Anda di halaman 1dari 30

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Bedah anak adalah salah satu subspesialis bedah yang melibatkan

pembedahan janin, bayi, anak, remaja, dan sebagainya. Dokter bedah anak berpraktek di Rumah sakit anak. Dokter bedah anak harus telah menyelesaikan pendidikan bedah umum, lalu menyelesaikan pendidikan 2 tahun lebih sebelum bisa ikut ujian untuk sertifikasi subspesialis. Namun, sekarang seorang dokter umum di Indonesia bisa menjadi dokter bedah anak. Sejak 2006, terdapat sekitar 39 dokter spesialis bedah anak di Indonesia. Bedah anak berkembang pada pertengahan abad ke-20 sebagai perawatan bedah untuk cacat bawaan yang memerlukan teknik dan metode khusus serta umumnya berbasis di rumah sakit khusus anak. Salah satu tempat terobosan ini adalah Rumah Sakit Anak Philadelphia. Pada awal 1940-an, di bawah kepemimpinan bedah C. Everett Koop, teknik terbaru untuk anestesi endotrakea bayi yang lebih baru memungkinkan perbaikan bedah untuk cacat bawaan yang sebelumnya tak tersembuhkan. Dari akhir 1970-an, tingkat kematian bayi dari beberapa sindrom malformasi kongenital telah dikurangi hingga mendekatio nol. Penyakit anak yang umum yang perlu pembedahan termasuk:

1

Cacat

bawaan organ

dalam: higroma

kistik, atresia

esofagus dan fistula

trakeoesofagus, stenosis pyloricum hipertrofi, atresi usus,nekrosis enterokolitis, penyakit Hirschsprung, imperforasi anus, testis yang tak menurun defek dinding abdomen: omfalosel, gastroskisis, hernia cacat dinding dada tumor anak: hati,

seperti neuroblastoma, tumorWilms, rhabdomiosarkoma, ATRT, tumor teratoma. B. 1. 2. Rumusan Masalah Bagaimana perioperatif pada kasus bedah anak dan perinatologi?

Bagaimana periopratif bedah anak dan perinatologi dilihat dari berbagai aspek?

C.

Tujuan

1. Tujuan Umum Untuk mengetahui perioperatif bedah anak dan perinatologi 2. Tujuan Khusus Untuk mengetahui persiapan pra, intra dan post bedah anak dan perinatologi

D.

Manfaat

1. Manfaat Teoritis Sebagai pengembangan bahan masukan atau pengkajian baru khususnya ilmu kebidanan. 2. Manfaat Praktis a. Manfaat bagi institusi

2

Kepada institusi, makalah ini diharapkan dapat dijadikan bahan literature atau referensi pembuatan makalah selanjutnya b. Manfaat bagi mahasiswa Kepada mahasiswa diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam kasus bedah anak dan perinatologi.

3

Pada awal 1940-an. anak. Pengertian Bedah anak adalah salah satu subspesialis bedah yang melibatkan pembedahan janin. di bawah kepemimpinan bedah C. sekarang seorang dokter umum di Indonesia bisa menjadi dokter bedah anak. Penyakit anak yang umum yang perlu pembedahan termasuk: 4 . tingkat kematian bayi dari beberapa sindrom malformasi kongenital telah dikurangi hingga mendekatio nol. teknik terbaru untuk anestesi endotrakea bayi yang lebih baru memungkinkan perbaikan bedah untuk cacat bawaan yang sebelumnya tak tersembuhkan. dan sebagainya. bayi. Dokter bedah anak harus telah menyelesaikan pendidikan bedah umum. Dokter bedah anak berpraktek di Rumah sakit anak.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Namun. Everett Koop. Sejak 2006. Salah satu tempat terobosan ini adalah Rumah Sakit Anak Philadelphia. terdapat sekitar 39 dokter spesialis bedah anak di Indonesia. Bedah anak berkembang pada pertengahan abad ke-20 sebagai perawatan bedah untuk cacat bawaan yang memerlukan teknik dan metode khusus serta umumnya berbasis di rumah sakit khusus anak. lalu menyelesaikan pendidikan 2 tahun lebih sebelum bisa ikut ujian untuk sertifikasi subspesialis. Dari akhir 1970-an. remaja.

