Anda di halaman 1dari 8

PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN PENGENALAN DAN PENGGUNAAN PERALATAN TANGAN PADA MATA PELAJARAN PEKERJAAN MEKANIK DASAR BERBASIS

MACROMEDIA DIRECTOR DI SMK N 26 JAKARTA Bisril Hafiz Wisudawan 2012 (097) Program Studi Pendidikan Teknik Elektro UNJ Mochamad Djaohar Dosen Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro Aris Sunawar Dosen Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro Yuni Anggraeni Muharam Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Nomor Registrasi 5115110413 Abstract MAKING LEARNING MEDIA RECOGNITION AND USE OF EQUIPMENT EYE HANDS ON WORK LESSONS BASIC MECHANICAL MACROMEDIA DIRECTOR BASED IN JAKARTA SMK N 26. This thesis is organized with the aim to create a media researcher on the subject of learning the basic mechanics of sub introduction and use of hand tools, which can later be used as a medium of learning teacher at SMK N 26. In the conduct of research involving students / i class X TITL on subjects Basic Mechanical Works. The method feasibility studies media with Scale likers. Total sample of 20 students Keywords: media, macromedia director, penggunaan peralatan tangan, pekerjaan mekanik dasar Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu unsur konkrit yang sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sejalan dengan itu, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah masalah media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Masalah umum yang dihadapi oleh peserta didik khususnya siswa adalah masih cukup banyak yang belum dapat mencapai pembelajaran yang memuaskan yang dapat membantu proses belajar. Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan proses belajar tersebut mengalami kegagalan dalam hal pembelajaran, baik faktor yang berada dalam diri siswa maupun faktor yang berada diluar diri siswa seperti tingkat intelegensi yang rendah, kurangnya motivasi belajar, cara belajar yang kurang efektif, minimnya frekuensi dan jumlah waktu belajar, tingkat disiplin diri yang rendah, media belajar atau bahan ajar yang masih kurang disediakan pihak. Demi mencapai pembelajaran yang memuaskan tersebut dengan sistem pendidikan yang semakin maju dan didukung juga perkembangan teknologi. Terlebih lagi kebutuhan akan berbagai media interaktif semakin dirasakan, mengingat kondisi perkembangan teknologi informasi (TI) semakin berkembang pesat. Teknologi multimedia telah menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, memperoleh informasi, dan menyesuaikan informasi. Terlebih lagi sistem pembelajaran di sekolah tersebut sudah harus berbasis ICT (Information Communication Technology). Selain sebagai sarana untuk meningkatkan

Pembuatan Media Pembelajaran Pengenalan Dan Penggunaan Peralatan Tangan Pada Mata Pelajaran Pekerjaan Mekanik Dasar Berbasis Macromedia Director Di Smk N 26 Jakarta (Bisril Hafiz) 23

motivasi belajar siswa, pembelajaran berbasis ICT juga dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, membiasakan guru untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman yang semakin pesat saat ini. Sudah saatnya guru sedikit demi sedikit membiasakan diri mengajar menggunakan media berbasis ICT. Hal tersebut sering ditemukan oleh para mahasiswa yang telah melakukan kegiatan PPL (Program Pengalaman Lapangan) dimana proses pembelajaran yang dilaksanakan masih terkesan monoton karena guru-guru masih jarang yang memaksimalkan penggunaan media pembelajaran pada pelajaran praktik. Mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar sebagai salah satu materi yang diajarkan oleh SMKN 26 kepada siswa jurusan TITL (Teknik Instalasi Tenaga Listrik). Sebagian besar materi yang terdapat dalam mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar diberikan pada pertemuan dikelas dan medianya masih berbentuk text book maupun praktik. Dengan hanya memakai text book saja dirasakan para siswa kurang memahami dalam pengenalan peralatan tangan, praktiknya juga hanya pengenalan yang dilakukan sekali saja. Maka dibutuhkan suatu pembelajaran yang dapat diputar berulang-ulang supaya para siswa dapat memahami cara penggunaan peralatan tangan maka dibutuhkanlah media pembelajaran berbasis multimedia. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan maka dapat diidentifikasikan masalah antara lain sebagai berikut: 1. Bagaimanakah membuat cara pengajaran yang berbeda, tidak hanya dengan melalui buku? 2. Apakah siswa dapat memahami cara penggunaan alat hanya dengan melihat sekali saja? 3. Bagaimanakah cara membuat media pembelajaran multimedia yang interaktif dan efektif sebagai media
PEVOTE, Vol. 097, No. 1, September 2012, Hal. 23-30

