Anda di halaman 1dari 8

Home <menu3/../index.php> <menu3/../peraturan.php> <menu3/../kepegawaian.php> Link Ropeg <aplint.

php> <rebiro.php> Situs Terkait 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Foto <menu3/../kegiatan> Profil <menu3/../profil.php> Berita <menu3/../berita.php>

Peraturan Kepegawaian

KEMHAN <http://www.dephan.go.id> SETNEG <http://www.setneg.go.id> KEMENPAN <http://www.menpan.go.id> KEMENKEU <http://www.depkeu.go.id> PERATURAN & UU <http://www.legalitas.org> BKN <http://www.bkn.go.id> BPKP <http://www.bpkp.go.id> LKPP <http://www.lkpp.go.id/v2>

<http://www.dmc.kemhan.go.id/>

<http://ropeg.kemhan.go.id/pendidikan/s2lan/index.html>

<http://ropeg.kemhan.go.id/pendidikan/rendik2013/index.html>

<agenda.php>

<sertifikat.php> <http://www.lkpp.go.id/v2/content.php?mid=7700440071>

Voting Apakah situs portal Informasi Kepegawaian Setjen Kemhan RI yang baru ini berguna untuk Anda? Ya Tidak

keselamatan dan kehormatan bangsa serta ikut secara aktif dalam usaha-usaha perdamaian dunia. Oleh karena itu kebijakan mengatasi ancaman non-tradisional merupakan prioritas dan sangat mendesak. Dalam pelaksanaannya mengedepankan TNI dengan menggunakan Operasi selain Perang. baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri dalam bentuk ancaman militer dan ancaman nonmiliter. menyebabkan kondisi nasional sangat dipengaruhi oleh perkembangan konteks strategis. kultur dan tata nilai sebagai satu kesatuan perubahan yang utuh dan menyeluruh. keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. regional maupun domistik. maka kepentingan strategis pertahanan negara kedepan meliputi kepentingan strategis yang bersifat tetap. TNI melaksanakan OMSP bersama-sama dengan segenap komponen bangsa lain dalam suatu keterpaduan usaha sesuai tingkat eskalasi ancaman yang dihadapi terhadap setiap ancaman dan gangguan keamanan. komunikasi dan informasi sangat mempengaruhi sifat dan bentuk ancaman. Dalam Pembukaan UUD 1945. Ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional. kepentingan strategis yang bersifat mendasar dan kerjasama internasional di bidang pertahanan. . Sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan TNI sebagai komponen utama didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung. dapat berbentuk ancaman keamanan tradisional dan ancaman non-tradisional. maka ancaman yang sangat mungkin dihadapi Indonesia ke depan. Reformasi pertahanan Negara merupakan salah satu perwujudan dan komitmen reformasi yang dilaksanakan secara bertahap dan berlanjut. Berangkat dari kondisi tersebut diatas. mencakup penataan struktur. PAKEL KASUBBAG LAHDAFOR ROPEG SETJEN KEMHAN PENDAHULUAN Reformasi di bidang pertahanan Negara dilaksanakan secara konsepsional yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN Ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia diperkirakan lebih besar kemungkinan berasal dari ancaman non-tradisional baik yang bersifat lintas negara maupun yang timbul di dalam negeri. teknologi. serta diarahkan untuk kepentingan pembangunan dan pengembangan sektor pertahanan negara maupun untuk tujuan menciptakan stabilitas keamanan kawasan regional dunia. Kerjasama pertahanan dengan negara-negara lain diletakan di atas prinsip-prinsip kerjasama luar negeri pemerintah Indonesia. sedangkan dalam menghadapi ancaman nonmiliter disesuaikan dengan bentuk dan sifat ancaman dilaksanakan bersama komponen lain dari kekuatan bangsa. saat ini berkembang menjadi multidimensional. Mencermati dinamika konteks strategis baik global. kepentingan nasional Indonesia adalah menjaga dan melindungi kedaulatan negara.SISTEM PERTAHANAN RAKYAT SEMESTA KE DEPAN DALAM MEWUJUDKAN UPAYA PERTAHANAN NEGARA 31-05-2011 OLEH : LETKOL CHB D. serta Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Kecenderungan globalisasi ditandai dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan. Geopolitik Indonesia sebagai negara kepulauan yang letak di antara benua Asia dan Australia.

terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan bagi kedaulatan negara. lingkungan hidup.Essay singkat ini akan menjelaskan tentang konsepsi Sishanta dikembangkan dalam NKRI dan mampu Deterence effect yang efektif untuk mengatasi ancaman di era globalisasi dan Sishanta akan mampu memberikan efek tangkal yang tangguh dalam rangka memantapkan pertahanan negara serta konsepsi pertahanan negara kedepan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI yang lebih efektif dihadapkan degan segala keterbatasan yang ada. negara sarang teroris dll. Dilihat dari sumber daya alamnya Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang tak ternilai harganya kondisi ini akan menjadi ancaman bagi bangsa dan negara kita. Penulis menggunakan pendekatan UU nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia dimana di dalamnya ada TNI AD sebagai alat pertahanan Negara Kesatuan . Sishanta akan mampu memberikan efek tangkal yang tangguh dalam rangka memantapkan pertahanan negara dan konsepsi pertahanan negara kedepan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI yang lebih efektif dihadapkan degan segala keterbatasan yang ada. IDENTIFIKASI MASALAH Ancaman dapat menggunakan kekuatan bersenjata atau tidak dengan menggunakan senjata. keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. konsepsi Sishanta dikembangkan dalam NKRI dan mampu Deterence effect yang efektif untuk mengatasi ancaman di era globalisasi. yang dapat muncul setiap saat. Kondisi saat ini ancaman masih ada dengan negara-negara agresor tetap yang ingin menguasai Indonesia dengan berbagai acaman isu global yang dihembuskan antara lain : pelanggaran HAM. ALTERNATIF PEMECAHAN PERMASALAHAN Negara Indonesia memiliki posisi strategis karena terletak pada posisi silang antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan antara benua Australia dan Asia. yang berbunyi bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Ancaman ini dapat berkembang melibatkan negara-negara lain yang dapat menjurus kepada bentuk perang total yang melibatkan berbagai negara diseluruh dunia. Ancaman semacam ini akan dihadapi oleh seluruh kekuatan nasional yang dimiliki dengan pengerahan seluruh kekuatan TNI secara manunggal dengan rakyat. ALTERNATIF PEMECAHAN PERMASALAHAN Bangsa Indonesia tentang ancaman mengandung pengertian berdasarkan cadek 88 umum adalah suatu agresi pihak lawan secara terbuka dengan menggunakan kekuatan angkatan bersenjata untuk menduduki dan menguasai. Posisi strategis ini tentunya sangat menguntungkan Indonesia dilihat dari segi ekonomi. yang pada intinya bahwa negara-negara tersebut ingin melakukan invansi militer dengan mendapat dukungan dan persetujuan dari dunia internasional. melalui perlawanan rakyat semesta yang dalam pelaksanaannya didasarkan pada Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta). Maka permasalahan yang harus dihadapi adalah dengan melihat Indonesia sebagai negara kepulauan. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas maka penulis akan menggunakan kerangka analisis sebagai pisau analisa. Pandangan Bangsa Indonesia tentang ancaman seperti yang telah dituangkan didalam pembukaan UUD 1945. Singapur dan Papua New Gini. Belum lagi masalah-masalah bilateral yang menyangkut masalah perbatasan negara Indonesia dengan negara tetangga terutama dengan negara Malaysia.

Bersamaan dengan itu peta politik dunia cenderung berkembang ke arah perebutan pengaruh sebagai bagian dari perebutan pengaruh antar bangsa. mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara dan UU nomor 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara Bab III pasal 6 dan pasal 7 tentang penyelenggaraan pertahanan negara yang menempatkan TNI sebagai komponen utama didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung. Dengan demikian maka perioritas penyelenggaraan pertahanan negara diarahkan untuk mengatasi isu-isu keamanan yang timbul di dalam negeri: kebijakan strategis pertahanan Indonesia yang diarahkan untuk menghadapi dan mengatasi ancaman non-tradisional merupakan perioritas dan sangat mendesak. pengamanan tugas-tugas perdamaian dunia. menghadapi kelompok separatis Aceh dan Papua. maka pertahanan negara memiliki peran dan fungsi untuk mempertahankan eksistensi bangsa Indonesia dari setiap ancaman dan gangguan. Ciri masyarakat global antara lain adanya saling ketergantungan antar bangsa dan tidak jarang berkembang dalam suatu kompetisi yang ketat. konflik komunal.Republik Indonesia. penanganan pengungsi. mengatasi penebangan kayu ilegal. dapat kita lihat bahwa bersandarkan pada reformasi pertahanan nasional. Tugas-tugas mendesak tersebut antara lain melawan terorisme. yaitu agresi atau invasi dari negara lain. mengatasi perampok dan pembajak. pertama ancaman tradisional. Dalam konteks strategis. Karena sudah jelas bahwa kepentingan strategis pertahanan Indonesia pada dasarnya adalah terwujudnya penyelenggaraan pertahanan yang mampu menjamin upaya pemenuhan kepentingan nasional. yang itu dianggap kecil kemungkinannya. membantu pemerintahan sipil dalam mengatasi dampak bencana alam. bantuan pencarian dan pertolongan (Search an Rescue). hakekat pertahanan negara merupakan salah satu upaya mewujudkan keamanan nasional (national security) dengan kekuatan militer Bab V Kebijakan Strategis Penyelenggaraan Pertahanan Negara sub bab Konsep Strategis. yang bagi Buku Putih Pertahanan 2003 merupakan ancaman yang lebih besar dari ancaman tradisional. Maka kepentingan strategis yang bersifat mendesak diarahkan untuk mengatasi isu-isu keamanan aktual dimaksud. dan kerjasama internasional di bidang pertahanan. mengatasi konflik komunal. penebangan kayu ilegal. Oleh karena itu. pembacaan konteks strategis serta perkiraan ancaman dan kepentingan strategis pertahanan. perompakan dan pembajakan di laut. separatisme. Dan yang kedua ancaman non tradisional. salah satu faktornya adanya peranan PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa). agar keutuhan wilayah NKRI. mengatasi imigrasi ilegal dan pencemaran laut. keselamatan dan kehormatan bangsa dapat terjamin. . menghadapi gangguan kelompok radikal. Dalam pelaksanaannya mengedepankan TNI dengan menggunakan Operasi Militer selain Perang (OMSP). Di dalam Buku Putih Pertahanan TNI. imigrasi ilegal. pencemaran laut. Penggunaan kekuatan TNI dalam tugas OMSP diarahkan untuk kepentingan pertahanan yang bersifat mendesak. maka kebijakan strategis penyelenggaraan pertahanan negara tetap bersandar pada sistem pertahanan semesta (sishanrata). dan penyelundupan. penangkapan ilegal. mengatasi penyelundupan. yang itu meliputi: terorisme. Dalam Buku Putih Pertahanan 2003 dijelaskan ada dua ancaman atas pertahanan di Indonesia. kerusuhan sosial. baik dari luar negeri maupun yang timbul di dalam negeri. kepentingan strategis yang bersifat mendesak. meliputi kepentingan strategis yang bersifat tetap. radikalisme. Pada Buku Putih Pertahanan tahun 2003 Bab IV Perkiraan Ancaman dan Kepentingan Pertahanan Strategis menyebutkan bahwa kepentingan strategis pertahanan negara kedepan. bertugas menegakkan kedaulatan negara.

