LAPORAN KASUS

A. Identitas Penderita Nama Umur Jenis Kelamin Tanggal Pemeriksaan Ruangan Dokter Penanggung Jawab Ko-asisten : Sumani Dg Ngerang : 58 Tahun ( 1 -1- 1955) : Laki-laki : 01-05-2013 : Perawatan 1 kamar IIId : dr. Faisal Saleh, Sp.Pd, FINASIM : Anisyah Hariadi

B. Anamnesis Tipe Anamnesis Keluhan Utama Anamnesis Terpimpin : Autoanamnesis : Batuk :

Pasien MRS dengan keluhan batuk yang dialami sejak ± 3 hari yang lalu disertai lendir yang terus menerus sampai pasien merasa sesak yang dialami sejak ± 1 hari yang lalu. Riwayat penyakit sebelumnya : Riwayat Asma Bronkial Riwayat berobat 6 bulan tahun 2011

C. Status Pasien Sakit sedang / Gizi Cukup/ Composmentis Berat Badan Tinggi Badan IMT Tanda Vital Tekanan Darah Nadi Pernapasan : 120 / 90 mmHg : 80 kali / menit : 22 kali / menit : tidak diukur : tidak diukur : tidak diukur

Suhu : 37º C D. batas jantung kiri linea midclavicula kiri     Auskultasi : Bj I/II regular murni Ektremitas Edema : (-) Effloresensi : Tanda perdarahan : petekie (-) (-) (-) Lidah normal Thorax Inspeksi : simetris kiri – kanan Palpasi : Vokal premitus simetris kanan= kiri. Massa tumor (-) Perkusi : Timpani Auskultasi : Peristaltik (+) kesan Normal E. mengukuti gerakan pernafasan. ronkhi (-) Abdomen  Inspeksi : perut datar. Vesikuler Wheezing (+). Perkusi : Sonor Auskultasi : Bp. Diagnosis Sementara  Asma Bronkial . Pemeriksaan Fisis Kepala         Anemis Ikterus Edema (-) (-) (-)        Leher DVS: dalam batas normal Pembesaran Kelenjar (-) Pembesaran Thyroid Deviasi Trakea Jantung Inspeksi : Ictus kordis tidak terlihat Palpasi : Iktus kordis tidak teraba Perkusi : batas jantung kanan linea sternalis kanan. skibala(-)    Palpasi : hati dan limpa tidak teraba. Ascites (-).

Hasil Follow Up Tanggal / PTV 21/ 02/ 2013 Td : 120/90 mmHg N: 82 x/menit S: 37.Pemeriksaan Penunjang Laboratorium  Tidak ada pemeriksaan     Penatalaksanaan Awal IVFD RL 20 tts/ mnt Ranitidin amp/ 12 jam Dexamethason 1gr/ IV/ 8 jam F.2º C Anemis (+)↓ Demam (-) pusing (+) Sakit kepala (+) Batuk (+) lendir (+) mual (-) Sakit perut (+)↓ BAB : Encer (+) Ampas (-) lendir (-) darah (-) frek 2 x Nyeri kedua kaki    Instruksi Dokter .6º C Perjalanan Penyakit Anemis (+) Demam (+) pusing (+) Batuk (+) lendir (+) mual (-) Sakit perut (+) BAB : Encer (+) Ampas (-) lendir (-) darah (-) frek 2 x Nyeri kedua kaki 22/ 02/ 2013 Td : 120/90 mmHg N: 62 x/menit S: 36º C Anemis (+) Demam (-) pusing (+) ↓ Batuk (+) lendir (+) mual (-) Sakit perut (+)↓ BAB : Encer (+) Ampas (-) lendir (-) darah (-) frek 2 x Nyeri kedua kaki 23/ 02/ 2013 Td : 140/80 mmHg N: 84 x/menit S: 36.

3º C Anemis (+)↓ Demam (-) pusing (-)↓ Sakit kepala (+) Batuk (+) lendir (+) mual (-) Sakit perut (+)↓ BAB : Encer (+) Ampas (+) lendir (-) darah (-) frek 2 x Nyeri kedua kaki ↑↑  25/ 02/ 2013 Td : 120/80 mmHg N: 72 x/menit S: 36º C Anemis (-) Demam (-) pusing (-) Sakit kepala (+) Batuk (+) lendir (+) mual (-) Sakit perut (+)↓ BAB : Encer (+) Ampas (+)↑ lendir (-) darah (-) frek 2 x Nyeri kedua kaki ↑↑ Hasil GDS : 509 mg/dl  26/ 02/ 2013 Td : 120/90 mmHg N: 84 x/menit S: 36.8º C Anemis (-) Demam (-) pusing (-) Batuk (+) lendir (+) mual (-) Sakit perut (+) BAB : Belum BAB Nyeri kedua kaki (+) Hasil Foto Thorax : KP Duplex lama aktif Bronkopneumoni Spesifik  27/ 02/ 2013 Td : 120/90 mmHg N: 76 x/menit Anemis (-) Demam (-) pusing (-) Batuk (+) lendir (+) mual (-) .24/ 02/ 2013 Td : 120/90 mmHg N: 85 x/menit S: 36.

