Anda di halaman 1dari 5

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN EKSPERIMEN FISIKA BERBASIS KARAKTER PADA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR UNTUK MENINGKATKAN

HASIL BELAJAR KELAS X SMA Setyaningsiha,b, Suparwoto,b Fatkhulloh b
b)

SMA N 1 Slawi, Jln. Wakhid Hasyim No. 1 Slawi Jawa Tengah Magister Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Jl. Pramuka 42, Sidikan, Umbulharjo, Yogyakarta 55161 E-mail: ningsih160767@yahoo.co.id ABSTRAK

a)

Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran eksperimen fisika berbasis karakter, mengetahui validitas modul dan efektifitasnya terhadap hasil belajar ditinjau dari motivasi belajar dan kemampuan awal, serta untuk mengetahui peningkatan kemampuan afektif, psikomotorik, dan koqnitif siswa dalam melakukan eksperimen fisika berbasis karakter. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D) model Four-D . Produk hasil penelitian ini berupa silabus, RPP, LKS, dan modul yang divalidasi oleh pakar fisika dan sudah di uji cobakan pada kelas kecil. Setting kelas penelitian menggunakan Control-Group Pretest-Posttest dengan sampel kelas X sebanyak 62 siswa SMA N 1 Slawi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, kuesioner dan tes hasil belajar. Analisis data yang digunakan adalah ANAKOVA dengan bantuan SPSS versi 19 dan gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan, modul pembelajaran eksperimen fisika berbasis karakter valid dan layak untuk digunakan. Efektivitasnya mampu meningkatkan hasil belajar sebesar 7,9%. Berdasarkan analisis gain ternormalisasi dapat dilihat, bahwa terjadi peningkatan kemampuan afektif sebesar 0,47 psikomotorik sebesar 0,32 dan kognitif sebesar 0,39 semua dalam katagori sedang. Kata kunci : Model pembelajaran eksperimen fisika berbasis karakter, hasil belajar PENDAHULUAN Pesatnya perkembangan ICT dapat memberi dampak negatif dalam hubungan antar pribadi atau kelompok. Siswa lebih menonjolkan rasa individuallistiknya dari pada rasa kebersamaannya. Siswa lebih senang dengan cara bekerja sendiri. Hal ini akan menurunkan rasa kebersamaan. Melihat realita tersebut, diperlukan suatu upaya terobosan untuk mengatasi permasalahan yang diharapkan mampu mengembalikan sifat kebersamaan siswa dalam bentuk pembelajaran berbasis karakter. Terkait dengan pendidikan karakter ada 4 indikator psikologis mengikuti perkembangan siswa dan secara khusus dalam pembelajaran fisika ditunjang antara lain dengan kemampuan manusia yang berkaitan dengan a). mencetuskan konsep alat b) menghayati dan mengalami c) membedakan dan memilih dan d) untuk bergerak maju. Keempat hal ini berkembang mengikuti tahapan tertentu yang bermakna yakni melalui proses sintesis terhadap hasil abstraksi dan kemampuan meramal berdasarkan peristiwa fisika yang terjadi. [1] Dari realita, kehidupan di sekitar kita banyak gejala alam yang memanfaatkan prinsip fisika, terutama pembelajaran materi suhu dan kalor ini. Untuk meningkatkan mutu dalam pembelajaran materi suhu dan kalor tersebut perlu dilakukan perbaikan metode proses kegiatan belajar mengajar yang mampu membangkitkan karakter ilmiah siswa, yaitu rasa ingin tahu, mandiri, tanggungjawab, kerja keras, dan kerjasama. Ke lima karakter tersebut dapat dibentuk dengan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai materi yang akan diajarkan. Salah satu metode tersebut adalah metode eksperimen yakni pembelajaran fisika yang memberi pengalaman langsung kepada siswa agar sense dapat di aktifkan secara optimal. Dengan metode eksperimen berbasis karakter tersebut, pada pembelajaran suhu dan kalor, siswa akan dikenalkan dan dibiasakan melakukan kegiatan praktikum, sehingga terbentuk sikap ilmiah, karena siswa melakukan kegiatan praktikum secara berkesinambungan. Guna mewujudkan karakter ilmiah tersebut, diperlukan sarana pembelajaran yang sesuai. Oleh karena itu, pada penelitian ini dikembangkan modul pembelajaran eksperimen fisika berbasis karakter. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran eksperimen fisika berbasis karakter, mengetahui validitas modul dan efektifitasnya terhadap hasil belajar ditinjau dari motivasi belajar dan kemampuan awal, serta untuk mengetahui peningkatan kemampuan afektif,