pembelajaran dalam proses pembelajaran? 4. Bagaimanakah cara pembuatan media pembelajaran yang dapat menampilkan proses pembelajaran praktik yang pelaksanaannya dilakukan di SMKN 26 Jakarta terutama pada mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar dalam pengenalan dan penggunaan peralatan tangan? MACROMEDIA DIRECTOR Berdasarkan hasil identifikasi masalah yang ada, maka peneliti hanya membatasi pada pembuatan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menampilkan proses pembelajaran pengenalan dan penggunaan peralatan tangan pada mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar menggunakan Macromedia Director yang pelaksanaannya dilakukan di SMKN 26 Jakarta. Berdasarkan pembatasan masalah sebagaimana diuraikan diatas, maka masalah skripsi ini dirumuskan sebagai berikut: Bagaimanakah cara pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan Macromedia Director untuk menampilkan proses pembelajaran pengenalan dan penggunaan peralatan tangan pada mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar yang pelaksanaannya dilakukan di SMKN 26 Jakarta? Tujuan dari penelitian ini adalah membuat bahan ajar berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar menggunakan Macromedia Director, antara lain : 1. Membuat media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran

24

2. pada mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar. 3. Menampilkan cara pengenalan dan penggunaan peralatan tangan pada mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar. 4. Mengetahui kelayakan dan tingkat kualitas media pembelajaran yang telah dibuat sehingga dijadikan untuk bahan ajar pada mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar. Manfaat yang diharapkan dari adanya pengembangan software media pembelajaran pada mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar menggunakan Macromedia Director, antara lain: 1. Pengajar mampu menggunakan media pembelajaran Macromedia Director. 2. Menambah motivasi pembelajaran selama proses belajar mengajar sehingga didapatkan tujuan pembelajaran yang diinginkan. 3. Mampu memvisualisasikan materi yang selama ini sulit untuk diterangkan hanya sekedar dengan penjelasan atau teks. 4. Memberi inspirasi bagi tenaga pendidik untuk mengembangkan media pembelajaran yang menarik. 5. Target dan tujuan dari kompetensi media pembelajaran pada pekerjaan mekanik dasar menjadi maksimal Pada dasarnya fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai sumber belajar. Fungsi lain adalah pertimbangan pada kajian ciri-ciri umum yang di milikinya, bahasa yang dipakai menyampaikan pesan atau efek yang ditimbulkannya. Banyak ahli yang memberikan batasan tentang media pebelajaran. Sebagaimana yang telah dikutip oleh Aristo misalnya, mengatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Gagne yang dikutip oleh Aristo mengartikan media sebagai

jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang meraka untuk belajar. Peranan media dalam proses belajar mengajar menurut Gerlach dan Ely yang telah dikutip oleh Sri Anitah bahwa media adalah grafik, elektronik, atau alat-alat mekanik untuk menyajikan, memproses dan menjelaskan informasi lisan atau visual. Masih banyak lagi pengertian media, yang masing-masing memberi tekanan pada halhal tertentu, misalnya ada definisi yang menekankan pada anggota tubuh yang dikenai rangsangan. Anggota tubuh itu misalnya mata, dan telinga, dengan kata lain media auio dan media visual. Bertolak dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa media adalah setiap orang, bahan, alat, atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk menerima pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Contoh kongkritnya nya bila guru menjelaskan suatu pelajaran ke pada siswa harus ada nya interaksi, agar terjadi nya interaksi maka dibutuhkannya suatu media pembelajaran mulai dari buku atau alat peraga, tapi dalam pelajaran pekerjaan mekanik dasar alat peraga yang dipakai adalah alat peraga yang sulit untuk di tampilkan seperti ragum dan gergaji, maka di butuhkan nya media pembelajaran yang lain MEDIA Berdasarkan jenis indera yang terlibat, media dapat dibedakan menjadi tiga jenis: 1. Media audio, yakni media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette tape recorder.

