Anda di halaman 1dari 13

STRATEGI PARA MANAJER INVESTASI ( REKSADANA SAHAM )

A. LATAR BELAKANG PENGERTIAN Manajer Investasi atau yang biasa disebut fund/investment manager adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek, dan menjual bagian (unit) dalam portofolio tersebut kepada pemodal, baik pemodal institusional maupun individual. Ketika Anda membeli unit suatu Reksa Dana, Manajer Investasi akan menginvestasikan dana Anda bersamaan dengan dana pemodal lain yang juga membeli unit Reksa Dana tersebut. Reksa Dana dapat juga diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Berdasarkan produk investasi yang dipilih oleh manajer investasi ada 4 macam produk reksadana yaitu : reksadana saham , reksadana pendapatan tetap , reksadana campuran dan reksadana pasar uang. Reksa Dana Saham. Ini adalah produk Reksa Dana di mana manajer investasi kebanyakan menginvestasikan uang nasabahnya ke dalam saham. Dari segi potensi keuntungan, Reksa Dana Saham dianggap bisa memberikan potensi keuntungan paling besar. Ini karena sifat saham yang nilainya bisa naik dan bisa juga turun, di mana kenaikannya bisa besar sekali, tapi penurunannya juga bisa besar sekali. Karena itulah, Reksa Dana Saham paling berisiko dibanding ketiga produk Reksa Dana yang lain. Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) mennilai investasi dalam bentuk reksa dana saham masih menjadi primadona investor seiring dengan imbal hasil yang dihasilkan cukup tinggi dibanding jenis lainnya. "Reksa dana saham saat ini masih jadi primadona. Namun, perlu dicatat jangka waktu ideal kepemilikan reksa dana saham sekitar 10 tahun. Minimal jangka waktu reksa dana saham itu lima tahun, karena kondisi itu mengikuti siklus pasar modal tiga sampai lima tahun. B . BERINVESTASI DALAM REKSA DANA SAHAM SECARA CERDAS Di negara maju seperti Amerika Serikat, investasi dalam reksa dana pada umumnya dan reksa dana saham pada khususnya sangat diminati masyarakat. Jones dalam bukunya Investments (2007) menuliskan kalau separuh rumah tangga di Amerika memilih reksa dana sebagai sarana investasi pada tahun 2005. Sekitar 91 juta orang atau satu dari tiga orang Amerika menaruh

uangnya dalam reksa dana. Dari jumlah itu 54% memilih reksa dana saham. Dengan jumlah investor sebanyak itu, tidak mengherankan jika dana yang dikelola reksa dana di sana mencapai US$ 8,9 triliun pada tahun 2005 atau sekitar hampir US$ 100.000 untuk setiap investor. Di Indonesia dengan kenaikan rata-rata IHSG 44,7% per tahun selama 4 tahun terakhir, investasi dalam reksa dana saham tentunya jauh lebih menarik daripada di Amerika yang return pasarnya hanya sekitar 11% p.a. Berikut tips memilih reksadana saham secara cerdas : Risiko Saham Untuk investor pemula yang tergiur dengan tingginya return saham, reksa danasaham sangat direkomendasikan. Anjuran ini sangat beralasan karena saham dikenal sebagai produk keuangan pasar modal yang berisiko tinggi sekaligus menjanjikan pertumbuhan paling besar. Harga satu saham di BEJ bisa turun 88% (saham LMAS) saat IHSG naik 16,2% selama tahun 2005 dan turun 67% (saham BKSL) saat IHSG naik 55,3% selama tahun 2006. Saat IHSG turun tajam ( 38,7%) seperti tahun 2000, hampir seluruh saham harganya merosot. Sangat menakutkan bukan? Dari sekitar 340 saham, 170 saham selama tahun 2005 dan 95 saham selama tahun 2006 turun harganya walaupun IHSG naik signifikan. Diversifikasi Saham Apakah para manajer investasi tidak pernah membeli saham-saham rugi atau saham jelek? Tentu pernah tetapi mereka, sebagai profesional, biasanya akan cepat memotong kerugian (cut loss) dengan segera menjualnya begitu ada kecenderungan penurunan harga. Manajer investasi bereaksi dengan cepat begitu ada informasi baru yang negatif dan berdampak jangka panjang terhadap satu saham portofolionya. Dibandingkan investor individu yang mengelola uangnya sendiri, manajer investasi hampir pasti mendapatkan informasi lebih awal karena mencari informasi yang berhubungan dengan emiten adalah tanggung jawab profesinya. Selain itu, kalaupun saham jelek seperti itu ada dalam portofolio sebuah reksa dana, saham itu hanya satu dari sekitar 30 saham sehingga pengaruhnya relatif kecil dan ada kemungkinan kerugiannya ditutupi keuntungan saham lain dalam portofolio. Penting untuk diketahui, manajer reksa dana saham menerapkan diversifikasi sesuai teori portofolio dengan jumlah saham yang dapat mencapai 30-an. Karena mengelola dana nasabah, manajer investasi akan memutarkan dana kelolaannya sebijak mungkin dengan cara membeli saham-saham likuid dan berkapitalisasi pasar besar seperti TLKM, BBCA, dan ASII terutama untuk lima saham utamanya yang porsinya bisa mencapai separuh total investasi. Porsi untuk satu saham adalah maksimal 10%dana yang dikelola sehingga portofolio sebuah reksa dana saham tidak mungkin kurang dari sepuluh saham. Jika Anda mempunyai dana besar dan bisa disiplin menerapkan diversifikasi dan cut loss, berpengetahuan memadai, dan mempunyai waktu untuk mengikuti pergerakan harga saham, tidak banyak manfaat dari reksa dana saham. Ini sesuai dengan hasil penelitian Rachman Untung tentang kinerja 34 reksa dana saham di Indonesia selama tahun 2005 dan 2006 yang dipublikasikan dalam Manajemen & Usahawan Indonesia edisi Januari 2007. Selama dua tahun berturut-turut, return rata-rata reksa dana saham yang ditawarkan, secara statistik, tidak mampu mengalahkan return pasar (IHSG). Reksa dana saham yang berhasil mengalahkan pasar pada tahun 2005 tidak selalu dapat mengulangi keberhasilannya di tahun 2006.

