Anda di halaman 1dari 14

Kasus 3 : gastoenteritis STEP 1 ( TERMINOLOGI

)
1. Gastroentritis 2. Lendir 3. Muntah Jawaban : 1. -. Peradangan pada lambung dan usus,dengan gejala diare dengan atau tanpa muntah. -. Disertai diare dan peningkatan suhu. -. Anoreksia,nyeri lambung,infeksi organisme 2. Sejenis fluida yang memiliki konsentrasi pekat. 3. Mengeluarkan isi perut melalui mulut. -. Tipe-tipe peradangan a. Iritaition gastrik,( tidak tahn makanan pedas & alkohol ) b. Korosiv gastrik,( tidak tahan makanan asam ) c. Gastrik P.akut, ( disebabkan oleh bakteri) d. Gastrik akut hemoragi, ( komplikasi )

Klasifikasi enzim dan tipe reaksi yang dikatalis . Lapisan mukosa 5. Enzim pada lambung dan usus halus 9. Anatomi lambung 2. Pusat rasa lapar di bagian mana dan sistem apa 11. Mekanisme lemas dan muntah serta pencernaan makanan 3. Fungsi lambung 6. Hormon yang mempengaruhi sekresi enzim 10. Pengaruh makanan terhadap pencernaan 14. Macam – macam sel pada lambung dan saluran gastrointestinal 7. Mineral yang penting dalam tubuh 13.STEP 2 1. Struktur intestinal 12. Traktus gastrointestinal 4. Otot yang bekerja pada saluran gastrointestinal 15.

Cardiac : Menghubungkan esofagus dengan lambung (2). Tunica Submucosa ( Terdiri dari jaringan ikat longgar ) c.peradangan ini diakibatkan oleh iritasi lambung. Terbagi menjadi : a. Fundus : Kepala Lambung (3). Tunica muscularis ( Terdiri dari jaringan otot dan banyak terdapat pembuluh darah ) d. (1). Pilorus : Menghubungkan lambung bawah dan usus halus 2. Sistem pencernaan : mulut – terjadi pencernaan secara mekanik dan kimiawi .esofagus (berupa bolus) – lambung (terjadi proses peristaltik yang akan membentuk bubur kim ) – usus halus ( terjadi proses penyerapan sari – sari makanan ) – usus besar – rektum .lalu terjadi penolakan sehingga makanan keluar dari mulut. Traktus gastrointestinal adalah saluran makanan yang panjang dari mulut sampai anus. 3. Muntah diakibatkan oleh peradangan.terdapat enzim untuk proses pencernaan kimiawi ) b. -. Lemas diakibatkan oleh dehidrasi sel karena banyaknya cairan yang keluar akibat diare -. Porus : Badan lambung (4). Tunica Mucosa ( Lapisan paling dalam. Tunica serosa ( Lapisan terluar dan sangat tipis ) .STEP 3 1.

. Pepsin -. Menambahkan cairan asam pada makanan b.kalsium. Melanjutkan pencernan dari mulut 6. mengubahnya melalui aktivitas otot menjadi masa kental (bubur kim ) c. Sel pariental zimogen sel mucosa 7.4.magnesium. Lipase 7 a.posfat. Tripsin -.di usus halus 8. LO 9. Lapisan mukosa : lapisan longitudinal yang terdapat dalam lambung . Lambung : -. HCL Usus Halus : -.di lambung b. 5. Renin -. Kalasitokinin.klorida.kalium. Gastrin. Amilase -.bikarbonat. Natrium. a. LO 10.

Otot rangka : sadar . LO 12. Otot lurik : dibawah sadar -. -.11. Otot polos : dibawah sadar -.

Mual (2). Mekanisme muntah (1). Pencernaan d. Retching (3). Sekret : berupa air. Muntah . Penyerapan e.STEP 4 1. Motilitas : mendorong dan mencampur b. Defekasi 2. Proses pencernaan makanan a.mineral dan enzim c. Letak eosofagus Depan trakhea posterior terhadap cervic 3.

Klasifikasi enzim. Fungsi mineral dalam tubuh 6.STEP 5 ( LO ) 1. Pengaruh makanan terhadap pencernaan 4.dan tipe pereaksi yang dikatalisnya 5. Pengatur syaraf dan hormon pada otot polos dalam sistem pencernaan STEP 6 ( BM ) . Struktur intestinal 3. Sistem dan bagian pengatur rasa lapar 2.

