Anda di halaman 1dari 18

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Definisi Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lender dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Pada bayi yang minum ASI sering frekuensi buang air besarnya lebih dari 3-4 kali per hari, keadaan ini tidak dapat disebut diare, tetapi masih bersifat fisiologis atau normal. Selama berat badan bayi meningkat normal, hal tersebut tidak tergolong diare, tetapi merupakan intoleransi aktosa sementara akibat belum sempurnanya perkembangan saluran cerna. Untuk bayi yang minum ASI secara ekslusif definisi diare yan raktis adalah meningkatnya frekuensi buang air besar atau konsistensinya menjadi cair yang menurut ibunya abnormal atau tidak seperti biasanya. Kadang-kadang pada seorang anak buang air besar kurang dari 3 kali perhari, tetapi konsistensinya cair, keadaan ini sudah disebut diare.

Epidemiologi Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Negara berkembang termasuk di Indonesia dan merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, terutama dibawah usia 5 tahun. Di dunia, seanyak 6 juta anak meninggal setiap tahunnya kaena diare dan sebagian besar kejadian tersebut terjadi di Negara berkembang. Sebagai gambaran 17 % kematian anak di dunia disebabkan oleh diare sedangkan di Indonesia hasil Riskesdas 207 diperoleh bahwa diare masih merupakan penyebab kematian bayi yang terbanyak yaitu 42% disbanding pneumonia 24%, unutk golongan 1-4 tahun penyebab kematian karena diare 25,2% dbanding pneumonia 15,5%.

Cara Penularan dan Faktor Risiko Cara penularan diare pada umumnya melalui cara fekal-oral yaitu melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh enteropatogen, atau konak langsung dengan penderita atau barang-barang yang tercemar tinja atau tidak lagsung melalui lalat ( melalui 4 F = finger, flies, fluid, field)
8

diare karena bakteri lebih sering terjadi pada musim panas. tidak menjaga kebersihan dan berpndah-pindah dari satu tempat ke temapat yang lain. Orang dengan infeksi asimomatik berperan penitng dalam penyebaran banyak eneropatogen terutama bila mereka tidak menyadari adanya infeksi. diare yang disebabkan oleh rotavirus dapat terjadi sepanjang tahun dengan peningkatan sepanjang musim kemarau. Insidesi tertinggi terjadi pada kelompok umur 6-11 bulan pada saat diberikan makanan pendampin ASI. kurangnya saran kebersihan (MCK). 3.Factor resiko yang dapat meningkatkan penularan enteropatogen adalah anatara lain : tidak memberikan ASI secara penuh untuk 4-6 bulan pertama kehidupan bayi. Didaerah tropic Indonesia. 2. menurunnya motilitas usus menderita campak dalam 4 minggu terakhir dan factor genetic.pada infeksi asimtomatik yang mungkin berlangsung beberapa hari atau minggu. sedangkan diare karena virus terutama rotavirus puncaknya terjadi pada musim dingin. pencemaran air oleh tinja. Faktor umur Sebagian diare dapat terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. imunodefisiensi. Pola inimenggambarkan kombinasi efek penurunan kadar antibody ibu. Selain hal-hal tersebut. beberapa factor pada penderita dapat meningkatkan kecenderungan untuk dijangkiti diare anatara lain : gizi buruk. 9 . pengenalan makanan yang mungkin terkontaminasi bakteri tinja dan kontak langsung dengan tinja manusia atau binatan pada saat bayi mulai merangkak. Diadaerah sub tropic. tidak memadainya penyediaan air bersih. 1. kurangnya kekebalan aktif bayi. tinja penderita mengandung virus. berkurangnya keasaman lambung. Kebanyakan enteropatogen merangsang paling tidak sebagian kekebalan melawan infeksi atau penyakit yang berulang. yang membantu menjelaskan meurunnya insiden penyakit pada anak yang lebih besar dan pada orang dewasa. bakteri atau kista protozoa yang infeksius. sedangkan diare karena bakteri cenderung meningkat pada musim hujan. kebersiahan lingkungan dan priadi yang buruk. Infeksi asimptomatik Sebagian besar infeksi usus bersifat asimtomatik dan proporsi asimtomaik ini meningkat setelah umur 2 tahun dikarenakan pembentukan imunitas aktif. Factor musim Variasi pola musiman diare terjadi menurut letak gografis. penyiapan dan penyimpanan makanan yang tidak hiegenis dan cara penyapihan yang tidak baik.

