Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kelapa adalah satu jenis tumbuhan yang merupakan dalam famili Palmaceae ordo Arcales, kelas monocotyledonae, dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah pohon yang berkulit keras dan berdaging warna putih dan biasanya tumbuh di pinggir pantai. Buah kelapa merupakan bagian paling penting dari tanaman kelapa karena mempunyai nilai ekonomis dan gizi yang tinggi. Air kelapa salah satu bagian buah kelapa yang mengandung sejumlah zat gizi yaitu protein, lemak, gula, sejumlah vitamin, asam amino, clan hormon pertumbuhan. Selain itu kayunya juga bisa digunakan sebagai bahan bangunan yang cukup baik. Kayu pohon kelapa di pulau Jawa disebut dengan nama glugu. Kelapa atau lebih tepatnya buah kelapa adalah buah dari pohon kelapa yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan minuman. Buah kelapa dan airnya kebanyakan dimanfaatkan secara langsung sebagai minuman, terutama yang masih muda. Jenis minuman ini dikenal sebagai kelapa muda. Air kelapa mengandung air 91 % ; Protein 0,29 % ; Lemak 0,15 % ; Karbohidrat 7,27 % serta mineral. Selain itu, air kelapa mengandung berbagai nutrisi seperti sukrosa, dekstrosa, fruktosa, serta vitamin B kompleks yang terdiri dari asam nikotinat, asam pantrotenat, biotin, riboflavin, dan asam folat. Nutrisi-nutrisi tersebut sangat berguna untuk pertumbuhan bakteri acetobacter xylinum dan pembentukan nata de coco. Untuk lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini :

Syanty Rahmadhanty

Tabel 1. komposisi zat gizi daging buah kelapa per 100 g2 Zat gizi Kalori (K) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Besi (mg) Vitamin A (SI) Vit. B-1 (mg) Cit. C (mg) Air (g) Bagian yang dapat dimakan Muda 68.0 1.0 0.9 14.0 17.0 30.0 10 0.0 0.0 4.0 83.3 53.0 Buah Setengah tua 180.0 4.0 13.0 10.0 8.0 35.0 1.3 10.0 0.5 4.0 70.0 53.0 Tua 359.0 3.4 34.7 14.0 21.0 21.0 2.0 0.0 0.1 2.0 46.9 53.0

Tabel 2. kandungan zat gizi buah kelapa tua dan muda per 100 g2 Zat gizi Energi (K) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Besi (mg) Vitamin C (mg) Air (g) Muda 17.0 0.20 1.00 3.80 15.00 8.00 0.20 1.00 95.50 Air kelapa Tua 0.14 1.50 4.60 0.50 91.50

Jenis-Jenis Minuman Kelapa 1. Kelapa Kopyor Pada mulanya kelapa kopyor adalah kelapa yang dihasilkan karena perubahan atau mutasi genetis pada saat pembuahan, atau bahkan mungkin pada saat pembungaan. Buah kelapa kopyor mempunyai ciri-ciri antara lain: daging buah yang empuk atau terlepas dari tempurungnya, jumlah air kelapa sedikit, aroma yang khas yang berbeda dari daging kelapa biasa. Buah kelapa kopyor yang masih utuh dapat dikenali yaitu dengan digoyang-goyang ke kiri

Syanty Rahmadhanty

Nata De Coco Nata de coco adalah hidangan penutup yang terlihat seperti jeli.dan ke kanan. Penamaan nata de coco dalam bahasa Spanyol karena Filipina pernah menjadi koloni Spanyol. 2. Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa. Dengan kemajuan ilmu biologi. Jika dibandingkan dengan kelapa biasa. dan mulanya dibuat di Filipina.hal ini bisa di pahami karena Filiphina merupakan sala satu negara penghasil kelapa yang cukup besar di dunia. Kegunaan lainnya ada sebagai bahan kue. Nilai ekonomisnya juga sangat tinggi. Krim yang dimaksudkan adalah santan kelapa.1 Nata De Coco Nata de coco berasal dari negara Filiphina. berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. tetapi terisi pasir. Buah kopyor sangat disukai karena rasanya yang menyegarkan bila disajikan sebagai minuman. Filiphina termasuk negara yang paling banyak mendapatkan devisanya dari Syanty Rahmadhanty . akan terdengar bunyi seolah buah kelapa tersebut bukan terisi air. baik kue kering maupun kue basah. . Nata de coco dalam bahasa Spanyol berarti "Krim Kelapa". BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. sekarang dapat diciptakan pohon kelapa yang mampu menghasilkan 70-90 % buah kelapa kopyor. harga kelapa kopyor dapat mencapai 4 sampai 5 kalinya.

