dapat dibarikan palong sedikit selama 5 tahun.• Mulai dosis awal dengan dosis anjuran dinaikkan setiap 2-3 hari sampai mencapai dosis efektif (mulai peredaan sindroma psikosis) dievaluasi setiap 2 minggu dan bila perlu dinaikkan dosis optimal dipertahankan sekitar 8-12 minggu (stabilisasi) diturunkan setiap 2 minggu dosis maintanance di pertahankan 6 bulan sampai 2 tahun (diselingi drug holiday 1-2 hari/mingu) tapering off (dosis diturunkan tiap 2-4 minggu). .

sampai beberapa hari setelah dosis terakhir yang masih mempunyai efek klinis. sehingga potensi ketergantungan obat kecil sekali. Obat antipsikosis tidak menimbulkan gejala lepas obat yang hebat walaupun diberikan dalam jangka waktu yang lama. Pada umumnya pemberian obat psikosis sebaiknya dipertahankan selama 3 bulan sampai 1 tahun setelah semua gejala psikosis mereda sama sekali.• Efek obat psikosis secara relatif berlangsung lama. • • .2 bulan. Untuk psikosis reaktif singkat penuruna obat secara bertahap setelah hilangnya gejala dalam kueun waktu 2 minggu .

2010) . Dosis dimulai dengan 0. • • • Penggunaan CPZ injeksi sering menimbulkan hipotensi ortostatik pada waktu peubahan posisi tubuh (efek alpha adrenergik blokade). SA 0. diare. mual muntah. Mengatasinya dengan tablet trihexyphenidyl 3-4x2 mg/hari.5 cc setiap 2 minggu pada bulan pertama baru ditingkatkan menjadi 1 cc setap bulan. Keadaan ini akan mereda dengan pemberian anticholinergic agent (injeksi sulfas atrofin 0.75 mg/hari. pusing. Tindakan mengatasinya dengan injeksi nor adrenalin (effortil IM) Haloperidol sering menimbulkan sindroma parkinson.5-0. gemetar dan lain-lain.• Pada penghentian yang mendadak dapat timbul gejala Cholinergic rebound yaitu: gangguan lambung. Pambarian anti psikosis long acting hanya untuk terapi stabilisasi dan pemeliharaan terhadap kasus skizpfrenia.25 mg IM dan tablet trihexypenidil 3x2 mg/hari) Obat anti pikosis long acting (perenteral) sangat berguna untuk pasien yang tidak mau atau sulit teratur makan obat ataupun yang tidak efektif terhadap medikasi oral. (Kaplan dan Saddock.

TERAPI PSIKOSOSIAL • Terapi perilaku Teknik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan ketrampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial. kemampuan memenuhi diri sendiri. • Terapi berorientasi keluarga Terapi ini sangat berguna karena pasien skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial. dan komunikasi interpersonal. keluraga dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif (setiap hari). latihan praktis. .

• Psikoterapi individual perkembangan suatu hubungan terapetik yang dialami pasien sebagai aman.• Terapi kelompok Terapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana. . dan hubungan dalam kehidupan nyata. dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. jarak emosional antara ahli terapi dan pasien. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi. masalah.

KASUS • Identitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin Agama : Tn. Surakarta : Pasien berdiam diri dan tidak berbicara . IG : 55 tahun : Laki-laki : Islam Pekerjaan Alamat • Keluhan Utama : Tidak bekerja : Nusukan.

dan tangannya memainkan seprai. kontak dengan pemeriksa kurang. . Ketika ditanyakan nama. Ketika ditanyakan yang lain. rambut acak-acakan.• Pasien datang dijemput oleh tim RSJ Surakarta. pasien hanya diam saja sambil melihat tempat tidur. memakai kaos dan celana pendek yang kotor. Penampilan pasien tidak wajar. pasien tetap diam. Wawancara dihentikan karena pasien tidak kooperatif. tangan dan kaki kotor.

. Pasien belum pernah berobat ke RS (hanya berobat ke Puskesmas). karena ibu pasien tidak tega. Pasien dikatakan sering ngumikngumik dan tertawa sendiri. Pasien mulai mengidap kelainan tersebut sejak kelas 3 SD (45 tahun yang lalu). jarang bicara dan sering tertawa sendiri. Empat hari yang lalu. ibu pasien meninggal sehingga keluarga memutuskan untuk membawa pasien ke RSJ Surakarta karena khawatir pasien tidak ada yang merawat dan ingin pasien segera sembuh. tetapi jarang berbicara dengan orang yang tidak dikenalnya secara dekat.• Heteroanamnesis: • Pasien dikeluhkan suka berdiam diri. Bicara pasien tidak nyambung.

apalagi jika ada keramaian. pasien sering dimarahi oleh gurunya karena tidak mau maju ke depan kelas. Terakhir pasien mandi adalah 1 bulan yang lalu. .• Dikatakan pasien ketakutan jika melihat ada orang asing. Ketika di sekolah. Waktu itu pasien disuruh sembunyi di dalam rumah sehingga pasien tidak berani keluar. pasien hanya berdiam diri di kamar. Pasien dikatakan sangat pemalu. Dikatakan pasien pernah mengalami trauma psikis waktu kejadian G30S/PKI tahun 1965. Pasien dikatakan pernah bersekolah hingga kelas 3 SD. • Pasien dikatakan bisa mandi sendiri tetapi jarang. Dikatakan di keluarga pasien tidak pernah ada yang menderita kelainan seperti ini. keluarga tidak tahu apakah pasien pernah melihat atau mendengar hal-hal yang tidak didengar atau dilihat orang lain.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU • Riwayat penyakit serupa : disangkal • • • Riwayat hipertensi Riwayat asma Riwayat diabetes mellitus : disangkal : disangkal : disangkal .