As caris . Di Negara berkembang kuman pathogen penyabab penting diare akut pada anak-anak yaitu: Rotavirus. destruksi sel permukaan vili oleh virus. Eschericia coli enterotoksigenik. Campylobacter aeromonas In fe k s i Virus P E N Y E B A B P E N Y A K IT D IA R E R otavirus . E T IO L O G I B akteri Shigella. Salmonella. Epidemi dan Pandemi Vibrio colera dan Shigella dysentriae 1 yang dapat menyebabkan epidemic dan pandemi yang mengakibatkan tingginya angka kesakitan dan kematian pada semua golongan usia. Etiologi Penyebab infeksi utama timbulnya diare umumnya adalah golongan virus. Pada akhir tahun 1992 dikenal strain baru Vibrio cholera 0139 yang menyababkan epidemic di Asia dan lebih dari 11 negara mengalami wabah. Sayur-s ayuran Malabsorpsi P arasit Alergi 10 . Golongan Vibrio Bacillus cereus . buah-buahan. bakteri dan parasit.Enteropatogen menimbulkan non inflammatory diare melalui produksi enterotoksin oleh bakteri. Sebaliknya inflammatory diare disebabkan oleh bakteri yang menginvasi usu secara langsung atau memproduksi sitotoksin.4. perlekatan oleh parasit. E ntamoeba his tolytica. Strongyloides Jamur. Balantidiumcoli Cacing perut. Shigella. Staphylococcusaureus . Clos tridium perfringens . E coli. Adenovirus Protozoa. Dua tipe dasar dari diare akut oleh kaena infeksi adalah non inflammatory dan inflammatory. Candida Keracunan Keracunan bahan-bahan kimia Keracunan oleh racun yang dikandung dan di produksi S ebab-sebab lain Ikan. perlekatan dan atau translokasi dari bakteri.T richuris . Norwalk + Norwalk like agent. Giardia lamblia.

gelisah. Bila kehilangan cairan terus berlangsung tanpa pergantian yang memadai gejala dehidrasi mulai tampak yaitu : BB turun. Warna tinja makin lama berubah kehijauan karena bercampur dengan. nafsu makan berkurang kemudian timbul diare. turgor kulit berkurang. diare berair. Gejala muntah dapat timbul sebelum atau selama diare dan dapat disebabkan karena lambung turut meradang atau akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit. Bila terjadi asidosis metabolik pasien akan tampak pucat. Demam sering ada pada penderita dengan diare radang. karena kurang cairan. Nausea dan muntah merupakan gejala nonspesifik. bakteri penghasil enterotoksin. serta kulit kering. Manifestasi sistemik dapat meliputi demam. infeksi saluran kencing. dan kejang-kejang. Bila keadaan ini terus berlanjut. tetapi muntah member kesan bahwa organisme menginfeksi usus bagian atas. mata dan ubun-ubun cekung (bayi). selaput lender bibir dan mulut. Tinja mungkin disertai lendir dan darah. demam biasanya tdak ada atau ringan. suhu tubuh naik. Keterlibatan saluran pencernaan dapat mencakup diare. deuresis berkurang (oliguria-anuria). kram dan emesis.Patogenesis Infeksi enteric menimbulkan tanda-tanda keterlibatan saluran pencernaan serta maniestasi dan kompikasi sitemik. nyeri abdomen lebih berat dan tenesmus dapat terjadi pada abdomen dan rektum bagian bawah. nafas cepat dan dalam (pernafasan kusmaul). Infeksi ekstraintestinum akibat pathogen enteric adalah penyebaran lokal. tekanan daran turun. denyut jantung menjadi cepat. yang menunjukan keterlbatan saluran usus bagian atas. 11 . yang menunjukan keterlibatan usus besar. malaise. Karena penderita gangguan imun memerlukan pemeriksaan khusus. pasien tampak lemah dan kesadaran menurun. periumbilikalis dan tidak berat. nyerinya adalah kram. dan keratokonjungtivitis. nadi lemah dan tidak teraba. daerah anus dan sekitarnya timbul luka lecet karena sering defekasi dan tinja yang asam akibat laktosa yang tidak diabsorbsi usus selama diare. seperti virus. Demam memberi kesan adanya proses alergi dan juga terjadi akibat dehidrasi. Muntah sering ada pada diare nonradang. akan terjadi renjatan hypovolemik dengan gejala takikardi. informasi mengenai imunodefisiensi atau penyakit kronis penting. Manifestasi kinis Mula-mula anak cengeng. menyebabkan vulvovaginitis.

