Anda di halaman 1dari 3

Acara Praktikum : Tekanan Osmosis Tujuan : 1. Menyatakan adanya tekanan osmosis dalam cairan sel 2.

Menghitung besarnya tekanan osmosis cairan sel Hasil dan Pembahasan :

B. Pembahasan Nilai potensial air di dalam sel dan nilainya di sekitar sel akan mempengaruhi difusi air dari dan ke dalam sel tumbuhan. Dalam sel tumbuhan ada tiga faktor yang menetukan nilai potensial airnya, yaitu matriks sel, larutan dalam vakuola dan tekanan hidrostatik dalam isi sel. Hal ini menyebabkan potensial air dalam sel tumbuhan dapat dibagi menjadi 3 komponen yaitu potensial matriks, potensial osmotik dan potensial tekanan (Wilkins, 1992). Sel tumbuhan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sel epidermis bawah daun Rhoeo discolor, sedangkan konsentrasi larutan sukrosa yang digunakan adalah 0 M; 0,16 M; 0,18 M; 0,20 M; 0,22 M; 0,24 M dan 0,26 M. Berdasarkan hasil praktikum, sel tumbuhan yang dimasukan kedalam larutan sukrosa dengan konsentrasi 0 M terdapat sel yang tidak berplasmolisis sebanyak 19 sel dan yang berplasmolisis 6 , hal tersebut tidak sesuai dengan pendapat Tjitrosomo (1987) bahwa sel yang isinya air murni tidak mengalami plasmolisis. Jika suatu sel dimasukan ke dalam air murni, maka struktur sel itu terdapat potensial air yang nilainya tinggi (=0), sedangkan di dalam sel terdapat nilai potensial air yang lebih rendah (negatif). Hal ini menyebabkan air akan bergerak dari luar sel masuk ke dalam sel sampai tercapai keadaan setimbang. Osmosis pada hakekatnya adalah suatu proses difusi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa osmosis adalah difusi air melaui selaput yang permeabel secara differensial dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah. Tekanan yang terjadi karena difusi molekul air disebut tekanan osmosis. Makin besar terjadinya osmosis maka makin besar pula tekanan osmosisnya. Menurut Kimball (1983) bahwa proses osmosis akan berhenti jika kecepatan desakan keluar air seimbang dengan masuknya air yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi. Menurut Tjitrosomo (1987), jika sel dimasukan ke dalam larutan gula, maka arah gerak air neto ditentukan oleh perbedaan nilai potensial air larutan dengan nilainya didalam sel. Jika potensial larutan lebih tinggi, air akan bergerak dari luar ke dalam sel, bila potensial larutan lebih rendah maka yang terjadi sebaliknya, artinya sel akan kehilangan air. Apabila kehilangan air itu cukup besar, maka ada kemungkinan bahwa volum sel akan menurun demikian besarnya sehingga tidak dapat mengisi seluruh ruangan yang dibentuk oleh dinding sel. Membran dan sitoplasma akan terlepas dari dinding sel,