Hampir semua kajian sepakat bahwa banyak konflik yang berlarut-berlarut hanya dapat diselesaikan ketika sumber-sumber dari luar dilibatkan. Ketiga. separatisme. yaitu sebuah operasi rahasia untuk mendukung gerakan subversib di Indonesia dalam rangka menjatuhkan Soekarno. Kedua.baik pada lingkup global maupun regional. Pasangan Kahin (Audrey R Kahin dan George McT Kahin 1997). postur pertahanan. berdasarkan hal tersebut dalam mewujudkan operasi perlawanan wilayah satuan kewilayahan yang sudah tergelar di beberapa wilayah akan menghadapi invasi/agresi negara lain yang akan dan telah mengancam keselamatan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI serta kehormatan bangsa dengan konsep penyelenggaraan operasi pertahanan wilayah dalam rangka perang semesta. Ada empat faktor penting yang menentukan pihak luar memiliki arti penting dalam penyebab dan penyelesaian konflik sosial dalam suatu negara (Hugh Miall et al. baik ancaman tradisional maupun non tradisional. Sejarah kemudian menunjukan bahwa ancaman tradisional bisa muncul dari ancaman non tradisional. Langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka memperbaiki perkiraan ancaman. Isu-isu keamanan yang di masa lalu lebih menonjolkan aspek geopolitik dan geostrategi. disadari bahwa keamanan suatu negara hanya bisa tercipta apabila bekerjasama dengan negara sekawasan guna secara bersama menangkal ancaman yang muncul. Dengan demikian sebagai upaya dalam membentengi perkiraan ancaman yang akan terjadi maka kekuatan pertahanan bertumpu pada TNI AL dan TNI AU sebagai pertahanan I (penyangga) dan II (pertahanan). menyebutnya sebagai subversib sebagai politik luar negeri. Penyebab konflik kekerasan bersenjata. Penilaian potensi ancaman (threat assesement) eksternal (tradisional . Isu-isu ini menunjukan peningkatan cukup tajam dan berkembang menjadi isu keamanan dunia. sebagai faktor penggentar. Berdasarkan UU No. Amerika juga diduga keras terlibat dalam tragedi kemanusiaan tahun 1965-1966. penyelundupan manusia. dan radikalisme adalah faktor internal. Komunitas internasional seringkali yang paling bertanggungjawab atas timbulnya sebuah konflik. Timor Leste dan di Papua. Kombinasi penderitaan manusia dan transparansi media membuat sulit bagi pemerintah luar untuk tetap bertahan tidak melakukan apa-apa. 34/2004 tentang TNI operasi militer untuk perang merupakan tugas pokok TNI dalam menghadapi invasi dari negara asing. Pasangan Kahin membeberkan keterlibatan Amerika dalam pemberontakan PRRI-PERMESTA. Tetapi tetap tidak menutup kemungkinan adanya penyebab eksternal yang semakin dipicu pasca tragedi WTC. 2002): Pertama. seperti pengembangan kekuatan militer dan senjata strategi serta hegemoni mulai bergeser ke arah isu-isu keamanan seperti terorisme. begitu pula sebaliknya. Keempat. apakah itu yang berbentuk konflik komunal. senjata dan bentuk-bentuk kejahatan lainnya. Dalam konsep keamanan yang kini mengemuka yaitu security with. Sumber-sumber konflik kontemporer terletak di luar sebuah negara. Regulasi politik pertahanan dalam rangka konsolidasi demokrasi. misalnya seperti yang ditunjukan oleh Arnold C Brackman (2000) yang melihat Indonesia sebagai front kedua di belakang Vietnam. dan penyelerasan strategik dan sinkronisasi hukum : 1. sehingga fungsi TNI AD diperlukan jika serangan musuh telah sampai di zona pertahanan III (perlawanan) dan untuk menjaga daerah perbatasan terutama di Kalimantan. terorisme. 2. Meningkatnya interdependensi bermakna bahwa konflik kontemporer mempengaruhi kepentingan kawasan regional yang berdekatan. yang disebutnya sebagai suatu gerakan rahasia paling dirahasiakan dalam sejarah gerakan rahasia Amerika di seberang lautan. perompakan dan pembajakan. perencanaan strategis.