Sementara, reksa dana saham yang returnnya di bawah return pasar pada tahun 2005 (underperformed) cenderung mengulangi kegagalannya atau kembali underperformed pada tahun berikutnya. Temuan lain dari penelitian ini adalah rangking kinerja reksa dana saham dalam dua tahun itu adalah konsisten. Reksa dana saham yang menjadi winners (top 50%) pada tahun 2005 akan tetap menjadi winners pada tahun 2006, sementara losers (bottom 50%) tahun 2005 tetap menjadi losers tahun berikutnya. Kriteria Memilih Ada beberapa kriteria untuk memilih satu dari 43 reksa dana saham yang ditawarkan saat ini. Pertama, berdasarkan kinerja tiga tahun terakhir atau minimal dua tahun terakhir, dibandingkan dengan kinerja IHSG dan reksa dana saham lainnya. Reksa dana saham yang memberikan kenaikan net aktiva bersih (NAB) 40% atau kurang dalam setahun saat indeks pasar naik 55% dan kenaikan reksa dana saham lainnya 60% mestinya tidak masuk pilihan. Tetapi reksa dana saham yang memberikan return 20% saat IHSG hanya naik 16% dan reksa dana saham lainnya hanya memberikan 12% layak dipilih. Hindari reksa dana saham yang masuk kelompok losers atau underperformed. Reksa dana saham losers dan underperformed pada tahun 2005 secara empiris telah terbukti tetap menjadi losers dan underperformed pada tahun 2006. Kedua, sedapat mungkin pilih reksa dana saham yang manajer investasinya Anda kenal kemampuan dan komitmennya. Di belakang reksa dana saham yang berkinerja superior yaitu yang mampu memberikan return di atas return rata-rata reksa dana saham dan mengalahkan kinerja IHSG terdapat para manajer investasi yang sangat kompeten dan berintegritas tinggi. Jika tidak ada yang Anda kenal, jangan ragu untuk bertanya dan membaca. Tanyakan strategi para manajer investasi dalam mengelola portofolionya. Malu dan segan mencari informasi akan mengakibatkan investasi Anda juga malas dan lambat bertumbuh. Ketiga, perhatikan lima saham utama koleksinya yang disajikan dalam brosur atau 10 saham utamanya di situs bapepam. Informasi soal reksa dana saham dapat dilihat di: www.bapepam.go.id/e-monitoring. Adakah saham yang Anda tidak berkenan berdasarkan analisa prospek perusahaan dan industri yang Anda lakukan? Terakhir, cermati biaya-biaya administrasi yang akan dibebankan seperti biaya masuk, biaya keluar, biaya pengelolaan, dan lainnya. Setelah mendapatkan reksa dana saham berdasarkan kriteria di atas, Anda dapat segera menyetor investasi Anda, biasanya minimal Rp 1 juta. Dana Anda itu akan langsung dikonversikan dalam unit penyertaan, yang nilainya dapat dilihat dalam koran Kontan setiap harinya. Jika Anda menyetor Rp 25 juta dan nilai NAB per unit pada saat Anda masuk adalah Rp 2.000 maka Anda memiliki 12.500 unit. Selanjutnya perkembangan nilai investasi Anda dari hari ke hari dapat diikuti dari harian di atas yang melaporkan NAB per unit dari seluruh reksa dana di Indonesia. Satu hal yang harus diingat investor adalah investasi melalui reksa dana saham tidak selalu untung. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Jika IHSG turun, sebagian besar reksa dana saham secara intuitif juga akan turun nilainya.

