Anda di halaman 1dari 14

makalah ekologi pertumbuhan penduduk

DISUSUN OLEH : • • • • • • • • • • Ahmad Nur Syahid Ahmad Suhael Abdin Ari Mulyatun Chasanah Arif Suryo Prasetyo Deshinta Puspita Ayusari Dwi Rahmawati Ega Dwi Ifaafah Fajar Dian Wasisti Faradella Nofitasari Farah Deby Pangestika (01) (02) (03) (04) (05) (06) (07) (08) (09) (10)

Kelas Non Reguler A

Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia. dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies.KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN 2011 PERTUMBUHAN PENDUDUK Pengertian Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu. Nilai pertumbuhan penduduk Dalam demografi dan ekologi. tapi selalu mengarah pada manusia. nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat. Angka pertumbuhan penduduk adalah tingkat pertambahan penduduk suatu wilayah atau negara dalam suatu jangka waktu tertentu. dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk. (menurut MKDU ISD) Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. (menurut Wikipedia) Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. dinyatakan dalam persentase. (menurut modul online). NPP hanya merujuk pada perubahan .

959 7.168. Angka pertumbuhan penduduk adalah tingkat pertambahan penduduk suatu wilayah atau negara dalam suatu jangka waktu tertentu.655 4.976 2. Babel DKI Jakarta Penduduk 1971 2.793. 1980.389.595 6.754.064 4. Yang merupakan: Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. 1990. 1990.905 11.259. Ini dapat dituliskan dalam rumus: P = Poekt Berikut data penduduk Indonesia menurut provinsi berdasarkan hasil sensus tahun 1971.445.313.545 1.122 6.846 6.271 8.535 1.084 3.595 jiwa atau meningkat lebih dari 12 juta jiwa dari sensus tahun 2005 yang .611.899.440.443 Berdasarkan hasil sensus tahun 2000.573 8. bukan nilai.264.657.017. sering diartikan sebagai persentase jumlah individu dalam populasi ketika dimulainya periode. Ini dapat dituliskan dalam rumus: P = Poekt Cara yang paling umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk adalah rasio. Penduduk Indonesia menurut Provinsi 1971.649.248.360.579. mencapai 194.170 3.207 3.197 8.621. (menurut modul online).406.847.545 1.534 2. Nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat.416.323.006.808.449 1990 3.629.populasi pada periode waktu unit.207.117 6.196 1.567. dinyatakan dalam persentase.156 10.759 9.785 6.114. penduduk Indonesia mencapai 206.008.369.994 4.303.583 11. dan 2000.020.652 2000 3.000.957.801 768.266 1995 3.627 2.900.179.624.894 3.503.008 4.777.741.303 1980 2.573 519.831 2.409.027 4.413.112.256.931 4. 1995.074 1.316 2.439 900.568 6.675 1.667 4. Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung sebagai persentase populasi ketika dimulainya periode.641.930.432 6. 1995 dan 2000 Provinsi NAD Sumut Sumbar Riau Jambi Sumsel Bengkulu Lampung Kep.816 2. 1980.