psikomotorik. 3. maka metode pengajaran dapat di terapkan pada satu sekolah. Revisi 2 Revisi 2 dilakukan berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji coba terbatas sehingga menghasilkan produk. psikomoto.angket motivasi. Hasil pengembangan produk awalyang akan di arahkan dosen pembimbing divalidasi secara trigulasi oleh ahli media. Dalam uji coba. dan koqnitif siswa dalam melakukan METODE PENELITIAN DEFINE eksperimen fisika berbasis karakter. Uji coba terbatas Pada tahap uji coba merupakan penilaian kelayakan produk awal. analisis konsep dan analisis tujuan. b. dan modul Format penilaian dan insrumen Model Penelitian 4D [2] Penelitian ini adalah penelitian pengembangan reaserch and development (R&D) model Four-D atau (4-D). namun juga untuk mendiagnosa proses pembelajaran dan kesulitan belajar siswa Analisis Situasi    Tujuan Pembelajaraan Laboratorium sekolah Karakteristik siswa DESIGN Perancangan Bentuk  Merancang strategi pembelajaran  Menyusun instumen penelitian Pengarahan  Dosen pembimbing  Guru teman sejawat  Pakar fisika Penerapam  Ujicoba kelas eksperimen PRODUK Rancangan awal Proses  Revisi  Ujicoba  Analisis Triagulasi Proses  Bimbingan dosen  revisi DEVELOPMENT DISSEMINATE Produk silabus. Tahap distribusi produk Disseminate Dengan di hasilkan produk yang berupa modul dan LKS pembelajaran melalui metode eksperimen pada pokok bahasan suhu dan kalor yang sudah di lakukan pengujian beberapa kali. Tahap define Tujuan tahap ini adalah untuk mempersiapkan pengembangan model pembelajaran eksperimen fisika berbasis karakter dengan mengumpulkan berbagai informasi terhadap kebutuhan yang berhubungan dengan produk berupa modul dan LKS 2. Terdiri analisis struktur isi. d. RPP.instrumen penilaian. Revisi 1 Revisi 1 dilakukan berdasarkan penilaian kelayakan awal dari ahli media. LKS. e. Penilaian kelayakan Penilaian kelayakan bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang sudah direvisi berdasarkan masukan dari para pakar. LKS. Untuk dilakukan revisi dan validasi berdasarkan a. teman sejawat sehingga menghasilkan produk awal. Tahap design Pada tahap ini perancangan dilakukan penyusunan rancangan pembelajaran pada pengembangan model pembelajaran eksperimen fisika berbasis karakter. kognitif. Setting kelas penerapan produk LKS dan modul penelitan ini menggunakan one group pretest-postest [2] sebaimana table 1. dosen pembimbing. dosen pengampu dan teman sejawat. 4. siswa memberikan masukan penilaian motivasi. Modul dan LKS diujicobakan kepada 8 siswa. Tahap Development Pada tahap pengembanagan perangkat pembelajaran yang telah rancang meliputi silabus. RPP. modul. . IDENTIFIKASI MASALAH  Permasalahan dalam penilaian di kelas yang cenderung didominasi aspek kognitif  Pendefinisian kebutuhan penilaian tidak sekedar untuk memperoleh hasil akhir . c. dengan langkah-langkah : 1. Uji coba diperluas Uji coba lebih luas dilakukan dengan menggunakan produk yang sudah dinyatakan valid. afektef.

