Anda di halaman 1dari 2

Closed Fracture Costae III, IV, V Sinistra Lateral dengan Efusi Pleura Sinistra M inimal pada Pasien Trauma

Thorax dan Trauma Abdomen dengan Anemia ABSTRAK Trauma paru merupakan komponen yang penting dalam trauma thoraks. Cidera thoraks memberikan impak medis dan social yang besar, dengan kontribusi terhadap trauma yang menyebabkan kematian kira-kira 25% dan menyumbang secara signifikan sebany ak 25% dari seluruh penyebab kematian. Kebanyakan trauma thoraks disebabkan oleh kecelakaan lalulintas. Insiden dari trauma dadadi Amerika adalah 12 orang bagi setiap 1000 orang penduduk tiap harinya, dan 20-25% kematian yang disebabkan ole h trauma adalah disebabkan oleh trauma thoraks. Trauma thoraks dapat dibagi dala m dua kelompok besar, yaitu trauma tembus dan trauma tumpul. Fraktur pada iga (costae) merupakan kelainan tersering yang diakibatkan trauma t umpul pada dinding dada. Trauma tajam lebih jarang mengakibatkan fraktur iga, ol eh karena luas permukaan trauma yang sempit, sehingga gaya trauma dapat melalui sela iga. Fraktur iga terutama pada iga IV-X (mayoritas terkena). Perlu diperiks a adanya kerusakan pada organ-organ intra-toraks dan intra abdomen. Kecurigaan adanya kerusakan organ intra abdomen (hepar atau spleen) bila terdapa t fraktur pada iga VIII-XII. Kecurigaan adanya trauma traktus neurovaskular utam a ekstremitas atas dan kepala (pleksus brakhialis, a/v subklavia, dsb.), bila te rdapat fraktur pada iga I-III atau fraktur klavikula. Efusi pleura adalah pengum pulan cairan di dalam rongga pleura akibat transudasi atau eksudasi yang berlebi han dari permukaan pleura. ISI Pada kasus kali ini didapatkan seorang pasien dengan keluhan utama Pasien post K LL tanggal 2 Desember 2012, motornya menabrak motor lain, pasien lupa saat kejad ian, pasien mengalami penurunan kesadaran saat dibawa ke RS. Saat sadar pasien m engeluh pusing, nyeri pada dada sebelah kiri dan terasa sesak untuk bernapas. . Pada pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum pasien tampak sesak, vital sign sa at masuk RS TD 90/60 mmHg, Nadi 120 x/menit, Respirasi 30 x/menit, Temperatur 38 ,1C. Kesadaran pasien tampak Apatis, dengan nilai GCS E4V3M4. Diperoleh tanda-tan da krepitasi pada tulang costae kiri dengan nyeri tekan (+). Pada hasil pemeriksaan darah rutin, ditemukan anemia (Hb 9,4 mg/dL) dan leukosit osis. Pemeriksaan Rontgen thorax menunjukkan fraktur costae III, IV, V lateral s inistra dan efusi pleura bilateral minimal DIAGNOSIS Closed Fracture costae III, IV, V sinistra lateral dengan efusi pleura sinistra minimal TERAPI O2 3 lpm Inf. RL guyur 500cc I

TD : 99/52 mmHg II TD :100/51 mmHg Lanjut maintenance RL 20tpm Cefotaxim Inj 2 x 1 gr (IV, ST) Piracetam Inj 3 x 3gr IV Ketorolac Inj 2 x 1 Amp Ranitidin Inj 2 x 1 Amp Monitor KU / VS tiap jam Cek Hb serial tiap jam Transfusi PRC 2 Kolf ( Hb 10) DISKUSI Pada kasus kali ini didapatkan seorang pasien dengan keluhan utama Pasien post K LL tanggal 2 Desember 2012, motornya menabrak motor lain, pasien lupa saat kejad ian, pasien mengalami penurunan kesadaran saat dibawa ke RS. Saat sadar pasien m engeluh pusing, nyeri pada dada sebelah kiri dan terasa sesak untuk bernapas.

Diagnosis ditentukan atas dasar anamnesis, gambaran klinis serta yang terpenting ialah gambaran pemeriksaan radiologis thorax. Dari anamnesis diperoleh informas i mengenai adanya trauma pada daerah thorax serta pasien mengeluh sesak dan nyer i pada dada pasien. Sedangkan pemeriksaan fisik memberikan informasi adanya krep itasi pada tulang costae pada hemithorax sinistra. Dan pada akhirnya pemeriksaan dengan rontgen thorax mendukung temuan fisik dengan adanya penampakan berupa di skontinuitas tulang costae ke III, IV, dan V bagian lateral sinistra. Pada rontg en thorax juga nampak sudut costophrenicus kiri dan kanan yang menumpul dan tamp ak adanya perselubungan semiopak homogen pada lapang bawah paru kiri dan kanan. Menurut penulis, berdasarkan dari teori bahwa adanya penumpulan pada sudut costo phrenicus kiri dan kanan menunjukkan adanya akumulasi cairan di rongga pleura ya ng memberikan gambaran semiopak homogen, dan melihat bahwa pada pasien ini ada r iwayat trauma thorax dengan klinis pasien sesak serta hasil laboratorium yang me mperlihatkan nilai hemoglobin yang rendah (9,4 mg/dL) , penulis curiga kalau ter jadi perdarahan pada pembuluh darah pleura yang akhirnya mengisi ruang pleura. KESIMPULAN Fraktur pada iga (costae) merupakan kelainan tersering yang diakibatkan trauma t umpul pada dinding dada. Kecurigaan adanya kerusakan organ intra abdomen (hepar atau spleen) bila terdapat fraktur pada iga VIII-XII. Kecurigaan adanya trauma t raktus neurovaskular utama ekstremitas atas dan kepala (pleksus brakhialis, a/v subklavia, dsb.), bila terdapat fraktur pada iga I-III atau fraktur klavikula. E fusi pleura adalah pengumpulan cairan di dalam rongga pleura akibat transudasi a tau eksudasi yang berlebihan dari permukaan pleura. Dari Anamnesis, Pemeriksaan Fisik, dan pemeriksaan penunjang diperoleh kesimpula n diagnosis pasien yaitu Closed Fracture costae III, IV, V sinistra lateral deng an efusi pleura sinistra minimal, DDX Hemothorax sinistra minimal Penulis menyarankan foto rontgen thorax dengan posisi PA erek, karena dengan pos isi erek bisa dilihat lebih jelas apabila ada akumulasi cairan di rongga pleura bagian basal, mengingat bahwa apabila foto dengan posisi supine, akumulasi caira n akan sulit dilihat di bagian basal paru. Akan tetapi dengan kondisi klinis pas ien yang tidak memungkinkan, sulit untuk dilakukan foto rontgen dengan posisi er ek. REFERENSI 1. Maleuka RG. Radiologi diagnostic. Yogyakarta : Pustaka Cendikia. 2006 2. Librianty N. Catatan praktis radiologi. Palembang: Simetri. 2008 3. http: /thoraxgeninfo.htm 4. De Jong W, Sjamsuhidajat R 1997. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi Revisi. Pene rbit buku Kedokteran EGC. Jakarta. 5. Bahar, Asril. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Ed. 3. Jakar ta: Balai Penerbit FK UI PENULIS Ragil Adi Sampurna, Bagian Ilmu Anestesi dan Reanimasi, RSUD Setjonegoro Kab Won osobo, Jawa Tengah