Pada Hipotalamus tedapat pusat pengaturan pusat makan dan pusat rasa kenyang. Enzim diberi nama sesuai dengan nama substrat dan reaksi yang dikatalisis. struktur enzim tidak berubah baik sebelum dan sesudah reaksi tetap. 4. serta membantu reabsorpsi makanan . iritasi berkaitan dengan pedas. Enzim merupakan senyawa organik bermolekul besar yang berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi metabolisme di dalam tubuh tumbuhan tanpa mempengaruhi keseimbangan reaksi. Sedangkan pusat kenyang di atur oleh nukleus vontromedial hipotalamus. biasanya ditambah akhiran ase. . pengaruh makanan terhadap pencernaan itu dapt menyebabkan iiritasi. maka akan menyebabkan rasa lapar yang besar sehingga menyebaban seseorang menjadi rakus jika terus berlanjut dapat menyebabkan kegemukan(obesitas). Enzim tidak ikut bereaksi. bagian enzim yang aktif adalah sisi aktif dari enzim.STEP 7 1. Pusat makan di atur oleh Nukleus lateral hipotalamus. Gastrointestinal terdiri dari jaringan epitel slindris selapis bercilia yang mana berguna dalam penyerapan nutrisi dalam usus. alkohol dan sejenis obat (SALISILAT) yang mengakibatkan terjadinya iritasi pada mukusa lambung. 3. 2. Enzim sebagai biokatalisator. Jika Nukleus lateral hipotalamus di beri rangsangan.

Enzim dibagi ke dalam 7 golongan besar: Kelas Oksidoreduktase (nitrat reduktase) Transferase (Kinase) Hidrolase (protease. lipase. bukan protein struktural Tidak semua protein bertindak sebagai enzim Sifat enzim : . amilase) Liase (fumarase) Isomerase (epimerase) Ligase/sintetase (tiokinase) Polimerase (tiokinase) Susunan enzim : • • • Tipe reaksi memisahkan dan menambahkan elektron atau hidrogen memindahkan gugus senyawa kimia memutuskan ikatan kimia dengan penambahan air membentuk ikatan rangkap dengan melepaskan satu gugus kimia mengkatalisir perubahan isomer menggabungkan dua molekul yang disertai dengan hidrolisis ATP menggabungkan monomer-monomer sehingga terbentuk polimer Komponen utama enzim adalah protein Protein yang sifatnya fungsional.

peningkatan konsentrasi enzim memacu aktifitasnya 15. memacu aktifitas enzim: Mg. minimum 0 0C. substrat yang banyak mula-mula memacu aktifitas enzim. Mn. luas permukaan besar. pH dll 4. bersifat hidrofil 2. Enzim bersifat koloid. pH. tetapi kemudian menghambat karena: penumpukan produk (feed back effect) 14. Ag 12. Enzim tidak ikut terlibat dalam reaksi. menghambat aktivitas enzim: Pb. Zn. Fe 11. Suhu: optimum 300C. Cu. memacu aktifitas enzim 16. Vitamin.• • • Enzim dibentuk dalam protoplasma sel Enzim beraktifitas di dalam sel tempat sintesisnya (disebut endoenzim) maupun di tempat yang lain diluar tempat sintesisnya (disebut eksoenzim) Sebagian besar enzim bersifat endoenzim 1. Logam berat. memacu aktifitas enzim Penghambatan aktifitas enzim ada dua tipe: . amilase kondisi netral. Enzim sangat peka terhadap faktor-faktor yang menyebabkan denaturasi protein misalnya suhu. struktur enzim tetap baik sebelum maupun setelah reaksi berlangsung 7. tergantung pada jenis enzimnya (pepsin aktif kondisi masam. Enzim dapat dipacu maupun dihambat aktifitasnya 5. Co. Konsentrasi enzim. maksimum 400C 10. Dapat bereaksi dengan senyawa asam maupun basa. Enzim bermolekul besar 8. Enzim bersifat khas/spesifik 9. Logam. kation maupun anion 3. Cd. Air. tripsin kondisi basa) 13. Konsentrasi substrat. Enzim merupakan biokatalisator yang dalam jumlah sedikit memacu laju reaksi tanpa merubah keseimbangan reaksi 6.