Manajer investasi secara berkala menerbitkan berbagai macam dokumen Untuk memasarkan maupun mengelola reksa dana, manajer investasi secara berkala menerbitkan berbagai macam dokumen, seperti prospektus, product card, dan fund fact sheet. Apa saja informasi yang disajikan dalam suatu fund fact sheet dan bagaimana nasabah menyikapi informasi yang disaiikan dalam dokumen tersebut? Berikut ulasan mengenai informasi yang terkandung di dalamnya. Secara garis besar, suatu fund fact sheet memuat informasi yang dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Informasi mengenai manajer investasi Tujuan investasi reksa dana Informasi mengenai reksa dana Alokasi aset/batasan investasi Komposisi portofolio Lima besar efek dalam portofolio Kinerja historis Ulasan manajer investasi Disclaimer atau pernyataan peringatan

Mari kita bahas kelompok-kelompok di atas satu per satu. Informasi mengenai manajer investasi Dalam bagian ini biasanya dimuat informasi ringkas mengenai manajer investasi yang mengelola reksa dana yang dimaksud. Pada umumnya informasi yang disampaikan adalah profil ringkas perusahaan, seperti misalnya tanggal pendirian, izin manajer investasi, lingkup usaha dan total dana kelolaan terkini. Tujuan investasi reksa dana Bagian ini memuat tujuan reksa dana yang dimaksud sebagaimana dimuat dalam prospektus reksa dana tersebut. Dari uraian tujuan investasi reksa dana ini nasabah dapat mengetahui jenis reksa dana serta strategi investasi yang dipakai manajer investasi dalam mengelola reksa dana tersebut. Sebagai contoh, reksa dana dengan tujuan investasi menghasilkan peningkatan modal yang lebih agresif dengan berinvestasi pada saham-saham yang dikeluarkan oleh berbagai perusahaan terbaik dalam sektor-sektor tertentu di bursa saham tanah air *1+ mengindikasikan bahwa reksa dana yang dimaksud adalah reksa dana saham dengan strategi investasi agresif di mana manajer investasi mengedepankan pemilihan saham dan sektor unggulan untuk menghasilkan pertumbuhan atas pokok investasi. Contoh lain, reksa dana dengan tujuan investasi to give a maximum return and to provide investors with high liquidity in cash through 100% money market instruments and bonds with maturity less than 1 year *2+ mengindikasikan bahwa reksa dana yang dimaksud adalah reksa dana pasar uang yang bertujuan memberikan imbal hasil maksimal dan memberikan tingkat likuiditas yang tinggi

kepada investornya melalui investasi di instrumen pasar uang dan obligasi pasar uang (obligasi pasar uang adalah obligasi dengan waktu jatuh tempo kurang dari 1 tahun). Informasi mengenai reksa dana Isi dari bagian ini bisa bervariasi, tergantung dari manajer investasi pengelola reksa dana, namun pada umumnya memuat informasi mengenai tanggal penawaran reksa dana (tanggal di mana reksa dana mulai dipasarkan), jumlah dana kelolaan (per tanggal yang tertera di fund fact sheet, biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut), jenis reksa dana (pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, terproteksi atau lainnya), denominasi (mata uang di mana reksa dana ini diterbitkan), frekuensi valuasi atau publikasi NAB (biasanya harian untuk reksa dana terbuka/open-end, dan bulanan untuk reksa dana tertutup/close-end), bank kustodian (selaku penyimpan kekayaan reksa dana) dan nilai NAB/unit per tanggal yang tertera di fund fact sheet (biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut). Beberapa manajer investasi juga mencantumkan informasi mengenai biaya-biaya yang dibebankan kepada pemegang unit penyertaan berkaitan dengan transaksi reksa dana, yaitu terdiri dari biaya pembelian (subscription fee), biaya penjualan kembali (redemption fee) dan biaya pengalihan (switching fee) jika memang manajer investasi menyediakan fasilitas switching antar reksa dana yang dikelolanya. Alokasi aset/batasan investasi Bagian ini memuat rincian mengenai alokasi aset atau batasan investasi reksa dana yang dimaksud. Dalam bagian ini seringkali dapat ditemui pula informasi mengenai tolok ukur (besaran acuan yang digunakan sebagai pembanding terhadap kinerja reksa dana). Rumusan alokasi aset atau batasan investasi ini juga dapat ditemukan dalam prospektus reksa dana yang dimaksud. Batasan investasi adalah rentang persentase dari total dana kelolaan untuk setiap asset class yang merupakan efek dasar (underlying asset) reksa dana. Berikut adalah contoh alokasi aset suatu reksa dana saham syariah [3]:

