Anda di halaman 1dari 10

REAKSI DENGAN PERUBAHAN STREOKIMIA Reaksi Stereokimia: Adisi HBr pada Alkena Kebanyakan reaksi biokimia yang terjadi

di dalam tubuh sama seperti reaksi organik yang terjadi di laboratorium menghasilkan produk yang mengandung pusat kiral. Contohnya reaksi adisi HBr pada 2-butena manghasilkan 2-bromobutana, suatu molekul kiral. Bagaimanakah stereokimia dari produk reaksi tersebut? Jika merupakan senyawa kiral, konformasinya R atau S? jika hasilnya merupakan campuran R dan S, berapa banyak proporsi masing-masing? Pada kenyataannya, 2bromobutana yang dihasilkan dari reaksi tersebut merupakan campuran rasemat.

Ketika 2-butena terprotonasi akan menghasilkan intermediet karbokation sekunder. Karbokation ini memiliki bentuk trigonal planar. Oleh karena itu, nukleofil Br- dapat menyerang karbokation dari dua sisi yang berlawanan. Dengan demikian akan dihasilkan dua produk yaitu (S)-2-bromobutana dan (R)-2-bromobutana.

Reaksi Stereokimia: Adisi Br2 pada Alkena Adisi Br2pada 2-butena akan menghasilkan 2,3-dibromobutana dan memiliki dua pusat kiral. Bagaimanakah stereokimia reaksi ini? Dimulai daribentuk planar 2butena (akiral), dengan demikian Br2dapat mengadisi ikatan rangkap dari sisi atas atau bawah bidang. Hasilnya adalahintermediet ion bromonium yang kemudian membentuk (2S,3S)-dibromobutana dan (2R,3R)-dibromobutana. Reaksinya adalah sebagai berikut:

Bagaimana dengan reaksi antara Br2dengan trans-2-butena? Apakah hasilnya adalah campuran rasemat? Jawabannya adalah bukan. Sekilas memang hasilnya diduga sebagai campuran rasemat. Akan tetapi kedua senyawa yang dihasilkan adalah identik, kedua struktur merepresentasikan senyawa meso-2,3-dibromobutana.

Kesimpulan dari contoh-contoh reaksi di atas adalah bahwa reaksi antara dua senyawa yang tidak aktif optis (akiral) akan menghasilkan senyawa yang tidak aktif optis atau campuran rasemat.

Reaksi Stereokimia: Adisi HBr pada Alkena Kiral Ketika enantiomer tunggal diadisi oleh HBr akan dihasilkan dua pusat kiral. Misalnya reaksiantara HBr dengan (R)-4-metil-1-heksena akan dihasilkan 2-bromo-4metilheksana, memiliki dua pusat kiral dan empat kemungkinan stereoisomer.

Reaksi antara reaktan kiral dengan reaktan akiral akan menghasilkan produk-produk diastereoisomer dengan jumlah yang tidak sama (bukan campuran rasemat). Dengan demikian hasil reaksinya masih memiliki sifat optis aktif. Mari kita lihat mekanisme reaksi adisi HBr pada (R)-4-metilheksena. Dari reaksi tersebut akan dihasilkan campuran produk yaitu (2S,4R)-2-bromo-4-metilheksana dan (2R,4R)-2-bromo-4metilheksana dalam jumlah yang tidak sama banyak, sehingga tetap memiliki sifat akif optis.

PEMISAHAN CAMPURAN STEREOISOMER Stereoisomer Isomer Optical Isomer optikal adalah salah satu bentuk dari stereoisomer. Halaman ini menjelaskan tentang stereoisomer dan bagaimana anda dapat mengenali adanya stereoisomer didalam sebuah molekul. Apa yang dimaksud dengan stereoisomer? Dalam stereoisomer, atom yang menghasilkan isomer berada pada posisiyang sama namun memiliki pengaturan keruangan yang berbeda. Isomer geometrik adalah salah satu contoh dari stereoisomer. Isomer Optikal Mengapa isomer optikal? Dinamakan isomer optikal karena efek yang terjadi pada polarisasi sinar. Substansi sederhana yang menghasilkan isomer optikaldikenal sebagaienansiomer.

Sebuah larutan mempolarisasi sinar datar sehingga berputar searah jarum jam. Enasiomer ini dikenal sebagaid atau bentuk (+) . ( d merupakan singkatan dari dextrorotatory.)Sebagai contoh, salah satu isomer optikal (enansiomer) dari asam amino alanin dikenal sebagai d-alanin atau (+)alanin. Sebuah larutan mempolarisasi sinar datar sehingga berputar berlawanan arah dengan jarum jam. Enansiomer ini dikenal sebagail atau bentuk (-). ( l merupakan singkatan dari laevorotatory.) Enansiomer lain dari alanin dikenal sebagail-alanin atau (-)alanin. Jika konsentrasi larutanseimbang maka putaran serah dan berlawanan jarum jam saling meniadakan. Saat subtansi aktif optikal dibuat di laboratorium, biasanya dibuat dari campuran50/50 dari kedua enasiomer yang dikenal sebagai campuran rasemik (rasemic mixture) yang tidak memiliki pengaruh terhadap polarisasi sinar.