Pembuatan Media Pembelajaran Pengenalan Dan Penggunaan Peralatan Tangan Pada Mata Pelajaran Pekerjaan Mekanik Dasar Berbasis Macromedia Director Di Smk N 26 Jakarta (Bisril Hafiz)

25

2. Media visual, yakni media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Yang termasuk media visual meliputi gambar, foto, serta benda nyata yang tidak bersuara. 3. Media audio visual, yakni media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Beberapa contoh media audio visual meliputi televisi, video, atau demonstrasi langsung. Pada media visual terdiri dari dua unsur yang tak dapat dipisahkan satu sama lain, yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Melalui demostrasi atau pengenalan secara media visual dapat dipakai berulang-ulang dan berbagai objek tiga dimensi seperti alat peralatan tangan dapat diproyeksikan. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan untuk mengambil data di lapangan adalah metode eksperimen laboratorium. Angket ini berisi pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan media video pembelajaran, secara isi materi tentang peralatan tangan maupun manfaat yang didapat setelah menggunakan media. Angket ini akan diberikan kepada ahli media, guru, dan peserta didik. Angket ini bertujuan untuk mendapatkan opini peserta didik dan guru terhadap media ini yang ditunjukan dengan skala penilaian tentang kesetujuan dan ketidak setujuan mereka terhadap pernyataan pada angket. Untuk melakukan analisis data dari hasil evaluasi para ahli, dihitung menggunakan rumus dengan pembagian antara skor dari hasil penilaian dengan skor maksimumnya. Hal tersebut dituliskan sebagai berikut :

Skala yang digunakan dalam point-point pendapat adalah skala Likert. (Method of Summated Ratings). Skala jenis Likert merupakan sejumlah pernyataan positif dan negatif mengenai suatu objek sikap. Dalam memberikan respons terhadap pernyataan-pernyataan dalam skala ini, subjek menunjukan apakah ia sangat setuju, setuju, tidak mempunyai pilihan, tidak setuju, atau sangat tidak setuju terhadap tiap pernyataan itu. Untuk menarik kesimpulan dari hasil analisis data atau untuk mengetahui kualitas produk yang telah dibuat, skor dapat diinterpretasikan menjadi keterangan nilai yang dapat dikelompokkan dan ditunjukkan pada tabel 3.1, yaitu : Tabel 1. Pengelompokkan kategori kualitas berdasarkan skor Skor 80 100 66 79 56 65 40 55 30 39 Kualitas Sangat baik Baik Cukup baik Berkualitas rendah Tidak baik

Sumber:Bisril Hafidz,2012:h.54 PEMBAHASAN Langkah-Langkah Perancangan dan Pengembangan Langkah-langkah pembuatan media video pembelajaran pekerjaan mekanik dasar ini adalah sebagai berikut: Analisis Pada tahap analisis merupakan proses menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam pembuatan dan pengembangan media pembelajaran. Sasaran pengguna media pembelajaran adalah Siswa Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Teknik Industri Tenaga Listrik mata pelajaran

100%

PEVOTE, Vol. 097, No. 1, September 2012, Hal. 23-30

26

pekerjaan mekanik dasar. Sehingga media dapat dirancang menarik dan sesuai dengan kebutuhan Siswa SMKN 26 Jakarta. Hasil analisis menunjukkan karakteristik pengguna meliputi : a. Usia 16-18 tahun b. Tingkat pendidikan SMK semester 1 c. Sehat jasmani dan rohani Isi atau content dari media pembelajaran mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar adalah : 1. Teks yang berisi antara lain : a. Standar Kompetensi (SK)Kompetensi Dasar (KD) b. Teori dari materi Pekerjaan mekanik dasar c. Video penggunaan d. Latihan soal 2. Video Video diberikan pada materi Pekerjaan Mekanik Dasar dengan tujuan agar pengguna dapat lebih memahami materi yang ditampilkan. Desain Desain adalah melakukan rancang desain media, merancang media pembelajaran ini mulai dari tata letak video, konfigurasi warna, font (jenis huruf) ukuran huruf pada teks, dan tata letak tombol. Dan alur tombol navigasi yang akan dibuat pada pembuatan media pembelajaran ditunjukkan pada gambar 1