sedangkan untuk uji coba diperluas digunakan 31 siswa kelas kontrol dan 31 siswa kelas eksperimen. kuesioner. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal tahun pelajaran 2011 – 2012. hasil revisi. rancangan awal dan validasi.Tabel 1.75 D Kurang 2. kognitif.7 Sedang g < 0. silabus. Untuk mengetahui kualitas Modul dan LKS eksperimen fisika. Rumus gain ternormalisasi ditunjukkan pada persamaan berikut ini. Teknik Analisis Data Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Untuk uji coba digunakan 8 siswa. uji coba dan hasil revisi setelah uji coba. a. Kriteria interpretasi gain ternormalisasi tampil pada tabel di bawahnya. Validasi Validasi ini merupakan validasi konseptual yang dilakukan oleh dosen ahli.7 Tinggi 0.25 43. dan teman sejawat. Gain ternormalisasi ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan afektif. Tabel 4. dan bahasa. psikomotorik. Analisis hasil validasi modul dan LKS eksperimen fisika Teknik analisis data untuk kelayakan modul dan LKS eksperimen fisika dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Tabulasi semua data yang diperoleh dari para validator untuk setiap komponen. dan karakter (penilaian afektif).[3] 5. Pengujian hipotesis dilakukan dengan metode analisis ANAKOVA. [4] Tabel 3. angket motivasi. diubah menjadi data interval dengan skala empat.75-68. kemudian merata-rata nilai motivasi dari setiap responden. 3. lembar penilaian kognitif . 6. Prosedur Pengembangan Modul dan LKS Prosedur pengembangan modul dan LKS eksperimen berbasis karakter terdiri dari perancangan dan pembuatan . Hasil analisis validitas Kriteria Nilai Kriteria Kategori Dimensi Modul Format 82. Kriteria interpretasi gain ternormalisasi G Kriteria g ≥ 0. Tabel 2. Sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar. Analisis angket motivasi Teknis analisis angket motivasi dilakukan dengan cara menjumlahkan nilai setiap kolom. psikomotorik. sub komponen dari butir penilaian yang tersedia dalam instrumen penilaian. 2. isi.75 A B C Sangat Baik Baik Cukup 25-43. 2) Mengubah skor rata-rata menjadi nilai . Gain ternormalisasi Gain ternormalisasi merupakan perbandingan antara skor gain yang diperoleh siswa dengan skor gain maksimum. Kriteria penilaian terdiri dari tiga dimensi yaitu format. 1.3 Rendah HASIL PENELITIAN Data yang diperoleh dari penelitian ini terdiri atas prosedur dan efektifitas penerapan produk. Setting kelas penerapan produk PrePostKelompok Treatmen test test Kontrol T1 Xa T2 Eksperimen T1 Xb T2 Keterangan : T1 = Tes kemampuan awal mengunakan nilai tes pemahaman konsep sebelum eksperimen dilaksanakan Xa = Eksperimen menggunakan LKS yang biasa digunakan Xb = Eksperimen menggunakan LKS yang berbasis karakter T2 = Tes kemampuan awal mengunakan nilai tes pemahaman konsep setelah eksperimen dilaksanakan.3 ≤ g ≤ 0.75-81. Berdasarkan hasil uji validitas diperoleh hasil seperti yang ditunjukkan oleh tabel berikut. yang dikendalikan variable kovariat motivasi dan pretes.25-100 68. RPP dan tes maka data yang mula-mula berupa skor. dosen pengampu. dokumentasi dan tes. Kriteria Nilai Nilai Kriteria Kategori 81.14 A Sangat Baik Isi 85 A Sangat baik Bahasa 75 B Baik .

