Anda di halaman 1dari 24

CSS INVAGINASI OLEH : SKRIPSI EKA TIKAH PEMBIMBING : dr. Denison, Sp.

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JAMBI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI 2013

BAB I PENDAHULUAN
Invaginasi atau intususepsi merupakan penyebab

tersering dari obstruksi usus akut pada bayi, ketika satu bagian atas dari usus invaginasi ke bagian bawah dari usus tersebut. 65% kasus intususepsi timbul pada bayi berusia kurang dari 1 tahun dengan insiden puncak antara bulan kelima dan kesembilan kehidupan. Biasanya intususepsi yang terjadi pada bayi, tidak diketahui sebab pastinya. Pada anak di bawah usia 4 tahun , 95% invaginasi dimulai pada atau dekat katup ileosekalis.

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 ANATOMI USUS Usus halus merupakan tabung komplek, berlipatlipat yang membentang dari pylorus sampai katub ileosekal. Pada orang hidup, panjang usus sekitar 12 kaki/ sekitar 3,6 meter. Usus ini mengisi bagian tengah dan bawah rongga abdomen. Usus halus terdiri dari duodenum, jejenum dan ileum yang merupakan tempat digesti dan penyerapan sari-sari makanan.

Dinding usus halus di bagi dalam 4 lapisan : Tunica serosa Tunica muscularis Tela submucosa Tunika mukosa

Dinding kolon terdiri dari 4 lapisan, yaitu : Tunika serosa Tunika muskularis Tela submukosa Tunika mucosa

Terdapat 4 fungsi dari usus halus yaitu : Penyerapan Absorbsi Sekresi Motilitas

pada usus besar juga terdapat 4 fungsi yaitu : 1. Motilitas 2. Absorbsi 3. Sekresi. 4. Fungsi endokrin

DEFINISI INVAGINASI
Invaginasi adalah suatu keadaan segmen

proksimal dari usus masuk ke dalam segmen usus berikutnya dengan membawa serta mesenterium yang berhubungan. Bagian usus yang masuk disebut intussusceptum dan bagian yang menerima intususeptum dinamakan intussuscipiens. Oleh karena itu, invaginasi disebut juga intususepsi.

ETIOLOGI INVAGINASI
Ada perbedaan yang mencolok pada etiologi

invaginasi, antara anak dan dewasa. Pada anak penyebab atau etiologi terbanyak adalah idiopatik yang mana lead pointnya tidak ditemukan sedangkan pada dewasa penyebab terbanyak adalah kausal seperti keadaan patologik intra lumen oleh suatu neoplasma baik jinak maupun ganas sehingga pada saat operasi lead pointnya dapat ditemukan.

KLASIFIKASI INVAGINASI

Invaginasi dibedakan dalam 4 tipe : Enteric : usus halus ke usus halus Ileosekal : valvula ileosekalis mengalami invaginasi prolaps ke sekum dan menarik ileum dibelakangnya. Valvula tersebut merupakan apex dari invaginasi. Kolokolika : kolon ke kolon ileokoloika

PATOFISIOLOGI INVAGINASI
Invaginasi akan menimbulkan gangguan

pasase usus ( obstruksi ) baik partial maupun total dan stranggulasi. Proses terjadinya invaginasi dimulai dengan hiper peristaltik usus bagian proksimal yang lebih mobile menyebabakan usus masuk ke dalam lumen usus distal kemudian berkontraksi terjadi edema mengakibatkan terjadinya perlekatan yang tidak dapat kembali normal sehingga terjadi invaginasi Sedangkan pada orang dewasa biasanya di awali adanya gangguan motilitas usus lainnya yang terfiksir/ atau kurang bebas

DIAGNOSIS INVAGINASI Trias invaginasi pada anak-anak Anak mendadak kesakitan episodic, menangis dan mengangkat kaki (crapin pain) Muntah berwarna hijau Defekasi atau feses bercampur lender atau darah

PEMERIKSAAN PENUNJANG INVAGINASI Pemeriksaan Laboratorium. Pada pemeriksaan darah rutin ditemukan peningkatan jumlah leukosit (leukositosis >10.000/mm3). Pemeriksaan Radiologi

Foto polos abdomen

Invaginasi pada anak (barium enema)

usg

DIAGNOSA BANDING
a. Gastroenteritis, b. Divertikulum Meckel c. Disentri amoeba

d. Enterokolitis
e. Prolapsus recti atau Rectal prolaps

PENATALAKSANAAN INVAGINASI Reduksi dengan barium enema Reduksi dengan Tindakan Operasi

PROGNOSIS INVAGINASI
Jika invaginasi terlambat atau tidak diterapi,

bisa timbul beberapa komplikasi berat. Angka kematian pada invaginasi adalah sekitar 1% walaupun dengan kemajuan pengobatan dan meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit ini dapat menurunkan angka kematian.

TERIMA KASIH