Penentuan Materi Dalam menetukan materi media pembelajaran pekerjaan mekanik dasar sekolah menengah kejuruan (SMK) jurusan teknik instalasi tenaga listrik dengan melihat silabus yang digunakan sekolah menengah kejuruan tersebut. Sehingga materi yang digunakan pada media pembelajaran sesuai dengan ketentuan kurikulum sekolah. Pengembangan Produk Dalam pembuatan media pembelajaran ini diperlukan suatu prosedur kerja yang sistematis dan terarah sehingga diharapkan terencana dengan baik. Dengan adanya prosedur kerja mempermudah dalam pembuatan media pembelajaran penggunaan dan pengenalan peralatan tangan pada pelajaran pekerjaan mekanik dasar. Tahap - tahap dalam dalam pembuatan media pembelajaran ini harus di kerjakan sesuai dengan prosedur kerja. Kemudian merancang desain tampilan, pembuatan video, hingga menjadi sebuah demonstrasi. Media pembelajaran ini akan di evaluasi oleh ahli materi dan ahli media sebelum digunakan oleh peserta didik yang sedang mengambil mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar di SMKN 26 Jakarta. Sesuai prosedur kerja yang akan dilaksanakan dalam pembuatan media ini mulai dari pemilihan materi sampai uji coba media dapat dilihat pada gambar 3.3
Pengkajian M ateri Pekerjaan M ekanik D asar Perancangan D esain M edia Perekam an V ideo dan Pengeditan

A nalisis K ebutuhan

Evaluasi

M edia Pem belajaran Pekerjaan M ekanik D asar

Revisi

Sisw a

Revisi

Gambar 2. Bagan strategi pengembangan Gambar 1. Alur Navigasi

Pembuatan Media Pembelajaran Pengenalan Dan Penggunaan Peralatan Tangan Pada Mata Pelajaran Pekerjaan Mekanik Dasar Berbasis Macromedia Director Di Smk N 26 Jakarta (Bisril Hafiz)

27

Pada tampilan menu awal akan ditampilkan judul dan tombol mulai untuk masuk ke menu utama yang akan menyediakan tombol-tombol navigasi, yaitu : SK/SD, Materi, Soal, Profil. Gambar 3.4 merupakan tampilan dari menu utama

Gambar 3. Menu Utama dari Media Pembelajaran Media pembelajaran pekerjaan mekanik dasar terbagi beberapa pilihan, yaitu Pembahasan utama yang terdiri dari SK/ KD, Materi dan video ,soal dan profil pembuat. Navigasi SK/ KD

Gambar 4. Tampilan Standar Kompetensi Pada tampilan SK/KD yaitu tampilan dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. PERALATAN TANGAN Setelah beberapa tahapan pembuatan media pembelajaran ini, selanjutnya dilakukan penelitian uji coba hasil untuk mata kuliah konsep dasar Pengolahan Citra. Tujuan diadakannya penelitian ini
PEVOTE, Vol. 097, No. 1, September 2012, Hal. 23-30

adalah untuk mengetahui apakah materi konsep dasar Pengolahan Citra yang berbasiskan multimedia interaktif ini telah sesuai dengan kebutuhan belajar mahasiswa. Namun, sebelum aplikasi media pembelajaran berbasis multimedia interaktif ini digunakan untuk penelitian, maka terlebih dahulu dilakukan evaluasi formatif. Evaluasi formatif adalah prosedur yang digunakan untuk melakukan ujicoba atas manfaat suatu produk. Dalam penelitian pengembangan suatu produk perlunya dilakukan evaluasi formatif dan evaluasi sumatif pada suatu aplikasi media pembelajaran. Masingmasing evaluasi perlu dilakukan pada saat tahapan desain dan pengembangan. Evaluasi formatif dilakukan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa dapat menggunakan aplikasi. Evaluasi sumatif dilakukan untuk mengukur efektifitas belajar menggunakan aplikasi. Evaluasi juga dapat dilakukan untuk mengukur sejauh mana retensi pengetahuan mahasiswa setelah belajar aplikasi ini. Dalam pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif ini sebelumnya telah dilakukan evaluasi formatif oleh penulis, yang meliputi : 1. Kajian ahli materi Pengkajian materi aplikasi media pembelajaran konsep dasar Pengolahan Citra dilakukan Dr. Karmilasari, SKom. MM. selaku ahli materi Pengolahan Citra. Hasil dari kajian ahli materi menjelaskan bahwa aplikasi media pembelajaran konsep dasar Pengolahan Citra sudah baik dan layak untuk digunakan. 2. Kajian ahli media Pengkajian media aplikasi media pembelajaran konsep dasar Pengolahan Citra dilakukan oleh Dr. Widyo Nugroho, MM selaku ahli media (media development). Hasil dari kajian ahli media