imperforasi anus. atresi usus.nekrosis enterokolitis. Bedasarkan itu penanganan bayi dan anak membutuhkan perhatian lain daripda perhatiaan untuk orang dewasa. Yang pertama adalah suatu usaha agar anak dapat terbentuk seta tumbuh dan berkembang normal. karena pada bayi dan anak ada factor permukaan tubuh yang relative lebih luas dari permukaan tubuh yang dewasa dengan cadangan kalori. hernia cacat dinding dada tumor anak: seperti neuroblastoma. Cacat bawaan organ dalam: higroma kistik. stenosis pyloricum hipertrofi. tumor Wilms. air dan elektrolit yang lebih kecil. Masalah bedah pada bayi dan anak juga bukan suatu masalah bedah makluk dewasa yang kecil. rhabdomiosarkoma. sedangkan yang kedua adalah usaha mengembalikan anatomi dan/atau fungsi organ agar kembali normal. tumor hati. Persiapan Pada Anak 1. teratoma B. penyakit Hirschsprung. gastroskisis. testis yang tak menurun    defek dinding abdomen: omfalosel. ATRT. Persiapan umum Bedah anak berbeda padari bedah dewasa. atresia esofagus dan fistula trakeoesofagus. 5 .

dan tidak ada gangguan pembekuan darah. Sehingga pada pasien bayi. dislokasi sendi. factor 6 .  Pada neonatus pengawasan kadar gula darah penting dilakukan karena gula darah pada neonatus sangat labil dan kadar yang rendah akan membahayakan jiwa 3.  Persiapan prabedah yang penting harus diperhatiakan pada bayi dan anak ialah jalan nafas yang baik dan tidak ada gangguan sirkulasi. atau kesulitan nafas.  Bahaya kedinginan harus kita ingat selalu. Letak bayi harus tepat agar tidak terjadi bahaya pneumonia aspirasi. dioperasi segera atau masih harus menunggu. Bayi dapat dibungkus dengan kertas aluminium terutama waktu transfortasi. Factor kelainan yang membahayakan jiwa sampai factor orangtua yang dapat menerima kenyataan bahwa anaknya harus dioperasi perlu dipertimbangkan masakmasak. keseimbangan cairan dan elektrolit. persiapan prabedah dimulai dari memeriksa bayi dan anak sebelum ditentukan apakah pasien ini perlu dioperasi atau tidak. terlebih jika tidak tersedia incubator yang hangat. tetapi rsa takut yang dialami oleh ornag tua sangat besar. Persiapan prabedah  Sama seperti dewasa.2. Pra medikasi Pada bayi mungkin factor takut belum disadari.

Pengawasan saat pembedahan Hipotermia(kurang dari 36oC) atau demam (lebih dari 38oC) akan mengakibatkan pengeluaran energy yang berlebihan oleh bayi. 4. oleh karena itu pada operasi bayi. Penilaian kehilangan panas saat operasi harus dikerjalan seteliti mungkin sehingga jika diperkirakan kehilanggan darah lebih dari 10% volume darah. Perhatian 7 . 5. takut karena dikelilingi oleh orang asing baginya dan takut karena akan disakiti. Takut ditinggalkan oleh orangtiua atau pengasuh. anak justru takut pada dokter! Pemberian obat penenang misalnya fenobarbital atau diazepam rectal. Tambahan lagi.menenangkan orangtua dengan cara member pengertian merupakan keharusan. Orang tua sedapt mungkin harus mendampingi bayi atau anaknya sampai ke kamar persiapan. pasien sebaiknya diberikan tranfusi darah. sedangkan energy cadangan tubuh tidak banyak. Pengawasan pasca bedah Pengawasan pasien bayi dan adaka pasca bedah harus dikerjakan teliti karena cadangan fungsi berbagai system tubuh terbatas. Pada anak yang lebih besar sudah ada masalah takut dan rasa takut ini bermacam-macam. pemantauan suhu bayi sangat penting terutama jika tidak dipakai matras pemanas diataas meja operasi yang dapat diukur suhunya. perlu pada hal terakhir ini.

infeksi nosokomila dan juga secara ekonomi menguntungkan bagi orang tua dan rumahsakit. Pemeriksaan darah sedapat meungkin dilakukan denganmetoda mikto yang hanya memerlukan contoh darah kapiler dari ujung jari dan dapat dilakukan berulang-ulang tanpa resiko flebitis. Operasi dikerjakan pagi hari dan setelah sadar dan dan bebas dari pengaruh obat bius. Pemberian cairan int=ravena diperlukan untuk keperluan rumatan dan mencegah dehidrasi. asam basa dan kalori. hidrokel. 7. Pengisapan lendir dari rongga hidung dan mulut 8 . Keseimabangan cairan dan elektrolit Umumnya bayi tidak boleh minum sebelum operasi. Pada jenis operasi tertentu seperti operasi hernia. Cara ini akan menghindarkan dari trauma psikis. reposisi tulang dan prosedur endoskopi penderita cukup dirawat sehari karena persiapan prabedah dapat dikerjakan di rumah dan anak datang sudah dalam keadaan puasa dan bersih. anak dapat dipulangkan. operasi testis yang tidak turun. keseimbangan cairan dan elektrolit. Menjaga jalan nafas Pada setiap pasien harus diperhatian kemungkinan untuk bernafas dengan cara menyesuaikan letak kepala dan badan dengan kelainan yang diderita.terutama pada jalan nafas. 6. Kebutuhan cairan ini harus melingkupi kebutuhan elektrolit. sirkulasi. sirkumsisi. serta suhu badan.

Jadi sebenarnya pemebrian antibiotika profilaksis merupakan pelengkap bagi tindakan antisepsis dan asepsis. Infeksi pasca bedah ini dapt terji karena pembedahan ditempat yang memang penuh kuman. Dalam hal ini bila pembedahandapat ditunda. Tetapi secara khusus antibiotic diberikan untuk tujuan pencegahan infeksi pasca bedah. Katen bertujuan mencegah infeksi pascabedah. Antibiotika profilaksis Pemebrian antibiotic profilaksis harus disertai dengan pertimbangan yang benar. Dalam hai ini perlu diperhatikan adalah indikasi saat pemberian dan lama pemebrian. 8.dilakukan berulang-ulang. Antibiotic Pengunaan antibiotic pada masa pra bedah ditunjukan untuk menanggulangi infeksi agar rseiko pembedahan dapat ditekan serendah mungkin. yaitu untukmelindungi penderita selama 9 . Pemberian oksigen pada neonatus harus didasarkan pada kebutuhan actual yang dinilai dari hasil analisis gas dan darah untuk mencegah terjadinya fibroplasias retrolental (pembentukan jaringan ikat fibrosa dibelakang lensa mata akibat kelebihan oksigen) pada bayi terutama premature. serta pemberian dan lamanya pemberian serta pilihan antibiotiknya. Maka pemberianantibioptik hanya diberikan dalam jangka waktu pendek. atau mesuknya kuman melaui luka bedah. biasanya infeksi diatasi dahulu. 9.

10. bersih tercemar dan kotor . dilajutkan dengan 1-2 kali pemberian pascabedah. antibiotic profilaksis terbukti dapat 10 . Pemberian antibiotic yang dilanjutkan lebih lama pascabedah ternyata tidak menurunkan lagi resiko infeksi pascabedah kecuali pada pembedahan tertentu.dilakukan tindakan bedah dan pada masa setelah pembedahan yaitu masa daya pertahan penderita masih tertekan. Berbagai antibiotic membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk mencapai kadar dalam darah yang dibutuhkan untuk menghambat pertumbuhan kuman.kadar ini biasanya 3-4 kali kadar hambat minimal. Bahkan cenderung menimbulkan resistensi kuman yang akan menjadi masalah bila timbul infeksi nosokomial. Resiko terjadinya infeksi pascabedah Antibiotic harus diberikan jika kemungkinan terjadi infeksi massif pada luka bedah seperti pembedahan yang dilaksanakan pada atau melalui jaringan yang mengandung banyak kuman atau oembedahan pada penderita yang terkontaminasi atau mengalami infeksi di tempat yang jau dari luka operasi. Untuk mencapai kada antibiotic di jaringan yang cukup tinggi pada waktu dilakukan pembedahan harus diberikan 1-2 jam prabedah. Oleh karena itu antibiotic diberikan secra parenteral. Berdasarkan resiko terjadinya infeksi pascabedah ini pembedahan dapar digolongkan atas pembedahan besih.

anemia. karena infeksi disekitar benda asing sangat sukar diatasi. pemeberian antibiotic sebaiknya dimulai segera setelah penderita masuk rumah sakit. Misalnya infeksi pada bedah vaskuler biasanya disebabkan oleh kokus gram positif sehingga penisilin atau sefalosporin dapat digunakan. Antibiotic perlu diberikan pada penderita yang mengalami penurunan imunitas misalnya karena infeksi HIV atau terapi steroid jangka lama. Resiko infeksi pescabedah meningkat pada penderita usia lanjut. Sedangkan pada bedah usus biasanya kuman anaerob sehingga siperlikanantibiotik yang membunuh kuman anaerob. Demikian pula pada operasi yang lama dan berat yang menyebabkan depresi faali yang besar. juga pada penderita malnutrisi berat seperti patah tulang terbuka atau cedera tembus di saluran cerna. Sebagai contoh. penderita penyakit kronis seperti DM.mnurunkan kejadian infeksi pascabedah pada pembedahan tercemar dan kotor tetapi tidak berpengaruh pada pembedahan bersih. Pada pemberian antibiotic harus diperhatikan kuman yang diperkirakan menyebabkan infeksi dan antibiotic yang dipilih disesuaikan dengan kuman tersebut. Antibiotic juga diberikan bila diberikan dampak infeksi yang mungkin sangan serius meskipun kemunginannya kecil. infeksi pada prosthesis sendi basemen atau pada protesis katup jantung. 11 .