Keadaan volume vakuola dapat untuk menahan protoplsma agar tetap menempel pada dinding sel sehingga kehilangan sedikit air saja akan berakibat lepasnya protoplasma dari dinding sel. karakteristik permeasi air pada membran osmosis balik telah dipelajari dengan menggunakan membran komposit modul modul sopitral wound dan larutan klorida dalam air dalam larutan umpan. maka potensial air suatu larutan air pada tekanan atmosfer bernilai negatif. 1995). Plasmolisis ini terjadi apabila sel berada dalam keadaan tanpa tekanan.keadaan ini dinamakan plasmolisis. potensial air murni pada tekanan atmosfer dan suhu yang sama dengan larutan tersebut sama dengan nol. Dengan adanya potensial osmosis cairan sel. Nilai potensial osmotik akan meningkat jika tekanan yang diberikan juga semakin besar. 1992). 1952). adanya partikel-partikel bahan terlarut yang larut di dalamnya. suhu. Larutan yang di dalamnya terdapat sekumpulan sel dimana 50% berplasmolisis dan 50% tidak berplasmolisis disebut plasmolisis insipien. Benang-benang tersebut dikenal dengan sebutan plasmolema. larutan dalam vakuola dan tekanan hidrostatik dalam isi sel. Berdasarkan hasil praktikum. Semakin tinggi konsentrasi larutan maka semakin banyak sel yang mengalami plasmolisis. Komponen potensial air pada tumbuhan terdiri atas potennsial osmosis (solut) dan potensial turgor (tekanan). air murni cenderung memasuki sel. Membran protoplasma dan sifat permeabel deferensiasinya dapat diketahui dari proses plasmolisis. Sel daun Rhoeo discolor yang dimasukan ke dalam larutan sukrosa mengalami plasmolisis. potensial osmotik larutan penyebab plasmolisis insipien setara dengan potensial osmotik di dalam sel setelah keseimbangan dengan larutan tercapai (Salisbury and Ross.40 atm 2. dan semakin tinggi konsentrasi larutan maka semakin banyak sel yang mengalami plasmolisis 3. Plasmolisis insipien terjadi pada konsentrasi 0. 1992). Saat pengaturan potensial osmosis maka potensial turgor harus sama dengan 0. Jika isinya air murni maka sel tidak akan mengalami plasmolisis. Apabila ruang bening diantara dinding dengan protoplas diisi udara. Plasmolisis adalah suatu proses lepasnya protoplasma dari dinding sel yang diakibatkan keluarnya sebagian air dari vakuola (Salisbury and Ross. maka dibawah mikroskop akan tampak di tepi gelembung yang berwarna kebiru-biruan.18 M . Nilai potensial osmosis sel dapat diketahui dengan menghitung nilai potensial osmosis larutan sukrosa yang isotonik terhadap cairan sel. Molekul gula dapat berdifusi melalui benang-benang protoplasme yang menembus lubanglubang kecil pada dinding sel. Plasmolisis insipien terjadi pada jaringan yang separuh jumlahnya selnya mengalami plasmolisis. matrik sel.18 M dengan potensial osmosis -4. Kesimpulan 1. Permeabilitas dinding sel terhadap larutan gula diperlihatkan oleh sel-sel yang terplasmolisis.40 atm. Suhu berpengaruh terhadap potensial osmotik yaitu semakin tinggi suhunya maka nilai potensial osmotiknya semakin turun (semakin negatif) dan konsentrasi partikel-partikel terlarut semakin tinggi maka nilai potensial osmotiknya semakin rendah (Meyer and Anderson. plasmolisis insipien terjadi pada konsentrasi 0. Nilai potensial osmotik dalam tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : tekanan. Pengaturan potensial osmosis dapat dilakukan jika potensial turgornya sama dengan nol yang terjadi saat sel mengalami plasmolisis. Hal ini terjadi karena tekanan di dalam sel = 0. Peristiwa plasmolisis seperti ini disebut plasmolisis insipien. dimana diameternya lebih besar daripada molekul tertentu sehingga molekul gula dapat masuk dengan mudah (Salisbury. Agar potensial turgor sama dengan 0 maka haruslah terjadi plasmolisis.18 M sebesar -4. Menurut Winduwati (2000). Menurut Salisbury dan Ross (1992). Sel tumbuhan yang dimasukan dalam larutan sukrosa akan mengalami plasmolisis. Adanya potensial osmosis cairan sel air murni cenderung untuk memasuki sel. Potensial osmosis pada konsentrasi 0. Sebaliknya potensial turgor di dalam sel mengakibatkan air meninggalkan sel. sedangkan potensial turgor yang berada di dalam sel mengakibatkan air untuk cenderung meninggalkan sel.

Salisbury. & Ross. Penerbit Angkasa. M. Fisiologi Tanaman. Wilkins. B. Botani Umum 2. Karakteristik Osmosis Balik Membran Spiral Wound. 1952. Yohan. Pusat Pengembangan Pengelolaan Limbah Radio Aktif. 1992. Tjitrosomo. W. Bumi Angkasa. Jakarta. New York. B.1987. Erlangga.S and Anderson.. et al. Mc Graw Hill Company. Meyer. 1995. Plant Physiology 2nd Edition. D Van Nostrand Company Inc. W. Plant Physiology. C. J. 1983. New York.. California. Frank B. 2000. F. Biologi.B. Winduwati S. Bandung. Rifaid M. Plant Physiology. 1992. Nur. Salisbury. D. Jakarta. Wadswovth Publishing co.Daftar Referensi Kimball. . B.