Anda di halaman 1dari 7

Horrmon Ethylen

HORMON ETHYLEN Hormon tumbuhan (phytohormones) secara fisiologi adalah penyampai pesan antar sel yang dibutuhkan untuk mengontrol seluruh daur hidup tumbuhan, diantaranya perkecambahan, perakaran, pertumbuhan,

pembungaan dan pembuahan. Sebagai tambahan, hormon tumbuhan dihasilkan sebagai respon terhadap berbagai faktor lingkungan kelebihan nutrisi, kondisi kekeringan, cahaya, suhu dan stress baik secara kimia maupun fisik. Oleh karena itu ketersediaan hormon sangat dipengaruhi oleh musim dan lingkungan. Ethylene merupakan senyawa unik dan hanya dijumpai dalam bentuk gas. senyawa ini memaksa pematangan buah, menyebabkan daun tanggal dan merangsang penuaan. Tanaman sering meningkatkan produksi ethylene sebagai respon terhadap stress dan sebelum mati. Konsentrasi Ethylene fluktuasi terhadap musim untuk mengatur kapan waktu menumbuhkan daun dan kapan mematangkan buah. Ethylen adalah hormon tumbuh yang secara umum berlainan dengan hormon lainnya seperti auxin, gibberellin dan cytokinin. Dalam keadaan normal, ethylen berada dalam bentuk gas (C2 H4) dengan struktur kimia yang sangat sederhana. Ethylen dihasilkan pada proses respirasi buah, daun dan jaringan lainnya di dalam tanaman. Karena dihasilkan oleh tanaman

Biosintesis ethylene Biosintesis ethylen terjadi di dalam jaringan tanaman yaitu terjadi perubahan dari senyawa awal asam amino methionine atas bantuan cahaya dan FMN ( Flavin Mono Nucleotida ) menjadi methionil. 1.dalam jumlah banyak maka hormon ini dapat mempercepat pemasakan buah. methyl disulphide dan formic acid seperti pada skema 2 : . Senyawa tersebut mengalami perubahan atas bantuan cahaya dan FMN menjadi ethylen. Struktur kimia ethylene Struktur kimia ethylen sangat sederhana sekali yaitu terdiri dari dua atom karbon dan empat atom hidrogen seperti yang terlihat pada struktur kimia pada skema 1 : 2.

Karena sitoplasma tanaman pHnya lebih tinggi daripada 4.Cepa ) dengan rumus bangun pada skema 3 Pada pH di bawah 3. khlorida dan ion fosfat.5 akan mengalami disintegrasi membebaskan gas etilen. tetapi pada pH di atas 3.Akhir-akhir ini zat tumbuh etilen hasil sintetis (buatan manusia) banyak yang beredar dan diperdagangkan bebas dalam bentuk larutan adalah Ethrel atau 2 .5 molekulnya stabil.Chloro sthyl phosphonic acid (2 . Ethrel adalah zat tumbuh 2 . khususnya karesidenan Madiun untuk mempercepat proses pemasakan buah melon. Kecepatan disintegrasi . Ethrel inilah yang dalam praktek seharihari banyak digunakan oleh petani-petani melon di Jawa Timur.1 maka apabila 2 Cepa masuk ke dalam jaringan dan tanaman kadar akan etylen membebaskan etylen.Cepa.

warna. ethylene mempunyai peranan penting. Menstimulasi pertumbuhan secara isodiametrical lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan secara longitudinal . Menstimulasi perkecambahan e.Cepa ternyata bahwa penggunaan ethrel atau 2-Cepa lebih baik pengaruhnya daripada karbit baik dari segi waktu. misalnya Colletriche dan padi. Sudah diketahui bahwa untuk mempercepat proses pemasakan buah dipakai karbit yang juga mengeluarkan gas etylen tetapi jika dibandingkan dengan penggunaan ethrel atau 2 . Peranan ethylene dalam fisiologi tanaman Di dalam proses fisiologis. coleoptyle dan mesocotyle pada tanaman tertentu. mendukung respirasi climacteric dan pematangan buah b. 3. aroma dan cara penggunaannya pada buah yang telah masak. d. menghambat perpanjangan batang (elengation growth) dan akar pada beberapa species tanaman walaupun ethylene ini dapat menstimulasi perpanjangan batang. mendukung epinasti c. Wereing dan Phillips (1970) telah mengelompokan pengaruh ethylene dalam fisiologi tanaman sbb: a.bertambah dengan kenaikan pH.

f. Mendukung adanya flower fading dalam persarian anggrek j. Tetapi kehadiran ethylene menyebabkan rendahnya konsentrasi auxin di dalam jaringan. Mendukung proses pembungaan pada nanas i. Interaksi Ethylene dengan Auxin Di dalam tanaman ethylene mengadakan interaksi dengan hormon auxin. Menghambat transportasi auxin secara basipetal dan lateral k. 2. hormon tumbuh ini menentukan pembentukan protein yang diperlukan dalam aktifitas pertumbuhan. Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar g. Hubungannya dengan konsentrasi auxin. . akan mendukung protein yang akan mengkatalisasi sintesis ethylene dan precursor. Peranan auxin dalam pematangan ethylene. sedangkan rendahnya konsentrasi auxin. Apabila konsentrasi auxin meningkat maka produksi ethylen pun akan meningkat membantu pula. dapat buah hanya apabila merangsang ethylene pembentukan cukup tetapi konsentrasinya tinggi mengakibatkan terhambatnya sintesis dan aktifitas auxin. Mekanisme timbal balik secara teratur dengan adanya auxin yaitu konsentrasi auxin yang tinggi menyebabkan terbentuknya ethylene. Mendukung terjadinya abscission pada daun h.

Oleh karena itu suhu rendah dan oksigen renah dipergunakan dalam praktek penyimpanan buahbuahan. Suhu renah maupun suhu tinggi dapat menekan produk si ethylene. karena oksigen sangat diperlukan. Produksi ethylene juga dipengaruhi oleh faktor suhu dan oksigen. penggunaan ethylene dengan konsentrasi tinggi tidak memberikan pengaruh yang jelas baik pada proses pematangan maupun pernafasan. Pada suhu optimal untuk produksi dan aktifitas ethylene pada buah tomat dan apel adalah 320 C. Oleh karena itu adanya kerusakan mekanis pada buah-buahan yang baik di pohon maupun setelah dipanen akan dapat mempercepat pematangannya. untuk buah-buahan yang lain suhunya lebih rendah. misalnya pada Apel yang disimpan pada suhu 30 C. . tetapi penggunaan sinar radioaktif tersebut pada saat klimakterik dapat menghambat produksi ethylene. Penggunaan sinar-sinar radioaktif dapat merangsang produksi ethylene. Pada kadar oksigen di bawah sekitar 2 % tidak terbentuk ethylene. Produksi dan Aktifitas Ethylene Pembentukan ethylene dalam jaringan-jaringan tanaman dapat dirangsang oleh adanya kerusakan-kerusakan mekanis dan infeksi. karena akan dapat memperpanjang daya simpan dari buah-buahan tersebut. Pada buah Peach yang disinari dengan sinar gama 600 krad ternyata dapat mempercepat pembentukan ethylene apabila dibeika pada saat pra klimakterik.3. Aktifitas ethylene dalam pematangan buah akan menurun dengan turunnya suhu.