Pembuatan nata de coco ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas Filiphina.nata de coco digunakan sebagai bahan makanan yang biasa dicampur dengan mie. Dalam perkembanganya nata de coco menyebar ke berbagai negara penghasil kelapa. menyerupai gel dan terapung pada bagian permukaan cairan (nata tidak akan tumbuh di dalam cairan).peluang ini digunakan untuk membuat suatu produk yang bermanfaat dan tercipta makanan segar bernama nata de coco. Bahan yang dapat digunakan sebagai media untuk pembuatan nata adalah air kelapa sehingga produknya dikenal dengan nata de coco.tetapi dapat Syanty Rahmadhanty . Mikroba yang aktif dalam pembuatan nata adalah bakteri pembentuk asam asetat yaitu Acetobacter xylinum.kandungan air yang dikandungnya sekitar 80% dari jumlah bahan keseluruhanya. putih. Hasilnya loud speaker yang mengunakan membran sound sistem dari nata de coco memiliki suara yang lebih bersih. kedelai (nata de soya) atau buah lain yang mengandung glukosa. Filiphina menjadi negara nomor satu di dunia penghasil nata de coco yang banyak diekspor ke jepang.ternyata nata de coco bisa dijadikan bahan sebagai bahan baku membuat membran sound sistem. Pada saat ini.nata de coco masih merupakan makanan yang eksklutif yang tersedia di supermarket di kota-kota besar. Saat ini. Sementara.produk kelapa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh orang jepang. berwarfna putih seperti kolang-kaling. Di jepang. termasuk indonesia.nama nata diambil dari nama tuan nata yang telah berhasil menciptakan nata de coco.natae coco mengandung air cukup banyak. Jalinan selulosa inilah yang membuat nata terlihat putih. Nata adalah kumpulan sel bakteri (selulosa) yang mempunyai tekstur kenyal. Nata de coco mulai dikenal sekitar tahun 1987. Nata de coco memiliki bentuk padat. Sekarang nata de coco sudah menjadi makanan biasa dan bisa ditemukan dimana saja. Selain itu bahan lainnya adalah sari nanas (nata de pina). nama latin dari kelapa. Mikroba ini dapat merubah gula menjadi selulosa.Sekitar dekade 60-an penduduk asli Filiphina yang bernama nata mulai memikirkan jutaan ton air kelapa yang terbuang percuma dari pabrik Penghasil kopra di kampung halamanya. dan terasa kenyal. Kata coco berasal dari cocos nucifera.

nata de coco terbentuk karena keberadaan bakteri acetobacter xylinum dalam media tumbuhnya.2 persen 36. pisang.8%). Hasil Penelitian Dari Bali Mikrobiologi Puslitbang Biologi LIPI Bogor No 1 2 3 4 5 6 Nutrisi Kalori Lemak Karbohidrat Kalsium Fosfor Fe (zat besi) Kandungan Nutrisi ( per 100 gram bahan) 146 kal 0. akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih hingga transparan. anggur.5 dibutuhkan dalam jumlah banyak.5 – 5.2 Mikroorganisme Penghasil Selulosa Bibit nata adalah bakteri Acotobacter xylinum yang akan dapat membentuk serat nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang terkontrol. Bakteri ini sangat memerlukan oksigen. namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4. yang disebut sebagai nata. Dalam kondisi demikian.5 – 7. namun untuk mencapai tingkat keasaman yang di inginkan yaitu pH 4.5 mg 2. Asam asetat yang baik adalah asam asetat glacial (99. asam-asam organik dan anorganik lain bisa digunakan. apel. Syanty Rahmadhanty .5. sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum pada suhu 28 – 310C. Asam asetat atau asam cuka digunakan untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air kelapa.kdisimpan lama. Mikroorganisme pembentuk selulosa dapat tumbuh pada jenis buah-buahan yang banyak mengandung glukosa seperti buah nenas.3.bakteri tersebut tumbuh dan berkembang dalam larutan air kelapa dengan derajat keasaman atau pH 3-4. bakteri tersebut akan menghasilkan enzim yang dapat menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Selain asam asetat. Asam asetat dengan konsentrasi rendah dapat digunakan. Acetobacter Xylinum dapat tumbuh pada pH 3. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersbeut.1 mg 12 mg 2 mg 0.

