Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KEGIATAN USAHA KESEHATAN MASYARAKAT SANITASI LINGKUNGAN

KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH WARGA WILAYAH KECEPAK

Oleh : dr. Rosyida Prohestin Puspandaru

Pembimbing : dr. Millati Fitri Ananda

Pusat Kesehatan Masyarakat Batang 1 BATANG 2012

LATAR BELAKANG

Rumah pada dasarnya merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Rumah tidak sekedar sebagai tempat untuk melepas lelah setelah bekerja seharian, namun didalamnya terkandung arti yang penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan keluarga sehat dan sejahtera. Rumah yang sehat dan layak huni tidak harus berwujud rumah mewah dan besar namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah yang sehat dan layak dihuni Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Untuk menciptakan rumah sehat maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat berpengaruh, antara lain: 1. Sirkulasi udara yang baik. 2. Penerangan yang cukup. 3. Air bersih terpenuhi. 4.Pembuangan air limbah diatur dengan baik agar tidak menimbulkan pencemaran. 5. Bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lembab serta tidak terpengaruh pencemaran seperti bau, rembesan air kotor maupun udara kotor. Persyaratan Keputusan Kesehatan Rumah Tinggal RI menurut :

Menteri

Kesehatan

Nomor

829/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai berikut: 1. Bahan Bangunan a. Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan,

antara lain sebagai berikut : Debu Total tidak lebih dari 150 g m3 Asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m 3/4jam Timah hitam tidak melebihi 300 mg/kg b. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen. 2. Komponen dan penataan ruang rumah Komponen rumah harus memenuhi persyaratan fisik dan biologis sebagai berikut: a. Lantai kedap air dan mudah dibersihkan b. Dinding Di ruang tidur, ruang keluarga dilengkapi dengan sarana ventilasi untuk pengaturan sirkulasi udara Di kamar mandi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan c. Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan d. Bumbung rumah yang memiliki tinggi 10 meter atau lebih harus dilengkapi dengan penangkal petir e. Ruang di dalam rumah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang dapur, ruang mandi dan ruang bermain anak.

f. Ruang dapur harus dilengkapi dengan sarana pembuangan asap. 3. Pencahayaan Pencahayaan alam atau buatan langsung atau tidak langsung dapat menerangi seluruh bagian ruangan minimal intensitasnya 60 lux dan tidak menyilaukan. 4. Kualitas Udara Kualitas udara di dalam rumah tidak melebihi ketentuan sebagai berikut : Suhu udara nyaman berkisar antara l8C

sampai 30C Kelembaban udara berkisar antara 40% sampai 70% Konsentrasi gas SO2 tidak melebihi 0,10 ppm/24 jam Pertukaran udara Konsentrasi ppm/8jam Konsentrasi gas formaldehide tidak melebihi 120 mg/m3 5. Ventilasi Luas penghawaan atau ventilasi a1amiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai. 6. Binatang penular penyakit gas CO tidak melebihi 100

Tidak ada tikus bersarang di rumah. 7. Air Tersedia air bersih dengan kapasitas minmal 60 lt/hari/orang Kualitas air harus memenuhi persyaratan

kesehatan air bersih dan air minum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 8. Tersediannya sarana penyimpanan makanan yang aman dan hygiene. 9. Limbah Limbah cair berasal dari rumah, tidak

mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah. Limbah padat harus bau, dikelola tidak agar tidak

menimbulkan tanah.

menyebabkan

pencemaran terhadap permukaan tanah dan air

10. Kepadatan hunian ruang tidur Luas ruang tidur minimal 8m2 dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua orang tidur dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah umur 5 tahun. Masalah Undang perumahan telah diatur dalam Undangdan

pemerintahan

tentang

perumahan

pemukiman No.4/l992 bab III pasal 5 ayat l yang berbunyi Setiap warga negara mempunyai hak untuk menempati dan atau menikmati dan atau memiliki rumah yang layak

dan lingkungan yang sehat, aman , serasi, dan teratur Bila dikaji lebih lanjut maka sudah sewajarnya seluruh lapisan masyarakat menempati rumah yang sehat dan layak huni. Rumah tidak cukup hanya sebagai tempat tinggal dan berlindung dari panas cuaca dan hujan, Rumah harus mempunyai fungsi sebagai : 1. Mencegah terjadinya penyakit 2. Mencegah terjadinya kecelakaan 3. Aman dan nyaman bagi penghuninya PERMASALAHAN 4. Penurunan ketegangan jiwa dan sosial Sebagian besar masyarakat wilayah Kecepak

