Anda di halaman 1dari 12

STUDI TENTANG KESIAPAN MAHASISWA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA BERDASARKAN KOMPETENSI PENDIDIK PADA PPL

DI SMK JURUSAN TEKNIK KETENAGALISTRIKAN DENGAN KURIKULUM EMPAT TAHUN (STUDI KASUS DI SMKN 26 JAKARTA) Tri Putra Alizar Alumni Angkatan 2012 Semester 096 Universitas Negeri Jakarta Progran Studi Pendidikan Teknik Elektro Aris Sunawar Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Daryanto Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Nurul Fitri Fathia Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika No. Reg. 5215111729 M. Rizki Athoillah Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elekro No. Reg. 5115116377 Abstract
The research aims to identify and describe the profile qualified students field experience implementing competency-based program educator; Knowing conformity with the provision of student competence needs in vocational schools that have a four-year curriculum. Research using qualitative research methods description. The Population is Vocational School (SMK) electrification skills studying program with a four-year curriculum. Samples were taken at SMK 26 Jakarta with PPL 6 students, 5 teachers and 20 majors electricity engineering students. The results showed that satisfaction with the implementation of the PPL regarding student performance are met, satisfaction with the implementation of the PPL based on competency of teachers 80% and 90% of the students, and the provision of student compliance with standards of competence in the subject matter on SMK is 92%.

Kata kunci : Kompetensi pendidik, kualifikasi profil mahasiswa PPL, PPL, SMK Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuh-kembangkan sumber Melalui Kegiatan daya manusia kegiatan pengajaran potensi (SDM) tersebut pengajaran. diselenggarakan pada semua jenjang pendidikan yang meliputi wajib belajar Sembilan tahun, pendidikan menengah, perguruan tinggi serta pendidikan non-formal lainnya.

Kesiapan Mahasiswa Berdasarkan Kopetensi Pendidik pada PPL (Tri Putra Alizar)

Pendidikan hukum

memiliki yang terdapat

landasan pada

Guru memiliki peran dan kompetensi sebagai profesi yang menghubungkan peserta didiknya. Pendidikan guru adalah pendidikan profesional. Kesiapan tenaga pengajar mempunyai standar yang memadai sesuai dengan pasal 8 UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Mengutip dari Payong guru antara keilmuan, standar mencakup pemahaman pengembangan profesionalisme.

Pembukaan UUD 1945 alenia ke empat, batang tubuh UUD 1945 pasal 31 dan pada Undang-undang no.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Sekolah menengah kejuruan, yang merupakan salah satu cabang pendidikan dan berorientasi langsung pada dunia kerja, sekarang sudah semakin berkembang. Hal ini terbukti dengan adanya kurikulum yang mengacu pada karakteristik sistem serta tujuan didik untuk guna menyiapkan peserta

(2011:28), merupakan kemampuan membentuk profesi guru penguasaan yang pribadi

Kompetensi perpaduan personal, kompetensi yang materi,

sosial, spiritual, yang secara kaffah

terhadap peserta didik, pembelajaran mendidik, dan

memasuki lapangan kerja, sehingga kemampuan peserta didik sesuai dengan kemampuan yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Pada tahun 1970, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan untuk menyelesaikan sebagai proyek 12 perintis instansi Sekolah pendidikan teknik secara bertahap Teknologi Menengah Pembangunan dengan lama belajar empat tahun dengan satu tahun PKL pada tahun terakhir.

Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen mengatakan bahwa guru harus memiliki empat standar kompetensi yang disebut dengan kompetensi pendidik, yaitu kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kopentensi sosial. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa salah calon satu guru program merupakan

perkuliahan dalam bentuk magang di

PEVOTE Vol.096, No.01, April 2012 : 1-12

sekolah. Selama PPL mahasiswa belajar mengenai manajemen sekolah dan dilatih praktek mengajar di depan kelas sampai dinyatakan lulus. PPL memiliki permasalahan laten, yaitu mengenai persiapan dan sistem evaluasinya. dibekali Masalah dengan persiapan menyangkut sejauh mana mahasiswa pengetahuanpengetahuan dan keterampilan yang mencerminkan perkembangan sistem persekolahan terkini. Masalah sistem evaluasi yaitu masih sedikitnya jumlah dan jenis instrumen baku untuk pengukuran. Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG) yang digunakan masih belum dibakukan, secara PPGSM untuk akademik melalui menilai belum teruji validasi dan kreabilitasnya. Menurut Soeprijanto PPL (2010:3), APKG yang digunakan mahasiswa mempunyai keterbatasan : Hanya mampu menilai keterbatasan-

Untuk memperoleh gambaran yang kongkret dan utuh mengenai kemampuan esensial yang harus dimiliki seorang guru, diperlukan penelitian sekolah. Pengetian Pendidikan Pendidikan pengalaman berlangsung adalah belajar dalam segala yang segala mendalam terhadap prilaku guru yang bersangkutan di

lingkungan dan sepanjang hidup. Standar Nasional Pendidikan Standar Nasional Pendidikan telah diatur 2005 tersebut menyusun oleh tentang pemerintah Standar Dalam dan arahan dalam Nasional peraturan dalam melaksanakan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun Pendidikan.

terdapat

delapan standar nasional yang terdiri atas standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

tingkat kemampuan umum keguruan dan calon guru Belum mampu menilai seluruh kemampuan esensial yang harus dimiliki guru

Kesiapan Mahasiswa Berdasarkan Kopetensi Pendidik pada PPL (Tri Putra Alizar)

Kebijakan Pendidikan Analisa kebijakan pendidikan adalah pedoman dasar yang terencana yang berkaitan penjelasan terhadap dengan dan cara pemberian bertindak

kejuruan yang diatur oleh direktorat teknis. Sekolah Menengah Kejuruan Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Pasal 18 Ayat (2) Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, dimana pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan merupakan pendidikan menengah salah satu kejuruan. bentuk yang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) formal

konsekuensi-konsekuensi

pendidikan yang telah diterapkan. Salah satu kebijakan pendidikan yang sedang menjadi pembahasan tersendiri dengan spectrum di SK bidang pendidikan No. tentang pendidikan adalah kualifikasi guru yang sesuai Mentri 251/C/KEP/MN/2008 keahlian menengah kejuruan. Tinjauan KTSP SMK Spektrum 2008 Sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Manajemen Nasional Pendidikan Nomor 22 Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan 25/C/KEP/MN/2008, Peraturan Menteri tanggal

menyelenggarakan

kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP atau MTs. Lulusan untuk SMK diproyeksikan dunia industri. Kualifikasi Guru Menurut Peraturan Pemerintah No. 74 Pasal 31 Ayat (1) Tahun 2008, Kualifikasi guru adalah tingkat kesesuaian guru dalam memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan dan diatur oleh pemerintah. Guru yang berkualifikasi adalah guru yang memenuhi standar memenuhi

tenaga kerja di dunia usaha atau

Agustus 2008 menimbang bahwa Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi penentu jurusan dan program studi keahlian pada SMK keahlian mengacu pada spectrum menengah pendidikan

PEVOTE Vol.096, No.01, April 2012 : 1-12

pendidik, menguasai materi dan isi pelajaran, standar isi yang sesuai dengan (KTSP Spektrum),

Kompetensi Pendidik Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen menyatakan bahwa memiliki empat guru profesinal harus kualifikasi akademik yang dalam Nasional

termasuk kesesuaian dan ketuntasan latar pendidikan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Profesionalisme Guru Guru bekerja sesuai dengan tugastugasnya baik tugas pokok maupun tugas seorang menilai didik, serta tambahan. guru hasil Tugas antara pokok lain

minimal S1 atau D-IV dan memiliki standar kompetensi lanjut dijabarkan 2005 lebih

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun tentang Standar Pendidikan. Kompetensi Pedagogis Segala usaha yang dilakukan oleh pendidik untuk membimbing anak muda menjadi manusia yang dewasa dan matang. Payong (2011:28). Kompetensi Profesional Menurut Endang melalui Asmani

merencanakan,

melaksanakan, pembelajaran, tugas

membimbing dan melatih peserta melaksanakan yaitu tambahan piket. Upaya Peningkatan Kualitas Guru Pemerintah menunjukan komitmen pemerintah banyak meneluarkan dan pihak upaya pembimbing

kegiatan ekstra atau sebagai guru

(2009), adalah

kompetensi kemampuan

profesional yang

peraturan perundang-undangan yang keseriusan yang tinggi dalam

berhubungan dengan penyesuaian dengan tugas tugas-tugas keguruan Kompetensi Kepribadian Kemampuan kepribadian standar kompetensi pada

meningkatkan profesionalisme dan penghargaan terhadap guru yang muara akhirnya pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.

dijabarkan

Permendiknas No. 16 Tahun 2007.

