Anda di halaman 1dari 2

Tinea Corporis pada Wanita 56 Tahun yang Belum Menikah Dengan Hubungan Keluarga Harmonis dan Disfungsi Keluarga

Sedang serta Tingkat Ekonomi Rendah Abstrak Tinea corporis adalah Infeksi jamur pada kulit halus (glabrous skin) di daerah w ajah, leher, badan, lengan, tungkai dan pantat. Disebabkan oleh jamur Tricophyto n, Microsporum dan Epidermophyton. Penularan langsung melalui epitel kulit dan r ambut yang mengandung jamur baik dari manusia, binatang, atau tanah. Penularan t ak langsung dapat melalui tanaman, kayu, pakaian, dan barang-barang lain yang di hinggapi jamur, atau dapat juga melalui debu dan air. Keluhan utamanya yaitu gat al terutama bila berkeringat. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan kerokan kuli t dengan ditambah KOH. Isi Seorang perempuan 56 tahun datang ke AMC dengan keluhan gatal pada daerah leher dan pundak kiri. Keluhan ini dirasa sudah 1 bulan yang lalu. 3 bulan SMRS pasien mengeluh gatal pada selangkangan kanan dan kiri serta di daerah bawah payudara, namun sekarang sudah membaik dan timbul pada daerah leher. Pasien sudah pernah 1 kali berobat ke bidan di beri obat dermovat krim (klobetasol propionat) namun belum membaik. Gatal dirasa umat-umatan, gatal bertambah jika berkeringan dan bi la kecapekan, selain gatal tidak ada keluhan lain. RPD: Pernah gatal di selangka ngan dan bawah payudara namun sudah sembuh, riwayat penyakit atopik (-). RPK: Ib u kandung pasien meninggal karena kangker payudara. Riwayat pribadi: Pasien meru pakan seorang perempuan 56 tahun belum menikah. Pasien tinggal bersama keponakan ya laki-laki umur 25 tahun di rumah orang tuanya. Kedua orang tuanya sudah menin ggal Untuk kebutuhan sehari-harinya pasien bekerja sebagai buruh, membersihkan r umah tetangga dan membantu mencucikan baju orang. Hasilnya hanya cukup untuk mak an sehari-hari. Penghasilan pasien perbulan kurang lebih 300 ribu perbulan. Peme riksaan visik: Vital Sign TD: 110/70, T: 37,4 C, RR: 20, N: 68. Ujud kelainan ku lit: Ditemukan plak eritem lokasi di leher dan pundak kiri, konfluen, tengahnya mengalami penyembuhan, dengan tepinya aktif disertai skuama halus. Diagnosis Tinea Corporis Terapi Griseovulvin 0,5-1 gr/ hari selama 2 minggu atau Ketokonazol 200mg/ hari selama 2 minggu Ketokonazol krim 20mg 2% 2x1 ue selama 2 minggu Loratadin 10mg 2x1 Bedak Salisilat 3x1 ue Diskusi Tinea corporis adalah Infeksi jamur pada kulit halus (glabrous skin) di daerah w ajah, leher, badan, lengan, tungkai dan pantat (glutea).1 Tinea corporis disebab kan oleh jamur golongan Dermatofita yang mempunyai sifat mencernakan keratin. ad alah genus Tricophyton, Microsporum dan Epidermophyton.1 Penularan infeksi jamur dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Penularan langsung melalui epitel kulit dan rambut yang mengandung jamur baik dari manusia, binatang, atau tanah. Penularan tak langsung dapat melalui tanaman, kayu, pakaian, dan barangbarang lain yang dihinggapi jamur, atau dapat juga melalui debu dan air.2 Dermatofita biasanya berada di daerah yang tidak hidup, seperti lapisan kulit, r ambut, dan kuku, menyukai daerah yang hangat, lembab membantu proliferasi jamur. Jamur memyebabkan keratinisasi dan enzimnya bisa masuk lebih dalam dari stratum corneum, biasanya infeksi terbatas pada epidermis. Mereka biasanya tidak masuk lebih dalam, hal ini tergantung dari mekanisme pertahan non-spesifik itu dapat t ermasuk aktivasi serum inhibitor, komplemen, dan PMN. Masa inkubasi 1-3 minggu, dermatofita menyebar secara sentrifugal.3 Keluhan gatal terutama bila berkeringa t. Oleh karena gatal dan digaruk, lesi semakin meluas, terutama di daerah kulit yang lembab. kelainan yang terlihat dalam klinik merupakan lesi bulat atau lonjo ng, berbatas tegas terdiri atas eritema, skuama, kadang-kadang dengan vesikel da

n papul di tepi. Daerah tengahnya biasanya lebih tenang. Kadang-kadang terihat e rosi dan krusta akibat garukan. Lesi-lesi pada umumnya merupakan bercak-bercak t erpisah satu dengan yang lain. Kelainan kulit dapat dapat pula terlihat sebagai lesi-lesi dengan pinggir polisiklik, karena beberapa lesi kulit yang menjadi sat u. Khas dari infeksi ini ada central healing (dibagian tepi meradang dan bagian tengah tenang).Gejala klinis dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan mikologik untuk membantu menegakkan diagnosis terdiri atas pemeriks aan langsung sediaan basah dan biakan. Pemeriksaan lain seperti pemeriksaan hist opatologik dan imunologik tidak diperlukan. Pada pemeriksaan mikologik untuk men dapatkan jamur diperlukan bahan klinis yang berupa kerokan kulit. Bahan untuk pe meriksaan mikologik diambil dan dikumpulkan kemudian ditambah 1-2 tetes larutan KOH lalu diperiksa langsung dengan mikroskop. Pemeriksaan kerokan kulit dengan d itambahkan KOH akan dijumpai adanya hifa. Kesimpulan Tinea corporis adalah Infeksi jamur pada kulit halus (glabrous skin) di daerah w ajah, leher, badan, lengan, tungkai dan pantat. Disebabkan oleh jamur Tricophyto n, Microsporum dan Epidermophyton. Penularan langsung melalui epitel kulit dan r ambut yang mengandung jamur baik dari manusia, binatang, atau tanah. Penularan t ak langsung dapat melalui tanaman, kayu, pakaian, dan barang-barang lain yang di hinggapi jamur, atau dapat juga melalui debu dan air. Keluhan utamanya yaitu gat al terutama bila berkeringat. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan kerokan kuli t dengan ditambah KOH. Referensi 1. Adhi Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi V. Fakultas Kedokter an Universitas Indonesia. Jakarta : 2007 2. Trelia Boel. Mikosis Superfisial. Available from : http://library.usu.ac .id 3. Jack L.lesher. Medical College of Georginia. Tinea Corporis. Diunduh dar i: http://emedicine.medscape.com 4. Ditto anurogo. Tips praktis mengenali tinea korporis. Diunduh dari: http ://www.kabarindonesia.com/ 5. Weller R, Hunter JA, Savin JA, Dahl MV. Clinical Dermatology. Edisi ke-4 . Massachusetts: Blackwell Publishing; 2008.h.251. Penulis Revani Dewinta Lestarin, Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga. Asri Medical Center. Y ogyakarta