Anda di halaman 1dari 11

Gangguan

Pemusatan

Perhatian

Disertai

Hiperaktif

:

Penghentian Pengobatan Pada Remaja dan Dewasa Muda
Suzanne McCarthy, Philip Asherson, David Coghill, Chris Hollis, Macey Murray, Laura Potts, Kapil Sayal, Ruwan de Soysa, Eric Taylor, Tim Williams dan Ian CK Wong

Latar belakang Gangguan pemusatan perhatian disertai hiperaktif (ADHD) diketahui bertahan

bahwa

tidak

ada

pasien

menerima

pengobatan setelah usia 21 tahun. Kesimpulan Prevalensi resep oleh dokter umum untuk pasien dengan ADHD turun secara

sampai dewasa dalam sebagian besar kasus. Tujuan Bertujuan Untuk menentukan prevalensi methylphenidate, atomoxetine dexamfetamine dan dan

signifikan dari usia 15 sampai usia 21 tahun. Penurunan resep lebih besar dari yang dilaporkan penurunan berhubungan dengan usia pada gejala, meningkatkan kemungkinan bahwa pengobatan sebelum waktunya dihentikan pada beberapa orang dewasa muda di antaranya gejala terus berlangsung. Declaration of interest I.C.K.W. didanai oleh Departemen

resep

penghentian

pengobatan pada remaja dan dewasa muda. Metode Sebuah studi kohort deskriptif dengan Inggris Praktik Umum Database Penelitian termasuk pasien berusia 15-21 tahun 19992006 dengan resep untuk obat studi. Hasil Prevalensi resep rata-rata di semua usia meningkat 6.23 kali lipat selama periode penelitian. Secara keseluruhan, prevalensi menurun dengan usia: pada tahun 2006, prevalensi pada laki-laki turun 95% dari 12,77 per 1.000 pada 15-year-olds 0,64 per 1.000 di 21-year-olds. Sebuah analisis longitudinal kohort 44 pasien berusia 15 tahun pada tahun 1999 menunjukkan

Kesehatan Masyarakat Kesehatan Karir Scientist Award pada saat penelitian. I.C.K.W., P.A., C.H., K.S. dan E.T. adalah anggota dari Institut Nasional untuk Kesehatan dan komite pedoman Clinical Excellence pada ADHD. P.A telah

menghadiri pertemuan dewan penasehat untuk Janssen-Cilag dan Shire dan telah dikembalikan untuk pembicaraan di

Janssen-Cilag, Eli Lilly dan UCB Pharma pertemuan disponsori. DC adalah anggota

Hal ini pernah dianggap sebagai kondisi yang terbatas pada masa kanak-kanak. produsen methylphenidate dan atomoxetine. konferensi.7 penghentian prematur selama masa remaja dapat mengganggu fungsi pada tahap perkembangan penting . membahayakan hubungan dengan keluarga dan teman-teman. dan pengembangan gejala kejiwaan komorbid termasuk kecemasan. dexamfetamine dan atomoxetine resep dan untuk menyelidiki pola penghentian pada remaja dan dewasa muda. Dalam beberapa tahun terakhir. bagaimanapun. penggantian biaya oleh Janssen-Cilag. K.D. 4 Sekarang ada pedoman dalam Inggris tentang bagaimana ADHD harus diperlakukan remaja yang lebih tua dan dewasa muda. dan memiliki dana penelitian dari Eli Lilly dan Janssen-Cilag. Tujuan dari penelitian kami adalah untuk menentukan prevalensi methylphenidate. dan memang sebelumnya Institut Nasional untuk Kesehatan dan Clinical Excellence (NICE) pedoman dari tahun 2000 merekomendasikan bahwa pengobatan dengan methylphenidate biasanya harus berhenti di adolescence. peningkatan tingkat kriminalitas dan kecelakaan. Pelayanan Kesehatan (NHS) Kesehatan Pengkajian Teknologi Program Riset Nasional menyerukan penelitian lebih lanjut untuk membimbing penghentian tepat perawatan ADHD pada remaja yang lebih tua dan dewasa muda. R. Gangguan pemusatan perhatian disertai hiperaktif (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf umum yang mempengaruhi 3-5% dari anak-anak di UK. semakin banyak bukti bahwa gejala inti bertahan sampai dewasa dan berkaitan dengan terus klinis dan psikososial impairments. untuk menghadiri beberapa konferensi. telah menerima produsen menghadiri methylphenidate. Sekolah Farmasi. depresi dan substansi misuse. ADHD tidak diobati dikaitkan dengan beberapa hasil negatif di masa dewasa termasuk tingkat miskin kerja.S. untuk telah diganti oleh Janssen-Cilag. UCB Pharma dan Lilly Pharmaceuticals. namun tidak jelas sejauh mana kelompok pasien ini saat ini berlanjut dengan terapi obat. ia berada di dewan profesional Perhatian Nasional Deficit Disorder Informasi dan Dukungan Layanan ( ADDISS) dan pada kelompok proyek untuk NHS Peningkatan Kualitas Skotlandia audit ADHD perawatan di Skotlandia.6 termasuk rekomendasi revisi dari NICE untuk penggunaan obat stimulan pada orang dewasa dengan diagnosis ADHD.dewan penasihat untuk Cephalon. Eli Lilly. 5. Universitas London telah menerima hibah pendidikan dari Janssen Cilag-. . Ada.3. dan telah dibayar oleh UCB Pharma untuk menghadiri lokakarya konsultasi. Janssen Cilag. Shire dan UCBCelltech.S.