Pasar uang: 5-75% Saham: 5-75% Efek syariah lainnya: 5-75% Tolok ukur: 5% Jakarta Islamic Index + 95% Deposito Syariah

Dalam hal ini, reksa dana ini memiliki 3 asset class, yaitu pasar uang, saham dan efek syariah lainnya, masing-masing dengan rentang persentase sebesar 5-75% dari total dana kelolaan. Komposisi portofolio Komposisi portofolio yang dimuat merupakan komposisi portofolio reksa dana per tanggal yang tertera di fund fact sheet, biasanya hari terakhir bursa pada bulan yang bersangkutan. Komposisi portofolio ini harus sesuai dengan batasan investasi reksa dana. Sebagai contoh, per tanggal 30 September 2010 suatu reksa dana pendapatan tetap dengan batasan investasi 090% efek pasar uang dan 10-100% efek pendapatan tetap memiliki komposisi portofolio 14% efek pasar uang dan 86% efek pendapatan tetap komposisi portofolio ini sesuai dengan

batasan investasi reksa dana karena berada dalam rentang persentase yang telah ditentukan untuk setiap asset class. Untuk reksa dana saham yang menggunakan strategi pemilihan sektor unggulan, manajer investasi biasanya menyampaikan uraian komposisi berdasarkan sektor untuk porsi saham dalam portofolio reksa dana. Lebih lanjut biasanya manajer investasi juga menyertakan keterangan mengenai pendefinisian sektor sebagai catatan kaki (footnote) di fund fact sheet. Lima besar penempatan portofolio Bagian ini memuat efek-efek mana saja yang per tanggal fund fact sheet merupakan efek yang ditempatkan dengan porsi 5 terbesar dalam portofolio reksa dana. Dengan informasi ini investor dapat mengetahui strategi investasi serta tingkat risiko dari reksa dana. Investor juga dapat mengetahui seberapa baik manajer investasi mengelola reksa dananya dari segi penyebaran risiko. Jika misalnya 5 besar penempatan diisi oleh saham-saham yang berisiko tinggi sementara strategi investasi reksa dana sebagaimana disebutkan dalam tujuan investasi tidaklah demikian, maka investor sebaiknya mempertanyakan penempatan pada saham-saham tersebut kepada pihak manajer investasi. Untuk reksa dana campuran, di mana alokasi aset merupakan kunci dari strategi investasi, lima besar penempatan bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai aset alokasi terkini yang diambil oleh manajer investasi, di mana informasi dasarnya bisa didapatkan di bagian Komposisi Portofolio. Sebagai contoh, per tanggal 30 September 2010, Reksa Dana Schroder Dana Kombinasi memiliki komposisi portofolio dan lima besar penempatan sebagai berikut: Komposisi portofolio

Pasar uang: 17,45% Obligasi: 57,60% Saham: 24,95% Lima besar penempatan

Surat Utang Negara: 50,12% Time deposit HSBC: 9,60% Obligasi korporasi: 7,48% Time deposit CIMB Niaga: 7,47% Saham Astra Internasional: 3,05%

Dari komposisi portofolio terlihat bahwa komponen terbesar adalah obligasi (57,60%) dan ini tercermin dalam lima besar penempatan yaitu dalam bentuk Surat Utang Negara (50,12%) dan obligasi korporasi (7,48%). Kinerja historis Dalam bagian ini umumnya manajer investasi menyajikan data kinerja historis reksa dana dalam

