Anda di halaman 1dari 21

KEJANG PADA NEONATUS

SUB BAGIAN PERINATOLOGI BAGIAN KESEHATAN ANAK FK UNDIP / RS DR KARIADI SEMARANG

KEJANG PADA NEONATUS

Kegawatan neonatus Meninggal (15%), Sekuele (30%-50%) Bentuk kejang Subtle, Klonik multifokal, Tonik, Mioklonik . Etiologi: Gangguan vaskuler : perdarahan, trauma, penyakit Gangguan metabolisme: Na, Ca, Mg, Glc. Bil Infeksi: meningitis, ensepalitis, TORCH Kelainan kongenital ; Lain-lain

< 2 hari berhubungan dengan komplikasi persalinan > 2 hari infeksi

Diagnosis
Riwayat

Asfiksia atau resusitasi Trauma lahir Prematuriras dan atau bayi kecil Masalah pemberian minum Onset dan lamanya kejang Riwayat imunisasi (ibu) Higene & sanitasi lingkungan

Pemeriksaan fisik
Gerakan abnormal Wajah, mata, mulut, lidah dan ekstrimitas Ekstensi atau fleksi tonik ekstremitas, gerakan seperti mengayuh sepeda, mata berkedip,berputar, juling.
Tangisan melengking dengan nada tinggi, sukar berhenti. Perubahan status kesadaran, apnea, ikterus, Ubun-ubun besar membonjol, suhu tubuh tidak normal.

Gambaran Klinik : Sangat berbeda dg manifestasi pada anak. 5 jenis utama :


1. 2. 3. 4. 5.

Subtle Tonik Klonik Mioclonik Jitterness

Subtle

50% kejang pada neonatus Bayi Cukup bulan atau Bayi Kurang Bulan Sering terjadi bersamaan dengan jenis kejang yang lain.

a. Gerakan alis mendatar atau naik turun (predominan pada Bayi Cukup Bulan) b. Gerakan alis berulang c. Gerakan mata berulang dengan fiksasi bolamata (predominan pada bayi kurang bulan)

Subtle (lanjutan)
d. Gerakan mulut dan pipi : menghisap, mengeluarkan air liur yang berlebihan, gerakan lidah e. Gerakan ekstrimitas yang berulang : seperti berenang, mengayuh sepeda, mengayuh dayung
f. Perubahan pernapasan : apnea g. Ketidak stabilan vasomotor

Tonik
a.

Umum
Ditandai dengan fleksi atau ekstensi leher, badan atau ekstrimitas atas Biasanya disertai dengan ekstensi ekstrimitas bawah Lebih sering terjadi pada BBLR

b.

Fokal:
Gerakan asimetris dan berulang pada tubuh atau ekstrimitas

Mioklonik

A. Fokal :

Kontraksi tunggal dan menetap dari otot fleksor ekstrimitas atas B. Multifokal :

Gerakan yang tidak sinkron dan menetap Melibatkan sebagian besar anggota tubuh

c. Umum :

Gerakan fleksi tunggal atau lebih dari kepala atau tubuh sering dihubungkan dengan fleksi atau ekstensi ekstremitas

Dijumpai selama periode tidur pada Bayi Cukup Bulan dan Bayi Kurang Bulan

Klonik
A.Fokal:

Gerakan terbatas pada satu atau kedua ekstrimitas pada salah satu sisi tubuh dapat diikuti atau tanpa gerakan wajah

gerakan lambat dan ritmik.

B. Multifokal: Gerakan satu ekstremitas Pindah ke ekstremitas lain Sering dijumpai pad BBLR

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Meningitis,

Darah: infeksi Cairan serebrospinal: lekosit 10-20/ml, pengecatan, kultur.

Gangguan metabolik

Hipoglikemi, hipokalsemi, hipomagnesemi, hiponatremi, hipernatremi

Gangguan vaskuler

Riwayat jejas pada kepala: hemoglobin & hematokrit Pemeriksaan kadar bilirubin. Analisa gas darah.

Ultra sonografi,Pencitraan kepala Elektroensefalografi.

PENGOBATAN

Jalan napas terbuka dan bersih Jaga kehangatan tubuh Beri Oksigen Potong kejang Pengibatan penyakit dasar ( Periksa GDS dan elektrolit) Pasang jalur intravena

ANTI KONVULSAN
1.

Fenobarbital : 20 mgr/kg i.v/im 10 mg/kb iv Pemberian im : dosis dinaikkan 10-15%. Dosis rumatan : 5 mgr/kg/hari 1 kali atau dibagi 2 dosis po

2. Fenitoin : (Dilantin) : 20 mgr/kg iv Dosis rumatan : 4-8 mgr/kg/hari dalam 2 atau 3 dosis i.v 3. Diazepam (valium) : Dosis awal 0,1-0,3 mgr/kg . Dapat di ulang 15 menit, Maksimal 2-5 mg (kontroversi).

Pengobatan faktor penyebab kejang.


Meningitis
Ampisilin 100mg/kg @ 8-12 jam + gentamisin 5-7 mg/kg/hari, 48 jam tak ada perbaikan ampisilin sefotaksim 50mg/kg @ 6-8 jam

Hipoglikemi= Gula drh < 40-45 mg/dl (2,6mmol/l)

Gula drh < 25 mg/dl atau simtomatik: D10% 2-3 ml/kg bolus (5 menit) dilanjutkan D10% rumatan. Gula darah 25-45 mg/dl : minum dini dipantau tiap 30-60 menit jika tetap rendah infus D10% rumatan

Hipokalsemi: ( Ca< 7 mg/dl atau < 1,75 mmol/L),


Kalsium glukonas 10%, 1-2 ml/kg + aquadest (5 menit) Dapat diulang setelah 10 menit.

Hipomagnesemi , (Mg< 1,5 mg/dl),


Magnesium sulfat 50%, 0,1-0,2 ml/kg iv apat diulang setiap 6 12 jam.

Hiponatremi (Na< 135 mEq/l),


Koreksi jika Na< 120 mEq/l & osmolaritas darah normal, Na kareksi = 135meq/l - Na bayi X BB (kg) X0,6. Separuh nya diberikan dalam 12-24 jam. Jika osmolaritas darah rendah restriksi cairan 20ml/kg/hari Pemantauan kadar natrium tiap 6-8 jam,

Hipernatremi ( Na > 150 mEq/l)


Atasi faktor penyebab, antara lain dehidrasi, asupan natrium yang berlebihan.

SPASME NEONATORUM
Bayi tetap sadar, menangis kesakitan Trismus, kekakuan otot mulut , rahang kaku, mulut tidak dapat dibuka, bibir mencucu. Opistotonus, kekakuan pada ekstremitas, perut, kontraksi otot tidak terkendali. Dipicu oleh kebisingan, cahaya, atau prosedur diagnostik. Infeksi tali pusat.

spasme

TERAPI
Diazepam 10mg/kg / hari drip selama 24 jam atau
bolus IV tiap 3 jam, maksimum 40 mg/ kg/hari Jika Frekuensi nafas < 30 x/mnt stop

Human tetanus immunoglobin 500 U IM, atau


Antitoksin tetanus 5000U IM; Toksoid tetanus IM pada tempat yg berbeda.

Benzyl penicillin G 100000 U/kg BB IV atau IM


dua kali sehari selama tujuh hari

Jiternes
Gerakan

tremor kasar, amplitudo sama Timbul dengan rangsang Hilang dengan fleksi pasif Gerakan bola mata normal Pada bayi merupakan keadaan normal
lapar, hipoglikemi, BBLR