Persetujuan dari studi ini sudah didapat dari komite penasehat independent keilmuan dan etika dari GPRD. Ketiga obat ini telah dipilih sebagai pengobatan yang berlisensi di inggris saat ini untuk pengobatan ADHD dan digunakan secara eksklusif untuk tujuan ini. dexamfetamine atau atomoxetine. yang dikelola oleh “ The Medicine and Healthcare Products Regulatory Agency”. Jumlah sampel untuk analisis ini adalah 1636 pasien. Kemudian dilakukan analisis longitudinal pada kohort dari pasien untuk menentukan durasi dan penghentian dari pengobatan. termasuk investigasi mengenai prevalensi dan insiden dari pengobatan ADHD pada anak laki-laki pada tahun 1999. Dokter umum berpartisipasi dalam memasukan data pasien termasuk detail demografi. Semua pasien pada kohort obat ini yang berumur 15 tahun pada tahun 1999 (n=44) diikuti dari 1 Januari 1999. Studi validasi menunjukan bahwa tingkat kualitas dan kelengkapan pemasukan data tinggi. Kohort ini dipilih agar dapat dilakukan follow-up selama periode studi dari pasien . resep obat. diagnosis.METODE Sumber Data Data untuk studi ini didapatkan dari “General Practice Research Database” (GPRD). Periode studi ini adalah antara 1 Januari 1999 sampai dengan 31 Desember 2006.1 untuk windows. Kriteria untuk termasuk dalam studi ini adalah pasien harus berusia antara 15-21 tahun selama periode studi dengan setidaknya 1 resep untuk metilfenidat (persiapan pelepasan modifikasi dan segera). Database ini sebelumnya pernah digunakan untuk menginvestigasi peresepan obat psikotropika untuk anak-anak di Inggris. dan rujukan ke rumah sakit.31 Desember 2006. Trend prevalensi tahunan dari tahun 1999 hingga 2006 diperiksa menggunakan chi-squared test. Angka rerata Prevalensi spesifik usia dan gender juga dihitung. Pola Pemberhentian (Penghentian Obat) Analisa cross-sectional digunakan untuk mengidentifikasi semua peresepan yang digunakan untuk studi selama periode studi pada pasien dengan usia 15-21 tahun. GPRD adalah database terkomputerisasi dari rekam medis pasien. Saat ini GPRD memiliki 3 juta data pasien aktif( sekitar 5% dari populasi Inggris) dengan distribusi demografi yang mirip dengan populasi inggris keseluruhan. bersifat anonim longitudinal. Prevalensi diartikan sebagai jumlah pasien dengan satu atau lebih peresepan obat per 1000 pasien pada populasi. Data dianalisis menggunakan Stata?SE versi 9.