Antibiotic yang terkenak sering menyebabkan kalotis pseudomembranosa adalah golongan linkomsin. Karena itu antibiotic harus dipilih dengan seksama untuk mencegah penyulit yang berbahaya ini.fragilis dan klostridium. Kelainan ini timbul karena gangguan antara berbagai golongan bakteri yang berada didalam kolon sehingga dapat terjadi kolonisasi golongan tertentu di usus besar. iskemia atau ileus paralitik.11. Dalam 12 . Pembersiahn kolon dimulai dengan pemberian diet cair lima hari prabedah dan diakhiri dengan pembersihan kolon secara mekanis dengan pencahar atau klisma. Bedah usus halus Umumnya usus halus hanya mengandung kuman di ilium terminal. Bedah kolorektal Infeksi akibat kontaminsi dengan feses merupakan infeksi yang serius. Kuman yang terutama terdapat pada kolon dan rectum adalah kuman E. Penggunaan antibiotic untuk persiapan kolon dapat menyebabkan kolotis pseudomembranosa. Untuk operasi elektif perlu dilakukan pembersihan kolon dilakukan dengan pemberian antibiotic oral. Antibiotic umumnya diberikan secara oral dan digunakn untuk mencegah infeksi oleh kiman anaeron maupun aerob dan tidak dapat diserap diusus sehingga berada dikolon. Cara lain ialahlavase usus yang dilakukan dengan minum air(atau melalui pipa lambung) selama beberapa jam sampai saluran cerna kosong. kecuali dalam keadaan obstruksi. dan kuman anaerob B.Coli dan Str.faecalis. 12.

terutama fungsi hepar dan ginjal. Selain itu. Pemilihan antibiotic Pilihan antibiotic yang akan diberikan ditentukan oleh jenis kuman penyebaninfeksi. Namun kombinasi diindikasi pada keadaan tertentu yaitu infeksi campuran 13 . Antibiotic kombinasi Pemberian antibiotic sebaiknya tidak dalam kombinasi sebab ini memudahkan terjadinya superinfeksi danresistensi kuman. 13. antibiotic sefalosporin lazim diberikan selama 1-3 hari pasca bedah endotrakeal. 16. Bila terdapat peritonitis maka diberikan antibiotic lebih lama Karen sebagai terapi. Bedah vaskuler Yang sering menyebabkan infeksi ianalah kokus gram positif. Pada keadaan yang membutuhkan pemberian antibiotic segera jenis kuman yang laxim ada daerah infeksi tersebut.keadaan itu usus akan cepat dipenuhi kuman yang berasala dari masa tinja. 15. harus dipertimbangkan keadaan penderita. 14.sehingga pemberian antibiotic golongan penisilin diberikan secara parental. Bedah apendik Pada apendisk tanpa perforasi kejadian infeksi pesca bedah jarang sekali terjadi. sehingga persiapan pembedahannya sama dengan persiapan prabdeah kolonrektal. status imunitas bahkan juga harga antibiotic. Prosthesis pembukuh yang sering digunakan merupakna benda sing karena itu infeksi dapat menyebakan dampak besar.

Kapasitas penyembuhan dan adaptasi pada umur muda akan lebih baik dsan sempurna daripada umur anak yang lebih besar. Kombinasi juga diberikan pada pengobatan awal infeksi berat yang penyebabnya belum jelas misalnya septismia atau meningitis purulenta. b. Umur Anak a. Sementara.misalnya pada pembedahan reseksi usus yang selalu tercamar banyak kuman. C. Dengan demikian pembedahan pada bayi yang baru berumur beberapa hari. 14 . yakni risiko narkose dan risiko pembedahannya sendiri. Ruang tumbuh nya lebih besar pada umur yang lebih muda. Semakin dini umur bayi. Pembedahan pada bayi dan anak mempunyai 2 risiko yang harus dihadapi. maka risiko untuk menghadai pembedahan (narkose dan tindakan pembedahan) semakin besar. antituberkulosis kombinasi pada tuberkolois justru menghambat terjadinya resistensi kuman tuberkolosis. hendaknya dimaksudkan hanya untuk kondisi tertentu sebagai “life threatening”. Kadanga diperlukan antibiotic untuk memndapatkan efek sinergi missal penisilin dengan aminoglikosida. Perioperatif Bedah Anak dan Perinatologi Penentuan waktu pembedahan elektif pada anak didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1.