64 ug biotin. setiap komponen penyusunan merupakan senyawa yang relatif murni serta konsentrasi setiap komponen dan strukturnya diketahui secara pasti penggunaan medium sintetik mempunyai beberapa keuntungan di antaranya adalah setiap komponen dapat diubah dengan mudah. 2.35 0. medium fermentasi dapat pula berupa medium sintetik.kelapa dan untuk mengisolasinya di cari buah-buahan tersebut yang mulai membusuk.58 97.92 Selain medium alami. Tabel hasil analisis proksimat air kelapa No 1 2 3 4 5 Komponen Kadar abu Kadar air Kadar protein Kadar lemak Kadar karbohidrat Jumlah(%) 0.01 ug riboflavin dan 0. 0.4 Faktor . sumber lainya adalah cuka dan produk minuman buah dan bir.Air kelapa mengandung gula maksimum 4 persen yang terdiri dari glukosa.0 0. medium yang telah terbukti baik digunakan untuk isolasi mikroorganisme penghasilan selulosa adalah medium schramn dan hestrin (medium HS) Tabel Komposisi Medium HS (Hestrin Dan Schramn) No 1 2 3 4 5 Komponen Glukosa Bacto-peptone Akstrak khamir NaHPO Asam Sitrat Jumlah (% b/v) 2.27 0.5 0. Pada medium sintetik. Unsur-unsur tersebut diduga dapat memberikan rangsangan pada pertumbuhan bakteri.5 0.3 Medium Pertumbuhan Mikroorganisme Penghasilan Selulosa Air kelapa merupakan medium alami yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba karena kandungan nutrisinya yang kaya akan nutrisi dan relatif lengkap.09 1.003 ug asam fosfat. fruktosa dan sukrosa. Sejumlah vitamin B terdapat dalam air kelapa masing –masing 0.Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Selulosa Syanty Rahmadhanty .06 0.115 2.

Selain itu medium juga harus mengandung kebutuhan nutrien spesifik seperti vitamin-vitamin dan mineral-mineral dan pemeliharaan medium kultivitas merupakan salah satu faktor penting dalam produksi biomassa. Menurut hartato (1992). Nilai pH optimum untuk pertumbuhan acetobacter adalah antara 5. Nutrien sebagai unsur makro seperti P. jenis gula dan konsentrasi gula serta sumber nitrogen memberikan pengaruh terhadap produktivitas selulosa. (NH4)2SO4 0. • Nilai pH. K2HPO4 0. Nilai pH merupakan faktor penting dalam pertumbuhan mikroba. Nilai pH 4. menentukan bahwa air kelapa terbukti baik untuk memproduksi selulosa karena air kelapa mempunyai kandungan nutrisi yang baik dan lengkap serta sesuai untuk produksi selulosa. tidak ditumbuhi oleh mikroorganisme lain yang tidak dikehendaki.5 merrupakan nilai pH terbaik untuk produksi Syanty Rahmadhanty .25.02 %.5 %. Komposisi medium tersebut terdiri dari sukrosa 10 % ekstrak khamir 0. K dan Mg dan unsur mikro. Faktor pertumbuhan seperti vitamin dan asam amino. Konstiuen kimiawi medium harus memenuhi semua kebutuhan elemen massa sel dan produk dan harus dapat memasok energi secukupnya untuk sintesis dan pemeliharaan. Sedangkan medium sintesis yang telah umum digunakan untuk isolasi dan pemeliharaan kultur bakteri penghasil selulosa adalah medium cair Hassid dan Barker. nilai ini tidak harus asam sama dengan pH optimum untuk produksi selulosa. sebelum digunakan medium harus dalam keadaan steril. Air kelapa I liter dan untuk medium bacto agar 1. Pada kajian nata de coco sebagai salah satu bentuk selulosa. medium yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme harus dapat memenuhi kebutuhan senyawa karbon dan energi. Disamping komponen medium yang harus sesuai dengan kebutuhan mikroba.• Medium Untuk Memproduksi Selulosa Rancang bangunan medium nutrien untuk pertumbuhan mikroorganisme dan pertumbuhan produk merupakan langkah penentu dalam menjamin keberhasilan eksperimen atau pelaksanaan produksi.(1994) dapat diketahui bahwa nilai pH medium.4 sampai 6.3. Jenis Sumber C dan Sumber N Berdasarkan penelitian embuskado et al. MgSO4 0.5 %.06 %.