keluhan ini dialami sejak 3 hari yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Awalnya terasa keram kemudian nyeri yang menusuk pada kaki. Buang air kecil . Diskusi Seorang wanita berumur 47 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan keramkeram pada kedua kaki. dialami sejak 3 hari yang lalu. biasa Nyeri kedua kaki ↓ Hasil GDS : 194 mg/dl  01/ 03/ 2013 Td : 120/80 mmHg N: 86 x/menit S: 36º C Sakit kepala (+) Batuk (+) lendir (+)↓ Nyeri ulu hati (+) BAB : Biasa Nyeri kedua kaki (-) 01/ 03/ 2013 Td : 120/80 mmHg N: 86 x/menit S: 36º C Sakit kepala (-) Batuk (+) lendir (+)↓ Nyeri ulu hati (-) BAB : Biasa Nyeri kedua kaki (-) G.S: 36º C Sakit perut (+) BAB : Belum BAB Nyeri kedua kaki ↓ 28/ 02/ 2013 Td : 120/90 mmHg N: 86 x/menit S: 36.7º C Anemis (-) Demam (-) pusing (-) Batuk (+) lendir (+)↓ Mual (+)Muntah (+) 4x Sakit perut (+)↓ BAB : sudah BAB. Pasien juga mengeluh batuk disertai lendir yang dialami sejak ± 3 bulan yang lalu. . Pasien juga mengeluh demam 4 hari yang lalu dan buang air besar encer disertai ampas tanpa lendir dan darah dengan frekuensi >3x sehari.

Berisiko tinggi untuk terjadinya ulkus kaki dan amputasi. berupa hilangnya sensasi distal. Penanganan DM secara umum bertujuan untuk mencegah komplikasi akut dan kronik. leher.lancar. dan pemeriksaan foto thorax pada saat perawatan diperoleh hasil berupa HGB : 8. Tanda vital dalam batas normal. dan foto thorax dengan kesan Bronkopneumonia Spesifik.000 / µl. dan dikatakan penderita DM terkontrol sehingga sama dengan orang normal. Gejala yang sering dirasakan kaki terasa terbakar dan bergetar sendiri dan lebih terasa sakit di malam hari. Kami mendiagnosis pasien ini dengan Diabetes Melitus dengan komplikasi Neuropati diabetic dan Infeksi paru berupa KP. Pada pemeriksaan penunjang berupa darah rutin. dan dada dalam batar normal. KP dupleks lama aktif. Yang tersering dan paling penting adalah neuropati perifer. jantung dan pembuluh darah. Dalam hal ini pasien tidak teratur dalam mengontrol gula darahnya. Pada pemeriksaan fisis pasien tampak anemis. Hal ini sesuai dengan gambaran klinik diabetes mellitus. WBC : 13. Dan dimana saat DM protein yang di pecah sebagai imun berkurang dan dapat menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi dan sulit dalam penyembuhan luka. dan composmentis. Dari keadaan hiperglikemia komplikasi yang dapat terjadi dipengaruhi oleh faktor merokok umur di atas 40 tahun. gizi cukup. GDS: 145 mg/dl. Pada pemeriksaan ekstremitas tampak skar atau bekas luka pada kedua kaki pasien. infeksi sekunder. saraf. meningkatkan kualitas hidup dengan menormalkan gula darah. terutama mata.800 / µl. pemeriksaan kepala. riwayat penyakit yang sama ± 5 bulan yang lalu. Bunyi pernapasan vesikuler tanpa ada suara pernapasan tambahan. Dalam hal ini terjadi nyeri neuropati diabetik yang dapat diterapi dengan obat golongan alfa-2-delta bloker (anti . Sedang pada pemeriksaan perut terdengar peristaltik usus meningkat. Dimana hiperglikemia kronik jangka panjang bisa terdapat disfungsi atau kegagalan beberapa organ tubuh. Bunyi jantung I dan II regular murni. Lebih diperburuk dengan adanya infeksi sekunder berupa TB paru. Pada pemeriksaan fisis didapatkan pasien sakit sedang. lamanya menderita diabetes. dislipidemia. riwayat kontrol kadar gula darah buruk. hipertensi. gula darah sewaktu. PLT:816.3 g/dl. Riwayat penyakit sebelumnya : Diabetes Meletus. ginjal.

karena terdapat infeksi berupa TB paru yang merupakan indikasi untuk terapi insulin selain diberikan terapi spesifik untuk paru-paru pasien.konvulsan) berupa gabapentin (neurontin. Dan untuk penanganan DM selanjutnya tidak diberikan dengan OHO lagi. Selanjutnya pasien diberikan edukasi berupa cara pengontrolan gula darah agar menghindari komplikasi berlanjut. nepatik) untuk menghilangkan gejala nyeri hebat pada kedua kaki pasien. . ganin.

Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 di Indonesia 2011. Alwi I dkk.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta : PERKENI. Gustaviani R. Jilid III.2009. Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.Jakarta :EGC. 3. 2006. Soegondo S. Jakarta : InternaPublising. 4. Subekti N. Alih bahasa. 2009. 2. Konsensus Pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. 1880. Budhi [et. Edisi III. Elizabeth. editor. Corwin J. Pankreas dan Diabetes Melitus. al]editor bahasa Indonesia. Dalam : buku ajar ilmu penyakit dalam. 2006 . PERKENI. Jakarta. Setiyohadi B. Dalam : Buku Saku Patofisiologi. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus. 2011.4. Sudoyo AW. Edisi V.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful