Anda di halaman 1dari 14

ARTRITIS GOUT 1.

Definisi Artritis Gout adalah suatu sindrom klinis yang mempunyai gambaran khusus, yaitu artritis akut. 2. Etiologi Gejala artritis akut disebabkan oleh reaksi inflamasi jaringan terhadap pembentukan kristal monosodium urat monchidrat. Karena itu, dapat dilihat dari penyebabnya, penyakit ini termasuk dalam kelainan metabolik. Kelainan ini berhubungan dengan gangguan kinetik asam urat yaitu hiperurisemia. Hiperurisemia pada penyakit ini terjadi karena : 1. Pembentukan asam urat yang berlebihan 2. Kurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal 3. Perombakan dalam usus yang berkurang 3. Manifestasi Klinis Secara klinis ditandai dengan adanya artritis, tofi, dan batu ginjal, yang menimbulkan rasa sakit oleh karena terbentuk dan mengendapnya kristal monosodium urat. Rasa nyeri berlangsung beberapa hari sampai satu Minggu. Sedangkan tofi itu sendiri tidak sakit, tapi dapat merusak tulang. Tofi merupakan penimbunan asam urat yang dikelilingi reaksi radang pada sinovial, tulang rawan, dan jaringan lunak. 4. Pemeriksaan Penunjang Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar asam urat yang tinggi dalam darah (> 6 mg %). Kadang-kadang didapatkan leukositosis ringan dan LED meninggi sedikit. Kawan asam urat dalam urine juga sering tinggi (500 mg%/liter/24 jam). Pemeriksaan cairan tofi juga penting untuk menegakkan diagnosis. Diagnosis dapat dipastikan bila ditemukan gambaran kristal asam urat (berbentuk lidi) pada sediaan mikroskopik.

5. Penatalaksanaan a. Penatalaksanaan serangan akut Obat yang diberikan pada serangan akut adalah : Kolkisin OAINS Kortikosteorid Analgesik Jangan diberikan aspirin karena dalam dosis rendah akan menghambat ekskresi asam urat dari ginjal dan memperberat hiperunisemia Tirah baring b. Penatalaksanaan Periode Antara Bertujuan untuk mengurangi endapan urat dalam jaringan dan menurunkan frekuensi serta keparahan serangan. Diet Dianjurkan untuk menurunkan BB pada pasien yang gemuk, serta diet rendah purin. Hindari alkohol dan makanan tinggi purin (hati, ginjal, ikan sarden, daging dan sebagainya) termasuk roti manis, serta perbanyak minum. Hindari obat-obatan yang mengakibatkan hiperurisemia seperti : tiazid, diuretik, aspirin, dan asam nikotinat yang menghambat ekskresi asam urat dari ginjal Kolkisin secara teratur Penurunan kadar asam urat serum 2 jenis obat yang digunakan antara lain : a. Obat urikosurik : probenozid, sulfin pirazon, benabro maron, azapropason b. Inhilator xanrin oksidasi atau arupurinol

ASUHAN KEPERAWATAN TN J. S. DENGAN GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKIETAL GOTHI ARTRITIS DI PAV. JOHANES RSU GMIM BETHESDA TOMOHON PENGKAJIAN A. Biodata : Nama Umur Alamat Agama Suku/Bangsa Pendidikan Pekerjaan Status Tgl. MRS Tgl. Pengkajian No. RM Penanggung Jawab Nama Umur Alamat Pekerjaan : Ny. W. L. : 76 Tahun : Kakaskasen III Dsn VIII Tomohon : IRT : Tani : Kawin : 12-05-2007 : 13-05-2007 : 5248 : Tn. J. S. : 78 Tahun : Kakaskasen III Dsn VIII Tomohon : Kristen Protestan : Minahasa/Indonesia : SD

Hubungan dengan pasien : Istri B. Data Psikologis Keluhan Utama : nyeri kedua lutut Riwayat Penyakit Sekarang Pasien baru keluar RS 11-5-2007 siang. Malamnya di rumah pasien mengeluh nyeri pada kedua lutut. Oleh keluarga pasien dibawa ke RSU

GMIM Bethesda Tomohon via UGD oleh dokter jaga, pasien dianjurkan untuk rawat inap di RU Johanes RSU Bethesda Tomohon. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien sudah mengalami penyakit ini sejak 1 tahun yang lalu Riwayat Operasi : tidak pernah Riwayat Alergi : tidak ada