0. 1997) Syanty Rahmadhanty . ekstrak khamir dan urea) serta kombinasi antara kedua sumber nitrogen tersebut. Sumber amonium sulfat dan kalium nitrat dan sumber nitrogen organik (pepton. fruktosa diikuti oleh kombinasi fruktosa dan laktosa.1964 di dalam Haliwat. Selulosa yang terbentuk di dalam medium tersebut berupa benang yang bersama-sama dengan polisakarida berlendir dengan membentuk suatu jaringan yang terus menebal menjadi lapisan selulosa. xylinum dapat mengubah sekitar 19 % gula menjadi selulosa jika ditumbuhkan pada medium yang mengandung gula. Perolehan selulosa tertinggi di dapat dengan penambahan amonium sulfat pada konserntrasi 0. menurut Riyanto (1997). Menurut Mashudi (1993) amonium sulfat tidak hanya meningkatkan perolehan selulosa dan ketebalan nata.selulosa tidak dapat di produksi. Kombinasi dari sumber N organik dan an organik memperlihatkan peningkatan perolehan selulosa lebih tinggi dibandingkan dengan sumber anorganik saja . tripton. Lemaknya kemudian diserap kembali oleh sel mikroorganisme (Kenneth. pH optimum untuk produksi selulosa adalah pH 5.4 %. • Biosintesis Pembentukan Selulosa A. hasil penelitian embuskado et al.5 .kombinasi antara dua sumber N anorganik hanya memberikan sedikit peningkatan jumlah selulosa. Mikroorganisme penghasilan selulosa selalu dapat tumbuh pada medium yang mengandung sukrosa. Penggunaan amonium sulfat yang berlebihan akan menurunkan medium secara drastis sehingga menyebabkan kondisi fermentasi menjadi terlalu asam sehinga aktivitas dari bakteri A xylinum akan terganggu. Sel menerima molekul-molekul glukosa bergabung dengan lemak membentuk penyokong yang terdapat pada membran sel lalu keluar bersama enzim yang menggabungkan sisa heksosa menjadi serat.(1994) menyatakan bahwa jenis gula yang memberikan produk paling tinggi adalah sukrosa.selulosa sedangkan pada pH 3. Pembentukan serat ini terlihat dengan tumbuhnya suatu area pada permukaan medium. Selulosa berbentuk massa yang bergumpal pada permukaan medium.

1.BAB III PROSEDUR KERJA 3. • • • • • Panci Loyang Taper ware Saringan Pisau Alat Syanty Rahmadhanty .1 Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan pada pembuatan nata de coco adalah sebagai berikut.

Selama menunggu proses perebusan selesai.5 % dari jumlah basis (air kelapa).2 Cara Kerja  Pembuatan starter 1. Air kelapa tersebut kemudian direbus dalam panci hingga mendidih. Za yang akan ditambahkan dalam air kelapa yang telah mendidih harus dilarutkan Syanty Rahmadhanty . • • • • • Kertas koran Timbangan Kertas pH Gayung Sendok Botol Kompor gas Bahan Air kelapa Starter Gula Asam asetat Za atau amonium sulfat 3. Untuk mencegah adanya reaksi asam dengan panci.• • • • • • • 2. 3. 2. Saring air kelapa yang sudah disiapkan. Pada saat pratikum kelompok kami hanya menggunakan gula 2%. timbang media yang akan digunakan dalam pembuatan nata de coco dengan komposisi masingmasing gula 2 %. asam asetat 1 % dan Za 0.

2. 2.  Pemanenan nata de coco 1. Syanty Rahmadhanty . 4.terlebih dahulu dengan air kelapa yang telah mendidih kemudian tambahkan 3 sendok bubuk asam asetat yang setara dengan 60 gram kemudian aduk hingga merata. asam asetat 1 % atau asam sitrat dan ZA 0. Jika selesai maka diamkan selama 2-4 hari untuk siap diberikan starter induk. tutup botol dengan kertas koran untuk menghindari gangguan serangga dan agar terhindar dari kontaminasi lain. diamkan air kelapa rebusan tersebut kemudian angkat dan masukkan ke dalam botol. Setelah media dan air kelapa telah bercampur biarkan proses mendidih selama ± 5 menit kemudian angkat panci dari kompor dan segera pindahkan pada wadah yang telah disiapkan namun sisihkan sedikit untuk di dinginkan dan selanjutnya diukur pH-nya sebagai pH perlakuan.  Pembuatan Nata De Coco 1. pisahkan sebanyak 300 mL sebagai blanko dan sisanya dijadikan sebagai basis untuk diberikan perlakuan. Tambahkan starter sebanyak 10 % dari basis dan tutup wadah tersebut dengan kertas koran. 3. Media yang telah diperam selama satu minggu sampai sepuluh hari siap untuk dipanen. tambahkan 2 % gula. Ambil wadah tempat media yang telah di peram. Air kelapa sebanyak 4 L di saring. Diamkan selama 7-10 untuk siap dipanen. kemudian didihkan pada kompor dengan menggunakan panci namun ukur terlebih dahulu pH air kelapa dengan kertas pH dan dicatat sebagai pH awal. 4. Setelah penambahan semua media. Jika air kelapa tersebut telah mendidih. 5. Pada pratikum kami hanya menggunakan gula 2%. 6. 5.25 % yang sebelumnya telah ditimbang dengan formulasi yang sama dalam penyediaan media saat pembuatan starter.