Prevalensi pemberian preskripsi pada sampel pasien ini secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 6. Durasi dari resep dihitung dari memisahkan kuantitas dari obat yang diresepkan dengan dosis harian. dikatakan penghentian pengobatan apabila ditemukan persepan terakhir minimal 6 bulan.88 per 1000 pasien (95% CI 0. Mereka memeriksa adanya ADHD hingga dewasa dengan hanya menggunakan data dari studi followup yang berkualitas tinggi.08). Menggunakan gambaran yang lebih konservatif dari 83% setiap peninggata 1 tahun pada umur (pasien yang memenuhi seluruh kriteria DSM). GPRD tidak memiliki data dari prevalensi diagnostik pada setiap usia yang dapat dihitung. Kami memprediksi bahwa rata-rata dari penurunan pada peresepan untuk ADHD dapat mencermikan rata-rata perkiraan dari penuruan prevalensi diagnostik. hanya total durasi dari awal hingga akhir pengobatan tercatat yang dapat digunakan. dan sebaliknya. dan didesain secara baik yang dimana di buat perbedaan antara orang dengan ketetapan sindromatik dan simptomatik dan juga antara individual tersebut dengan mereka yang mengalami remisi penuh. dan oleh karena itu kami mengestimasi penurunan prevalensi diagnostik menggunakan data yang dipublikasikan dari meta-analysis studi follow-up yang dilakukan oleh Farone et al. Dari data ini didapatkan kemungkinan terdapat gejala yang menetap yang berhubungan dengan kenaikan usia 1 tahun terhitung sebanyak 83% untuk pasien yang memenuhi seluruh kriteria (sindroma menetap) dan 96% untuk mereka dengan gejala residual (gejala menetap) dari ADHD. Oleh karena itu interval tanpa pengobatan terhitung dalam durasi tesebut. Pada beberapa pasien yang pernah berhenti dan mengulang pengobatan selama waktu inklusi tertentu. dimana 1452 (89%) diantaranya merupakan pria. prevalensi pemberian preskripsi kepada pasien pria di rentang umur 15-21 tahun adalah 0.72-1. Pasien yang pengobatannya terhenti diidentifikasi dengan skrining pada rekam medis pasien dengan penghentian obat.Analisa Kalan-Meier digunakan untuk mengestimasi penghentian obat pada grup target. Pada tahun 1999. 2013 preskripsi diberikan kepada 1636 pasien.dengan usia 15 tahun sampai mereka mencapai usia 21 tahun. kami mengharapkan untuk melihat adanya penurunan pada rata-rata peresepan yang sesuai sekitar 17% setiap tahunnya. keseluruhan durasi pengobatan ditentukan dari tanggal awal obat diresepkan hingga tanggal terakhir obat diresepkan sesuai yang tercatat di database.23-fold dari tahun 1999 hingga 2006. Hasil Selama masa penelitian. yang dimana dapat menyebabkan kesalahan estimasi dari durasi pengobatan total. dimana pada tahun 2006 prevalensi .

Menyesuaikan sebuah model regresi logistik dengan berbagai kumpulan data diantaranya usia. . Diskusi Telah diketahui bahwa ini merupakan penelitian pertama untuk mempelajari tren preskripsi methylphenidate.001 untuk tren).47).001).4.56) dan tidak ada pasien yang tetap mendapat pengobatan ketika sudah menginjak usia 21 tahun.P50. kenaikannya mencapai 12.6:1 (pria:wanita) dalam rentang waktu tersebut.001 untuk tren).f. Data-data ini menunjukkan bahwa perbedaan gender pada prevalensi preskripsi mengalami penurunan dari 14. namun hampir tidak ada peningkatan pada remaja yang lebih tua dan dewasa muda. sebuah penelitian longitudinal juga diadakan terhadap pasien-pasien yang berusia 15 tahun pada tahun 1999. Median dari durasi pemberian pengobatan pada grup merupakan 1.001) dengan adanya peningkatan prevalensi pada remaja muda. Tes 2 untuk tren menunjukkan sebuah tren linear yang signifikan (P<0. P=0.63-0. Rasio persistensi terhadap pemberian pengobatan jauh dibawah rasio yang diharapkan.02.P50. data menunjukkan bahwa prevalensi preskripsi pada pria usia 21 tahun adalah 95% lebih rendah daripada pada pria usia 15 tahun (12. tahun dan interaksi usia x tahun sebagai variabel berlanjut.80 tahun (95% CI 1.=1. Gambar ini menjelaskan bahwa interaksi pada usia x tahun (rasio 1.7.73-5.d.04-2. Analisa Kaplan-Meier digunakan untuk mengestimasi proporsi dari pasien dari grup tersebut yang diberi preskripsi secara terus menerus dari usia 15 tahun hingga usia 21 tahun (Gambar 2).12).f. Gambar 1 mengilustrasikan perubahaan presentase preskripsi bagi pria usia 15-21 tahun dari tahun 1999 hingga 2006.78-fold dalam kurun waktu 8 tahun (w2=707. secara signifikan mengurangi prevalensi pengobatannya (P50. seiring waktu. dexamfetamine dan atomoxetine pada remaja dan dewasa muda dalam lingkungan primary care di UK.83-fold (w2=147.01-1.93). prevalensinya adalah 0.77 per 1000 pasien dibandingkan dengan 0. 44 pasien (43 pria) diindentifikasi dan preskripsi yang diberikan pada pasien-pasien ini dimonitor untuk menentukan durasi pemberian pengobatan.001) yang mendemonstrasikan adanya efek kuat akibat usia pada penurunan prevalensi pengobatan.06 per 1000 pasien (95% CI 0.09 (95% CI 4.64 per 1000 pasien). Pertama.02-0. Ada 4 penemuan penting.=1.77 (95% CI 0.d. dapat didemonstrasikan bahwa kenaikan usia. Pada tahun terakhir dalam penelitian ini (2006). 95% CI 1. Pada pasien wanita di tahun 1999.per 1000 pasien adalah 5.03. namun pada tahun 2006 angka ini naik hingga mencapai 0.7:1 ke 6. Untuk memahami masalah diskontinuasi secara lebih jelas. Ini merupakan kenaikan secara keseluruhan sebesar 5.

