Anda di halaman 1dari 49

Tutor 13 Trigger 3

Steroid : senyawa yang mengandung cincin perhidrosiklo pentanofenatern  Klimakterium : penurunan testosteron pada usia 40-50 tahun  Spermatogenesis: proses pembentukan sperma  Libido : nafsu seksual  Pubertas : masa akhil balig/ aktifnya hormon testosteron  GnRH : hormon yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofise anterior untuk menghasilkan FSH/LH  Testosteron : hormon seks pada laki-laki

1.
2. 3. 4. 5.

Sebutkan tanda seksual primer dan sekunder laki-laki pada masa pubertas! Apa pemicu hipotalamus mengeluarkan GnRH? Sebutkan efek testosteron pada organ lain selain organ seksual! Sebutkan faktor lain yang menyebabkan penurunan testosteron! Apa ciri-ciri yang terlihat secara fisik yang ada pada laki-laki saat masa klimakterium?

Tanda perubahan seksual : a) Primer : ▪ Sudah terjadi spermatogenesis ▪ Libido b) Sekunder : ▪ Pertumbuhan organ-organ seksual 2. Hilangnya inhibisi hormon yang berjenis steroid 3. Efek testosteron terhadap organ lain :  pertumbuhan jakun  Perubahan suara  Pemanjangan tulang 4. Trauma hipotalamus dan gangguan pada testis seperti hidrokel 5. Rambut berkurang, berkurangnya derjat kemampuan ereksi
1.

.

Anatomi & histologi 2. GENITALIA MASKULINA : 1. Fisiologi : a) Pembentukan testosteron b) Mekanisme kerja testosteron : ▪ Terhadap penurunan testis ▪ Dalam spermatogenesis ▪ Terhadap perkembangan seks primer dan sekunder ▪ Masa klimakterium dan kelainan terhadap kadar testosteron .1.

1. Genitalia masculine a) Anatomi genitalia masculine Interna ▪ Testis ▪ Epididymis ▪ Duct. Deferen ▪ Vesicular seminalis ▪ Duct. Ejakulatorius ▪ Urethra Eksterna ▪ Penis ▪ Scrotum .

INTERNA  TESTIS  Didalam scrotum  Ada 2. deferen ▪ Arteri diferensia . kiri dan kanan  Kiri > rendah  Digantung oleh FUNICULUS SPERMATICUS ▪ Funiculus spertaticus berisi : ▪ Arteri testicularis ▪ Plexus pampini formis ▪ Arteri cremastericus ▪ Duct.

.

Punya tolus cranialis dan caudalis  Pembungkus  Tunika vaginalis ▪ Lamina parietalis  Cavum vaginale (berisi cairan) : jika terjadi peningkatan cairan (hidroker) akan mengakibatkan penekanan pada testis dan mengganggu spermatogenesis ▪ Lamina visceralis  Tunika albuginea ▪ Yang membentuk septa testis ▪ dan membentuk testis menjadi lobules”  .

.

cava inferior dan vena testicularis sinistra bermuara ke vena renalis sinistra . setelah melewati canalis inguinalis disebut vena testicularis ▪ vena testicularis dexstra akan bermuara ke V. vascularisasi testis  arteri testikularis cabang dari aorta abdominalis  vena ▪ plexus pampini formis.

corpus dan cauda  fungsi untuk menyimpan sperma sampai matang  dan akan berlanjut ke duct. Deferen DUCTUS DEFEREN  saluran yang membawa sperma dari apedidymis  berada di dalam funiculus spermaticus dan masuk ke cavum pelvis melalui annulus inguinalis superfisialis dan keluar di annulus inguinalis profundus dan memisahkan diri dan berjalan sampai di posterior vesica urinaria dan bergabung dengan duct vesica seminalis membentuk duct ejakulatorius .  EPIDIDYMIS  terdiri dari bagian caput.

.

.

.

Deferen dan membentuk ductus ejakulatoriun dan menembus glandula prostat DUCTUS EJAKULATORIUS  saluran yang menembus prostat dan bermuara di urethra pars protatica URETHRA  saluran yang membuang urin ke dunia luar  terdiri dari pars prostatica (muara duct. Ejakulatorius). dan pars spongiosa . pars membranasea.   VESICULAR SEMINALIS  glandula yng terletak antara rectum dan vesica urinaria  dan menghasilakan secret semen  ductus vesicular seminalis akan bergabung dengan duct.

.

.

EKSTERNA  PENIS  terdiri dari radix ▪ bulbus ▪ M. bulbo spongiosus : membersihkan sisa” urin atau sperma dari urethra ▪ ke anterior akan menjadi corpus spongiosum  ditembus oleh urethra  dianterior membesar menjadi glans penis .

ischio cavernosus : membantu ereksi ▪ keanterior menjadi corpus cavernosum ▪ Vascularisasi ▪ Arteri dorsalis penis cabang dari iliaka interna ▪ Arteri profunda penis cabang dari iliaka interna ▪ Vena dorsalis penis bermuara ke iliaka interna .▪ Crus penis ▪ M.

.

.

B. S DAN SEL LEYDIG  FUNGSI : SPERMATOZOA.SEMINIFERI  TUBULI SEMINIFERI : KELENJAR TUBULAR. L. ALBUGINEA. 25-75gr KAPSUL : TUNIKA VAGINALIS. V.UKURAN : 2X3X4 cm. EKSOKRIN. TESTOSTERON   . 1-4 T. VASKULOSA  MEDIASTINUM : JARINGAN IKAT  SEPTUM : JARINGAN IKAT  LOBULI : 200-300 BUAH. ENDOKRIN  JARINGAN IKAT INTERSISIAL : A.

.

INHIBIHIN. NUTRISI. PPA. PUCAT. FAGOSITOSIS.E HALUS  FUNGSI : PENYOKONG. PELEPASAN    .BENTUK : KOLUMNAR SITOPLASMA : JERNIH. SAWAR. NUKLEOLUS BESAR  ORGANEL : R. BESAR. CAIRAN. TONJOLAN LATERAL NUKLEUS : LONJONG. ESTROGEN. SPREMIASI.

.

DITEPI SITOPLASMA : MERAH. K. ESTEROGEN .      BENTUK : OVAL UKURAN : BESAR/ VARIASI NUKLEUS : BESAR. VAKUOLA. GRANUL HALUS. BULAT. MITOKONDIA FUNGSI : TESTOSTERON.E HALUS. REINKE ORGANEL : R.

.

PUCAT. KEPALA. B SPERMATOSIT PRIMER : BESAR. BULAT. GELAP. INTI BULAT. KR. INTI BULAT. KR. INTI PUCAT. A. PUCAT SPERMATID : KECIL. BESAR. KASAR. GELAP SPREMATOSIT SEKUNDER: KECIL. OVAL. LEHER. PUCAT. INTI BULAT.     SPERMATOGONIA : A. EKOR . DITEPI SPERMATOZOA : KECIL. KECIL. HALUS.

.

P. 50 cm JUMLAH : 400-600 BUAH EPITEL : GEMINAL BERLAPIS KOMPLEK SEL EPITEL : SEL SPERMATOGENIK DAN SEL SERTOLI M. BASAL : TEBAL. SEL MIOID UJUNG : BUNTU/ANASTOMISE SEGMEN TERMINAL : SEL SERTOLI .2 mm.       UKURAN : D. 0.

.

RETE TESTIS BENTUK EPITEL BEBERAPA SEL  M. BASAL  LUMEN  LETAK    : JALA SALURAN : SELAPIS GEPENG/ KUBIS : BERSILIA TUNGGAL : TIPIS/: LEBAR TAK TERATUR : DI MEDIASTINUM .  LUMEN EPITEL : SEMPIT : TORAK/KUBIS 4.

.

ABSORPSI .       JUMLAH : 10-20 BUAH PANJANG : 6-8cm EPITEL : TORAK DAN KUBIS MUSKULAR : SELAPIS SIRKULER LUMEN : BERGELOMBANG ADVENTISIA : JARINGAN IKAT FUNGSI : TRANSPOR.

.

