Anda di halaman 1dari 11

Mahadyansahi alhadi 240110100044 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sensor Cahaya Sensor cahaya berfungsi untuk mengubah intensitas sinar/cahaya menjadi konduktivitas/arus litrik. Jenis-jenis sensor cahaya: 1. Fotovoltaic (Solar Cell/Fotocell) Berfungsi untuk mengubah sinar matahari menjadi arus listrik DC. Tegangan yang dihasilkan sebanding dengan intensitas cahaya yang mengenai permukaan solar cell. Semakin kuat sinar matahari tegangan dan arus listrik Dc yang dihasilkan semakin besar. Simbol Solar Cell:

Bahan pembuat solar cell adalah silicon, cadmium sullphide, gallium arsenide dan selenium.

Gambar 1. Penampang Solar Cell Keterangan Gambar: Depletion layer adalah pertemuan antara substrat tipe P dan subtrat tipe N.

Mahadyansahi alhadi 240110100044 Prinsip kerja: Bila cahaya jatuh pada solar cell, depletion layer akan berkurang dan elektron berpindah melalui hubungan pn. Besarnya arus yang mengalir sebanding dengan perpindahan elektron yang ditentukan intensitas cahayanya. 2. Fotoconductiv Berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi perubahan

konduktivitas. Kebanyakan komponen ini erbuat dari bahan cadmium selenoide atau cadmium sulfide. Tipe-tipe Fotoconductiv: a. LDR (Light Dependent Resistor) Berfungsi untuk mengubah itensitas cahaya menjadi hambatan listrik. Semakin banyak cahaya yang mengenai permukaan LDR hambatan listrik semakin besar. Simbol LDR :

b. Fotodiode Berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas dioda. Fotodiode sejenis dengan dioda pada umummya, perbedaannya pada fotodiode ini adalah dipasangnya sebuah lensa pemfokus sinar untuk memfokuskan sinar jatuh pada pertemuan pn. Simbol Fotodiode :

Prinsip kerja: Energi pancaran cahaya yang jatuh pada pertemuan pn menyebabkan sebuah elektron berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Elektron berpindah ke luar dari valensi band meninggalkan hole sehingga membangkitkan pasangan elektron bebas dan hole. c. Fototransistor Berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas transistor. Fototransistor sejenis dengan transistor pada umummya. Bedaannya, pada

Mahadyansahi alhadi 240110100044 fototransistor dipasang sebuah lensa pemfokus sinar pada kaki basis untuk memfokuskan sinar jatuh pada pertemuan pn. Simbol Fototransistor :

2.2 Pengertian LDR Light dependent resistor (LDR) merupakan salah satu jenis resistor. Resistansi LDR akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya atau yang ada disekitarnya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10M dan dalam keadaan terang sebesar 1K atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan. Dengan sifat LDR yang demikian, maka LDR (Light Dependent Resistor) dapat digunakan sebagai sensor cahaya. Contoh penggunaannya adalah pada lampu taman dan lampu di jalan yang bisa menyala di malam hari dan padam di siang hari secara otomatis. Atau bisa juga kita gunakan di kamar kita sendiri. 2.3 Prinsip Kerja LDR Light Dependent Resistor (biasa disebut LDR), terdiri dari sebuah cakram semikonduktor yang mempunyai dua buah elektroda pada permukaannya. Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari cakram tersebut menghasilkan elektron bebas dengan jumlah yang relatif kecil. Sehingga hanya ada sedikit elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya redup LDR menjadi konduktor yang buruk, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang besar pada saat gelap atau cahaya redup. Pada saat cahaya terang, ada lebih banyak elektron yang lepas dari atom bahan semikonduktor tersebut. Sehingga akan ada lebih banyak elektron untuk

Mahadyansahi alhadi 240110100044 mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya terang LDR menjadi konduktor yang baik, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang kecil pada saat cahaya terang.

Gambar 2. Simbol LDR

Gambar 3. Sensor Cahaya (LDR)

2.4 Penggunaan LDR pada rangkaian elektronika 2.4.1 LDR Sebagai Alarm Cahaya Memanfaatkan LDR untuk alarm cahaya. Rangkaian alarm ini sangat sederhana namun mempunyai kemampuan yang cukup baik dalam mencegah terbukanya lemari/laci yang seharusnya tertutup. Alarm ini aktif ketika terdapat cahaya Rangkaian alarm ini cara kerjanya sangat mudah dan pembuatannya juga tidak terlalu rumit, sederhana. Dari namanya sudah dapat diketahui bahwa alarm ini akan bekerja ketika terdeteksi adanya cahaya. Dengan fungsi tersebut maka rangkaian in dapat digunakan sebagai alarm pencuri atau alarm terbukanya lemari/laci yang seharusnya tertutup. Alarm ini dikatifkan ketika adanya cahaya yang datang pada sensor dengan taraf keterangan tertentu. Pengaturan taraf terang redup

Mahadyansahi alhadi 240110100044 ini dapat dilakukan dengan mengatur potensiometer R12. Sistem ini mempunyai 2 keunggulan yaitu dilengkapi dengan waktu tunda pengaktifan alarm, pengaturan bunyi buzzer dan detektor baterai.

Gambar 4. Rangkaian Tunda (dapat digunakan dalam rangkaian alarm, dll) Rangkaian alarm cahaya ini menggunakan sumber tenaga berupa baterai 9V agar dapat dibawa-bawa, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk diberikan sumber tenaga dari sebuah power suplai 12V. Rangkaian pada gambar 1 merupakan bagian dari rangkaian lengkap alarm cahaya. Pada gambar 1 merupakan rangkaian yang menunda aktifnya alarm ketika tombol SW1 di ON-kan/di tekan. Dengan adanya rangkaian ini maka memungkinkan user untuk meletakkan alarm ini di dalam sebuah lemari/laci sebelum alarm aktif. Rangkaian in dibentuk dari rangkaian C1, R1, R2, Q1 dan D1. Pada saat tombol SW1 maka kapasitor C1 akan mengisi muatan melalui R1 sehingga tegangan basis menjadi turun mendekati 0 volt. Kondisi ini akan menyebabkan transistor Q1 akan aktif dan memaksa tegangan di pin 1 IC 1A akan high. IC 1 merupakan gerbang inverter dengan schimtt trigger sebanya 6 buah. IC in merupakan IC CMOS sehingga tegangan suplainya maksimal adalah 18 volt sehingga dengan tegangan suplai saat ini (9 V dari baterai atau 12V dari power suplai eksternal) masih dapat bekerja dengan baik. Kondisi pin 1 pada IC1 yang high ini

Mahadyansahi alhadi 240110100044 akan menyebabkan berapapun tegangan yang dihasilkan oleh pembagian tegangan R3, R12 dan R11 (LDR) tidak berubah yaitu mendekati 5 volt. Beberapa saat setelah muatan kapasitor telah penuh maka tegangan basis Q1 sudah cukup untuk membuat Q1 untuk OFF sehingga tegangan di pin 1 benar-benar dikendalikan oleh pembagian tegangan antara R3, R12 (potensiometer) dan R11 (LDR). Jadi ketika Q1 ON maka tegangan di titik pin 1 IC1 akan ditahan tetap sekitar 5 volt dan tegangan pembagian antara R3, R11, dan R12 akan diabaikan. Sebaliknya ketika Q1 OFF maka tegangan di titik pin 1 IC1 akan ditentukan oleh pembagian tegangan antara ketiga tahanan tersebut. Oleh sebab itu ketika Q1 ON maka apa pun kondisi cahaya lampu (terang/redup) tidak akan mempengaruhi sistem sehingga buzzer akan selalu OFF. Jika diperlukan waktu tunda yang lebih lama maka nilai kapasitor C1 dapat diganti dengan yang sedikit lebih besar. Semakin besar nilai kapasitor C1 akan menyebabkan waktu tunda keaktifan sistem akan semakin lama.

2.4. 2 LDR Sebagai Sensor Resistor jenis lainnya adalah Light dependent resistor (LDR). Resistansi LDR akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya atau yang ada disekitarnya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10M dan dalam keadaan terang sebesar 1K atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan. Namun perlu juga diingat bahwa respon dari rangkaian transistor akan sangat tergantung pada nilai LDR yang digunakan. Lebih tinggi nilai tahanan nya akan lebih cepat respon rangkaian. Akan lebih mudah mengatur respon rangkaian bila kita menggunakan OpAmp sebagai penguat atau saklar pada rangkaian LDR. Kita bisa gunakan berbagai jenis Op-Amp yang tersedia. Kalau tersedia jenis CMOS atau yang lain tidak akan mempengaruhi penampilan LDR pada rangkaian.

Mahadyansahi alhadi 240110100044 Tergantung pada aplikasi rangkaian yang akan kita rakit. Apakah keluaran Op-Amp akan tinggi saat LDR tidak mendapat cahaya atau Keluaran Op-Amp akan mencapaitegangan supply pada saat LDR mendapat cahaya. Gunakan rangkaian dasar Op-Amp Inverse atau Non-inverse. Dengan sifat LDR yang demikian, maka LDR (Light Dependent Resistor) biasa digunakan sebagai sensor cahaya. Contoh penggunaannya adalah pada lampu taman dan lampu di jalan yang bisa menyala di malam hari dan padam di siang hari secara otomatis. Atau bisa juga kita gunakan di kamar kita sendiri.

Mahadyansahi alhadi 240110100044 4.2 Pembahasan Pada praktikum sistem instrumentasi kali ini, praktikan melakukan pengukuran mengenai pengaruh intensitas cahaya terhadap nilai hambatan dan tegangan dari suatu LDR yang tegangan awal nya sebesar 5 Volt. Dalam pengukuran nilai hambatan dan tegangan LDR tersebut dilakukan 3 perlakuan berbeda. Perlakuannya dilakukan pada saat kondisi cahaya gelap, cahaya ruangan dan cahaya terang. Dalam pengukuran tersebut diperlukan pula alat-alat seperti multimeter, breadboard, LDR dan generator. Pengukuran nilai hambatan pada LDR dilakukan sebelum LDR dirangkai secara seri. Pada perlakuan dengan menggunakan cahaya gelap, praktikan menutup LDR bagian kepalanya dengan menggunakan tangan sehingga cahaya tidak mengenai LDR. Pada perlakuan dengan menggunakan cahaya ruangan, praktikan tidak memberikan perlakuan apapun terhadap LDR tersebut. Sedangkan, pada perlakuan dengan menggunakan cahaya terang, praktikan memberikan cahaya tambahan yang berasal dari nyala senter handphone agar LDR terkena cahaya yang lebih terang. Pada tiap-tiap perlakuan didapat nilai hambatan yang diukur menggunakan multimeter yang lalu hasilnya diplotkan ke dalam grafik dan didapatkan grafik yang linier (terlampir di hasil). Dari grafik tersebut didapat nilai regresinya hasilnya cukup linier yang berarti hasilnya cukup bagus tidak terlalu menyimpang. Dari grafik tersebut dapat dilihat hubungan antara intensitas cahaya terhadap besar kecilnya hambatan suatu sensor cahaya yang dalam hal ini adalah LDR. Berdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan bahwa besarnya intensitas cahaya berbanding terbalik dengan besarnya hambatan, dimana semakin besar intensitas cahayanya maka nilai hambatannya pun akan semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil intensitas cahayanya maka nilai hambatannya pun akan semakin besar. Pada saat diberi perlakuan cahaya gelap, nilai hambatan LDR sangat besar yaitu 0,774 m. Sedangkan pada saat diberi perlakuan cahaya terang, nilai hambatan LDR sangat kecil yaitu 0,97 k. Hal tersebut sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa resistansi suatu LDR akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenai LDR

Mahadyansahi alhadi 240110100044 tersebut atau yang ada disekitarnya. Sehingga nilai hambatan LDR akan besar pada kondisi gelap dan sebaliknya nilai hambatannya akan kecil pada kondisi terang. Dengan sifat LDR tersebut, maka LDR dapat digunakan sebagai sensor cahaya. Biasanya LDR digunakan pada lampu taman dan lampu di jalan yang bisa menyala di malam hari dan padam di siang hari secara otomatis. (masterlana, 2010). Pada pengukuran nilai tegangan pada LDR dilakukan ketika LDR sudah dirangkai secara seri dihubungkan dengan generator. Perlakuan intensitas cahayanya pun sama dengan pengukuran nilai hambatan. Pada tiap-tiap perlakuan didapat nilai tegangan yang diukur menggunakan multimeter yang lalu hasilnya diplotkan ke dalam grafik dan didapatkan grafik yang linier (terlampir di hasil). Dari grafik tersebut didapat nilai regresinya hasilnya linier yang berarti hasilnya bagus tidak menyimpang.

Mahadyansahi alhadi 240110100044 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan Semakin besar intensitas cahaya maka hambatannya akan semakin kecil dan tegangannya akan semakin besar Semakin kecil intensitas cahaya maka hambatannya akan semakin besar dan tegangannya akan semakin kecil

5.2 Saran Diharapkan sebelum memulai praktikum, alat-alat praktikum di cek terlebih dahulu apakah masih berfungsi baik atau tidak supaya praktikum berjalan dengan baik

Mahadyansahi alhadi 240110100044 DAFTAR PUSTAKA

Anis.

2012. http://anistkr.blogspot.com/2012/05/jenis-jenis-sensor-danfungsinya.html. Diakses pada tanggal 15 Mei 2013 (18.34 WIB)

Anonim. 2009. http://elektrokita.blogspot.com/2008/11/ldr-sebagai-sensor.html Diakses pada tanggal 15 Mei 2013 (18.34 WIB) Anonim. 2010. http://masterlana.blogspot.com/2010/02/ldr.html. Diakses pada tanggal 15 Mei 2013 (18.34 WIB) Ryan. 2002. http://www.technologystudent.com/elec1/ldr1.htm tanggal 15 Mei 2013 (18.34 WIB) Diakses pada