Pemeriksaan Fisik KU : tampak sakit, penampilan sesuai usia, kesehatan compos mentis Tanda-tanda vital SB : 368 0C N : 80 x/m R : 20 x/m TD : 130/90 mmHg Pengkajian Head to Toe Kepala Mata : bentuk wajah bulat, distribusi rambut baik, rambut sudah ubanan, lesi , alopesia , wajah ekspresi meringis : simetris kiri dan kanan, gerak bola mata normal, conjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterus, fungsi penglihatan baik Hidung Mulut Telinga Leher Dada Abdomen Genetalia : tidak ada sekret, sectum tak defrosi, fungsi penciuman baik, epistaksis : gigi sudah ada yang tanggal/beriobais, mukosa mulut lembab, tidak terdapat stomatitis : keadaan bersih, serumen , fungsi pendengaran baik : tidak ada kelainan, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid : bentuk simetris, tidak ada kelainan, iktus cordis , suara pernapasan normal : datar, lemas, tidak ada nyeri tekan : bersih, tidak ada kelainan

Anus

: bersih, tidak ada kelainan, hemoroid bawah : ROM terbatas, nyeri tekan

Ekstremitas atas : ROM baik, tidak ada kelainan

Data Psikologis Pasien mengungkapkan apa yang dirasakan olehnya dengan baik, pasien mengatakan dia masih merasa nyeri pada kedua kaki, ekspresi meringis.

Data Sosial Hubungan pasien dengan anggota keluarga baik, dengan lingkungan tidak ada masalah.

Data Spiritual Sebelum sakit pasien aktif mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ibadah hari Minggu di gereja, pria kaum bapa dan evangisasi, pasien yakin bahwa kesembuhan akan datang dari Tuhan.

POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI Nutrisi Di rumah : makan 3 x/hari, jenis : nasi, ikan, sayur, buah, nafsu makan baik minum 4-6 x/hari, jenis : air masak Di RS : makan 3 x/hari, jenis : nasi, ikan, sayur, buah, nafsu makan baik masalah tidak ada minum : 6-7 gelas/hari jenis : air masak Eliminasi Di rumah : BAB 1 x/hari, konsistensi lembek, warna kuning kecokelatan BAK 4-5 x/hari, warna kuning, tidak ada masalah Di RS : BAB 1 x/hari, konsistensi lembek, warna kuning kecokelatan BAB 4-6 x/hari, warna kuning Istirahat dan Tidur Di rumah : malam 6-7 jam siang 1-2 jam

Di RS -

: malam 7-8 jam siang 1-2 jam

Personal Hygiene Di rumah : mandi gosok gigi Di RS : mandi gosok gigi : 1 x/hari : setiap kali mandi : : cuci rambut : setiap kali mandi ganti pakaian : 1 x/hari cuci rambut : ganti pakaian :

Aktivitas Di rumah : sebelum sakit pergi ke kebun Di RS : aktivitas terbatas oleh karena nyeri yang dirasakan pada kaki : tidak ada : tidak ada : 2 batang/hari

Ketergantungan Alkohol Obat-obatan Rokok

Pemeriksaan Penunjang Laboratorium : Hitung jenis leukosit : N batang N segmen Limfosit Monosit GLU BUN CROG URIC : 76 mg /dl 60 - 115 : 31 mg/dl 8 - 25 : 1,8 mg/dl 0,5 - 1,6 : 9,6 mg/dl 2,0 - 7,0 :2% : 81 % : 16 % :1%

UROUN : 86 mg/dl 10 - 49 Pemeriksaan faeces

Terapi Medis Ramal 2 x 1 Captopril 3 x 25 Kalirofen srp 2 x 1 Recalfar 3 x 1 Inj terasik 2 x 1 amp Dexametason Omepradon 0-0-1 Asam mef 2 x 1

PENGELOMPOKAN DATA Data Subjektif Penderita mengeluh nyeri pada persendian kaki (lutut) Penderita mengeluh kaku saat menggerakkan ekstremitas Penderita mengeluh tidak dapat melakukan aktivitas secara mandiri

Data Objektif Ekspresi wajah meringis Aktivitas penderita dibantu Ekstremitas tampak kaku saat digerakkan Pemeriksaan laboratorium BUN UROUN URIC CREAT : 31 mg/dl : 66 mg/dl : 9,8 mg/dl : 1,8 mg/dl

ANALISA DATA DATA DS : Pasien mengeluh nyeri pada lutut Rasa kaku saat menggunakan ekstremitas DO : Ekspresi wajah meringis Ekstremitas tampak kaku saat digerakkan Pemeriksaan lab BUN : 31 mg/dl CREA : 1,8 mg/dl URIC : 9,8 mg/dl UROUN : 66 mg/dl DS : Pasien mengeluh kaku pada ekstremitas Tidak dapat melakukan aktivitas secara mandiri DO : Aktivitas pasien dibantu Ekstremitas tampak kaku saat digerakkan Intoleransi aktivitas Keterbatasan aktivitas Reaksi inflamasi pada persendian Intoleransi aktivitas Nyeri Nyeri dipersepsikan Impuls dihantarkan ke thalamus 2x inflamasi pada persendian Defosit asam urat pada persendian ETIOLOGI Hiperurisema MASALAH Nyeri

Patofisiologi dan Penyimpangan Terhadap KDM Hiperurisemia Defosit asam urat pada persendian Keterbatasan aktivitas Intoleransi aktivitas Rangsangan keroseptor nyeri Bedrest total Impuls dihantarkan ke tualamus G3 integritas kulit REM meningkat Nyeri dipersepsikan Pasien terjaga Nyeri G3 istirahat dan tidur RAS Aktivitas norpingfrin Reaksi inflamasi pada persendian

Hari/ Tgl.