V. PENYIMPANAN. KAPASITASI. TERMINAL (KAUDA)  LUMEN : PERMUKAAN RATA + SPERMA  EPITEL : BERTINGKAT TORAK BERSTREOSILIA  LAMINA PROPRIA : JARINGAN IKAT  MUSKULAR : OTOT POLOS SIRKULER => SIR+LONG  JARINGAN IKAT : LONGGAR. PEMATANGAN. TRANSPORT. SEKRESI   . TENGAH (KORPUS).PANJANG : 6M SEGMEN : AWAL (KAPUT). A. SS  FUNGSI : ABSORPSI.

.

MUSKULAR : 1. IKAT PADAT .      PANJANG : 30-40 cm LUMEN : BINTANG. LONG-SIR-LONG T ADVENTISIA : J. SEMPIT EPITEL : BERTINGKAT TORAK STREOSILIA LAMINA PROPRIA : JARINGAN IKAT.5mm. SERAT ELASTIS T.

.

LIPATAN : SELAPIS TORAK. : ELASTIS : SIRKULER. PROPRIA  MUSKULARIS   : TIPIS. BERTINGKAT TORAK.MUKOSA EPITEL TRANSISIONAL  L. LONGITUDINAL .

sekresi ini berhenti pada saat bayi berumur 1 minggu sampai masa pubertas (11-13). sekresi tastosteron meningkat dengan tajam da mencapai puncaknya pada usia dewasa.Pembentukan testosterone Testosterone dihasilkan oleh sel leydig yang pertama kali dihasilkan pada saat janin berumur 7 minggu. pada masa pubertas.  .

rangsangan untuk turunnya testis adalah testosteron.ketika testis menyekresi sejumlah testosteron yang cukup. . yang kembali menandakan bahwa testosteron merupakan hormon yang penting untuk perkembangan seksual pria selama kehidupan janin. Pemberian hormon gonadotropin. yang merangsang sel-sel leydig testis anak yang baru lahir untuk menghasilkan testosteron. Bila janin pria lahir disertai testis yang tidak turun tetapi testisnya normal. dapat juga menyebabkan penurunan testis. Jadi.Testis biasanya turun ke dalam skrotum selama 2-3 bulan terakhir masa kehamilan. penyuntikan testosteron dapat menyebabkan testis turun dengan cara yang lazim bila kanalis inguinalis cukup besar untuk dilalui testis.

Hanya dengan konsentrasi testosterone testis yang tinggi ini produksi sperma dapan ditahan. masing-masing menimbulkan efek dengan berkerja pada sel sertoli. Konsentrasi testosterone jauh lebih tinggi di testis dari pada di darah karena cukup banyak dari hormone yang diprodksi local oleh sel sertoli ini ditahan di dalam cairan intratubulus dalam bentuk kompleks dengan protein pengikar androgen yang dikeluarkan oleh sel sertoli.Baik testosterone maupun FSH berperan penting dalam mengontrol spermatogenesis. Testosterone esensial bagi mitosis dan meiosis sel-sel germinativum sementara FSH diperlukan untuk remoling spermatid. .

scrotum (samapai 20x lipat pada umur 20 tahun).    Primer : berlangsung saat pubertas Ex: pembesaran penis. libido meningkat Sekunder : mulai pubertas asmapai dewasa Ex:  Pertumbuhan bulu sex  Perubahan suara  Jakun (+)  Jerawat  Sintesis protein dengan       pembesaran otot Pertumbuhan tulang Efek pada panggul >> tunnel like pelvis Perpanjangan tulang Metabolism meningkat Eristrosit meningkat Keseimbangan tubuh dan elektrolit .

pada masa ini terjadi penurunan hormon terutama hormon testosteron  Efek pada kelahiran  Criptochioismur (undesenden testis) Kelaian pada saat penurunan testis pada janin. Klimakterium  Gejala fisiologis pada laki” yang terjadi pada usia lanjut (45-55). testis tetap di abdomen. Ada yang incomplete (90%) dan complete (10%) .

dengan tipe TRIANGLE WITH THE BASE DOWN . jarang. Hypogonadisme  Sebelum pubertas disebut EUNUCHIDISME  Gejala yang terjadi ▪ Pengecilan Genital ▪ Suara halus ▪ Rambut sex (+).

. Hormon in bertanggung jawab terhadap sifat” pria dan dan spermatogenesis.Genitalia masculina tak serumit genitalia feminina. hormon utama yang direproduksi adalah testosteron dan di bentuk oleh sel leydig yang dirangsang oleh LH.