Gejala Khas diare akut oleh berbagai penyebab : Gejala Masa tunas Mual. muntah Sering Nyeri perut Tenesmus Tenesmus. kolik + 3-7 hari Tenesmus. kramp Nyeri kepala Lama sakit Sifat tinja Volume Frekuensi Konsistensi Lender Darah Bau Warna Lekosit Lain-lain Sedang 5-10 sehari Cair Langu Kuninghijau Anoreksia Sedikit x >10x/hari Lembek Sering ± Merahhijau + Kejang ± Sedikit Sering Lembek Kadang Busuk Kehijauan + Sepsis ± Banyak Sering Cair + Tak warna meteorismus Sedikit Sering Lembek + Tidak Merahhijau + Infeksi Banyak Terus-terusan Cair Amis Cucian beras = ± 5-7 hari + > 7 hari Tenesmus. kramp 2-3 hari Variasi 3 hari Kramp Jarang Sering Sering Rotavirus 12-72 jam ++ Shigella 24-48 jam ++ Salmonella ETEC 6-72 jam ++ 6-72jam EIEC 6-72 jam ++ Kholera 48-72 jam - 12 .

apakah ada muntah    Laporan setempat mengenai Kejadian Luar Biasa (KLB) kolera.lamanya diare terjadi (berapa hari) . glukosa darah. Gejala invaginasi (tangisan keras dan kepucatan pada bayi). Feses : Feses : dapat disertai darah atau lender PH asam  diare osmotic Leukosit > 5 / LPB  disentri 13 . analisa gas darah. b. c. kultur urine dan tinja pada sepsis atau infeksi saluran kemih. serum elektrolit. Pemeriksaan laboratorium yang kadang-kadang diperlukan pada saat diare akut : Darah: darah lengkap. Laboratorium Pemeriksaan laboratorium lengkap pada diare akut pada umumnya tidak diperlukan. Anamnesis Riwayat pemberian makan anak sangat panting dalam melakukan tatalaksana anak dengan diare. Pengobatan antibiotik yang baru diminum anak atau pengobatan lainnya.apakah ada darah dalam tinja . Urine : Urine lengkap. Contoh : pemeriksaan darah lengkap. kultur dan kepekaan terhadap antibiotika. hanya pada keadaan tertentu mungkin diperlukan misalnya penyebab dasarnya tidak diketahui atau ada sebab-sebab lain selain diare akut atau pada penderita dengan dehidrasi berat. tanyakan juga hal-hal berikut:  Diare .  Tanda dan gejala dehidrasi berat dengan atau tanpa syok Dapat disertai atau tidak tanda dan gejala gangguan keseimbangan elektrolit dan atau gangguan keseimbangan asam basa.Kriteria Diagnosis a.frekuensi buang air besar (BAB) anak . kultur dan test kepekaan terhadap antibiotika.  Tanda dan gejala dehidrasi ringan sedang atau. Pemeriksaan fisik  Tanda dan gejala tanpa dehidrasi atau.