aspek-aspek geo politik dan geo strategis. dan penggunaan atau operasionaliasi TNI guna mengatasi dan menanggulangi setiap ancaman yang datang baik ancaman militer maupun non militer. peran. . penegakan hak asasi manusia. Guna mewujudkan sistem pertahanan negara sesuai yang diharapkan.atau konvensional) dan internal (non tradisional atao non konvensional) serta penilaian kemampuan pertahanan (capability assesement) yang harus dikembangkan Indonesia. Kelima. 4. Ketiga. kekuatan. Postur pertahanan difungsikan bagi konsolidasi nasional (kemerdekaan nasional dan integrasi republik) dan konsolidasi demorasi (demokratisasi. dan fungsi TNI sebagai komponen utama pertahanan negara. Sishanta disusun dengan mengakomodasikan setiap perubahan yang ditimbulkan oleh perkembangan lingkungan strategis. mengharuskan kita untuk memperhatikan beberapa hal yang berpengaruh terhadap pelaksanaannya. dan keadilan sosial) sebagai kepentingan nasional Indonesia yang akan dijadikan perjuangan nasional dalam rangka membentuk komunitas demokratik dikawsan regional maupun internasional. Dari realitas dan kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara yang cukup rawan dan syarat akan kepentingan negara-negara lain. Sishanta diarahkan menjadi arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembinaan kemampuan. Dari penjelasan mengenai landasan pemikiran yang berkaitan dengan sistem pertahanan negara dihadapkan dengan kondisi nyata. Sishanta memformulasikan nilai-nilai instrinksik berbagai doktrin pertahanan dan sejarah masa lalu. Struktur Kekuatan dan grand design alut sista yang sesuai dengan ancaman. Selanjutnya untuk menjawab bagaimana pola dan bentuk Sishanta bagi bangsa Indonesia perlu dijelaskan bahwa penyelenggaraan penataan sistem pertahanan negara kedepan diarahkan untuk mewujudkan kemampuan dan kekuatan komponen-komponen pertahanan negara yang handal agar mampu mempertahankan kedaulatan negara. 3. Keempat. maka perlu meninjau kemampuan sistem pertahanan negara yang pernah ada sampai dengan kondisi yang ada sekarang. dan Penyelarasan strategik dan sinkronisasi hukum aspek-aspek keamanan nasional dalam rangka membangun Postur Pertahanan Nasional. Sishanta disusun dengan komposisi yang dapat menampung jati diri TNI. Modernisasi pertahanan. Demikian pula adanya peluang dan kendala yang diberikan dari pengaruh lingkungan strategis akan memberikan pemahaman yang mendalam dalam rangka penyelenggaraan penataan sistem pertahanan semesta sesuai yang diharapkan. tugas pokok. Hal ini dimaksudkan agar sistem pertahanan negara yang diharapkan dapat mencapai pada harapan ideal sebagai kekuatan yang handal dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan pengaruh globalisasi dan bersifat kenyal serta memiliki apresiasi terhadap perkembangan strategis yang bermuara kepada bentuk ancaman yang akan dihadapi di masa mendatang. Kedua. maka menurut hemat Penulis bahwa konsepsi sistem pertahanan semesta yang selama ini dianut oleh bangsa Indonesia sebagai sistem pertahanan negara masih cukup aktual dan mampu memberikan detterent effect yang handal dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI sepanjang pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan politik yang mendukung upaya pertahanan negara baik dalam rangka pembinaan komponen utama TNI maupun dalam rangka pembinaan komponen cadangan dan komponen pendukung. keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. terutama penyesuaian dengan kondisi geografi Indonesia. Reformasi internal TNI. konsep perang modern dan revolution in military affairs (RMA). Oleh karena itu pola dan bentuk Sishanta diatur sebagai berikut : Pertama. dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan yang muncul. kemudian mentranformasikannya ke dalam nilai-nilai instrumental (praxis) yang sesuai dengan tatanan negara modern Indonesia.