ada kenaikan dalam preskripsi dari stimulan dan atomoxetine pada remaja dan dewasa muda. Bukti terbaik . dengan kenaikan secara keseluruhan sebesar 6. Ke tiga. analisis dari grafik menunjukkan interaksi dengan usia. Awal Penghentian Obat Kecenderungan umum dengan adanya peningkatan resep selama periode penelitian mungkin disebabkan oleh adanya pengakuan dan pengobatan ADHD pada anak dan kesehatan anak dan remaja. Poin ke dua. Selain itu peresepan menunjukkan penurunan saat pada orang dewasa muda. Poin ke empat. ada kemungkinan bahwa dalam banyak kasus peresepan yang merosot untuk pasien individu dengan ADHD dan berhenti pada akhir masa remaja atau awal remaja. rasio penerimaan preskripsi pria terhadap wanita (6. Hal ini menunjukkan bahwa wanita dengan ADHD lebih jarang diindentifikasi atau diberi perawatan dengan obat dibanding pria.bila semua grup usia ditinjau. analisis cohort longitudinal mendemonstrasikan adanya ketidakberlanjutan preskripsi pada remaja yang lebih tua dan dewasa muda. Sebaliknya tidak adanya peningkatan data pararel dari tingkat resep untuk remaja dewasa dan orang tua. dengan tidak adanya pasien yang masih menerima pengobatan setelah menginjak usia 21 tahun. walaupun pada periode yang sama rasio preskripsi pada wanita meningkat jauh lebih pesat dibanding pada pria.23-fold pada prevalensi dalam jangka waktu 8 tahun dari 1999 hingga 2006. Ada beberapa penjelasan untuk fakta-fakta ini. disamping adanya peningkatan pemasaran dan ketersediaannya obat untuk ADHD ( misalnya methylphenidate jangka panjang dan atomoxetine non stimulant).6:1) tetap lebih tinggi dibanding rasio gender 4:1 pada ADHD di sampel populasi. dengan kenaikan yang tinggi pada preskripsi pada usia lebih muda.