air sup. Mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari rumah dengan memberikan minum lebih banyak dengan rumah tangga yang dianjurkan. yaitu yang terlalu manis sepeti soft drink. Bila terjadi dehidrasi berat. yaitu dengan oralit. b. Bila tidak memberikan cairan rumah tangga yang dianjurkan. penderit harus segera dibawa ke petugas kesehatan atau sarana kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat. c. kuah sayur. air teh.Bentuk klinis diare berdasarkan penyebabnya : Pengobatan Diare Prinsip penatalaksanaan penderita diare adalah: a. berikan air matang. seperti air tajun. Pemberian ASI / makanan 14 . Mencegah terjadinya diare Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Jangan diberikan cairan yang osmolaritasnya tinggi. penderita harus segera diberikan cairan intravena dengan Ringer Laktat sebelum dilanjutkan terapi oral. Mengobati dehidrasi Bila terjadi dehidrasi terutama pada anak balita.

termasuk enzim superoksida dismutase (Linder. maka disimpulkan bahwa pemberian Zinc dan Cairan Rehidrasi Oral Hipoosmolar pada anak dengan diare memenuhi 'Level of Evidence' I (satu) dengan derajat rekomendasi A. Zinc yang ada dalam tubuh akan hilang dalam jumlah besar pada saat seorang anak menderita diare. walaupun diarenya sudah sembuh. Dengan demikian sangat diperlukan pengganti zinc yang hilang dalam proses kesembuhan seorang anak dan untuk menjaga kesehatannya di bulan-bulan mendatang. serta menurunkan kemungkinan anak kembali mengalami diare 2-3 bulan berikutnya. dengan mengkaji berbagai kepustakaan yang berkaitan dengan penggunaan Zinc dan Cairan Rehidrasi Oral pada penderita diare. Untuk anak usia 6 bulan ke atas berikan satu tablet zinc (20 mg) sekali sehari selama sepuluh hari berturut-turut. Pemberian Zinc Zinc merupakan salah satu mikronutrien yang penting dalam tubuh. Lebih dari 90 macam enzim dalam tubuh memerlukan zinc sebagai kofaktornya. Unit Kerja Koordinasi Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (2009). menurunkan tingkat keparahan penyakit tersebut. 8 d. 2006). Adapun cara pemberian Tablet Zinc yaitu :   Untuk bayi usia di bawah 6 bulan berikan setengah tablet zinc (10mg) sekali sehari selama sepuluh hari berturut-turut. kadar radikal bebas superoksida meningkat. Mulai tahun 2004. Zinc sebaiknya diberikan sampai 10-14 hari.1999). Pada proses inflamasi. WHO-UNICEF merekomendasikan suplemen Zinc untuk terapi diare karena suplementasi zinc telah terbukti menurunkan jumlah hari lamanya seorang anak menderita sakit. sehingga dapat merusak berbagai jenis jaringan termasuk jaringan epitel dalam usus (Cousins et al. 15 . Banyak uji klinik yang melaporkan bahwa suplemen Zinc sangat bermanfaat untuk membantu penyembuhan diare. Enzim ini berfungsi untuk metabolisme radikal bebas superoksida sehingga kadar radikal bebas ini dalam tubuh berkurang.Pemberian ASI / makanan selama serangan diare bertujuan untuk memberikan gizi pada penderita terutama bertujuan agar anak tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. Di beberapa RS besar di Indonesia telah menggunakan suplemen Zinc dalam bentuk suspensi untuk penatalaksanaan diare akut. 11 Sayangnya suplemen Zinc ini belum banyak beredar di apotek di Indonesia.