Diagnosa Keperawatan Nyeri akut b/d defosit asam urat pada persendian dan ronki inflamasi pada persendian yang ditandai DS : Penderita mengeluh nyeri pada persendian kaki (lutut) Penderita mengeluh kaku saat menggerakkan ekstremitas DO : Ekspresi wajah tampak meringis Ekstremitas tampak kaku saat digerakkan Pemeriksaan laboratorium : BUN 31 mg/dl CREA 1,8 mg/dl IGRIC 6,8 mg/dl URGUM 66 mg/dl

Perencanaan Keperawatan Tujuan Intervensi Nyeri berkurang 1. sampai dengan Kaji tingkat nyeri hilang dengan kriteria Klien tidak mengeluh nyeri pada persendian 2. Klien tidak mengeluh Anjurkan teknik kaku pada saat relaksasi menggerakkan ekstremitas Ekspresi wajah tampak rileks 3. Pemeriksaan lab. Jelaskan pada klien BUN, CREA, tentang penyebab URIC, URGUM nyeri dalam batas normal

Rasional 1. Sebagai patokan dalam penilaian nyeri serta membantu dalam pemberian interfensi dan medikasi 2. Sebagai relaksasi otak, dan menurunkan stimulus nyeri

Implementasi Keperawatan Mengkaji nyeri yang dirasakan oleh pasien, lokasi nyeri lutut, nyeri

Evaluasi Keperawatan S: Pasien mengeluh nyeri pada persendian kaki O: Ekstremitas tampak kaku, saat digerakkan A: Masalah nyeri berkurang saat diberikan obat anjuran teknik relaksasi, serta posisi nyaman P: Lanjutkan intervensi keperawatan

3. Pengetahuan yang adekuat akan menimbulkan sikap kooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penyembuhan 4. Posisi yang nyaman dapat menurunkan rasa nyeri

Menganjurkan kepada pasien untuk menarik napas panjang lewat hidung dan buang perlahan-lahan lewat mulut Menjelaskan kepada pasien tentang penyebab nyeri serta faktor-faktor penyebab nyeri

4. Atur posisi pasien sesuai dengan yang diinginkan 5. Obat dapat mengurangi 5. dan menghilangkan Kolaborasi dengan rasa nyeri dokter untuk pemberian terapi

Mengatur posisi pasien, sesuai dengan yang diinginkan oleh pasien Memberikan analgesik hasil kolaborasi AS mofenamat 1 tb

Hari/ Tgl.

Diagnosa Keperawatan Intoleransi aktivitas b/d stimulus nyeri yang ditandai dengan DS : Pasien mengeluh kaku pada ekstremitas Pasien mengeluh tidak dapat melakukan aktivitas secara mandiri DO : Aktivitas pasien dibantu Ekstremitas tampak kaku saat digerakkan

Perencanaan Keperawatan Tujuan Intervensi Klien dapat 1. melakukan aktivitas Kaji kemampuan secara mandiri klien untuk dengan kriteria melakukan aktivitas sehariEkstremitas dapat hari digerakkan Klien dapat melakukan aktivitas secara mandiri 2. Bantu aktivitas klien

Rasional 1. Mengetahui tingkat kemampuan klien dalam beraktivitas

Implementasi Keperawatan Kaji tingkat kemampuan pasien dalam beraktivitas seperti makan/minum, BAB/ BAK, apakah dapat melakukan sendiri atau tidak. Membantu aktivitas pasien seperti makan/minum, dan BAK/BAB Menganjurkan kepada keluarga untuk membantu pasien dalam beraktivitas Melayani makan siang pasien

Evaluasi Keperawatan S: Pasien mengeluh tidak dapat melakukan aktivitas seharihari O: Aktivitas dibantu A: Masalah belum teratasi P: Lanjutkan tindakan keperawatan

2. Kebutuhan aktivitas klien dapat terpenuhi

3. Libatkan keluarga dalam pemenuhan ADL pasien

3. Keluarga merupakan orang terdekat dan dapat membantu aktivitas klien sepenuhnya

4. Dekatkan alat-alat yang dibutuhkan oleh pasien

4. Mengurangi resiko nyeri Melayani terapi obat