dalam keadaan demikian hendak koreksi bedah dilakukan sebelum pasien memasuki masa usia sekolah. Bila memori bahasa (bicara) pada anak dengan sumbing langitan sudah terbentuk. fungsi jantung. Demikian juga kemungkinannya pada fungsi defekasi pada pasien-pasien yang sejak bayi sudah dilakukan kolostomi. misalnya fungsi fonasi pada kemampuan bicara. 15 . Di Indonesia yang masih memegang adat dan tradisi kekeluargaan yang kuat. sehingga memerlukan koreksi lebih awal tanpa mengurangi perhatian kita pada risiko-risiko pembedahan. Selain itu ada beberapa penyakit yang bisa regresi atau menghilang secara alami dengan semakin bertambahnya umur d. Juga pada fungsi penglihatan. Perkembangan anatomisnya sedang berlangsung. Semakin kecil umurnya semakin sulit identifikasi jaringannya. sering kali kecacatan bawaan menyebabkan “rasa malu” bagi keluarga. sehingga memerlukan terapi wicara untuk bisa melatih ulang fungsi bicaranya. dan tak jarang menjadi penyebab terjadinya konflik dalam keluarga. maka walaupun sumbingnya sudah di koreksi dengan baik tetapi kemampuan berbicaranya masih dengan nada fonasi semula. Perkembangan fungsi organ juga memberikan kontribusi pertimbangan terhadap waktu pembedahan. Keadaan psikologis dan kosmetis. Selain itu kecacatan juga sangat mempengaruhi perkembangan jiwa “si anak” itu sendiri.c. fungsi ginjal dan fungsi hemostasis terutama pada bayi. e. fungsi pernafasan.

Riwayat penyakit yang diderita. Adanya infeksi akut. Keadaan Anak yang Optimal a. terutama pada pembedahan mayor. dan kadar hemoglobin b. allergi terhadap obat tertentu harus sudah diketahui bahkan bile diperlukan sudah dilakukan pengobatan sebelum pembedahan dilakukan. c. Keadaan gizi anak. misalnya penyakit jantung bawaan. 16 . dimana banyaknya sekresi lendir dapat mengganggu pembiusan dan proses pulih sadarnya. Infeksi akut yang sering dijumpai pada anak adalah infeksi saluran nafas. Bila diperlukan dapat segera dilakukan pengobatan sebelum dilakukannya waktu pembedahan. Perlu diperhatikan berat badan. Mungkin diperlukan waktu beberapa lama untuk meningkatkan keadaan gizinya sebelum dilakukan pembedahan. Semua kinerja organ harus dalam kondisi optimal untuk dapat menghadapi stress narkose dan pembedahan. Keadaan gizi sangat berpengaruh terhadap proses penyebuhan dan daya tahan anak terhadap stress narkose dan pembedahan. d.2. asma bronkiale. misalnya dirumah ada keluarganya yang menderita morbili. Harus juga diperhatikan bahwa anak masih dalam masa inkubasi suatu penyakit.

spesialis anak dan spesialisasi lain yang akan menunjang kegiatan pembedahan. dan perawatan pada anak sangat spesifik. Beberapa keadaan penyakit dan penentuan waktu pembedahannya: 1. waktu yang dipilih disesuaikan dengan maslah yang dihadapi diatas. spesialis anestesi. Kemampuan spesialis bedah. pembedahan. b. terutama pada bayi. Berat badan lebih dari 10 pound 17 .3. terutama pada umur ini bentuk alae nasi cukup baik dan bila pada sumbing dua sisi. Dilakukan koreksi terhadap labioskisisnya. sebagai patokan. Pembedahan yang dilakukan pertama kali adalah labioplasti. sehingga tersedianya sarana ini mempunyai kontribusi dalam penentuan waktu pembedahan. waktu pembedahannya sesuai dengan “rule of ten”. Alat-alat pembiusan. Labiognatopalatoskisis Pembedahan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan keadaan pasien dan maslahnya a. prolabiumnya belum mengalami protusi berat yang dapat mengaggu koreksi bedahnya. Tahap pertama.   Umur lebih dari 10 minggu. Pertimbangan terhadap keselamatan pasien a.

Palatoplasti dikerjakan sebelum anak mulai belajar bicara. antara lain “b. Tahap selanjutnya dikerjakan bila mana diperlukan koreksi tambahan atau koreksi ulang terhadap kemungkinan penyulit. Pada bayi sering dijumpai dalam bentuk fistel. Diharapkan seluruh koreksi sudah selesai pada saat anak mulai masuk sekolah. pembedahan nya sulit dan sering residif. Hasil baikl bila fungsi bicaranya baik. bila sudah terjadi infeksi. Biasanya ditemukan pada anak besar. 2. Tahap kedua. Penentuan waktu pembedahan sebaiknya berdasarkan “Rule of ten” b. Sebaiknya dilakukan pembedahan sebelum terjadi infeksi. c. Kista tiroglosus atau kista duktus tiroglosus persisten. Koreksi terhadap defek pada palatum yang menyebabkan “nasal escape” terutama pada fonasi suara letup. Kelainan daerah leher a. Sinus atau kista brokogenik. Merupaka kelainan disepanjang celah insang. d. terutama celah insang ke dua yang berjalan dari bagian depan telinga menyusuri tepi depan otot sternokleidomastoideus.000 b. g” dan belum terjadi atrofi pada otot elevator daan tensor palatini. yaitu umur 11-12 bulan. 18 .  Kadar hemoglobin lebih dari 10 g% Jumlah hitung lekosit kurang dari 10.