Hasil meta analisa Van Niel dkk menyatakan lactobacillus aman dan efektif dalam pengobatan diare akut infeksi pada anak. e. efektrofik pada mukosa usus dan imunno modulasi. Golongan LAB dapat mengubah gula dan karbohidrat menjadi asam laktat.  Bila anak menderita dehidrasi berat dan memerlukan cairan infus. Terdapat berbagai macam jenis probiotik yang hingga saat ini sering digunakan sebagai suplemen. dan menurunkan frekuensi diare pada hari ke dua pemberian sebanyak 12 kali.    Larutkan tablet tersebut dengan sedikit (beberapa tetes)air matang atau ASI dalam sendok teh. kompetisi nutrien. Terdapat banyak laporan tentang penggunaan probiotik dalam tatalaksana diare akut pada anak. Golongan yang paling banyak digunakan adalah Lactic Acid Bacteria (LAB). Jangan mencampur tablet zinc dengan oralit/LGG Tablet harus diberikan selama sepuluh hari penuh (walaupun diare telah berhenti sebelum 10 hari) Apabila anak muntah sekitar setelah jam setelah pemberian tablet zinc. produksi bahan anti mikroba terhadap beberapa patogen.tetap berikan tablet zinc segera setelah anak dapat minum atau makan. berikan lagi tablet zinc dengan cara memberikan potongan lebih kecil dan berikan beberapa kali hingga satu dosis penuh. Pemberian Probiotik Probiotik adalah suatu suplemen makanan. menurunkan lamanya diare kira-kira 2/3 lamanya diare. yang 16 . Kemungkinan mekanisme efekprobiotik dalam pengobatan diare adalah : Perubahan lingkungan mikro lumen usus. Dengan mencermati penomena tersebut bakteri probiotik dapat dipakai dengan cara untuk pencegahan dan pengobatan diare baik yang disebabkan oleh Rotavirus maupun mikroorganisme lain. mencegah adhesi patogen pada anterosit. modifikasi toksin atau reseptor toksin. yang mengandung bakteri atau jamur yang tumbuh sebagai flora normal dalam saluran pencernaan manusia. speudomembran colitis maupun diare yang disebabkan oleh karena pemakaian antibiotika yang tidak rasional (antibiotik asociatek diarrhea ) dan travellers’s diarrhea. yang bila diberikan sesuai indikasi dan dalam jumlah adekuat diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi kesehatan dengan cara meningkatkan kolonisasi bakteri probiotik didalam lumen saluran cerna sehingga seluruh epitel mukosa usus telah diduduki oleh bakteri probiotik melalui reseptor dalam sel epitel usus.

Anti motilitis seperti difenosilat dan loperamid dapat menimbulkan paralisis obstruksi sehingga terjadi bacterial overgrowth. yang merupakan penyebab terbanyak diare akut pada anak. penelitian tentang probiotik hingga saat ini banyak dilakukan untuk menguji kemanfaatannya pada populasi anak. Kemanfaatan probiotik terutama banyak dilihat dari aspek pencegahan dan terapi penyakit. atau pada anak/bayi yang menunjukkan secara klinis gajala yang berat serta berulang atau menunjukkan gejala diare dengan darah dan lendir yang jelas atau segala sepsis.5 mg/kgBB 4x sehari selama 3 hari Shigella : Ciprofloxacin 15 mg/kgBB 2x sehari selama 3 hari atau Ceftriaxone 50100 mg/kgBB 1x sehari IM selama 2-5 hari. Kecuali pada bayi berusia di bawah 2 bulan karena potensi terjadinya sepsis oleh karena bakteri mudah mengadakan translokasi kedalam sirkulasi. f.5mg/kgBB/ dibagi 3 dosis (3 hari) atau Erytromycin 12. Efektivitasnya terutama lebih baik pada mereka dengan etiologi rotavirus. pada awal abad 20. Pemberian probiotik terlihat bermanfaat dalam tatalaksana diare akut. Secara teoritis. sehingga menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Contoh strain golongan LAB adalah Lactobacillus dan Bifidobacterium. dan mengurangi kejadian intoleransi laktosa. Antibiotik hanya diperlukan pada sebagian kecil penderita diare misalnya kholera shigella. terutama penyakit alergi dan infeksi. Sejak dipublikasikan pertama kali oleh seorang peneliti Rusia. Penggunaan probiotik untuk diare pada anak merupakan fokus studi yang paling banyak dilakukan dalam penilaian kemanfaatan probiotik. Produk komersial yang mengandung probiotik sebagai suplemen banyak tersedia di pasaran. Pemberian Antibiotik Sebagian besar kasus diare tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotika oleh karena pada umumnya sembuh sendiri (self limiting). imunomodulator. Meta-analisis yang dilakukan oleh Szajewska et al menunjukkan bahwa pemberian suplemen Lactobacillus mengurangi durasi diare akut sehari lebih cepat dibandingkan plasebo (95% CI) dengan level of evidence 1a. gangguan absorpsi dan sirkulasi.berfungsi menurunkan kadar pH saluran gastrointestinal. karena penyebab terbesar dari diare pada anak adalah virus (Rotavirus). Beberapa antimikroba yang sering dipakai antara lain:   Kolera : Tetrasiklin 12. Eli Metchnikoff. meningkatkan sekresi IgA mukosa usus. 17 . probiotik dapat mengurangi keparahan diare melalui efek kompetisi dengan patogen.

sehingga penggunaan anti diare hanya menimbulkan beban biaya. Obat-obatan “anti diare” dan anti muntah tidak boleh diberikan pada anak dengan g. Anti diare tidak dianjurkan karena belum adanya bukti mengenai diare yang berdaya guna.5 mg/kg (maks 90mg)(im) s/d 5 hari tergantung reaksi (untuk semua umur)  Giardiasis : Metronidazole 5mg/kgBB 3x sehari selama 5 hari. Untuk kasus berat : Dehidro emetin hidrokhlorida 1-1. Pemberian nasehat Pemberian nasehat kepada orang tua anak (pengasuh) untuk segera membawa anaknya kepada petugas kesehatan bila anak tidak membaik dalam 3 hari atau menderita sebagai berikut:  Buang air besar cair lebih sering  Muntah berulang-ulang  Rasa haus yang nyata  Makan atau minum sedikit  Demam  Tinja berdarah 18 . Amebiasis : Metronidasol 10mg/kg/ 3x sehari selama 5 hari (10 hari pada kasus berat). h. Mengobati masalah lain diare.

RENCANA TERAPI A UNTUK MENGOBATI DIARE DIRUMAH PENDERITA DIARE TANPA DEHIDRASI RENCANA TERAPI B UNTUK TERAPI DEHIDRASI RINGAN/SEDANG 19 .

Tatalaksana Nutrisi Pada Diare Ibu perlu dibimbing tentang cara pemberian makanan yang baik pada anak. bila jawaban dari pertanyaan ya . Pemberian ASI selama diare tidak boleh di kurangi atau di hentikan tetapi diperbolehkan sesering atau selama anak menginginkannya. Makanan lunak bila anak berumur 4 bulan atau lebih sudah bisa menerima 20 . teruskan kebawah.RENCANA TERAPI C UNTUK DEHIDRASI BERAT Ikuti arah anak panah . Empat kunci utama tatalaksana gizi diare yang benar:     Menilai status gizi Memberi makanan yang tepat pada saat episode diare Memberi makanan yang tepat pada waktu penyembuhan dengan tindak lanjutnya. teruskan ke kanan bila tidak. ASI harus di berikan untuk menambah larutan oralit. Susu sapi atau formula yang biasa di terima bila timbul dehidrasi maka pemberian susu harus di hentikan selama rehidrasi untuk 4-6 jam dan kemudian dilanjutkan lagi. mengajari pentingnya meneruskan pemberian makanan penuh selama diare dan membantu usaha mereka untuk mengikuti anjuran ini. Komunikasi yang efektif tentang anjuran diet kepada ibu.

serta durasi penyakit diare. yaitu intervensi yang selain mengurangi penyebaran mikroorganisme penyebab diare juga meningkatkan resistensi anak terhadap infeksi kuman ini. Banyak literatur yang menyebutkan bahwa probiotik memberikan kebaikan dalam penanganan diare akut pada bayi. kebersihan perseorangan. Rata-rata lama durasi diare juga mengalami hasil yang signifikan pada kelompok probiotik.makanan lunak. Konsistensi faeces yang lebih padat dan durasi yang lebih pendek pada kelompok probiotik. Probiotik dengan pemberian dua kali sehari selama 5 hari dipercaya terbukti memberikan kebaikan dalam mengurangi frekuensi. Penggunaan jamban 6. Imunisasi campak. Bila timbul dehidrasi makanan ini harus di hentikan 4 – 6 jan untuk rehidrasi untuk kemudian di lanjutkan lagi. dengan meningkatkan respon imun. pembuangan tinja yang aman dan imunisasi. yang terdiri dari upaya rehidrasi oral dan pemberian makanan dapat mengurangi efek buruk diare yang meliputi dehidrasi. sebagai substansi penting dalam antimikroba dan menyeimbangan jumlah mikroba diusus. Sejumlah intervensi telah diusulkan untuk mencegah diare pada anak. Pemberian ASI 2. kebersihan makanan. Paling tidak separuh makanan diet harus berasal dari makanan porsi kecil tetapi sering (6 kali atau lebih) dan mereka harus di bujuk untuk makan. untuk mengurangi insidensi diare. yaitu: 1. 2. Perbaikan makanan pendamping ASI 3. Penggunaan air bersih untuk kebersihan dan untuk minum 4. Cuci tangan 5. Pembuangan tinja bayi yang aman 7. makanan ini harus di teruskan. kekurangan gizi dan resiko kematian. Probiotik dipercaya dapat mengurangi lama waktu kesakitan.8 Pencegahan Diare Penatalaksanaan kasus yang benar. memperbaiki mukosa usus. Angka penguranga dari frekuensi defekasi secara drastis dalam <3 hari terdapat pada kelompok yang memeperoleh probiotik dengan kelompok kontrol. Bayi umur 6 bulan atau lebih harus mulai di berikan makanan lunak bila belum pernah di beri. Ada 7 cara diidentifikasi sebagai sasaran untuk promosi. Cara-cara lain juga dibutuhkan. penyediaan air bersih. kebanyakan meliputi cara yang berhubungan dengan cara pemberian makanan kepada bayi. 21 .

Gangguan keseimbangan asam-basa (metabolik asidosis) Metabolik asidosis terjadi karena : 22 .9 Komplikasi Diare Sebagai akibat diare baik akut maupun kronik akan terjadi : 1. Penderita dan keluarganya harus dididik mengenai cara penularan enteropatogen dan caracara mengurangi penularan. penggunaan jas panjang bila ada kemungkinan pencemaran dan sarung tangan bila menyentuh bahan yang terinfeksi. Klasifikasi tingkat dehidrasi anak dengan diare yaitu : Penilaian Dehidrasi Menurut MTBS Teradapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut ini:     Letargis atau tidak sadar Mata cekung Tidak bisa minum atau malas minum Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat    DEHIDRASI BERAT Teradapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut ini: Gelisah. termasuk cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan penderita. 2.Penderita yang dirawat inap harus ditempatkan pada tindakan pencegahan enterik. rewel/mudah masalah Mata cekung Cubitan kulit perut kembalinya lambat DEHIDRASI RINGAN/SEDANG Tidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan sebagai dehidrasi berat atau ringan/sedang TANPA DEHIDRASI 2. Kehilangan cairan (dehidrasi) Dehidrasi terjadi karena output air lebih banyak dari pada input air.

