Anda di halaman 1dari 3

Etiologi nyeri kepala

Nyeri kepala merupakan suatu jenis alih ke permukaan kepala yang berasal dari struktur bagian dalam. Beberapa nyeri kepala disebabkan oleh stimulus nyeri yang berasal dari dalam kranium, tapi yang lainnya mungkin juga dari luar cranium, misalnya dari sinus nasalis. Nyeri kepala yang asalnya intracranial: Daerah sensitif nyeri pada tempurung kepala Jaringan otak hampir seluruhnya tak peka terhadap nyeri. Bahkan pemotongan atau perangsangan listrik pada daerah sensorik korteks serebri hanya kadang saja menimbulkan nyeri, justru bila daerah sensorik korteks dirangsang akan timbul rasa taktil di bagian kaki dan parestesia seperti tertusuk pada daerah tubuh. Oleh karena itu, ada kecenderungan bahwa sebagian besar nyeri kepala tidak disebabkan oleh kerusakan dalam otak itu sendiri. Sebaliknya, tegangan pada sinus venosus sekitar otak, kerusakan tentorium, atau regangan pada dura di basis otak dapat menimbulkan rasa nyeri hebat yang dikenal dengan nyeri kepala. Juga, hampir setiap macam trauma, cedera (crushing), atau stimulus regangan terhadap pembuluh darah selaput otak dapat menimbulkan nyeri kepala. Daerah kepala tempat peralihan nyeri kepala intracranial Perangsangan reseptor rasa nyeri pada tempurung serebri di atas tentorium, meliputi bagian atas tentorium itu sendiri, akan menimbulkan impuls nyeri pada saraf kelima, sehingga akan menimbulkan nyeri kepala alih diseparuh bagian depan kepala pada daerah somatosensorik yang diinervasi nervus kranialis kelima. Sebaliknya, impuls nyeri yang berasal dari bawah tentorium akan memasuki system saraf pusat terutama melalui servikal kedua, saraf glossofaringeal, dan saraf vagus yang juga menginervasi kulit kepala di atas, belakang, dan sedikit di bawah telinga. Stimulus nyeri yang berasal dari daerah subtentorial akan menimbulkan nyeri kepala oksipital yang akan dialihkan ke bagian posterior kepala. Macam-macam Nyeri kepala intracranial Nyeri kepala pada Meningitis Salah satu nyeri kepala yang paling hebat adalah akibat penyakit meningitis, yang menyebabkan peradangan pada semua selaput otak, termasuk daerah-daerah dura dan daerah sensitive di sekeliling sinus venosus. Kerusakan yang parah akan menimbulkan nyeri kepala hebat yang akan dialihkan ke seluruh kepala. Nyeri kepala akibat rendahnya tekanan cairan serebrospinal Pembuangan cairan kanalis spinal sebanyak 20 ml, khususnya bila pasien tetap dalam posisi berdiri, seringkali akan menyebabkan nyeri kepala intracranial yang hebat. Pembuangan cairan serebrospinal ini akan menghilangkan sebagian kemampuan mengambang otak yang dalam keadaan normal dapat dilaksanakan oleh adanya cairan serebrospinal. Otak yang berat ini akan meregangkan bermacam-macam permukaan duramater sehingga timbul nyeri kepala. Nyeri kepala migren

Nyeri kepala migren ini seringkali didahului oleh bermacam-macam sensasi prodromal, misalnya nausea, berkurangnya sebagian lapang penglihatan, aura visual, atau tipe sensorik halusinasi yang lainnya. Salah satu teori penyebab nyeri kepala migren ini adalah bahwa emosi atau ketegangan yang berlangsung lama akan menimbulkan refleks vasospasme beberapa pembuluh arteri kepala, termasuk pembuluh arteri yang memasok otak. Mungkin juga terdapat predisposisi genetic untuk nyeri kepala migren, karena riwayat keluarga yang positif untuk migren telah dilaporkan terjadi pada 65 sampai 90 persen kasus. Nyeri kepala migren juga dua kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Nyeri kepala alkoholik Seperti yang pernah dialami oleh banyak orang, biasanya nyeri kepala akan timbul sesudah minum alcohol yang berlebihan, karena alcohol ini toksik terhadap jaringan, langsung merangsang selaput otak dan menyebabkan nyeri intracranial. Nyeri kelapa akibat konstipasi Pada kebanyakan orang, konstipasi menyebabkan nyeri kepala. Karena keadaan ini dapat terjadi pada pasien yang mengalami pemotongan traktus sensorik nyeri di dalam medulla spinalis, kita tahu bahwa nyeri kepala ini bukan disebabkan oleh impuls saraf yang berasal dari kolon. Oleh karena itu, nyeri kepala dapat disebabkan oleh terabsorbsinya bahan toksik yang dihasilkan atau berasal dari perubahan yang timbul pada system sirkulasi akibat hilangnya cairan yang masuk ke dalam usus.