Mineral juga berperan penting dalam pembentukkan struktural dari jaringan keras dan lunak. reproduksi. Makromineral adalah mineral-mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang cukup besar. pemanfaatan dan penyimpanan vitamin B1 dan aktifitas enzym dalam metabolisme karbohidrat. mangan. Mineral yang diperlukan tubuh dapat dibagi menjadi 2 kelas. 3. sedangkan yang termasuk di dalam mikromineral adalah tembaga. Tanpa adanya mineral. iodin. meningkatkan . 4. memungkinkan berfungsinya vitamin C dalam tubuh. Yang termasuk di dalam kelas makromineral adalah kalsium. pertumbuhan. sebaliknya mikromineral adalah mineral-mineral yang diperlukan dalam jumlah yang sedikit.1. fosfor. hati dan bahkan tulang. magnesium. pembekuan darah. Mn (manganese) untuk meningkatkan kesehatan sendi. I (iodine) untuk meningkatkan warna dan penyusunan rambut. dan kalium. Mineral merupakan senyawa esensial untuk berbagai proses selular tubuh. kerja sistem enzim. Terjadi kompetisi antara substrat dengan inhibitor untuk bergabung dengan sisi aktif enzim (misal feed back effect) 2. tubuh tidak mungkin dapat berfungsi dengan semestinya. fluorin dan zink. kobalt. Non kompetitif: zat penghambat menyebabkan struktur enzim rusak sehingga sisi aktifnya tidak cocok lagi dengan substrat 5. phsyologi otot. kontraksi otot dan respon saraf serta dalam pembekuan darah. metabolisme Ca. Kompetitif: zat penghambat mempunyai struktur yang mirip dengan substrat sehingga dapat bergabung dengan sisi aktif enzim. Mg (magnesium) untuk menguatkan tulang dan sendi. besi. memungkinkan berfungsinya vitamin B kompleks dalam tubuh yang normal. tubuh mengambilnya dari otot. Ca (calcium) untuk pembentukan tulang dan gigi. Saat tubuh kekurangan asupan mineral-mineral tersebut. Manfaat Mineral Dalam Tubuh Manusia Tubuh manusia memerlukan mineral: 1. yaitu makromineral dan mikromineral. 2.

Kegemukan. Pengapuran. 12. Cr (cromium) untuk menjaga kadar gula. berfungsi dalam pankreas. Kanker. Batuk. Fe (iron) untuk mempertahankan pigmentasi rambut. 10. 7. bertanggung jawab terhadap lebih dari 20 makanan reaksi enzym. Kram. Jerawat. membantu memproduksi energi dalam sel. 6. 9. meningkatkan daya tahan terhadap stress dan penyakit. Leukemia. Diabetes. Arthritis sendi. Gigi. Zn (zinc) untuk meningkatkan seksualitas. 11. Sariawan. Tenggorokan gondok. Sakit pinggang. P (phosphorus) untuk mencegah kelelahan fisik dan mental.metabolisme lemak. Penyakit kukit. meningkatkan penyerapan vitamin A. Epilepsi. sebagai komponen enzym-enzym. berfungsi dalam metabolisme lemak. Maag. Ambeien. meningkatkan kekuatan fisik dan mental. Kerontokan. 6. unsur terpenting dalam hemoglobin eritrosit. Sistem syaraf entrisik . Na (sodium) untuk mengatur metabolisme garam-garam dan pengatur keseimbangan air. 13. merangsang reaksi metal. Katarak. F (fluoride) untuk membantu pertahanan terhadap kerusakan gigi. Jantung. Stress. Alergi. adalah salah satu unsur pokok dalam protoplasma sel. Artheriosklerosis. Caries. Tekanan darah tinggi/rendah. Seperti: Stroke. Kekurangan Mineral Akan Menimbulkan Penyakit Degeneratif. Ginjal. 8. Cu (copper) untuk menjaga kesehatan kulit. Parkinson. Asma. meningkatkan penyerapan vitamin E. 5. Pusing. berfungsi dalam mekanisme pernapasan. Asam urat. Susah tidur. Tulang retak. Anemia. Hepatitis. Se (selenium) untuk meningkatkan efisiensi dan metabolisme tubuh. Impoten. K (potassium) untuk meningkatkan tenaga. Kelelahan. karbohidrat dan protei. Sembelit.

kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin yang terdapat pada sistem pencernaan .• Pleksus mesentrikus Mempersyarafi otot polos longitudinal dan otot polos sirkular yang terdapat pada sistem pencernaan • Pleksus submukosa Mempersyarafi epitel kelenjar.