23 . Metabolisme lemak yang tidak sempurna sehingga benda keton tertimbun dalam tubuh. Pemindahan ion Na dari cairan ekstraselular ke dalam cairan intraselular. Gangguan sirkulasi Sebagai akibat diare dengan/tanpa disertai muntah. 4. Produk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal. dapat terjadi gangguan sirkulasi darah berupa rejatan (shock) hipovolemik. berkeringat. e. Adanya gangguan absorbsi glukosa. Hipoglikemia Pada anak-anak dengan gizi baik/cukup. Pernapasan ini merupakan homeostasis respiratorik yaitu usaha dari tubuh untuk mempertahankan pH darah.a. apatis. Makanan sering dihentikan oleh orang tua karena takut diare dan/atau muntahnya akan bertambah berat. teratur dan dalam yang disebut pernapasan kuszmaull. hipoglikemia ini jarang terjadi. Gangguan gizi Sewaktu anak menderita diare. Kemudian dapat mengakibatkan perdarahan di otak yang menimbulkan turunnya kesadaran (soporokomatusa) dan bila tidak segera ditangani penderita dapat meninggal. Gejala hipoglikemia dapat muncul jika kadar glukosa darah menurun sampai 40 mg% pada bayi dan 50 mg% pada anak-anak. Hal ini disebabkan karena : a. lebih sering terjadi pada anak yang sebelumnya sudah menderita KEP. Makanan yang diberikan sering tidak dapat dicerna dan diabsorbsi dengan baik karena adanya hiperperistaltik. Adanya ketosis kelaparan. 5. sering terjadi gangguan gizi dengan akibat terjadinya penurunan berat badan dalam waktu singkat. pernapasan bersifat cepat. Akibatnya perfusi jaringan berkurang dan terjadi hipoksia dan asidosis bertambah berat. kejang sampai koma. d. c. pucat. c. Kehilangan Na-bikarbonat bersama feses b. sering diberikan dengan pengenceran. tremor. Hal ini terjadi karena : a. syok. 3. Walaupun susu diteruskan. Gejala hipoglikemia tersebut berupa: lemas. Terjadi penimbunan asam laktat karena adanya anoksia jaringan. Secara klinis asidosis dapat diketahui dengan memperhatikan pernapasan. peka rangsang. b. Penyimpanan/persediaan glikogen dalam hati terganggu b.

BAB IV KESIMPULAN Diare akut merupakan masalah yang sering terjadi baik di negara berkembang maupun negara maju. Dengan higiene dan sanitasi yang baik merupakan pencegahan untuk penularan diare infeksi bakteri. dengan morbiditas dan mortalitas yang minimal. Pengobatan simtomatik dapat diberikan karena efektif dan cukup aman bila diberikan sesuai dengan aturan. Prognosis diare akut infeksi bakteri baik. yang kemudian dapat dilanjutkan dengan terapi spesifik sesuai dengan hasil kultur. 24 . Bila ada tanda dan gejala diare akut karena infeksi bakteri dapat diberikan terapi antimikrobial secara empirik. Sebagian besar bersifat self limiting sehingga hanya perlu diperhatikan keseimbangan cairan dan elektrolit.

Garna H. Kliegman. Isbagio H. Broto R. Arvin. Soeroso J. Ilmu Kesehatan Anak FK UNPAD RS Dr. Pedoman Diagnosis Dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak Edisi ke-3. 25 .DAFTAR PUSTAKA Behrman. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi IV. 2007. Melinda H. 2000. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Bandung: Bag. Ilmu Kesehatan Anak Nelson Edisi 15. Kalim H. Pramudiyo R. 2005. Hasan Sadikin. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.