662 5.212 942. 1990.627 1.750.503.264.917 2.206.644 3.289.279 4.166 2.711.002 2.635 6.999 2.916.797 1.489.27.198 1.645.098.490.486.353 2.981.790 1.12 1.985.537 31.162 4.009.777.295.930 2.183 2.240 2.779 33.006 1.516.876.565 923.327 6.724.188.486 2.783.220.453.477 2.411.635.068 954.218. 2000 dan Sensus Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995 Selain itu juga ada data : POPULASI PENDUDUK DUNIA PADA TAHUN 1950 DAN TAHUN 2008 .287 2.619 1.136 2.469.284 835.558.936 1.384 1.360 25.472 3.936 701.229.529 21.539 785.349.203.151.205.821.478.122.520.071 7. 1980.012.889 2.649 3.640 8.576 714.813 .064.25.875 147.649 1.877.268.597.000 2.453 2.302 1.664 2.378.034.938.261 3.940 3.991 2.120 2.653. Pelaut. Rumah Perahu.059 2.229 .322 2.Jabar Jateng DI Y Jatim Banten Bali NTB NTT Kalbar Kalteng Kalsel Kaltim Sulut Sulteng Sulsel Sultra Gorontalo Maluku Maluku Utara Papua INDONESIA 21.314.208.895.787 29.089.44 119.059.586.119 1.811 3.016 2.718.525 .516 1.372.913.228.844.729.708 179.595 Catatan : Termasuk Penghuni Tidak Tetap (Tuna Wisma.857.054 32.29. dan Penduduk Ulangalik/Ngelaju) Sumber : Sensus Penduduk 1971.298 35.173.153 1.623.396.543 913.646 1.627 194.942.368 1.268 34.115.730 1.044 1.218.643 2.893.105 733.699.852 2.649.572 1.808 35.754.384.952.062.019.455.649 3.266 2.737.093 1.086.780 3.663 2.180.369.934 206.120.857.577.098 2.435 8.946 39.713 3.627.648.465 2.352 28.

Sesuai dengan tingkat kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi maka tiap-tiap masyarakat atau negara.948 4. China 1.805.492 5. Indonesia 238.154.271.383.000 World 2.012 Populasi tahun 2008 Perkembangan Penduduk Dunia Dari tabel tersebut menunjukan bahwa untuk mencapai jumlah penduduk dua kali lipat waktu yang diperlukan makin lama makin singkat.555. Faktor penyebab utama ini adalah adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama kemajuan di bidang kesehatan. Ini semua mengakibatkan menurunnya angka kematian secara drastis atau mencolok.181 World 6.948.207.China 562. Dengan kemajuan teknologi kesehatan kelahiran dapat diatur dan kematian dapat dicegah.254.838.572 2.936.579.333.779 USA 152.845.000 Russia 101.654 Populasi tahun 1950 1. USA 304.816 Japan 83. India 1.567.736. Brazil 197. pertumbuhan penduduknya mengalami 4 periode yaitu: • Periode I Pada periode ini pertumbuhan penduduk berjalan dengan lambat yang ditandai dengan adanya tingkat kelahiran dan kematian yang rendah sehingga disebut periode statis. • Periode II .005 3.

Tingkat kematian pada periode ini stabil sampai pada tingkat rendah dan angka kelahiran menurun. . penyebabnya antara lain adanya pembatasan jumlah anggota keluarga. tetapi tingkat kelahiran menurun secara perlahan sehingga pertumbuhan penduduk rendah. • Periode III Periode ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk mulai turun. • Periode IV Pada masa ini tingkat kematian stabil. Periode ini di sebut periode penduduk stasioner. sedangkan pertumbuhan penduduk dinyatakan dengan persen (%) yang umumnya dihitung tiap tahun. Akibat dari itu semua pertumbuhan penduduk menjadi cepat mengingat angka kelahiran yang masih tinggi.Tahap kedua ini angka kematian mulai turun karena adanya perbaikan gizi makanan dan kesehatan. pertumbuhan penduduk Indonesia berada pada periode kedua dan sekarang sedang menuju periode ketiga. perhatikan grafik berikut ini! Grafik Perkembangan Penduduk Indonesia Tahun 1930-2000 Untuk pertambahan penduduk dinyatakan besarnya dengan angka. Untuk menghitung pertambahan penduduk digunakan rumus: Dari rumus di atas terdapat dua kelompok perhitungan pertambahan penduduk yaitu: a. Dari empat periode di atas. Pertambahan penduduk alami atau natural increase artinya pertambahan penduduk yang dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian. Agar pemahaman terhadap perkembangan jumlah penduduk Indonesia lebih lengkap.

Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menanggung resiko tersebut. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas). Tingkat/rate adalah ukuran frekuensi suatu penyakit atau peristiwa/kejadian tertentu yang terjadi pada suatu populasi selama periode waktu tertentu. a.) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas) . Kematian (Mortalitas) Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non alami. Kelahiran (Natalitas) 3. 1. Migrasi (Mobilitas) Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Pertambahan Migrasi (Net Migration) artinya pertambahan penduduk yang dihitung dari selisih antara jumlah penduduk yang masuk dengan penduduk yang keluar.b. Kematian (Mortalitas) 2. Rumusnya: Faktor-faktor pertambahan penduduk Pertambahan penduduk pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor – faktor demografi sebagai berikut: 1.

b. .Terjadinya peperangan .Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.Terjadinya berbagai bencana alam .Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan . Ada beberapa jenis perhitungan angka kematian yaitu: • Angka Kematian Kasar ( Crude Death Rate/CDR ) Angka kematian kasar adalah yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu. .Lingkungan hidup sehat. . .Tinggi. Yang termasuk faktor ini adalah: . jika angka kematian lebih dari 18. .) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas) Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. jika angka kematian 9 – 13. . Ini dapat dituliskan dalam rumus : Penggolongan angka kematian kasar adalah: .Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri .Rendah.Tindakan bunuh diri dan pembunuhan. jika angka kematian 14 – 18. .Sarana kesehatan yang kurang memadai.Sedang. Yang termasuk faktor ini adalah: .Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. • Angka Kematian Khusus Menurut Umur Tertentu (Age Specific Death Rate = ASDR) Angka kematian khusus menurut umur tertentu dapat digunakan untuk mengetahui .Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.

. . jika IMR antara 15-35. Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi. jika IMR antara 76-125. jika IMR antara 36-75. sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih rendah.Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut: .kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian.Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi. Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka kematian ibu waktu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir. 2.Sedang. Rumusnya: Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk. Kelahiran ( Natalitas ) .Tinggi.Rendah. Rumusnya: • Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR) Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu bayi yang lahir.

Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Kepercayaan dan agama Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. • Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki. Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar. Faktor – faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain : 1. • Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan. karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu. orang akan ingin mempunyai anak lagi. • Adanya ketentuan batas usia menikah. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas). • Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun. Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain: • Kawin pada usia muda. 3. • Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki. b. Tingkat pendidikan Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. a. antara lain: • Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak. • Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak 2. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional. sehingga bila belum ada anak laki-laki. Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas). Kondisi perekonomian .Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. • Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2. • Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.

7. 4. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran 5. ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya. 4. Wanita mempunyai kemungkinan melahiran dari seorang anak ( tetapi meninggal hanya sekali) 3. Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi – bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran. 6. Misalnya nilai anak. Jika suatu negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak. Kematian dan kesehatan Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi.Struktur Penduduk Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur. ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya. jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia). bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun. . hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut : 1. tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati. Makin tua umur wanita tidaklah berarti. 2. Pengukuran Fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas.Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Adat istiadat di masyarakat Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk. Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya. Kebijakan pemerintah Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran.

Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun. Fertility ( fertilitas ) Fertility adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita. Besarnya angka kelahiran kasar dapat dikatagorikan menjadi tiga yaitu: a) kurang dari 20 digolongkan rendah b) antara 20 – 30 digolongkan sedang c) lebih dari 30 digolongkan tinggi 2. b. Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas). Facundity ( kesuburan ) Facudity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.Ada dua istilah asing yang kedua – duanya diterjemahkan sebagai kesuburan. Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Specific Fertiliy Rate = ASFR ) Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu: . Ada beberapa cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu: 1. Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate) Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu: Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk. yaitu : a.

3. Faktor-faktor terjadinya migrasi. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran. Hasil perhitungan ASFR ini lebih teliti dibanding dengan perhitungan CBR (kelahiran besar) karena dilihat per kelompok umur dan jenis kelamin. . Migrasi (Mobilitas) Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Persediaan sumber daya alam 2. Potensi ekonomi 4. Lingkungan social budaya 3. Alat masa depan . Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak. yaitu : 1.

wikipedia.com/2010/05/16/data-penduduk-indonesia-1971-2000/ http://id.org/wiki/Pertumbuhan_penduduk id.wordpress.ac.gunadarma.org/wiki/Daftar_negara_menurut_jumlah_penduduk www.DAFTAR PUSTAKA http://tunas63.wikipedia.id .