Sishanta merupakan gabungan dari doktrin angkatan yang kedudukannya lebih tinggi satu tingkat (tidak sejajar). menimbulkan berbagai ragam kecenderungan negatif baik dari perspektif internasional. Menempatkan kekuatan TNI yang diprioritaskan di daerah konflik. Perlu peran diplomasi pemerintah dalam membina hubungan kerja sama antar negara dikawasan dalam mencegah ancaman yang mungkin akan timbul baik dari luar negeri maupun dalam negeri. selain konsepsi Sishanta yang kita kembangkan saat ini. Meningkatkan kesiapsiagaan untuk kebutuhan operasi tempur/militer (striking forces) dan untuk kesiapan tugas-tugas bantuan. Perlu kerjasama dengan negara sekawasan sehingga secara bersama dapat menangkal ancaman yang muncul. sedangkan Mabes TNI merupakan organisasi pengguna kekuatan dan pembinaan kesiapsiagaan operasional TNI. sehingga fungsi TNI AD diperlukan jika serangan musuh telah sampai di zona pertahanan III (perlawanan) dan untuk menjaga daerah perbatasan terutama di Kalimantan. maupun nasional yang menampilkan serangkaian tantangan. . dapat dijadikan tolok ukur penyelenggaraan pengembangan dan pembangunan kekuatan pertahanan negara sehingga dapat ditransformasikan kekuatannya dalam menghadapi perubahan dan dinamika ancaman. namun juga rakyat dan sumber daya nasional yang dimiliki sebagai komponen cadangan dan pendukung masih cukup aktual dan masih mampu memberikan detterent effect yang optimal dalam rangka membendung hakekat ancaman yang timbul dan dihadapi oleh bangsa Indonesia. Kedua. daerah rawan. Keenam. Timor Leste dan di Papua. baik ancaman tradisional maupun non tradisional. Menata penyebaran kekuatan TNI sesuai dengan perkiraan arah datangnya ancaman. regional. dan gangguan yang berpotensi meningkat eskalasinya menjadi ancaman. Doktrin Angkatan merupakan arah atau pedoman bagi pembinaan kekuatan matra masing-masing angkatan serta arah bagi penggunaan kekuatan dalam rangka operasi TNI. sebagai faktor penggentar. Kelima. serta wilayah perbatasan baik darat. dan keenam adalah Meningkatkan kesiapan dan frekuensi operasi keamanan laut. Meningkatkan pengerahan kekuatan TNI sesuai dengan kebutuhan operasional aspek pertahanan dan keamanan. koordinasi dan kerjasama internal TNI. hambatan. Mengoptimalkan penggelaran kekuatan TNI dalam penyelenggaraan pertahanan negara melalui penataan penyebaran keseluruh penjuru tanah air dengan pengerahan kekuatan dan dukungan pangkalan. Demikian pula kondisi geografi Indonesia sebagai negara kepulauan dan terletak pada posisi silang. Ketiga. Dengan munculnya sejumlah ketidakpastian dari perkembangan lingkungan strategis. Keempat. maka penyusunan kekuatan pertahanan negara yang didasarkan kepada pendekatan geografis. PENUTUP Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya konsepsi sistem pertahanan semesta dalam upaya pertahanan negara tidak hanya menempatkan TNI sebagai komponen utama. laut maupun udara. menurut Penulis adalah sebagai berikut : Pertama. operasi khusus dan patroli perbatasan. Kemudian yang terakhir tentang bagaimana konsep pertahanan negara ke depan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI yang lebih efektif dihadapkan segala keterbatasan yang masih kita miliki berikut hakekat ancaman saat ini. serta pendayagunaan sistem dan metoda. patroli udara. Dengan demikian sebagai upaya dalam membentengi perkiraan ancaman yang akan terjadi maka kekuatan pertahanan bertumpu TNI AL dan TNI AU sebagai pertahanan I (penyangga) dan II (pertahanan). Saran.

id © 2010 Biro Kepegawaian Setjen Kemhan RI .. Juwono Sudarsono.htm. Naskah Departemen tentang Undang-Undang RI Nomor 34/2004 tentang TNI.com/kompas-cetak/0503/10/opini/1604621. Copyright © Sinar Harapan 2003.Daftar Referensi : 1. 6. Copyright © 2001 Unisosdem.go.kompas. Pertahanan dan Keamanan Negara. Revisi Terakhir: 24 Mar 05. http://www.dephan. Agus Widjojo. 3. 2. Buku Putih Pertahanan RI 2003: Menuju Fungsi Pertahanan Murni. 4. Naskah Departemen tentang Sistem Pertahanan Rakyat Semesta. Developed by eLS' 5. Naskah Departemen tentang Undang-Undang RI Nomor 3/2002 tentang Hanneg. URL Source: http://www. Mempertahankan Tanah Air Memasuki Abad 21.