kriminalitas. Temuan meta-analisis menunjukkan bahwa obat anti stimulant methylphenidate sama efektifnya dalam mengurangi gejala ADHD di dewasa karena adanya riwayat pada masa kanak-kanak. Hal ini penting karena individu dengan ADHD memenuhi kriteria diagnostik pada masa kanak-kanak.6 untuk non-stimulan atomoxetine.) yang menunjukkan bahwa semua pasien kohort diikuti dari umur 15 tahun pada tahun 1999 dan penghentian obat pada usia 21 tahun. Sebuah pertanyaan penting adalah apakah dengan rendahnya tingkat peresepan untuk orang dewasa muda adalah tepat dan sesuai dengan perjalanan klinis gangguan tersebut. perokok. Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa 15% anak dengan ADHD terus memenuhi kriteria dengan ADHD sebagai orang dewasa pada usia 25 tahun. didokumentasikan dalam tindak lanjut studi laporan survei epidemiologi. Pola pengehentian pengobatan terlihat pada penelitian kohort akan sesuai yang ADHD pada kondisi terbatas saat masa kanak-kanak dan remaja atau alternatif adalah terapi obat yang tidak efektif pada orang dewasa. Selain itu data meta-analisis menemukan tingkat yang tinggi gangguan pada individu yang tidak lagi memenuhi kriteria penuh untuk ADHD tetapi dalam remisi parsial.9 untuk stimulant dan 0. dengan jumlah gejala yang lebih rendah. Baik obat stimulant dan non stimulant telah terbukti dan efektif dalam mengurangi gejala dan gangguan terkait dengan ADHD pada orang dewasa muda. Sayangnya meta-analisis ini tidak dapat diambil status pengobatannya karena memperhitungkan tidak tersedianya data yang untuk semua studi yang dapat diikut sertakan. . Berdasarkan tinjauan menyeluruh dari sastrawan dan ahli pendapat tentang pengobatan ADHD pada orang dewasa. Bukti utama terhadap pandangan ini berasal dari tindak lanjut studi ADHD yang menunjukkan tingkat kegigihan ADHD pada sindrom inti dan gangguan terkait.adalah data analisis Kaplan-Meier (Gambar 2. yang merupakan tingkat yang signifikan dibandingkan dengan usia dan jenis kelamin – terkontrol. tetapi juga untuk mengurangi pengangguran. dengan dosis sekitar 0. pengguna narkoba dan kecelakaan berkendara”. Bahwa gangguan ada dalam kelompok orang dengan ADHD yang bertahan pada udia dewasa. British Association of Psychopharmacology menyimpulkan bahwa: “ Hal ini menjadi semakin jelas bahwa kondisi umum dan kecacatan mahal dan pengobatan memberikan peluang yang sangat besar untuk meringankan beban penderitaan pasien dan keluarga.

Ini mungkin penting karena sistem sekolah dikenal memiliki peranan penting dalan identifikasi dan rujukan orang-orang muda dengan ADHD dan setelah orang-orang penting tersebut meninggalkan sekolah tidak ada perhatian yang bekelenjutan dan focus atau control atas perilaku hiperaktif-impulsif. Misalnya. Ini adalah kesimpulan yang sama dicapai oleh kelompok pengembangan panduan NICE terbaru. Pertama. penururnan tertajam terjadi dalam peresepan antara usia 16 dan 17 tahun. . Biasanya di Inggris baik pediatric maupun layanan kesehatan mental anak remaja tersedia bagi anak muda sampai usia 16 tahun atau sampai meninggalkan sekolah. Rekomendasi lanjut bahwa peresepan stimulant dan atomoxetine harus diberikan dibawah pengawasan dokter dengan keahlian dalam ADHD yang bermasalah dalam pelayanan kesehatan mental di remaja dewasa yang layanan spesialisnya terbatas. Selain itu. Kedua. terlihat dari kondisi seperti diabetes. Beberapa pasien mengembangkan strategi cara mengatasi saat mereka tumbuh dewasa untuk kompensasi gangguan yang disebabkan oleh ADHD. Hal ini dapat mengakibatkan kegagalan pelayanan atau kelanjutan pengobatan untuk ADHD. diakui sebagai masalah dalam kelompok usia ini di banyak berbagai kondisi medis. salah satu rekomendasi utama mereka adalah hal yang tepat untuk mengobati ADHD pada orang dewasa dengan cara yang sama dengan diperlakukan untuk gangguan pada kanak-kanak. peningkatan otonomi diri sendiri selama masa remaja sering disertai dengan kurangnya kepatuhan minum obat. dengan wawancara dengan pasien ADHD dan dokter yang terlibat dalam perawatan pasien dengan ADHD mengungkapkan Bahwa beberapa pasien yang melakukan penghentian pengobatan karena mereka merasa mampu mengendalikan diri lebih baik daripada saat mereka muda. rendahnya tingkat peresepan yang disertai dengan kurangnya penyediaan layanan diagnostic dan pengobatan untuk remaja muda dan remaja dewasa. Pada usia remaja biasanya dapat menyelesaikan pendidikan menengah dan dapat meninggalkan sekolah. layanan ADHD kesehatan mental remaja kurang dikembangkan dan pengaturan yang masih kurang jelas.Selanjutnya. mungkin kurangnya perhatian guru dan orang tua dalam hal pengobatan yang masih diperlukan. Faktor lainnya adalah bahwa anak muda memiliki otonomi yang lebih besar dalam mengambil keputusan tentang kesehatan mereka sendiri. Namun. Health Technology Assessment-funded merilis penelitian yang dilakukan oleh penulis. Dalam hal terpisah. bahkan di mana hal ini terindikasi secara klinis. dan masalah evaluasi diri dan kepatuhan pada rejimen pengobatan. Beberapa faktor muncul untuk berkonstribusi pada rendahnya tingkat peresepan dengan bertambahnya usia. Fakta lain yang menarik adalah dari segi lingkungan dan pekerjaan yang tidak menempatkan kebutuhan yang sama untuk memperthankan focus dan kosentrasi.

Dari data yang diperoleh melalui GPRD dapat dinilai kondisi praktek sebenar di lapangan berbanding sampel yang khusus dipilih bagi menjalani uji klinis. yang merupakan bentuk terparah dari DSM-IV ADHD. Saran ini telah dihapus baru-baru ini diterbitkan pedoman NICE. impulsive. yang kontras menyoroti kebutuhan untuk pengobatan lanjutan dalam proporsi kasus.7% dari anak-anak di Skotlandia saat ini sedang dirawat dengan masalah ADHD. yang mencakup informasi komprehensif berkenaan rawatan dan hasil terapi dari data yang didapatkan dari 5 % sampel praktek dokter umum di Inggeris. sebagian besar anak-anak ( sekitar 57%) dengan gangguan hiperkinetik. Meskipun demikian. Kekuatan dan kelemahan penelitian GPRD merupakan salah satu database longitudinal anonimous terbesar mengenai pelayanan kesehatan primer dari seluruh dunia. pemberian . Sistem ini tidak merekodkan informasi mengenai indikasi pengobatan. masih terdapt beberapa kekurangan dengan menggunakan data dari GPRD. berdasarkan temuan kami dan data yang ada.Saat ini di Inggris methylphenidate atau dexamfetamine tidak berlisensi untuk pengobatan ADHD pada pasien berusia lebih dari 18 tahun dan atomoxetine hanya berlisensi untuk individu diatas usia 18 tahun yang memulia pengobatan mereka sebelum usia itu.000 pasien. Seperti disebutkan sebelumnya. rekomendasi oleh NICE di pedoman 2000 adalah bahwa pengobatan harus dihentikan selama masa remaja. Walaupun demikian. tidak mendapatkan akses ke berbasis keperawatan. Namun. prevalensi peresepan pada laki-aki berusia 15 tahun itu kurang dari 3 per 1. Dalam kohort kami pada tahun 1999. dan kurangnya perhatian). Karena itu dokter memutuskan untuk menghentikan pengobatan ketika pasien berusia tua. diperkirakan masing-masing 5% dan 1%. 13 argemun ini tidak dapat dibuktikan. Masalah ini tampaknya lebih diperburuk di masa remaja dan dewasa. Orang berpendapat bahwa di Inggris tingkat peresepan yang relatif rendah untuk orang tua adalah karena tidak adanya peresepan pada kelompok usia tua. Sebuah survey nasional terbaru menyimpulkan bahwa kekhawatiran tentang peresepan lebih stimulant di Inggris tidak berasalan. yang mana jauh lebih rendah dari prevalensi yang diharapkan dari anak-anak ADHD atau gangguan hiperkinetik di Inggris. Temuan serupa dilaporkan oleh NHS Peningkatan Kualitas Skotlandia meninjau tentang pengobatan ADHD oleh layanan NHS di Skotlandia yang menemukan bahwa hanya 0. Survey ini menemukan bahwa semua anak usia 5 – 16 tahun menerima pengobatan stimulant memiliki bukti peresepan dengan hiperaktivitas ( aktivitas berlebih.