bentuk grafik dan tabel. Grafik yang disajikan menampilkan pergerakan nilai NAB/unit dari sejak penawaran reksa dana (di mana NAB/unit = Rp. 1.000) dibandingkan dengan tolok ukurnya. Selain grafik ini, beberapa manajer investasi juga menyajikan grafik yang menunjukkan imbal hasil reksa dana per bulan sejak tanggal penawaran. Di lain pihak tabel data kinerja historis menampilkan data imbal hasil reksa dana untuk periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sejak awal tahun (YTD- Year To Date), 1 tahun, 3 tahun, dan sejak penawaran (SI Since Inception), di mana masing-masing periode dihitung mundur sejak tanggal yang tertera di fund fact sheet. Dengan demikian, jika tanggal di fund fact sheet adalah 30 September 2010, maka periode 1 bulan mencakup 1-30 September 2010, 3 bulan berarti 1 Juli-30 September 2010, sampai sejak penawaran berarti mulai dari tanggal peluncuran hingga 30 September 2010. Beberapa manajer investasi menyajikan data imbal hasil yang disetahunkan (annualized) untuk imbal hasil reksa dana dengan periode lebih dari 1 tahun. Dengan mencantumkan imbal hasil yang disetahunkan, investor dapat mengetahui berapa besar imbal hasil yang diperolehnya secara rata-rata per tahun selama periode yang bersangkutan. Sebagai contoh, jika fund fact sheet per 30 September 2010 untuk reksa dana yang diluncurkan pada tanggal 30 September 2005 memberkan imbal hasil yang disetahunkan (annualized return) untuk periode sejak awal penawaran sebesar 20% maka ini berarti selama kurun 5 tahun reksa dana ini memberikan imbal hasil rata-rata 20% per tahun. Ulasan manajer investasi Bagian ini memuat ulasan serta tinjauan pasar. Ulasan pasar merupakan kajian terhadap kondisi dan kinerja pasar pada bulan di mana fund fact sheet diterbitkan sementara tinjauan pasar memuat pandangan manajer investasi terhadap kondisi pasar dan potensi pencapaian imbal hasil di bulan mendatang. Mengingat fund fact sheet umumnya disajikan dalam 1 halaman saja, maka tidak semua manajer investasi menyajikan bagian ini karena keterbatasan ruang dalam dokumen. Kalaupun ada, maka seringkali keseluruhan informasi dalam fund fact sheet ditampilkan dengan ukuran tulisan (font size) yang kecil. Berikut adalah contoh ulasan manajer investasi [4]:

Di bulan September, kemungkinan terjadinya kebijakan keuangan longgar ronde kedua oleh negara maju memicu minat beli yang kuat di pasar modal global. The Fed sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan program pembelian kembali obligasi pemerintah dan menurunkan discount rate bagi sektor perbankan bila pertumbuhan ekonomi melambat dan tingkat pengangguran naik kembali. Bank sentral Eropa juga memperpanjang program pinjaman darurat ke perbankan regional hingga awal 2011. Di sisi regional, bank sentral Jepang selama satu bulan dilaporkan melakukan aksi intervensi senilai JPY2,12tn di pasar uang demi menghalau penguatan Yen; aksi pertama sejak 2004. akibatnya, bursa saham global bereaksi dengan menunjukkan momentum pembelian yang kuat, khususnya di pasar Emerging. AS kembali menekan Cina agar membiarkan apresiasi CNY/USD sesuai mekanisme pasar, ke nilai yang mencerminkan pertumbuhan ekonomi dan surplus neraca perdagangannya yang tinggi. Kinerja bursa global pun mencatat penguatan tajam; S&P500 (+8,8%), DJ Euro Stoxx 50 (+4,4%),

FTSE 100 (+6,2%), Nikkei 225 (+6,2%), KOSPI (+7,5%), Straits Times (+5%), Sensex (+11,7%), Hang Seng (+8,9%). Meski bursa libur sepekan karena Idul Fitri, IHSG kembali naik menembus level tertinggi di 3501,3 (+13,6%MoM); kinerja terbaik di Asia Pasifik selama 9 bulan terakhir (+38,2%) mengalahkan kinerja MSCI Asia Pacific ex Japan (+8,6%). Kinerja indeks lebih tinggi dalam USD, karena IDR menguat 1,5%MoM menjadi 8908/USD. Reli indeks didukung oleh kuatnya arus masuk dana asing sehingga mendorong turun imbal hasil obligasi jangka panjang, dan mengangkat momentum beli di bursa saham. Secara bersamaan, berkembang ekspektasi bahwa pendapatan emiten 3Q10s berpotensi menguat seiring kenaikan pertumbuhan kredit, ekspor dan konsumsi domestik. Keyakinan investor makin bertambah setelah Asian Development Bank menaikkan estimasi PDB Indonesia menjadi 6,1% di 2010 dan 6,5% di 2011. Di tambah lagi, rasio investasi terhadap PDB Indonesia telah mencapai 32% di 1H10, level tertinggi sejak 1996, periode sebelum krisis Asia. Kuatnya investasi riil berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat ke depan. Yang sangat menarik, tiga BUMN Cina dilaporkan mengajukan proposal relokasi pabrik baja dan semen dari negaranya ke Indonesia karena mempertimbangkan prospek apresiasi CNY dan naiknya upah buruh di China. Semua sektor indeks naik dipimpin oleh sektor Aneka Industri (+20,3%), Perdagangan-Jasa (+17,8%), Konsumer (+17%), dan Industri Dasar (+15%). Rata-rata nilai perdagangan harian BEI melonjak ke Rp5,9tn (+39,6%MoM). Arus dana asing masih mencatat pembelian bersih Rp6tn, naik 196%MoM dari Rp2tn di bulan Juli. Bila data makro AS kembali melemah, hal ini akan menambah tekanan bagi the Fed untuk melakukan kembali program pembelian aset; yang berpotensi mendongkrak likuiditas global. Prospek makin banyaknya USD beredar dalam sistem perdagangan dunia telah mendorong bursa saham di seluruh dunia, tapi bisa membuat nilai USD melemah. Ditambah lagi, keputusan Bank of Japan memotong suku bunga menjadi nyaris 0% dan membentuk dana JPY 5tn (USD 60bn) untuk membeli kembali obligasi pemerintah juga meningkatkan likuiditas dan arus dana asing yang masuk ke Emerging Asia termasuk Indonesia. Di sisi domestik, mulai berkembang ekspektasi bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih pesat pada tiga bulan terakhir 2010 seiring pertumbuhan kredit yang berpeluang naik dari 21% di 3Q10 menjadi 24% at 4Q10. Apalagi, angka inflasi diumumkan lebih rendah dari perkiraan di bulan September (5,88%YoY) memberi peluang bagi BI rate untuk bertahan di 6,5% hingga akhir tahun. Sementara itu, konsumsi domestik sebagai mesin utama perekonomian berpotensi menguat di 4Q10 didorong belanja pemerintah atas proyek infrastruktur yang biasanya melonjak di triwulan akhir. Di sisi pasar, nilai kapitalisasi pasar IHSG dan dana kelolaan industri reksadana domestik telah mencapai rekor tertinggi yaitu sekitar Rp3000tn dan Rp220tn di bulan September 2010, Hal ini mengindikasikan dukungan kuat dari likuiditas domestik dan arus dana asing dalam mendongkrak aktivitas merger-akuisisi, IPO dan right issue; sehingga mendorong volume perdagangan di BEI. Potensi kenaikan harga komoditas dan apresiasi IDR juga dapat mendorong revisi valuasi indeks. Disclaimer/pernyataan peringatan Terlepas dari seberapa rinci isi disclaimer, peraturan Bapepam No. IV.D.1 mewajibkan

