Anda di halaman 1dari 2

A. Tujuan Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui: 1.

organ ekskresi (ginjal) pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus), Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) Kadal (Eutropis multifasciata), Katak (Fejervarya limnocharis), 2. perbedaan tipe ginjal pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus), Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) Kadal (Eutropis multifasciata), Katak (Fejervarya limnocharis)

B. Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain: Ikan Nila (Oreochromis niloticus), Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) Kadal (Eutropis multifasciata), Katak (Fejervarya limnocharis), minyak cengkeh untuk membius ikan nila agar dagingnya masih bisa termanfaatkan, kloroform untuk membius kadal, kapas, C. Alat Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain sebagai berikut: Nampan bedah untuk tempat membedah spesies yang akan diamati, killing botl untuk menidurkan kadal dengan menggunakan kloroform, alat bedah untuk membedah spesies yang akan diamati (ikan kembung, ikan nila, kadal dan katak), kamera digital untuk dokumentasi seluruh kegiatan praktikum. D. Cara Kerja Cara kerja yang dilakukan dalam praktikum ini yaitu: Untuk mengamati anatomi organ pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus), Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) Kadal (Eutropis multifasciata) dan Katak (Fejervarya limnocharis) dilakukan dengan cara sebagai berikut: Ikan nila karena berada dalam keadaan hidup, maka sebelum dibedah ikan nila terlebih dahulu dibius hingga mati dengan menggunakan minyak cengkeh, tujuannya adalah agar ikan nila tersebut masih dapat dimanfaatkan ketika praktikum selesai. Kemudian diletakkan di papan

Untuk ikan kembung langsung diletakkan di papan bedah. sehingga anatomi kadal dan katak terlihat. Kadal dan katak diletakkkan dengan posisi terlentang bagian ventral mengahadap ke atas. Kemudian amati anatomi ikan nila tersebut. Pembedahan dimulai dari bagian anus sampai dengan rongga perut. . tusuk dengan jarum bagian-bagian telapak tangan kadal. Pembedahan dimulai dari bagian atas dekat lubang analnya kemudian lurus terus kearah bagian kepala kadal. Kemudian tunggu beberapa saat hingga kadal tersebut mati. Setelah benar-benar mati. Kemudian bedah dengan menggunakan alat bedah yang telah disediakan. Ikan kembung dibedah mulai dari bagian anusnya sampai bagian rongga perut. Setelah itu amati anatomi internalnya Pada kadal untuk mematikannya dilakukan dengan cara memasukkan kadal ke dalam killing botl yang telah berisi kapas yang mengandung kloroform. Sementara itu untuk mematikan katak dilakukan dengan cara menyuntikkan kloroform tepat pada bagian otak kecilnya agar katak tersebut cepat mati. karena ikan sudah berada dalam keadaan mati. maka kadal tersebut diletakkan pada papan bedah. Setelah semua hewan dibedah kemudian amati dan bandingkan ginjalnya antara spesies yang satu dengan spesies yang lainnya. Setelah itu amati anatomi internal kadal dan katak tersebut. tidak dilakukan pembiusan. setelah itu tusuk kulit-kulit kadal dan katak yang telah terbelah dan direntangkan dengan menggunakan jarum.bedah.