Nyeri kepala Ekstra cranial: Nyeri kepala akibat spasme otot Ketegangan emosi seringkali menyebabkan spasme otot, khususnya otot-otot yang melekat pada kulit kepala dan otot-otot leher yang melekat pada oksiput, dan ada anggapan bahwa keadaan ini merupakan penyebab umum dari timbulnya nyeri kepala. Diduga nyeri akibat spasme otot-otot kepala ini akan dialihkan ke daerah kepala yang lebih dalam, sehingga nyeri kepala yang timbul sama seperti jenis nyeri kepala akibat lesi intracranial. Nyeri kepala akibat iritasi hidung dan struktur-struktur sekitar hidung Mukosa membrane hidung serta sinus nasalis sensitive terhadap rasa nyeri, namun tak begitu hebat. Walaupun demikian, infeksi atau proses iritasi pada struktur hidung yang luas sering bergabung dan menimbulkan nyeri kepala yang akan dialihkan ke daerah belakang mata atau seperti pada infeksi sinus frontalis, nyeri akan dialihkan ke permukaan frontal dahi dan kulit kepala. Nyeri yang berasal dari sinus bagian bawah, misalnya sinus maksilaris, dapat terasa di wajah. Nyeri kepala akibat kelainan mata Kesulitan seseorang untuk memfokuskan mata agar timbul penglihatan yang jelas akan menimbulkan kontraksi yang berlebihan pada otot-otot siliaris. Walaupun sangat kecil, kontraksi tonik pada otot-otot ini diduga dapat menimbulkan nyeri kepala di daerah retro-orbital. Juga, usaha memfokuskan mata secara berlebihan dapat menimbulkan refleks spasme berbagai otot fasial dan otot ekstraokular, yang mungkin menimbulkan nyeri kepala.

Nyeri kepala tipe kedua yang berasal dari mata dapat timbul bila terpajan cahaya secara berlebihan, terutama sinar ultraviolet. Melihat matahari atau bunga api (arc-welder) selama beberapa detik saja mungkin akan menimbulkan nyeri kepala berlangsung 24 sampai 48 jam lamanya. Kadangkala nyeri kepala timbul karena iritasi konjungtiva oleh bahan aktin, dan nyeri yang timbul akan dialihkan ke daerah permukaan kepala atau ke daerah retroorbital. Bagaimanapun, pemusatan sinar yang banyak dari busar (arc/bunga api) atau dari sinar matahari pada retina dapat membakar retina, dan keadaan ini akan menimbulkan nyeri kepala. Terdapat tiga jenis stimulus yang merangsang reseptor rasa nyeri, yaitu mekanis, suhu dan kimiawi. Rasa nyeri dapat dirasakan melalui berbagai jenis rangsangan. Semua ini dikelompokkan sebagai rangsang nyeri mekanis, suhu, dan kimiawi. Pada umumnya, nyeri cepat diperoleh melalui rangsangan jenis mekanis atau suhu, sedangkan nyeri lambat dapat diperoleh melalui ketiga jenis tersebut. Pada dasarnya manusia dapat merasakan bermacam-macam gradasi panas dan dingin, mulai dari suhu yang membeku lalu suhu dingin sampai suhu sejuk, selanjutnya dari suhu hangat sampai panas dan akhirnya panas yang menyengat. Gradasi termal dapat dibedakan oleh paling sedikit tiga macam reseptor sensorik: reseptor dingin, reseptor hangat, dan reseptor rasa nyeri. Beberapa zat kimia yang merangsang jenis nyeri kimiawi adalah bradikinin, serotonin, histamine, ion kalsium, asam, asetilkolin, dan enzim proteolitik. Selain itu, prostaglandin dan substansi P meningkatkan sensitivitas ujung-ujung serabut nyeri tetapi tidak secara langsung merangsangnya. Substansi kimia terutama penting untuk perangsangan lambat, jenis rasa nyeri yang menusuk yang terjadi setelah cedera jaringan. (Guyton and Hall Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11, hal:634-635)