Anda di halaman 1dari 3

RSUD KARANGASEM LAPORAN OPERASI Ruang Operasi 2 Akut/terencana: terencana

Pembedah: Fido Anggli, dr

UPF : OBSTETRI DAN GINEKOLOGI Nama: Luh Sini Umur: 39 tahun Sub UPF OBGIN Kamar: 2 Tanggal: 5-6-2013
Asisten I: Thuvi S.Ked Asisten II:

No. RM: 14.01.06 Ruang: Kamboja

Perawat instrument: Purnami Perawat Anestesi: Dayu Arisanti

Ahli anestesi: Komang Adi KJ, dr., SpAn. Assisten ahli anestesi: Ode, dr

Jenis anestesi: BSA

Diagnosa pra-bedah: Mioma Uteri Diagnosa paska-bedah: Post Total Abdominal Histerektomi Desinfeksi kulit dengan: Betadine Jam operasi dimulai: 11.25wita Jam operasi selesai: 13.15 wita

Obat anestesi: Bupivacain 0,5% Fentanyl 100mg Propofol 150mg Indikasi operasi: Mioma Uteri Jenis operasi: Total Abdominal Histerektomi Jaringan yang dieksisi: Kulit-Subkutis-LemakFasia-Otot-Peritoneum Dikirim ke PA: Ya Lama operasi Jenis bahan yang dikirim ke Berlangsung: laboratorium untuk 100 menit pemeriksaan: Uterus Posisi penderita (bila perlu dengan gambar): Terlentang

Macam sayatan (bila perlu dengan gambar): Midline ( 10 cm)

Singkatan kelainan yang ditemukan dengan gambar (laporan lengkap lihat sebelah): `

Gambar 1: Uterus Gambar 2: Uterus Y incision

LAPORAN OPERASI

Nama: Luh Sini Umur: 39 tahun

Sub UPF OBGIN

No. RM: 14.01.06 Ruang: Kamboja

Laporan operasi lengkap (Riwayat perjalanan operasi yang terperinci dan lengkap):
BSA. Tindakan asepsis dan antiseptik lapangan operasi dengan betadine. Di mulai dari umbilikus dengan gerakan memutar keluar/spiral sampai paha bagian atas kanan dan kiri sebanyak 2 kali, gaas dibuang dan dihitung. Dilakukan hygiene vagina dengan gaas betadine sebanyak 1 kali Persempit lapangan operasi dengan doek steril. Pasang doek klem 12 cm sebanyak 2 buah. Lakukan insisi midline pada bekas operasi dahulu di dinding abdomen + 10 cm, perdalam insisi sampai dengan menembus peritonium. Evaluasi organ genitalia interna Tampak uterus membesar 12-14 minggu padat kenyal, permukaan rata, perlekatan dengan jaringan sekitar (-). Tuba dan Ovarium kanan kesan normal Diputuskan dilakukan TAH Pasang darm Gaas Traksi Mioma dengan tenakulum Identifikasi Ligamentum Rotundum kanan / kiri Klem, potong, ikat Buka plika vesikouterina sisihkan ke posterior Buat tunnel avaskular pada ligamentum infundibulopelvikum kanan / kiri Klem, potong, ikat Reseksi uterus kanan / kiri sampai dengan ligamentum sakrouterina klem, potong, ikat ligamentum sakrouterina kanan / kiri Evaluasi batas vagina dengan cervix Lanjutkan reseksi serviks kanan / kiri sampai dengan batas vagina Pasang kocher kanan / kiri batas vagina serviks Potong (amputasi) uterus PA Buat 2 jahitan sudut Jahit hemostasis di sekeliling vagina dengan benang monosyn 0 jelujur feston Dilakukan jahitan antero posterior Ligamentum rotundum dan ligamentum infundibulopelvikum diikat menjadi Satu Ligamentum rotundum, ligamentum infundibulopelvikum dan sudut dinding vagina diikat menjadi Satu Rawat perdarahan. Retroperitonealisasi dengan monosyn 0 jelujur sederhana Buka darm gaas Cuci cavum abdomen dengan kloret Evaluasi perdarahan (-) Dinding abdomen ditutup lapis demi lapis Peritoneum dijahit jelujur sederhana dengan monosyn 0 Otot dijahit satu satu dengan monosyn 0 Fasia dijahit jelujur feston dengan monosyn 0 Lemak dijahit satu satu dengan monosyn 0 Kulit dijahit subkutikuler dengan monosyn 3-0 Tutup luka operasi dengan kasa steril dan hypafix Operasi selesai Perdarahan 300cc

Instruksi Anesthesi: Ketamin 40 mg + Tramadol 250 mg + Ketorolac 60 mg IV + Ondansentron 16 mg dalam D5 500 cc ~ 20 tts/mnt.

Instruksi paskabedah: IVFD RL Puasa 6 jam paska operasi, bila bising usus positif normal diet bebas Cefoperazone Sulbactam 2 x 1 gram iv Analgesik ~ TS Anestesi Mobilisasi dini Monitoring : keluhan, vital sign, perdarahan, CM CK

Pembuat laporan:

Pembimbing Operasi:

Fido Anggli , dr.


Penilaian : N o Materi Penilaian

Dr. dr. Mintareja Teguh, SpOG(K)

Nilai

1 2 3 4 5

Penguasaan Materi Persiapan Operasi Teori Teknik Operasi Teknik Operasi Lain lain