pencantuman kalimat berikut dalam semua bentuk iklan reksa dana: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG. Mengingat fund fact sheet merupakan salah satu dokumen yang digunakan dalam pemasaran reksa dana, maka isi disclaimer umumnya dibuat sedemikian rupa demi memenuhi ketentuan dalam peraturan Bapepam No. IV.D.1 mengenai Pedoman Iklan Reksa Dana, ditambah (jika ada) pernyataan tambahan berdasarkan peraturan internal perusahaaan manajer investasi (biasanya demi memenuhi standar kepatuhan/compliance). Berikut adalah contoh dari pernyataan tambahan yang diikutsertakan ke dalam disclaimer [5]:

Dokumen ini dibuat hanya untuk memberikan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual atau dijadikan dasar dari atau yang dapat dijadikan pedoman sehubungan dengan suatu perjanjian atau komitmen apapun atau suatu nasehat investasi. Dokumen ini merupakan referensi untuk instrumen keuangan tertentu (Instrumen Keuangan) yang disahkan dan diatur dalam yuridiksi dimana Instrumen Keuangan tersebut dibentuk. Tidak ada tindakan yang perlu diambil dalam melakukan penawaran umum dari Instrumen Keuangan tersebut di wilayah yuridiksi lainnya, kecuali disebutkan di dalam prospektus terbaru, dokumen penawaran atau materi informasi lainnya, sebagaimana telah tersedia, dari Instrumen Keuangan tersebut yang relevan apabila tindakan tersebut perlu diambil, khususnya, di Amerika Serikat, bagi warga negara Amerika Serikat (dimana ketentuan tersebut diatur di dalam Peraturan huruf S Pasar Modal Amerika Serikat tahun 1933). Sebelum melakukan suatu pembelian di dalam suatu negara dimana Instrumen keuangan tersebut terdaftar, investor wajib memeriksa seluruh kendala atau larangan yang mungkin ada dalam kaitannya dengan pembelian, kepemilikan atau penjualan Instrumen Keuangan tersebut. Investor yang mempertimbangkan untuk membeli Instrumen Keuangan tersebut wajib membaca dengan seksama di dalam prospektus terbaru, dokumen penawaran atau materi informasi lainnya dan memahami laporan keuangan terbaru dari Instrumen Keuangan tersebut. Investor harus berkonsultasi dengan penasihat hukum dan pajak mereka sehubungan dengan nasehat-nasehat hukum, akuntansi, domisili dan perpajakan sebelum melakukan investasi ke dalam Instrumen Keuangan tersebut sehubungan dengan pengambilan keputusan yang independen atas kesesuaian dan relevansi dari investasi tersebut, jika diperbolehkan untuk melakukan transaksi. Mohon diperhatikan bahwa berbagai jenis investasi, apabila ada dalam dokumen ini, melibatkan berbagai tingkatan risiko dan tidak terdapat jaminan bahwa investasi tertentu cocok, sesuai atau menguntungkan bagi investor atau calon investor dari investasi portofolio ini. Dengan memperhitungkan risiko ekonomi dan risiko pasar, tidak ada jaminan bahwa Instrumen Keuangan ini akan mencapai tujuan investasinya. Imbal hasil dapat dipengaruhi oleh, antara lainnya, strategi atau tujuan investasi dari Instrumen Keuangan ini dan juga kondisi pasar dan kondisi ekonomi, termasuk kondisi tingkat suku bunga,