biasanya 90% akan berhasil. bila dibiarkan maka akan terjadi perubahan kedudukan mata. hemihipoplasi kepala. Tortikolis. pengobatan seri kedua dilanjutkan dan seterusnya. Tanpa fisioterapi . biasanya baru menghilang dalam 10 bulan. Biasanya baru tampak setelah berumur 1-2 bulan. Hal ini dikerjakan pada hemangioma lyas dan tidak dalam. kemudian istirahat selama 5 minggu. fase 4regresibisa dipercepat dengan cara  Kontak radiasi sedalam 5 mm. Bila tumor masih membesar. dengan 3 kali penyinaran 300 rad. dapat dilakukan injeksi NaCl3% sebulan sekali pada pangkal benjolan  Pada hemsangioma luas dan dalam. letak skapula jadi tidak sama tinggi.c. diberikan cosrtcosteroid dosis tinggi selama5-7 minggu. Pengobatan dihentikan bila benjolan mengecil atau menetap ukurannya. akan terjadi diplopia d. 19 . Hemangioma. Pada bayi sebaiknya dilakukan fisioterapi dahulu. Selanjutnya dilakukan evaluasi apakah terjadi pengecilan. Radiasi pada kepala dan mama akan menganggu perkembangan organ tersebut. dsn biasanya bisa regresi mulai umur 18-24 bulan. dimana sudah terjadi fibrosis sehingga terjadi pemendekan otot sternokleidomastoideus. Bisa meluas sampai umur 12 bulan. Bila koreksi pada umur tua.  Pada hemangioma tidak luas tetapi dalam.

Pembedahan dikerjakan segera setelah diagnosis ditegakan. Pembedahan dini dikerjakan pula bila terletak ditempat yang mudah terkensa cedera. Penyakit ini bisa dibiarkan bila tanpa keluhan. e. 20 . Pembedahan dikerjakan dini bila letaknya di palpebra. Bila terjadi infeksi. maka pembedahan akan semakin sulit karena perlengketannya. Limfangioma tidak terjadi regresi spontan dan bersifat radioresisten.dilakukan insisi drainasedan pemberian antibiotika. ketiak. Pembedahan ini cukup sulit. b. telinga. pembedahan dilakukan 2-3 bulan kemudian setelah infeksi mereda. Tumor inni mempunyai kista mikro dan kista makro. yang bila meluas bisqa menyebabkan destruksi jaringan. misalnya peerineum. Limfangioma. Sebaiknya pembedahan dikerjakan setelah daun telinga berhenti berkembang pada umur 5 tahun. 3. Bila terjadi abses. Kelainan pada telinga a. Tumor akan cepat membesar bila terdapat proses radang pada jaringan didekatnya. sehingga sulit diangkat sekaligus. semakin lama ditunda. Pembedahan deefinitif dilakukan setelah infeksi mereda. lakukan pengobatan terlebih dahulu. Sinus preaurikular. Makro dan mikro aurikel. hidung dan bibir.

Gangguan penurunan testis. b. Hernia umbilikalis. bila gagal lakukan pembedahan. dan dilakukan repair primer pada umur tersebut. Umumnya dapat menutup sendiri. pembedahan biasa dikerjakan pada umur 2 tahun c. Bisa berupa arest (kriptorkismus) atau ektopik. Kelainan pada lipat paha dan genitalia eksterna a. Hernia lipat paha. Sedangkan hidrokel komunikans perlu pembedahan. Bila lubang nya kecil. cairannya akan diresopsi sendiri oleh tubuh. Hernia para umbilikal tidak menutup sendiri. Hidrokel testis atau funikuli. penutupan bisa dipercepat dengan menggukana koin dan plester. ditutup sesuai dengan “rule of ten” 5. Persisten duktus urakus dan persisten duktus omfalo mesenterikus. Disiapkan sedini mungkin. Granuloma umbilikalis.6 tahun. yakni sewaktu anak berumur 2. Kelainan umbilikus a. Dicoba dulu dengan pemberian AgNO3 3%. Bila lubangnya cukup besar dan dalam umur 2 tahun tidak terjadi penutupan sebaiknya dilakukan repair hereniorafi. Waktu pembedahan yang tepat sesuai dengan “rule of ten” c.4. karena potensial adanya bahaya inkarserasi b. Pembedahan yang 21 . Hidrokel non komunikan. Pembedahan dilakukan sebelum fungsi spermatogenesis berhenti.

Biasanya pembedahan dikerjakan 2 tahap. Pada phymosis bisa dicoba secara konserfativ dengan dilatasi preputium. maka spermatogenesis akan terganggu. Keadaan emergensi juga bisa terjadi bila retensio urin. e. sebaiknya segera dilakukan sirkumsisi. Sirkumsisi pada neonatus bisa dikerjakan dengan anestesi lokal. caranya: dengan menarik preputium penis ke posterior sehingga terdilatasi sendiri secara bertahap.dikerjakan setelah saat itu. Hipospadia. hati-hati jangan sampai terjadi paraphymosis yang merupakan keadaan emergensi. uretroplasti dikerjakan pada umur 2 tahun Pembedahan tambahan atau koreksi atas penyulit diselesaikan sebelum anak masuk sekolah (umur 5 tahun). Bila dalam perjalanan nya sering terjadi keluhan kesulitan buang air kecil (retensio urin) ataau balanitis. selain itu pada umur tersebut anatomis penis sudah cukup panjang 22 . Phymosis penis.   Tahap selanjutnya. sedangkan fungsi hormonalnya ntidak tergsanggu. d.  Tahap pertama dilakukan eksisi kordee yang dikerjakan pada umur 1 tahun. (Pada dasarnya sirkumsisi dapat dikerjakan mulai masa neonatus sampai anak besar).

maka eksisi dikerjakan pada umur 1 tahun. 23 . iv. ii. Bila tidak mengganggu.6. Kelainan tersebut mempunyai potensi yang berbahaya. Sindaktili. karena kesulitan memakai sepatu. Polidaktili. Kelainan dapat sembuh spontan. iii. Penentuan waktu pembedahan pada jari tangan didasarkan pada “rule of ten”. Umur yang optimal Untuk menentukan umur yang tepat. Menunggu sampai pertumbuhan organ tersebut cukup matang. Kemungkinan penyembuhan dengan tindakan konservatif dan operasi baru dilakukan bila tindakan tersebut gagal. penetuan berdasarkan permintaan keluarga b. harus diperhatikan sifat kelainan yang bersangkutan. yaitu: i. Sedangkan pada jari kaki. Kelainan pada tangan-jari a. sehingga oprasi kelak akan mencapai nilai kosmetik dan fungsionak yang maksimal. Penentuan waktu pembedahan elektif pada anak didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut : Dalam menentukan waktu optimum untuk operasi elektif pada anak harus dipertimbangkan 2 hal : a. pada jari kaki dikerjakan setelah umur 1 tahun. Eksisi pada jari tangan dierjakan pada umur 5 tahun.

leukositisis atau demam. Kapasitas penyembuhan dan adaptasi pada usia muda akan lebih baik dan sempurna daripada usia tua. dengan lebih cepat memperbaiki kelainan yang terdapat pada anak. 3. 24 . perceraian atau kematian. Menghindarkan kelainan psikologis anak. Menghindarkan trauma psikis yang besar pada orang tua penderita. misalnya tinitis akut. Disamping pertimbangan diatas sehingga operasi harus menunggu umur dan waktu tertentu. yaitu: 1. Keadaan gizi anak ii. yaitu sebelum anak banyak bergaul dengan anak yang lain. Keadaan anak yang optimal Keadaan anak prabedah yang harus diperiksa baik oleh dokter anak yang mengirim maupun oleh dokter bedah yang akan mengoperasi anak tersebut meliputi: i.b. Adakah infrksi akut. 4. 2. terdapat pula factor-faktor yang mengharuskan rencana operasi dipercepat. iii. Kadar hemoglobin dan adakah kelainan system pembekuan darah. lebih besar pada usia muda akan lebih muda. Rangsangan untuk tumbuh. Kemungkinan anak masih dalam masa inkubasi suatu infeksi (di rumah penderita anak lain sakit morbili). Lingkungan penderita: ketegangan dalam keluarga. v. iv.