hipertensi Riwayat diabetes mellitus Riwayat alergi : disangkal : disangkal : disangkal .RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA • Riwayat penyakit serupa : disangkal • • • Riwayat.

reguler : 20 kali/menit : 37.PEMERIKSAAN FISIK • Tanda Vital: Tekanan Darah Frekuensi Nadi Respirasi Suhu : 130/80 mmHg : 75 kali/menit.2ºC .

kontak dengan pemeriksa kurang.STATUS PSIKIATRI • Penampilan tidak wajar. • • • Kesadaran : Jernih Mood/Afek : Belum dapat dievaluasi Proses Pikir a. Arus pikir : mutisme c. Bentuk pikir : belum dapat dievaluasi b. riwayat raptus ada Psikomotor : meningkat saat pemeriksaan • • • . Isi pikir : belum dapat dievaluasi Persepsi : belum dapat dievaluasi Dorongan Instingtual : insomnia ada. roman muka sesuai umur. hipobulia ada.

DIAGNOSIS SKIZOFRENIA PARANOID DENGAN KEPRIBADIAN TERTUTUP .

.TUJUAN TERAPI • Menyeimbangkan dopamin yang berada di dalam otak serta meminimalisasi efek samping obat.

TERAPI • • • R/ Risperdal tab enterik mg 1 No. IG (55 tahun) . III ∫ 2 dd tab 1/2 3 hari pertama R/ Risperdal tab enterik mg 1 no VII • • ∫ 2 dd tab 1 7 hari selanjutnya Pro : Tn.

MERK DAGANG • Risperdal. Neripros. Noprenia . Zofredal. Persidal.

Risperione tidak memiliki afinitas terhadap reseptor kolinergik • Risperidone dianggap mempunyai efektivitas yang sama dengan haloperidol dengan efek samping yang lebih rendah. 2008).AKSI DAN FARMAKOLOGI KLINIS: • Risperidone adalah turunan dari benzisoxazole yang merupakan opat atipikal pertama yang diedarkan dianggap sangat efektif untuk menurunkan gejala psikotik negatif fan positif (Kelly and Weiner. Risperidone berikatan dengan reseptor α1 -adrenergik. • Risperidone merupakan antagonis monoaminergik selektif dengan afinitas tinggi terhadap reseptor serotonergik 5-HT2 dan dopaminergik D2. .

risperidon terikat dengan albumin dan alfa 1 glikoprotein.FARMAKOKINETIK: • Risperidone diabsorpsi sempurna setelah pemberian oral. Risperidone secara ekstensif dimetabolisme di hati oleh enzim CYP2D6 menjadi metabolitnya 9-hidroksirisperidone Waktu paruh eliminasi dari fraksi antipsikotik yang aktif adalah 24 jam. Di plasma. Ikatan protein plasma sekitar 90%. Absorpsi risperidone tidak dipengaruhi oleh makanan. konsentrasi plasma puncak dicapai setelah 1-2 jam. Studi risperidone dosis tunggal menunjukkan konsentrasi zat aktif dalam plasma yang lebih tinggi dan eliminasi yang lebih lambat pada lanjut usia dan pada pasien dengan gangguan ginjal. Konsentrasi plasma tetap normal pada pasien dengan gangguan fungsi hati. • . Risperidone sebagian besar di ekskresi lewat urin.

. depresi. delusi. perasaan bersalah dan cemas) yang berhubungan dengan skizofrenia. menarik diri dari lingkungan sosial dan emosional. blunted affect. Juga mengurangi gejala afektif (seperti. halusinasi. kecurigaan dan rasa permusuhan) dan atau dengan gejala-gejala negatif yang terlihat nyata (seperti. sulit berbicara). gangguan pola pikir. dengan gejala-gejala tambahan (seperti.INDIKASI DAN PENGGUNAAN KLINIS: • Terapi pada skizofrenia akut dan kronik serta pada kondisi psikosis yang lain.

Risperidone mempunyai efek antagonis dengan levodopa atau agonis dopamin lainnya. . Clozapine dapat menurunkan bersihan risperidone. Fluoksetin dapat meningkatkan konsentrasi plasma dari fraksi antipsikotik (risperidone dan 9-hydroxy-risperidone) dengan meningkatkan konsentrasi risperidone.INTERAKSI OBAT: • • • • • Hati-hati pada penggunaan kombinasi dengan obat-obat yang bekerja pada SSP dan alkohol. Karbamazepin dapat menurunkan kadar plasma risperidone.

5 mg. Penggunaan pada penderita geriatrik. Dosis di atas 16 mg/hari belum dievaluasi keamanannya sehingga tidak boleh digunakan. 1-2 x sehari • • • • Hari ke-2 : 4 mg/hari. 1-2 x sehari Dosis optimal 2 x 2-4 mg sehari Dosis di atas 10 mg/hari tidak lebih efektif dari dosis yang lebih rendah dan bahkan mungkin dapat meningkatkan gejala ekstrapiramidal. juga penderita gangguan fungsi ginjal dan hati: Dosis awal: 0. 2 x sehari • • Dosis dapat disesuaikan secara individual dengan penambahan 0. Dosis di atas 10 mg/hari dapat digunakan hanya pada pasien tertentu dimana manfaat yang diperoleh lebih besar dibanding dengan risikonya.DOSIS UMUM • Hari ke-1 : 2 mg/hari. 1-2 x sehari (titrasi lebih rendah dilakukan pada beberapa pasien Hari ke-3 : 6 mg/hari.5 mg. 2 x sehari (hingga mencapai 1-2 mg. 2 x sehari) .