periode pasar dan kondisi pasar secara umum. Perbedaan strategi yang diterapkan ke dalam Produk Investasi ini dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap gambaran hasil dalam dokumen ini. Kinerja masa lalu bukan suatu pedoman untuk kinerja masa datang dan nilai investasi dalam Instrumen Keuangan dapat menurun atau meningkat. Investor mungkin tidak mendapatkan kembali nilai nominal atas investasi awal. Data Kinerja, sebagaimana berlaku, tercermin dalam dokumen ini, tanpa memperhitungkan biaya komisi, atau biaya lainnya yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan kembali dan perhitungan pajak.

C. STRATEGI MANAJER INVESTASI Kali ini saya akan informasikan sejumlah strategi yang dilakukan manajer investasi (MI) dalam mengelola dana investor. Mengapa ini diperlukan? Agar bila mau berinvestasi pada reksadana tertentu, Klabers dapat membedakan strategi satu MI dengan yang lain dan mengetahui apa filosofi investasi MI tersebut sesuai dengan diri Klabers. Berikut kutipan tujuan investasi suatu reksadana...The investment objective of xxx is to provide investors with long term capital gain by capitalizing the growth of Indonesian stock market, with some opportunities to invest in smaller Indonesia companies. Tujuan reksadana ini mendapatkan keuntungan jangka panjang dengan memanfaatkan pertumbuhan Pasar Modal dan berinvestasi pada perusahaan berskala kecil. Klabers dapat berkonsultasi dengan calon MI mengenai detil strategi bila hal ini tidak dijelaskan prospektus. Manajer investasi (fund manager) melakukan sejumlah pendekatan dalam mengelola investasi. Pada umumnya ada lima strategi yang populer: 1. Aktif atau pasif Dalam pasar yang efisien, harga efek dipercaya sudah mencerminkan informasi relevan yang diterima pasar, oleh karena itu keinginan mendapatkan keuntungan melebihi kinerja indeks pasar tidak mungkin terjadi. Karenanya, MI yang pasif cenderung mengikuti proporsi indeks pasar (indexing). Misalkan saham A mengkontribusikan sebesar 5% terhadap total market capitalization (kapitalisasi pasar=harga per lembar saham x total lembar saham beredar), maka 5% dari total nilai portofolio diinvestasikan pada saham A. Buy-and-hold juga contoh strategi pasif yang tidak sering bertransaksi sehingga menekan biaya. Sedangkan yang tidak percaya pasar efisien, akan aktif mencari saham yang murah (underpriced) guna mendapatkan return melebihi return indeks pasar. Riset dan perdagangan relatif lebih banyak sehingga biaya manajemen lebih mahal.

2. Value atau growth Value stocks adalah saham-saham yang dinilai murah dengan melakukan berbagai analisis pasar dan fundamental, dicerminkan dengan nilai rasio P/E (price-to-earnings), P/B (price-to-book value), P/S (price-to-sales) dan P/CF (price-to-cash flow) yang rendah dan juga saham yang memiliki rasio dividend yield (dividend-to-price) yang tinggi dibandingkan saham lainnya. Growth stocks adalah saham-saham yang walaupun tidak murah memiliki potensi pertumbuhan tinggi karena diharapkan memberikan earnings per share (EPS) yang lebih tinggi di masa yang akan datang. Saham-saham ini memiliki nilai rasio P/E, P/B, P/S, dan P/CF yang relatif tinggi. 3. Perusahaan kecil atau besar Saham-saham dengan market cap kecil memberikan tingkat pengembalian lebih tinggi dibandingkan saham dengan market cap lebih tinggi. Salah-satu alasannya adalah karena saham perusahaan kecil berpotensi tumbuh dan memberikan capital gain lebih tinggi dibandingkan perusahaan besar. Secara empiris, dengan mempadukan strategi value dan small cap, dalam jangka panjang memberikan return lebih tinggi dibandingkan indeks pasar atau dengan memakai strategi lainnya. 4. Top-down approach atau bottom-up approach Top-down mengamati kondisi makroekonomi sehingga dapat memutuskan sebaiknya melakukan investasi pada kas, saham, pasar uang, obligasi, surat berjangka, atau komoditas (asset allocation). Sedangkan bottom-up menganalisis saham atau kondisi perusahaan yang menguntungkan tanpa harus mempertimbangkan kondisi makroekonomi (security selection). Kenyataannya kedua pendekatan ini sering dipakai bersamaan. 5. Analisis teknikal atau fundamental Analisis teknikal mengamati pergerakan harga saham dengan memakai data seperti harga, volume transaksi, dan lainnya. Analis teknikal percaya bahwa sejarah akan berulang, oleh karenanya meyakini selalu ada tren harga yang dapat diprediksi. Biasanya bermanfaat pada saham yang transaksinya likuid. Pemakainya percaya bahwa pasar tidak efisien sehingga dengan memanfaatkan harga masa lalu, investor atau trader dapat menghasilkan return portofolio lebih tinggi dibandingkan return pasar. Analisis fundamental menilai harga saham dengan memetakan kondisi riil usaha dan berbagai kebijakan yang dapat mempengaruhi nilai suatu perusahaan. Analis fundamental menilai laporan keuangan, berita, dan berkunjung ke perusahaan guna melihat prospek dan risiko perusahaan dan akhirnya menentukan harga wajar