Contoh Bedah plastik 2. operasi bedah organ besar dapat mengurangi fungsi tubuh Klasifikasi menurut lokasi Sistem Tubuh 1. Eksternal -> kulit atau jaringan dibawahnya .disfigurasi/ perubahan langsung yang dapat dilihat.kerugian dapat meninggalkan jaringan parut . Bedah kardiovaskuler 25 . 3. jiwa dan nyeri Klasifikasi Bedah 1. Internal ->penetrasi jaringan dalam tubuh. Lokasi Luas Ekstensi atau tujuan bedah Lokasi 1. 2. Kesimpulan Pengertian Bedah merupakan salah satu bentuk terapi medis Dapat mendatangkan stres karena dapat ancaman terhadap integritas tubuh. sering terjadi perlengketan.BAB III PENUTUP A.

anestesi lokal. Bedah thorax Bedah syaraf Bedah kebidanan Bedah tulang dll Menurut Luas Jangkauan 1. 4. Kosmetik -> memperbaiki bentuk. 2. Contoh mengganti katub mitral yang lemeh. risiko tehadap hidup sedikit. 5. Contoh simpathek tomi 5. Bedah Mayor ->anestesi umum. Paliatif -> mengurangi gejala tanpa menyembuhkan penyakit. Kata-kata akhiran dalam bedah 1. ektomi -> pengangkatan organ atau kelenjar rrhapy/rapi -> penjahitan atau membuat beberapa jahitan. 26 . Bedah Minor bedah sederhana.2. 4. dilakukan di RS. eksplorasi. dapt dilakukan di klinik. rawat inap/ rawat jalan Tujuan Tindakan Bedah 1. 3. 2. Contoh :biopsi. memaku tulang. menyambung daerah yang rusak. Dignostik -> menentukan sebab gejala. laparatomi Kuratif -> contoh Apendektomi Restoratif-> memperkuat daerah pemulihan. 3. Contoh Rhinoplasti Istilah dalam Operasi Diberi nama menurut lokasi menurut tipe pembedahan. memperbaiki deformitas. 6. 2.

5. 3.faktor Risiko terhadap Bedah 1.3. 4. Usia Nutrisi Ketidaksempurnaan respon neuroendokrin Penyakit kronis Merokok Persiapan sebelum operasi 1. soflens. Cek gelang identifikasi Lepas alat-alat/ protese (gigi palsu. 4. 5. 4. 3. Ostomi -> membuat lobang (stoma) Plasti -> perbaikan menurut bedah plastik Skopi -> meneropong ke dalam Faktor. 2. 8.dll) Lepas perhiasan Bersihkan cat kuku k/p 27 . 3. Diet Kulit Persiapan psikologis Penjelasan tentang operasi Latihan bernafas dalam dan batuk Latihan kaki Mobilitas Membantu kenyamanan Pelaksanaan Persiapan Akhir sebelum Operasi 1. 2. 4. 6. 7. 2. 5.

kateter menetap. skintest antibiotika Cek kelengkapan status : Persiapan status pasien Cek persiapan kulit Cek tanda vital. Pengelolaan Keamanan Jaminan penghitungan kasa. EKG Rekam medik Komunikasi Intra Operatif 1. 3. BB dan TB Obat-obat Premidikasi Pengobatan reguler dicatat Informed concent Pemeriksaan laboratorium. 7. Perioperatif/Intra Operatif 1. 4. jarum. 2. 6. Menjelaskan nama pasien Menyampaikan bentuk bedah yang akan dilakukan Menyiapkan alat-alat /instrumen yang diperlukan Menerangkan keterbatasan gerak Menerangkan gangguan akibat bedah Menerangkan tingkat kesadaran setelah operasi Komunikasi tentang perlengkapan operasi.5. radiologi. Kolaborasi dengan dokter: pasang infus. 6. 5. instrumen 28 .

Pemantauan Fisiologik Memantau balance cairan Membandingkan data normal dan abnormal (vital sign) Melaporkan perubahan-perubahan vital sign Pemantauan psikologi (sebelum induksi atau bila pasien sadar): menyiapkan bantuan emosional. B. mengkomonikasikan status emosional kepada anggota keluarga dari tim kesehatan. membuka daerah untuk operasi. Saran Dengan penulisan makalah ini.Mengatur posisi pasien: posisi fungsional. 29 . menmasang alat grounding. Oleh karena itu. penulis berharap agar dapat menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca. harapan penulis kepada pembaca semua agar bersedia memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun. mempertahankan posisi selama tindakan. menyiapkan bantuan fisik 2. mempertahankan status emosional.

Ilmu Kesehatan Anak Nelson Volume 1.html http://www.php/usingjoomla/extensions/templates/atomic/home-page-atomic/86-art-kesehatan/124persiapan-bedah-anak.com/2010/02/pembedahan-pada-anak-kapansebaiknya.id/index.com/2012/07/persiapan-pemeriksaan-rutin-prabedah. Jakarta:Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Terjemahan olehA. Hassan.dokterbedahherryyudha. 1999.blogspot.html 30 .Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 1 .DAFTAR PUSTAKA Behrman.html http://rsudaws.kaltimprov.go. Samik Wahab (Ed) dari Nelson Textbook of Pediatrics 15/E (1996). Rusepno dan Husein Alatas (Eds). 1985. Jakarta: EGC. Richard E dkk (Eds). http://bedahanak-rsudaws.