PENUTUP 1.868 398. kemandirian. [5] Tabel 8.030 Partial Eta Squared .520 601. Ini berarti pembelajaran eksperimen fisika berbasis karakter dapat menimbulkan kebiasaan yang baik.05}.9%.39.000 .39 Gain Dengan mempertimbangkan hasil Gain di atas.376 F 96.628 .761 22. bekerjasama mengalami peningkatan dari analisis gain sebesar 0. variabel kovariat motivasi mempunyai pengaruh yang sangat signifikan dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa {sig (0.05} sehingga model pembelajaran fisika berbasis karakter mampu meningkatkan hasil belajar fisika siswa sebesar 7. Di sisi lain pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen mengajari siswa untuk berinteraksi dengan temannya sehingga melatih siswa untuk mengembangkan kemampuan sosial dan kecakapan komunikasi.57 85 75 B A B Baik Sangat baik Baik Tabel.433 51.000 3598.520 10. Uji Hipotesis Anakova Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable:POST TEST (Y) Source Corrected Model Intercept PRETES MOTIVASI KELAS Error Total Corrected Total Type III Sum of Squares 2996.210 98.966 Sig.47 0.32 0.833 . terampil dalam pengamatan. 5 Hasil Penilaian Kelas Eksperimen PsikoPre test posttest 1 56 78 19 2 20 3 22 1 32 2 33 3 36 1 85 2 88 3 91 85 afektif motorik Kognitif Motivasi Sumber: Hasil Penelitian Untuk mengetahui pengaruh pretes dan motivasi terhadap hasil belajar pada tabel 7: Sumber: Hasil Penelitian Tabel 7.060 4.929 1017. Kesimpulan a.271 38.433 51. tanggung jawab.LKS Format Isi Bahasa 78.32 dalam kemampuan memilih peralatan yang akan digunakan.605 398.037 .000 . R Squared = . kerja keras. Telah dihasilkan modul pembelajaran eksperimen fisika berbasis karakter suhu .000) < 0.143 . variabel kovariat kemampuan awal pre tes tidak berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa {sig (0.47. Tabel. dosen pengampu dan teman sejawat pada kategori A “sangat baik” untuk modul dan B “baik untuk LKS maka produk modul dan LKS yang dikembangkan sudah dianggap valid dan layak untuk dikembangkan.079 a. maka dapat diketahui bahwa perlakuan yang diberikan kepada kelas eksperimen mampu membuat suasana pembelajaran mengalami perubahan yang cukup nyata.833 (Adjusted R Squared = .6 Hasil Penilaian Kelas Kontrol Pretes 56 Postes 72 Motivasi 83 Skor rata-rata penilaian oleh ahli. .387 a Df 3 1 1 1 1 58 62 61 Mean Square 998.05}.433 2. Rasa ingin tahu.143) > 0. dari segi kognitif juga mengalami peningkatan sebesar 0.03) < 0. siswapun mengalami peningkatan psikomotorik sebesar 0.761 22.929 1017. menggunakan peralatan.000 .783 353850. Siswa terlibat aktif melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tabel Gain Kelas Eksperimen Afektif Psikomotorik Kognitif Rata-rata 0.399 .824) Hasil penelitian melalui uji ANAKOVA menunjukkan ada perbedaan hasil belajar fisika antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol {sig (0.

Pretes tidak berpengaruh terhadap hasil belajar d. bertanggungjawab. rasa ingin tahu dan lain sebagainya. Suharsimi. 2006. Rekomendasi Rekomendasi yang dapat penulis sampaikan adalah dalam penggunaan metode eksperimen fisika ini tidak harus pada materi suhu dan kalor. salah satunya adalah dengan metode eksperimen fisika. Metode ini dapat digunakan pula pada materi fisika lainnya. Motivasi pembelajaran fisika berbasis karakter sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. kerjasama.9% b. kerja keras.Bandung:Penerbit Alfabeta. [3] Arikunto. Karena selain menjadi alternatif bagi siswa untuk memahami materi.dan kalor dengan melalui metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa. psikomotorik siswa yang membantu meningkatkan pembiasaan lebih baik. Bandung:Penerbit Alfabeta.Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif. 3. Hal ini dibuktikan mampu meningkatkan hasil belajar sebesar 7. [5] Sudarmanto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. 2005. [4] Sugiyono. 2009. kreatif.Yogyakarta:UNY Press [2] Sugiyono. Saran Saran yang dapat penulis sampaikan melalui tulisan ini adalah guru fisika sudah saatnya mengubah paradigma pembelajaran satu arah menjadi pembelajaran yang multi arah sehingga siswa benar-benar terlibat aktif dalam pembelajaran. Analisis Regresi Linear Ganda dengan SPSS. DAFTAR PUSTAKA [1] Zuchdi. juga dapat membangun karakter siswa yang mandiri. Kualitatif. dan menyenangkan. Pendidikan Karakter Grand Design dan Nilai-Nilai Target. Gunawan. Statistika untuk Penelitian. Darmiyati. Guru harus mencari model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif. 2007. R. dan R&D).2006. c. Yogyakarta: Pernebit Graha Ilmu . Pembelajaran suhu dan kalor dengan melalui metode eksperimen berbasis karakter dapat menimbulkan perubahan afektif. Jakarta: Rineka Cipta. 2.