sahamnya. Kebanyakan MI menggabungkan keduanya. D.Aturan manajemen Investasi Bapepam-LK menerbitkan aturan baru mengenai manajer investasi. Aturan tersebut disusun dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalisme manajer investasi serta meningkatkan obyektifitas dan kualitas hasil penilaian properti. Ketiga peraturan baru itu, yakni peraturan V.A.3 tentang Perizinan Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Manajer Investasi, peraturan V.D.11 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajer Investasi, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-480/BL/2009 tanggal 31 Desember 2009, dan peraturan VIII.C.4 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal Beberapa ketentuan pokok yang diatur dalam peraturan dimaksud tentang perizinan sebagai manajer investasi, antara lain mewajibkan manajer investasi untuk memiliki dan menerapkan strategi manajemen risiko dan strategi kepatuhan serta memiliki unit kerja atau pejabat yang melaksanakan fungsi-fungsi tertentu dari Manajer Investasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan V.D.11 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajer Investasi. Dalam aturan baru tersebut, ditegaskan tentang kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh manajer investasi, yaitu: a. Pengelolaan portofolio Efek untuk kepentingan nasabah tertentu berdasarkan perjanjian pengelolaan dana yang bersifat bilateral dan individual yang disusun sesuai peraturan Bapepam-LK. b. Pengelolaan portofolio investasi kolektif untuk kepentingan sekelompok nasabah melalui wadah atau produk-produk yang diatur dalam peraturan Bapepam dan LK. c. Kegiatan lain sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bapepam dan LK. Penegasan tersebut perlu diberikan mengingat adanya berbagai jenis jasa pengelolaan investasi atau dana yang dilakukan oleh manajer investasi yang kurang sesuai dengan prinsip pengelolaan investasi/dana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal. Dalam menerapkan aturan baru tersebut, Bapepam-LK memberikan jangka waktu selama satu tahun kepada manajer investasi untuk melakukan penyesuaian. Namun khusus untuk penyesuaian yang berkaitan dengan kegiatan pengelolaan investasi/dana, Bapepam-LK memberikan jangka waktu selama dua tahun atau sampai dengan berakhirnya perjanjian pengelolaan investasi atau dana. "Meskipun manajer investasi diberikan waktu untuk melakukan penyesuaian selama dua tahun, namun hal tersebut tidak berarti bahwa Manajer Investasi dapat memperpanjang perjanjian pengelolaan investasi/dana atau membuat perjanjian pengelolaan investasi/dana yang baru," tulis penjelasan tersebut.

Perpanjangan perjanjian atau pembuatan perjanjian baru hanya dapat dilakukan sepanjang sesuai dengan peraturan V.A.3 dan peraturan perundangan lain yang terkait dengan pengelolaan investasi/dana. Sementara Peraturan V.D.11 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajer Investasi Peraturan ini pada intinya mewajibkan manajer investasi untuk mempunyai dan melaksanakan fungsi-fungsi, antara lain investasi, manajemen risiko, kepatuhan, pemasaran, penanganan keluhan investor. Sedangkan peraturan VIII.C.4 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal mengandung unsur kewajiban menggunakan nilai pasar (Market Value) dalam setiap kegiatan penilaian properti. Diatur pula bahwa penilai properti wajib menaati kode etik dan standar yang ditetapkan oleh asosiasi sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Nomor VIII.C.4. Aturan tersebut juga melarangan kepada penilai properti, antara lain adalah penilai properti dilarang mengeluarkan dua atau lebih hasil penilaian pada obyek penilaian yang sama dan untuk tanggal penilaian yang sama serta menghasilkan laporan penilaian properti yang menyesatkan dan membiarkan pihak lain menyampaikan laporan penilaian properti yang menyesatkan.