memiliki rumah dengan criteria tidak sehat. Selain itu kondisi lingkungan sekitar rumah tinggal juga kurang higienis. Kondisi sanitasi yang buruk dapat menyebabkan berbagai dampak rentan terserang penyakit. Permasalahan ini berhubungan dengan masalah lain seperti tingkat sosioekonomi masyarakat, tingginya laju pertambahan penduduk, kurangnya kesadaran hidup bersih dan sehat. PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI Akan dilakukan inspeksi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Batang 1, yaitu di Kecepak. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kunjungan rumah warga dan pemantauan lingkungan sekitar bersama kader setempat. Tujuan kunjungan adalah untuk mengidentifikasi masalah kesehatan di wilayah tersebut. Identifikasi masalah yang dimaksud adalah beberapa hal seperti : a. Kebersihan dan ventilasi ruangan b. Fasilitas sanitasi dasar rumah tangga berupa ketersediaan dan kebersihan kamar mandi, jamban, serta alat pembersih. c. Ketersediaan sumber air bersih (sumur atau PDAM) dan tempat penambpungan air d. Konstruksi bangunan (luas rumah dan jumlah kepadatan penghuni) e. Kondisi dapur, halaman, pekarangan, dan pagar. f. Ada hama/hewan pengganggu rumah tangga seperti lalat, tikus dan jentik nyamuk pada tempat penampungan air.

PELAKSANAAN

Kunjungan ke rumah warga dilakukan pada wilayah kelurahan Kecepak sebanyak 10 rumah yang dipilih secara acak. Dalam pelaksanaan intervensi, kami menggunakan formulir sebagai alat bantu survey dan tolok ukur dalam menilai kondisi kesehatan lingkungan wilayah kelurahan Kecepak. Nilai 18 digunakan sebagai titik potong minimal criteria rumah sehat. Dari 10 rumah didapatkan bahwa 8 rumah tergolong rumah tidak sehat dan hanya 2 rumah yang tergolong rumah sehat. Secara umum kebersihan wilayah Kecepak masih kurang baik. Penduduknya masih tergolong padat dan penataan lingkungan yang kurang sesuai dengan kesehatan. Salah satunya adalah masalah tempat sampah yang tidak terkoordinir serta aliran limbah rumah tangga yang kurang memadai. Dar 10 sample rumah yang diambil, didapatkan data sebagai berikut : SARANA SANITASI 10 rumah sudah mempunyai pembuangan kotoran atau jamban. Untuk penyediaan air bersih, dari 10 sampel rumah semua menggunakan air pdam. Pembuangan sampah untuk 10 sampel rumah masih belum terkoordinir dengan baik, tidak adanya tempat sampah yang memadai di dalam maupun di luar lurah, serta pembuangan akhir untuk wilayah tersebut tidak ada. Sehingga warga akhirnya membuang ke kebun dan membakarnya denga jadwal yg tidak teratur. Pembuangan air limbah, 3 rumah yang tidak mempunyai saluran khusus hanya langsung dialirkan ke pekarangan atau kebun, 7 rumah sudah mempunyai saluran yang memadai. Jendela rumah ada 5 rumah mempunyai jendela yang kurang baik seperti tidak bisa dibuka atau sinar matahari tidak dapat masuk karena rumah terlalu dekat dengan tetangga. Sedangkan 5 rumah mempunyai jendela dan ventilasi yang sesuai criteria rumah sehat. 10 rumah tidak mempunyai lubang asap dapur, hanya ada pintu yang digunakan sebagai ventilasi. Kelembaban ruang tidur untuk 6 rumah kurang dari standar rumah sehat. Sedangkan hanya 4 yang memenuhi. 2 rumah mempunyai kepadatan penghuni yang cukup, 8 rumah mempunyai kepadatan yang sesuai. KUALITAS LINGKUNGAN 5 rumah bebas jentik nyamuk, dan 5 rumah ada jentik nyamuk.

10 rumah semuanya tidak bebas tikus. 10 rumah tidak bebas lalat 10 rumah mempunyai perkarangan bersih yang cukup. Perkarangan dimanfaatkan cukup ada 5 rumah, dan sangat dimanfaatkan ada 5 rumah. Kandang terpisah dan bersih hanya 1 rumah, cukup bersih 2 rumah, dan sisanya 7 rumah tidak mempunyai kandang.

MONITORING DAN EVALUASI

Kegiatan monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara berkala di wilayah tersebut untuk mengetahui apakah terdapat perbaikan sarana kebersihan dan kesehatan di wilayah setempat dan apakah terjadi perubahan perilaku kesehatan masyarakat.

Komentar/umpan balik :

Batang, Juli 2012 Peserta Pendamping

(dr. Rosyida Prohestin P)

(dr. Millati Fitri Ananda)