Ulangi langkah ini hingga nata tidak berbau dan berasa asam Nata yang sudah tidak berasa asam direbus dan diberi tambahan gula dan sirup sebagai penambah rasa dan aroma. lagi. 5. 6.2 Diagram Alir • Pembuatan Starter Air Kelapa Syanty Rahmadhanty . Angkat dan keluarkan nata dari wadah dan timbang serta ukur ebal nata. 7. Ambil air sisa fermentasi untuk diukur pHnya dan yang tidak terdapat air sisa fermentasinya maka peras air yang ada pada nata. 4. Setelah mendidih angkat nata dan peras dengan air lalu rebus kembali. Lembaran nata di potong-potong kemudian rebus sampai mendidih. Nata de coco siap di nikmati. 3.3.

5 % Masukkan ke dalam botol Pemberian starter induk • Pembuatan Nata De Coco Air Kelapa Penyaringan Pendidihan Pendinginan Syanty Rahmadhanty .Penyaringan Pendidihan Pencampuran Gula 2 % Asam Asetat 1% Za 0.

Pencampuran As.asetat/glacial Gula Urea/Za Pendidihan Masukkan dalam wadah (tutup dengan kertas koran) Pendinginan Penambahan Starter Pemeraman Lembaran nata • Pemanenan Nata De Coco Lembaran nata Syanty Rahmadhanty .

Pemotongan Perebusan Penambahan sirop pengemasan Nata siap di konsumsi BAB IV HASIL PENGAMATAN Syanty Rahmadhanty .

7 1.5 cm 1.3 cm 1.2 0.9 1.0 1.2 0.0 Berat tutup plastik 460 590 390 370 580 710 620 800 300 120 390 1 2 3 1% 1% 1% 0.4 1 3 3 5 6 7 8 9 10 2% 2% 2% 2% 1% 2% 0.2 1.5 cm BAB V PEMBAHASAN Syanty Rahmadhanty .9 cm 0.0 cm 1.2 0.8 cm 1.2 0.2 cm 1.5 cm 0.5 cm 1.5 1.0 1.0 cm 1.0 cm 1.5 cm 1.Kel % Gula % Za % As.0 cm 0.2 0 0 0 1 0 1 0 0 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 0.5 0.0 cm 900 1120 600 450 1100 900 1170 890 490 790 950 1100 720 870 810 1100 600 4 1% 0.7 cm 1.2 1.4 0 1 0 4 4 3 4 4 2 1.0 cm 1. Asetat pH Air Kelapa pH Media Tebal Nata (tutup koran) Berat tutup koran (gram) Tebal tutup plasti 2.3 cm 1.4 0.0 1.3 1.