28

menjelaskan bahwa aplikasi media pembelajaran konsep dasar Pengolahan Citra sudah baik dan layak untuk digunakan. Kemudian, dilakukan uji coba hasil pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia untuk mata kuliah Pengolahan Citra terhadap 30 responden mahasiswa Universitas Gunadarma khususnya mahasiswa jurusan S1 Sistem Informasi. Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan kualitas aplikasi multimedia, menentukan efektivitas materi konsep dasar Pengolahan Citra, kelayakan tampilan, strategi interaksi pengguna, dan strategi interaksi program. KESIMPULAN Berdasarkan pada pembuatan media pembelajaran bahan ajar berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar maka kesimpulan pembuatan media bahan ajar adalah sebagai berikut : 1. Program media dibuat dengan menggunakan Software Macromedia Director. Dengan pembentukan ke dalam format *exe, tampilan dan cara penggunaannya bisa lebih interaktif dan pengguna bisa memilih materi sesuai dengan yang diinginkannya. 2. Telah dibuat sebuah media pembelajaran penggunaan dan pengenalan peralatan tangan dengan macromedia director pada mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar dalam bentuk MOV dengan format .* exe yang berkapasitas 450MB. 3. Media pembelajaran dinilai oleh ahli media dari Universitas Negeri Jakarta dengan penilaian 81,3% dikategorikan sangat baik dan hasil penilaian oleh ahli materi Guru SMKN 26 Jakarta dengan nilai 89,3% dikategorikan sangat baik, hasil keseluruhan dari penilaian ahli media dan ahli materi dengan nilai 85,3% sedangkan hasil perpengamatan oleh siswa SMKN 26

Jakarta dengan nilai 78,8% dan dikategorikan baik. 4. Media pembelajaran penggunaan dan pengenalan peralatan tangan pada mata pelajaran pekerjaan mekanik berisi tiga muatan, yaitu menampilkan materi pembelajaran, video penggunaan peralatan tangan, latihan soal. 5. Media pembelajaran penggunaan dan pengenalan peralatan tangan pada mata pelajaran pekerjaan mekanik dasar dengan menggunakan macromedia director cukup efektif dijadikan sebagai media yang dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran. SARAN Dari uraian di atas maka penulis mengajukan beberapa saran untuk dapat dipertimbangkan : 1. Pendidik (guru) dapat membuat media pembelajaran lainnya sehingga proses penyerapan informasi dan pembelajaran bisa lebih optimal dalam mencapai tujuan pendidikan. 2. Untuk mendapatkan hasil video pembelajaran yang lebih baik perlu mempersiapkan skenario, storyboard, dan setting tempat dengan sebaikbaiknya. 3. Bagi pengembang media pembelajaran Perkembangan software interaksi, dengan kemampuan audio visual yang memadai diperlukan untuk mendapatkan desain media pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi peserta didik. DAFTAR PUSTAKA S. 2006. Media Pendidikan pengertian,pengembangan dan pemanfaatannya, Jakarta:Raja Grafindo. Fuady, Anwar,1999, Dasar-Dasar Praktik Kerja Bangku. Bandung: Angkasa Bandung. Daryanto, 2011, Alat Perkakas Bengkel. Bandung: Satu Nusa. Arief
29

Pembuatan Media Pembelajaran Pengenalan Dan Penggunaan Peralatan Tangan Pada Mata Pelajaran Pekerjaan Mekanik Dasar Berbasis Macromedia Director Di Smk N 26 Jakarta (Bisril Hafiz)

The

Magic Macromedia Director, Bandung: Informatika Bandung. Kismet F,Agus R. 2001. Pekerjaan Mekanik Dasar. Bandung: Angkasa Bandung Mulyanta. 2009. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Atma Jaya. Mudhoffir, Tjun S. 1999. Teknologi instruksional, sebagai landasan perencanaan dan penyusunan program pengajaran. (Bandung : Remaja Rosdakarya) Rahadi, Aristo. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta:Depdiknas. Sri, Anitah. 2010. Media Pembelajaran. Surakarta:Yuma Pustaka. Wirawan, Candra, 1992, Petunjuk Pelat dan Tempa, Jakarta: CV.Restu Ibu.

PEVOTE, Vol. 097, No. 1, September 2012, Hal. 23-30

30