Anda di halaman 1dari 20

ASKEP KEHAMILAN EKTOPIK

Pengertian
Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi diluar rongga uterus, tuba falopii merupakan tempat tersering untuk terjadinya implantasi kehamilan ektopik,sebagian besar kehamilan ektopik berlokasi di tuba,jarang terjadi implantasi pada ovarium,rongga perut,kanalis servikalis uteri,tanduk uterus yang rudimenter dan divertikel pada uterus

Gambar Tempat Implantasi Pada Kehamilan Ektopik

Pengkajian
Riwayat Penyakit Sekarang

Awalnya wanita mengalami ammenorrhoe

beberapa minggu kemudian disusul dengan adanya nyeri hebat seperti disayat-sayat pada mulanya nyeri hanya satu sisi ke sisi berikutnya disertai adanya perdarahan pervagina : Kadang disertai muntah Keadaan umum klien lemah dan adanya shock Terkumpulnya darah di rongga perut: Menegakkan dinding perut Nyeri Dapat juga menyebabkan nyeri hebat sehingga klien pingsan Perdarahan terus meneru kemungkinan terjadi shock hipovolemik.

Riwayat Penyakit Masa lalu Mencari faktor pencetus misalnya adanya riwayat endomatritis, addresitis Tuba menyempit. Endometriti tidak baik bagi nidasi. Status Obstetri Genekologi Usia perkawinan Sering terjadi pada usia produktif 25 45 tahun, berdampak bagi psikososial, terutama keluarga yang masih mengharapkan anak. Riwayat persalinan yang lalu. Apakah klien melakukan proses persalinan di petugas kesehatan atau di dukun Grade multi. Abortus yang sering Riwayat penggunaan alat kontrasepsi. Seperti penggunaan IUD Adanya keluhan haid, keluarnya darah haid dan bau yang menyengat. Kemungkinan adanya infeksi.

Riwayat kesehatan keluarga


Hal yang perlu dikaji kondisi kesehatan suami Suami mengalami infeksi system urogenetalia, dapat

menular pada istri dan dapat mengakibatkan infeksi pada celvix. Riwayat psikososial Tindakan salpingektomi menyebabkan infertile. Mengalami gangguan konsep diri, selain itu menyebabkan kekhawatiran atau ketakutan.

Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum Tergantung banyaknya darah yang keluar dan tuba, keadaan umum ialah kurang lebih normal sampai gawat dengan shock berat dan anemi (Prawiroharjo, 1999 ; 255). Pemeriksaan kepala dan leher Muka dan mata pucat, conjungtiva anemis. Pemeriksaan leher dan thorax Tanda-tanda kehamilan ektopik terganggu tidak dapat diidentifikasikan melalui leher dan thorax Payudara pada KET, biasanya mengalami perubahan. Pemeriksaan Abdomen Pada abortus tuba terdapat nyeri tekan di perut bagian bawah disisi uterus, dan pada pemeriksaan luar atau pemeriksaan bimanual ditemukan tumor yang tidak begitu padat, nyeri tekan dan dengan batas-batas yang tidak rata disamping uterus. Hematokel retrouterina dapat ditemukan. Pada repture tuba perut menegang dan nyeri tekan, dan dapat ditemukan cairan bebas dalam rongga peritoneum. Kavum Douglas menonjol karena darah yang berkumpul ditempat tersebut baik pada abortus tuba maupun pada rupture tuba gerakan pada serviks nyeri sekali .

Pada kebiasaan sehari-hari Pola aktivitas sehari-hari yang perlu dikaji pada kehamilan ektopik

adalah : Pola Nutrisi Pada rupture tube keluhan yang paling menonjol selain nyeri adalah Nausea dan vomiting karena banyaknya darah yang terkumpul di rongga abdomen Eliminasi Pada BAB klien ini dapat menimbulkan resiko terhadap konstipasi itu diakibatkan karena penurunan peristaltik usus, imobilisasi, obat nyeri, adanya intake makanan dan cairan yang kurang. Sehingga tidak ada rangsangan dalam pengeluaran faeces. Pada BAK klien mengalami output urine yang menurun < 1500 ml/hr, karena intake makanan dan cairan yang kurang. Personal Hygiene Luka operasi dapat mengakibatkan pembatasan gerak, takut untuk melakukan aktivitas karena adanya kemungkinan timbul nyeri, sehingga dalam personal hygiene tergantung pada orang lain. Pola Aktivitas (istirahat tidur) Terjadi gangguan istirahat, nyeri pada saat infeksi/defekasi akibat hematikei retropertonial menumpuk pada cavum Douglas

Pemeriksaan Genetalia

Sebelum dilakukan tindakan operasi pada pemeriksaan genetalia eksterna dapat ditemukan adanya perdarahan pervagina. Perdarahan dari uterus biasanya sedikit- sedikit, berwarna merah kehitaman. Setelah dilakukan tindakan operasi pada pemeriksaan genetalia dapat ditemukan adanya darah yang keluar sedikit. Pemeriksaan Ekstrimitas Pada ekstrimitas atas dan bawah biasanya ditemukan adanya akral dingin akibat syok serta tanda-tanda cyanosis perifer pada tangan dan kaki Kardiovaskuler : TTV Takikardi Hipotensi Vertigo Diaporesis Gastrointestinal Mual, muntah Nyeri abdomen Cullens Sign (umbilicus agak kebiruan)