Kesiapan Mahasiswa Berdasarkan Kopetensi Pendidik pada PPL (Tri Putra Alizar)

Kompetensi Sosial Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan untuk berinteraksi dan berhubungan secara efektif. Program Pengalaman Lapangan Praktek pengalaman Lapangan bagi mahasiswa calon guru merupakan salah Selama satu PPL program perkuliahan belajar dalam bentuk magang di sekolah. mahasiswa dengan orang lain

kompetensi yang dibutuhkan dalam bentuk seorang guru. Profil Mahasiswa PPL Profil Mahasiswa PPL merupakan gambaran dari mahasiswa yang melaksanakan praktek pengajaran lapangan yang memberikan fakta dan informasi tentang hal-hal khusus. Kualifikasi Mahasiswa PPL Berdasarkan kompetensi pendidikan kualifikasi mahasiswa PPL adalah mahasiswa yang tingkat kesesuaian dalam memenuhi kriteria-kriteria mem yang telah ditetapkan dan diatur, mahasiswa yang

mengenai manajemen sekolah dan dilatih praktek mengajar depan kelas sampai dinyatakan calon lulus. guru PPL merupakan salah satu pilar dalam pembinaan untuk terutama meningkatkan mengenai kompetensi-

enuhi kriteria yang terdapat dalam penjelasan pendidik. kompetensi yang termasuk dalam komptensi

adalah penyusunan profil kualifikasi mahasiswa PPL berupa transkip nilai mahasiswa yang bersangkutan ketika terjun dalam kegiatan PPL, hingga penyusunan profil ketika mahasiswa menjalankan memperjelas PPL. kerangka Untuk berfikir

Lingkup penelitian dibatasi pada aspek pendokumentasian Spectrum terkait Sekolah penerapan

penelitian dapat melihat gambar 1.

Menengah Kejuruan sesuai dengan kehalian yang ditetapkan sekolah tersebut dengan kesiapan mahasiwa PPL. Aspek pendokumentasian

PEVOTE Vol.096, No.01, April 2012 : 1-12

STANDAR KOMPETENSI SPEKTRUM

PROFIL KOMPETENSI MAHASISWA PPL KESESUAIAN KUALIFIKASI MAHASISWA PPL

KOMPETENSI DI KELAS

KOMPETEN DI RUANG BELAJAR LAIN (RBL)

KUALIFIKASI LULUSAN YANG BAIK Gambar 1. Kerangka berfikir hubungan antara standar kompetensi spectrum dan kompetensi mahasiswa PPL Tempat pelaksanaan penelitian sesuai spectrum kehalian teknik

dilakukan di SMK bidang studi keahlian Teknologi dan Rekayasa program studi keahlian Teknik

instalasi tenaga listrik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yaitu pengamatan, wawancara, atau pengkajian dokumen. Burhan Bungin (2009:6) menyatakan bahwa metode kualitatif naturalistic ataj sering disebut berbagai yaitu atau melampaui

Instalasi Tenaga Listrik dengan studi kasus di SMKN 26 Jakarta. Waktu penelitian 2011. Subjek pengkajian adalah sejumlah satuan pendidikan empat menengah tahun serta kejuruan yang memiliki kurikulum pembelajaran dilaksanakan terhitung bulan Juli 2011 sampai Desember

kritis ilmiah, yang mana seorang berfikir secara induktif, fakta menangkap berbagai

fenomena-fenomena sosial, melalui

Kesiapan Mahasiswa Berdasarkan Kopetensi Pendidik pada PPL (Tri Putra Alizar)

pengamatan menganalisisnya berupaya

di dan melakukan

lapangan, kemudian teorisasi

program

studi

keahlian

teknik

ketenagalistrikan dengan kurikulum empat tahun. Prosedur Pengambilan Data

berdasarkan apa yang diamati. Penelitian tertumpu pada pendekatan fenomologi, berfikir manusia. diharapkan yang yakni pandangan pada menekankan

Metode

yang

digunakan

dalam

pengumpulan data adalah metode Observasi Partisipatif, yaitu peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati. Wawancara semi terstruktur, yaitu wawancara yang lebih bebas dengan tujuan dimana untuk pihak menemukan yang diajak permasalahan secara lebih terbuka, wawancara diminta pendapat dan

fokus kepada pengalaman subjektif Dengan bahwa pendekatan kesesuaian

kualifikasi mahasiswa PPL menurut kompetensi pendidikan dan spectrum keahlian pendidikan menengah kejuruan 2008 di SMK dengan kurikulum empat tahun. Menurut Sugiyono (2006:207)

ide-idenya. Studi dokumentasi, yaitu catatan peristiwa yang sudah berlalu yang dapat berupa tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Pendokumentasian yang dilakukan mengumpulkan peneliti data-data yaitu melalui

menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif, gejala yang ada bersifat holistik (menyeluruh, tidak dapat dipisahkan), tetapi keseluruhan siuasu sosial yang diteliti meliputi aspek tempat, pelaku, dan aktifitas yang berinteraksi secara sinergis. Yang menjadi fokus penelitian

sumber tertulis, seperti dokumendokumen resmi serta transkip nilai mahasiswa yang diteliti. Analisis Data Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaksi

adalah kesesuaian standar kualifikasi mahasiswa PPL menurut kompetensi pendidik di SMK bidang studi keahlian teknologi dan rekayasa

PEVOTE Vol.096, No.01, April 2012 : 1-12

dengan berikut :

langkah-langkah

sebagai

mengumpulkan kesimpulan merupakan kredibel. yang

data, kesimpulan

maka yang

dikemukakan

Pengumpulan data Melaksanakan dengan cara pencarian data diperlukan dalam berbagai jenis data dan bentuk data yang ada di lapangan, kemudian melaksanakan pencatatan data di lapangan. Reduksi data Merangkum, memilih hal-hal pokok, mefokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan pola masalahnya serta membuang yang tidak perlu. Penyajian data Penyajian data dapat dilakukan

Pemeriksaan Keabsahan Data Untuk memeriksa keabsahan data dilakukan teman yaitu : Triangulasi sumber Menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui berbagai sumber dengan teknik yang sama. Triangulasi teknik Menguji kredibilitas data dilakukan dengan sejawat. menggunakan Peneliti teknik traigulasi dan diskusi dengan menggunakan dua jenis triangulasi,

dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flow chart, dan sejenisnya. Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan didasari pada reduksi data yang merupakan jawaban atas masalah yang diangkat dalam penelitian. Kesimpulan awal adalah hasil sementara yang akan berubah bila ditemukan bukti-bukti yang valid data konsisten ke saat peneliti kembali lapangan

dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Profil Mahasiswa PPL Untuk mendeskripsikan mengenai profil SMKN mahasiswa 26 PPL yang juga melakukan praktek pengajaran di Jakarta,

Kesiapan Mahasiswa Berdasarkan Kopetensi Pendidik pada PPL (Tri Putra Alizar)

mendeskripsikan

data

dari

hasil Mahasiswa yang melakukan PPL berjumlah 6 orang. Jenis kelamin perempuan berjumlah 2 orang dan laki-laki berjumlah 4 orang. Dengan tingkatan usia 1 orang 20 Tahun, 3 orang 21 Tahun, 1 orang 22 Tahun, dan 1 orang 24 Tahun. Pendidikan orang mahasiswa mahasiswa dengan Latar 1 latar adalah

observasi dan studi dokumentasi. Data yang diambil adalah data jumlah mahasiswa yang melaksanakan PPL dan transkip nilai selama perkuliahan yang dimiliki oleh mahasiswa PPL sebagai sebelum yang wawancara gambaran diambil dari persiapan proses

melakukan PPL.

Informan

adalah lima orang guru yang terdiri atas kepala jurusan teknik instalasi tenaga listrik dan guru pamong sekaligus pengawas mahasiswa PPL selama kegiatan mereka, enam orang mahasiswa PPL, dan dua puluh orang siswa untuk siswa mengetahui mengenai tanggapan

pendidikan SMK Ketenaga Listrikan dan 5 orang mahasiswa denagn latar pendidikan SMA. Beban Mengajar 3 orang mahasiswa perminggu 15 jam, 2 orang mahasiswa memiliki beban 15-19 jam perminggu , dan 1 orang memiliki beban lebih dari 19 jam perminggu. Nilai Perkuliahan Mahasiswa PPL, seluruh mahasiswa telah mengambil mata kuliah wajib dengan sebaran nilai adalah mahasiswa 1 mendapatkan 6 nilai C, 25 nilai B dan 27 nilai A. Mahasiswa 2 mendapatkan 15 nilai C, 30 nilai B dan 10 nilai A. Mahasiswa 3 mendapatkan 5 nilai C, 27 nilai B dan 26 nilai A. Mahasiswa 4 mendapatkan 9 nilai C, 31 nilai B

pelaksanaan pengajaran mahasiswa PPL di depan kelas. Untuk mengajukan kegiatan PPL mahasiswa harus lulus minimal 120 SKS dari beban SKS total mahasiswa untuk lulus yaitu minimal 144 SKS. Dalam keadaan yang seharusnya telah menempuh enam mata kuliah wajib. Mahasiswa yang melakukan PPL di SMKN 26 Jakarta telah menuntaskan mata kuliah wajib, dengan persentasi 100% tuntas.

10

PEVOTE Vol.096, No.01, April 2012 : 1-12

dan 15 nilai A. Mahasiswa 5 mendapatkan 5 nilai C, 28 nilai B dan 25 nilai A. Mahasiswa 6 mendapatkan 6 nilai C, 27 nilai B dan 25 nilai A. Keterbatasan Penelitian Salah satu keterbatasan penelitian adalah hanya dilakukan selama satu periode atau satu semester sehingga hasil yang didapatkan mungkin tidak dapat dijadikan referensi untuk pelaksanaan terhadap PPL pada masih semester mendapat

(2) Kepuasan terhadap pelaksanaan PPl berdasarkan kompetensi pendidik dari guru adalah 80% dan dari siswa 90% bahwa mahasiswa yang seorang melaksanakan pendidik PPL telah sebagai memenuhi kualifikasi

berdasarkan terhadap mata

kompetensi pendidik. (3) Pemenuhan keterbekalan standar mahasiswa kompetensi dari

pelajaran yang diampu di Sekolah Menengah Kejuruan adalah 92% yaitu 12 Standar kompetensi dari 13 standar kompetensi. Hasil Penelitian dapat dijadikan pihak

selanjutnya serta proses wawancara guru kendala karena kesibukan guru yang bersangkutan sehingga memerlukan wawancara bersambung untuk mendapatkan data yang diinginkan. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian pada SMKN 26 Jakarta Jurusan Teknik Ketenagalistrikan, dapat ditarik (1) beberapa kesimpulan, yaitu menegenai berdasarkan kinerja kompetensi

masukan

kepada

peneyelenggara PPL dari tingkat Jurusan, Fakultas, dan Universitas mengenai kesiapan mahasiswa yang akan melaksanakan PPL terutama ditinjau dari kompetensi pendidik. Selain itu dapat dijadikan sebagai rujukan Elektro mahasiswa kependidikan dengan isi kepada untuk dengan untuk spektrum, Jurusan Teknik pengembangan konsentrasi disesuaikan sehingga

matakuliah yang diwajibkan kepada

Kepuasan terhadap pelaksanaan PPL mahasiswa pendidik

mahasiswa tidak mengalami kendala

dari guru dan siswa telah terpenuhi.

Kesiapan Mahasiswa Berdasarkan Kopetensi Pendidik pada PPL (Tri Putra Alizar)

11

saat SMK.

melaksanakan pengajaran di

pengembangan instrument. Jakarta : CV Tursina. Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Saran yang dapat disampaikan (1) Perlu peningkatan standar terhadap mata kuliah kependidikan terhadap mahasiswa yang akan melaksanakan PPL, (2) Perlu penambahan materi tentang kompeensi pendidik ketika pembekalan PPL kepada mahasiswa, (3) Perlu diadakan pengkajian dan pelatihan pemenuhan lebih lanjut tentang keahlian kompetensi

mahasiswa PPL. Daftar Pustaka Bungin, Burhan. 2009. Pengertian Kualitatif: Ekonomi, kebijakan public, dan ilmu sosial lainya. Jakarta: Kencana. Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2009. Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Payong, Marselus. 2011. Sertifikasi Profesi Guru: Konsep dasar, problematika dan implementasinya. Jakarta: Indeks. Soeprijanto.2010. Pengukuran Kinerja Guru Praktik Kejuruan : konsep dan teknik

12

PEVOTE Vol.096, No.01, April 2012 : 1-12