Bagaimana optikal isomer muncul Contoh dari isomer optikal organik sebuah karbon yang dengan empat atom yang lain. Kedua model berikut ini memiliki jenis atom yang sama yang terikat ke carbon sebagai pusatnya, dan menjadi dua molekul yang berbeda.

Dengan jelas diperlihatkan pada gambar bagian oranye dan biru tidak berada pada posisi yang sama. Dapatkah anda mendapatkannya hanya dengan memutar molekul tersebut? Gambar selanjutnya memperlihatkan apa yang anda dapatkan bila andamemutar molekul B.

Tetap saja tidak menjadi sebuah molekul yang sama. Dan tidak mungkin anda bisa mendapatkan yang sama hanya denga memutar molekul. Sehingga kedua molekul diatas merupakan isomer. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan sudut yang terjadi sewaktu berikatan. Apa yang akan terjadi jika terdapat dua buah atom yang sama yang terikat pada karbon? Gambar berikut akan menjelaskannya.

Kedua model disusun sama seperti model sebelumnya, namun atom biru dapantikan dengan atom merah muda. Perputaran dari molekul B menghasilkan molekul yang sama dengan molekul A. Anda mendapatkan isomer optikal hanya apabila kempat grup yang terikat dengan karbon berbeda.

Molekul Kiral dan Akiral Perbedaan yang esensial dari kedua contoh diatas berada pada simetri dari molekul. Jika ada duah buah atom yang sama terikat pada atom karbon, maka molekul akan memiliki sebuah bidang simetri (plane of symmetry). Jika anda membayangkan memotong melalui molekul, bagian kanan akan sama dengan bagian kiri. Saat empat buah atom yang berbeda terikat dengan atom. Tidak terdapatsimetri pada molekul.

Molekul yang tidak memiliki bidang simetri disebut sebagai kiral. Atom karbon dimana empat atom yang berbeda berikatan disebut sebagai inti kiral atau atom karbon asimetri. Molekuk pada bagian kiri (yang memiliki bidang simetri) disebut sebagaiakiral. Hanya molekul kiral yang memiliki isomer optikal. Hubungan antara enansiomer-enansiomer Salah satu enansiomer merupakan bayangan cermin dari enansiomer yang lain. Kedua isomer (yang asli dan bayangannya) memiliki struktur ruangyang beda dan bukan molekul yang sama.

Saat molekul akiral (molekul yang memiliki bidang simetri) dicerminkan, anda dapat mendapatkan hasil pencerminan tersebut hanya dengan memutar molekul awal. Sehingga menghasilkan dua molekul yang identik. Contoh nyata dari isomer optikal Butan-2-ol Atom karbon asimetrik pada senyawa (dimana empat buah grup yang berbeda terikat) ditunjukkan dengan bintang.

Sangat penting untuk menggambar isomer secara tepat. Gambarlah dengan menggunakan standar penggambaran ikatan untuk menunjukkan pengaturan 3D disekitar atom karbon asimetrik. Lalu gambar pencerminannya (serta cerminnya bila diperlukan).

Perhatikan bahwa anda tidak perlu menggambar bayangan cermin dari semua angka dan huruf (akan menjadi sulit dibaca bila anda membuatnyamenjadi bayangan cermin). Namun cukup berguna bila anda membalik grup yang besar, sebagai contoh rtil pada bagian puncak dari gambar molekul diatas.

Tidak penting bagaimana anda menggambar empat grup disekitar karbon. Selama anda menggambar bayangannyasecara akurat, anda telat menggambar dua buah isomer. Jadi yang mana dari kedua isomer ini yang merupakand-butan-2-ol dan yang mana yang merupakan l-butan-2-ol? Tidak ada cara yang mudah untuk mengetahuinya. Anda dapat mengabaikannya untuk sementara ini. asam 2-hidroksipropanoik (lactic acid) Sekali lagi, carbon kiral ditunjukkan dengan bintang.

Kedua enansiomernya yaitu:

Sangat penting pada kali ini unuk menggambarCOOH secara terbalik pada bayangan cermin. Jika tidak ada kemungkinan besar anda menggabungkannya dengan carbon pusat secara salah.

Jika anda menggambar seperti diatas anda telah salah menggambar molekul ini.

asam 2-aminopropanoik(alanine) Merupakan amino asam yang terjadi secara natural. Secara struktur mirip dengan contoh sebelumnya, hanya -OH digantikan dengan -NH2

Kedua enansiomernya:

Hanya l-isomer yang terbentuk secara natural (Walau anda tidak dapat mengetahui yang mana yang merupakan l-isomer hanya dengan melihat struktur diatas). Merupakan hal yang biasa pada sistem alamiah hanya adanya salah satu karbon optikal. Tidak terlalu sulit menjelaskannya. Karena molekul memiliki struktur ruang yang berbeda dengan grup-grupnyahanya salah satu saja yang dapat berpasangan dengan enzim yang bekerja sama dengannya. Pada laboratorium, biasanya pada sintesis dihasilkan kedua buah bentuk secara seimbang dan menjadikannya campuran rasemik.

Anda mungkin juga menyukai