DATA SUBYEKTIF
Klien mengatakan rasa nyeri yang muncul tiba-tiba

di daerah bawah perut Klien mengatakan kepalanya terasa sakit Klien mengatakan mengalami perdarahan pada vaginanya, sering namun sedikit yang keluar Klien mengatakan sering berkeringat Klien mengatakan merasa nyeri pada bagian perut Klien mengatakan merasa keram di daerah perut Klien mengatakan sakit pada daerah pelvis Klien mengatakan sangat lemah

DATA OBYEKTIF

TTV Td: 90/50 mmHg N: 120 x/menit S: 380C RR: 24 x/menit

Klien terlihat meringis kesakitan ketika dilakukan palpasi abdomennya darah paada vagina sedikit dan berwarna cokelat gelap Ukuran uterus yang meningkat Adannya masa tuba yang menyebabkan pembesaran pelvis Tuba yang diraba terasa lembek Adanya iritasi pada diafragma karena perdarahan intraperitoneal yang hebat Klien terlihat sangat pucat Intensitas nyeri: 8-9 PEMERIKSAAN LAB: Hb: 6,00-8,00 g/dl LEUKOSIT: B-hCG (+) USG : adannya kehamilan diluar kavum uteri KULDOSENTESIS : adannya darah pada kavum douglas2 Ektremitas akral hangat Adanya inflamasi pada pelvis input : infuse: 150 mg/24 jam minum: 2400 ml/24 jam output: keringat: 150cc

1.Defisit volume darah b.d perdarahan dari rupturnya tempat implantasi DS:-Klien mengatakan mengalami perdarahan pada vaginanya, sering namun sedikit yang keluar - Klien mengatakan sering berkeringat -Klien mengatakan kepalanya terasa sakit -Klien mengatakan sangat lemah DO: - TTV Td: 90/50 mmHg S: 380C N: 120 x/menit RR: 24 x/menit - darah paada vagina sedikit dan berwarna cokelat gelap - Klien terlihat sangat pucat PEMERIKSAAN LAB: Hb: 6,00-8,00 g/dl LEUKOSIT: B-hCG (+) USG : adannya kehamilan diluar kavum uteri KULDOSENTESIS : adannya darah pada kavum douglas2 - Tuba yang diraba terasa lembek -input : infuse: 150 mg/24 jam minum: 2400 ml/24 jam output: keringat: 150cc

KH: tidak terjadi perdarahan berulang


Intervensi: -monitor TTV secara teratur -monitor perdarahan tiap 30 menit,sesuai kondisi(warna,jumlah dan bau) -monitor tanda syok(kelemahan,takikardi,diaphoresisi dan hipotensi) -monitor input dan output -monitor pemeriksaan laboraatorium -berikan terapi cairan IV -berikan transfusi sesuai indikasi

Rasional TTV sangat berpengaruh karena berfungsi sebagai pengontrol untuk mengetahui perubahan keadaan tubuh Perdarahan berpengaruh terhadap kekurangan volume cairan dengan warna,jumlah, dan bau yang tidak normal menandakan bahwa kondisi tubuh yang tidak normal juga Perdarahan berlebihan menyebabkan syok sehingga harus di monitor agar dapat mengetahui perubahaannya Input dan output sangat penting untunk menjaga keseimbangan cairarn Penting untuk mengetahui masalah keperawatan yang dihadapi oleh klien Untuk memenuhi kebutuhan cairana dan elektrolit yang banyak hilang karena perdarahan Untuk menambah darah karena banyaj yang hilang

2. Nyeri b.d ruptur tuba,peritonitis dan perdarahan peritoneum DS: Klien mengatakan rasa nyeri yang muncul tiba-tiba di daerah bawah perut Klien mengatakan merasa nyeri pada bagian perut karena adanya iritasi Klien mengatakan sakit pada daerah pelvis DO: Klien terlihat meringis kesakitan ketika dilakukan palpasi abdomennya Ukuran uterus yang meningkat Adannya masa tuba yang menyebabkan pembesaran pelvis Intensitas nyeri: 8-9

KH: nyeri pada perut dapat berkurang Intervensi kaji nyeri(karakteristik,intensitas,frekuensi,lokasi) minimalkan distraksi stimulus ruangan anjurkan klien tirah baring dan membatasi aktifitas ajarkan teknik relaksasi kolaborasi untuk pemberian analgetik

Rasional mengetahiu secara pasti skala nyeri sehinnga proses pengobatannya dapat diberikan secara tepat untuk memberikan rasa nyaman pada klien meminimaliskan rasa nyeri yang timbul, sehingga rasa nyeri dapat cepat pula diatasi Agar klien lebih rileks dan nyaman Hal ini dapat mengurangi intensitas nyeri yang kuat Analgesic berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri

3. Resiko tinggi infeksi b.d inflamasi abdominal DS:-Klien mengatakan merasa keram di daerah perut DO: Adanya iritasi pada diafragma karena perdarahan intraperitoneal yang hebat Ektremitas akral hangat Adanya inflamasi pada pelvis Suhu: 380C KH: infeksi tidak terjadi Intervensi anjurkan klien untuk istirahah -kompres air hangat Kolaborasi pemberian anti inflamasi Rasional -memaksimalkan proses penyembuhan -mengurangi peningkatan suhu tubuh Proses inflamais dapat didiatasi dengan obat anti inflamasi

SELESAI (Terima kasih)