masih banyak pasien yang menerima obat dari dokter umum yang mengikut prosedur operasional standar yang telah disepakati. Hal ini mungkin juga disebabkan oleh golongan remaja yang tidak lagi meminta resep untuk obat ataupun tidak lagi datang ke fasilitas kesehatan bagi memonitor perkembangan kelainannya. Hal ini mungkin juga disebabkan pasien menerima terapi ADHD dalam bentuk lain yang mungkin tidak disinggung dalam penelitian ini. Ini mungkin termasuk penggunaan obat-obatan yang tidak lazim atau bukan diindikasikan untuk ADHD seperti clonidine. Guideline yang dikeluarkan oleh NICE dalam tatalaksana ADHD (dalam fase konsultasi publik semasa penyusunan penelitian) menetapkan bahwa bilamana diperlukan obat-obatan.resep maupun kepatuhan pasien terhadap pengobatan (merupakan keterbatasan dari kebanyakan databse otomatis). Pertanyaan yang belum terjawab dan penelitian di masa depan Sememangnya harus diakui bahwa masih sangat sedikit penelitian berkualitas menyangkut data pasien dari semua tingkat usia bagi membuktikan bahwa pengobatan dalam jangka waktu sederhana dan jangka panjang memberi manfaat yang lebih besar terhadap pasien. dexamfetamine dan atomoxetine. modanafil dan bupropion. guanfacine. Walaupun penelitian ini merupakan gambaran sebenar kondisi di pelayanan kesehatan primer. Pengobatan akhirnya dilakukan di unit pelayanan kesehatn sekunder atau tertier namun tidak didapatkan data seberapa banyak pasien yang termasuk dalam kelompok ini. karna dalam NICE 2000 telah diperjelas bahwa penghentian terapi asal haruslah dibawah supervisi dokter spesialis. walau dengan melakukan penelitian jangka panjang disertai follow-up terhadap respons terapi seperti rawatan ADHD multimodal masih belum mampu menjawab . Walupun dalam penelitian ini menunjukkan ada dokter umum yang menghentikan rejimen pengobatan. Sayangnya. maupun mengikuti diagnosis dan memulakan terapi sesuai yang telah ditentukan oleh dokter spesialis anak maupun dokter spesialis jiwa bagian anak dan remaja. pihak kami mengasumsikan bahwa para dokter ini tidak hanya berdasarkan keputusan snediri. karena terdapatnya segelintir dokter umum yang keberatan untuk menangani kasus ADHD atas pelbagai sebab. pemberian obat yang direkomendasikan sebagai terapi lini pertama adalah methylphenidate. ianya mungkin masih belum menunjukkan nilai prevalensi sebenar pengobatan ADHD di UK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini tidak memungkinkan pihak kami untuk mengkaji berkenaan obat-obat selain seperti yang dinyatakan di atas. antipsikotik dan antidepresan yang diresepkan oleh dokter umum walaupun masih belum banyak dibuktikan dalam evidence-based medicine berkenaan effisiensinya. Walupun demikian.

penelitian lanjut harus dilakukan untuk mengkaji efektifitas terhadap perilaku dan intervensi psikososial dalam mengobati pasien yang mana masih ada gejala klinis tetapi tidak mahu melanjutkan terapi jangka panjang. prevalensi pengobatan terhadap pasien ADHD golongan remaja meningkat drastis. Bagi melengkapi penelitian ini. Implikasi dari penelitian Sejak tahun 1999. penilitian yang bisa dilakukan meliputi penentuan effisiensi jangka panjang. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatnya kemungkinan ada pasien yang berhenti berobat sebelum waktunya. namun prevalensi ini menjadi semakin menurun sesuai peningkatan usia pasien. Dapat dilihat suatu pola dimana kebanyakan pasien menghentikan pengobatan pada usia 15-21 tahun dengan hampir semuanya tidak lagi berobat setelah usia tersebut. haruslah disertai dengan mengkaji ulang proses penyambungan atau penghentian terapi supaya dokter maupun pasien bisa mengambil keputusan sama ada mau melanjutkan atau menghentikan terapi setelah melewati usia anak. . Studi kualitatif dengan remaja untuk menginvestasi attitude terhadap obat ADHD dan ketersediaan penyelidikan oleh penyedia pelayanan kesehatan terhadap transisi pelyanan ADHD perlu untuk menentukan apakah intervensi evidence-based medicine dapat diakses. Adalah dianjurkan di masa hadapan. Akhir sekali. efektifitas dan margin of safety obat-oabat ADHD pada anak dan remaja.. Oleh yang demikian penelitian selanjutnya haruslah mengenalpasti alasan disebalik penghentian pengobatan dan penanganan terbaik buat golongan pasien ini.pertanyaan ini.