Anda di halaman 1dari 2

Klarifikasi

Klarifikasi digunakan untuk menghilangkan benda atau zat yang melayang dalam air, membuat air keruh menjadi air yang jernih. Serta dapat mengurangi kandungan zat besi, mangan, materi organik, minyak dan warna pada air. Juga menurunkan tingkat kesadahan air. Menggunakan bahan kimia untuk mengendapkan partikel yang melayang dalam air. Proses klarifikasi, antara lain. Koagulasi. Partikel atau benda yang melayang dalam air, cenderung mempertahankan diri satu sama lain. Partikel atau benda tersebut mempunyai muatan yang sama, sehingga saling tolak menolak. Jika muatan tidak stabil, maka antara partikel tadi akan terjadi tarik menarik dan mengumpul menjadi lebih besar (flok - kumpulan partikel perkecil). Bahan kimia untuk men-tak stabilkan tersebut dinamakan Koagulan, biasanya dicampurkan sebelum masuk klarifier. Koagulan yang paling banyak digunakan adalah aluminum sulfate (alum), ferric sulfate dan ferric chloride.
Al2(SO4)3 + 6H2O  6H+ + 3SO42- + 2Al(OH)3 Selain alum, ferric sulfate, Fe2(SO4)3, dapat digunakan. Besi akaan bereaksi dengan hidroksida air membentuk ferri hidroksida Fe2(SO4)3 + 6H2O 6H+ + 3SO42- + 2Fe(OH)3 Ferric chloride (FeCl3) adalah alternatif ferri sulfat. FeCl3 + 3H2O 3H+ + 3Cl- + Fe(OH)3 Alkali ditambahkan pada klarifier dengan kisaran pH 5.5 sampai 6.5

Koagulan mempunyai muatan positif, yang terbentuk dari kation logam, berikatan

Flokulasi.Chlorine: minimal 0. Makroflok yang jatuh ke dasar akan membentuk endapan lumpur. Pada umumnya penambahan disinfektan (kaporit atau sodium) dilakukan setelah injeksi koagulan pada klarifier. Kation logam bereaksi dengan hidroksida air membentuk logam hidroksida membentuk gumpalan kecil. Air yang terbentuk di atas lumpur akan mengalir dan siap untuk proses pengolahan selanjutnya. dinamakan makro flok atau agglomerated flok dengan penambahan Polimer.5 ppm .5 sampai 6. dinamakan Flok. bahan organik (penyebab bau) serta koloid akan terikat dalam ikatan Flok.ppm . tidak berubah . Tetapi penambahan Koagulan yang berlebih akan menyebabkan bahan yang terendap akan menjadi pecah karena muatan yang berlebih dari koagulan. Langkah terakhir proses klarifikasi adalah sedimentasi. Karenanya pH harus dinaikkan dengan penambahan kaustik (sodium hydroxide) atau alkaline (kimia dengan pH tinggi). Sedimentasi.pH: no limit -> 5.Turbidi atau kekeruhan inlet dari natural menjadi kurang dari 10 ntu . gumpalan kecil tersebut diubah menjadi lebih besar.Hardness: tidak berubah . sehingga pH air menjadi turun.5. Lumpur dibuang lewat klarifier blowdown.dengan partikel dalam air yang bermuatan negatif. lalu pengaturan pH (kaustik) dan terakhir dengan penambahan polimer. ferric sulfate dan ferric chloride adalah koagulan yang bersifat asam. Lumpur akan mengarah ke tempat tertentu di bawah dengan bantuan scraper. yang dapat terlihat.Minyak : 10 ppm -> 0. Pada langkah klarifikasi selanjutnya. Zat warna.5 akan membuat koagulan bekerja optimal.5 . Polimer adalah senyawa organik berantai panjang dan mempunyai kisaran kerja pada pH tertentu. Alum (aluminum sulfate).TDS.5 – 6. Penyesuain pH antara of 5. Hasil yang diharapkan dari proses klarifikasi adalah: .