asam asetat. Dengan membandingkan hasil nata de coco dengan perlakuan yang berbeda-beda pada basis yang sama. dan Za atau amonium sulfat. 2. pembuatan nata de coco merupakan salah satu teknologi pengolahan pangan dengan memanfaatkan air kelapa untuk menghasilkan kumpulan selulosa dengan bantuan mikroba Acetobacter xylinum. Xylinum merupakan bakteri Syanty Rahmadhanty . Berdasarkan pratikum yang telah dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan nata terbentuk dengan pelakuan yang berbeda-beda dan untuk melihat pengaruh masing-masing media terhadap terbentuknya nata. Pada dasar nya. Tanpa adanya penambahan gula ke dalam medium fermentasi lapisan nata tidak dapat terbentuk. dapat di ketahui sebagai berikut : 1. Dalam pratikum pembuatan nata de coco. berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. Selain itu penambahan kadar gula juga tidak berpengaruh nyata terhadap ketebalan nata de coco. hal ini karena jumlah total gula yang terdapat dalam air kelapa tidak mencukupi kebutuhan A. Pengaruh Penambahan Asam Penambahan asam yang berbeda-beda pada tiap kelompok merupakan salah satu metode untuk membandingkan dan mengetahui sejauh mana pengaruhnya terhadap proses pembuatan nata de coco. karena A. mahasiswa dibagi dalam sepuluh kelompok untuk membuat nata de coco dengan di berikan perlakuan yang berbeda-beda pada masing-masing kelompok melalui diversifikasi konsentrasi media yang terdiri dari gula.xylinum untuk menghasilkan nata. nata yang dihasilkaan dari masing-masing kelompok berbeda-beda. Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa.Nata de coco adalah hidangan penutup yang terlihat seperti jeli. Pengaruh Penambahan Gula Penambahan gula sukrosa merupakan salah satu faktor penting dalm pembuatan nata de coco secara komersial.

5 akan menyebabkan suasana fementasi yang terlalu asam.5. Hal ini dapat dilihat pada nata yang dihasilkan oleh masing-masing kelompok sesuai dengan tabel yang telah disajikan diatas. Pengaruh penambahan Za Penambahan Za lebih berpengaruh untuk menghasilkan nitrogen bagi Acetobacter xylinum. Dalam percobaan ini digunakan sumber nitrogen anorganik yaitu amonium sulfat ([NH4]2SO4). Penambahan Za pada pembuatan nata de coco mempunyai pemgaruh pada tebal nata yang dihasilkan. Peningkatan kosentrasi nitrogen dalam substrat dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum . 4.2%. karena pada umumnya mikroba jenis khamir dan kapang tidak dapat tumbuh pada media dengan pH yang rendah. kelompok kami (kelompok X) dan beberapa kelompok yang lain menggunakan dua jenis wadah yaitu berupa nampan dengan tutup koran dan taper ware plastik.4%) maka tebal nata yang dihasilkan juga berbeda. xylinum.4 % menghasilkan nata yang lebih tebal dibandingkan dengan 0. Sebaliknya kondisi pH yang lebih rendah dari 4. kondisi umum untuk menghasilkan nata adalah pada pH 4. Penambahan Za sebanyak 0. Berdasarkan hasil pratikum Syanty Rahmadhanty . Suasana yang terlalu asam akan mengurangi keaktifan bakteri A. Sehinga penambahan asam pada pembuatan nata de coco selain untuk menurunkan nilai pH media juga untuk mencegah kontaminasi dari mikroba yang lain seperti khamir dan kapang. 3. pada pH yang lebih tinggi dari 4.asam asetat (Acetobacter) yang menyukai suasana asam. Xylinum. dimana dua media yang diberi penambahan gula dengan konsentrasi yang sama (1%).5 akan menyebabkan tumbuhnya kontaminan yang mengganggu pertumbuhan dan fermentasi yang di lakukan oleh bakteri A. Pengaruh wadah/ tempat media dalam pembuatan nata de coco Pada pratikum pembuatan nata de coco ini.2% dan 0. tetapi konsentrasi penambahan Za berbeda (0. Sumber nitrogen untuk pertumbuhan bakteri A.zylinum dapat berasal dari sumber nitrogen organik dan anorganik.

Nata yang dihasilkan dari media yang di taruh dalam wadah taper ware lebih tebal dari pada nata yang berasal dari media dalam nampan dengan tutup koran. dan asam.yang telah dilakukan. selain penambahan konsentrasi gula. BAB VI PENUTUP 5. jenis wadah yang digunakan untuk media pada proses pemeraman ternyata juga berpengaruh pada nata yang dihasilkan.1 Kesimpulan Syanty Rahmadhanty . Za.

• • • asam • Penambahan asam pada proses pembuatan nata de coco selain untuk menurunkan pH. Penambahan asam dan Za empunyai pengaruh terhadap nata yang dihasilkan pada proses pembuatan nata de coco pH optimum pada nata de coco yaitu 4-5 Penambahan amonium sulfat juga akan menurunkan pH dan bersifat Syanty Rahmadhanty . • Penambahan gula pada media pada pembuatan nata de coco sangat diperlukan. penambahan asam juga berfungsi untuk mencegah terjadinya kontaminasi. karena meskipun didalam air kelapa sudah terdapat gula.Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat di ambil sebuah kesimpilan sebagai berikut. tetapi kadar nya terlalu sedikit.