Anda di halaman 1dari 2

Review Film criminal mind:the good earth Film ini bercerita tentang BAU(behavioral analysis unit) merupakan bagian

dari FBI yang menyelidiki kasus kriminal yang bersangkutan dengan gangguan kejiwaan. Kasus pada film ini adalah hilangnya beberapa pria secara misterius. Setelah penyelidikan akhirnya di temukan bahwa sang pelaku adalah seorang wanita berusia sekitar 30 40 tahun bernama Emma kerrigan,dia memiliki seorang anak berusia 10 tahun,suaminya meninggal karena kecelakaan. Emma memiliki penyakit kejiwaan yang di sebut hipokondriasis di mana dia selalu merasa sakit padahal dirinya tidak sakit sama sekali. Emma punya riwayat menderita penyakit scleroderma tetapi sudah sembuh sejak lama,ia sering berulang kali mengunjungi dokternya untuk memeriksakan penyakitnya tapi ia tidak percaya kepada dokternya kalau ia sebenarnya sudah sembuh. Karena penyakitnya itu emma sampai memiliki halusinasi atau delusi atau waham. Bahkan dia memiliki waham bahwa anaknya juga sakit,sehingga ia berusaha mencari obatnya sendiri. Dia meyakini bahwa obat yang manjur untuk penyakitnya adalah pupuk yang sama seperti yang ia gunakan pada tanaman tomat di perkebunan miliknya. Emma membuat pupuk dari manusia sehingga ia menculik beberapa orang pria sesuai dengan kriteria yang di butuhkannya dan membuat mereka menjadi pupuk sekaligus menjadi obat untuk ia dan putrinya. Kelainan yang di alami oleh Emma kerrigan merupakan gangguan somatoform yaitu hipokondriasis. Hipokondriasis merupakan salah satu dari enam gangguan somatoform yang dikategorikan dalam DSM-IV. Hipokondriasis dibedakan dari kelainan delusi somatic lainnya oleh karena gangguan ini dihubungkan dengan pengalaman gejala fisik yang dirasakan oleh penderitanya, dimana gangguan somatoform lainnya tidak menunjukkan gejala fisik di dalam dirinya. Gejala yang timbul bisa saja merupakan pernyataan gejala fisik yang dilebihlebihkan, yang justru akan memperberat gejala fisik yang disebabkan oleh keyakinan bahwa pasien tersebut sedang sakit dan keadaannya lebih buruk dari keadaan yang sebenarnya. Gangguan somatoform diperkenalkan pada DSM-IV sebagai kategori diagnosis bagi gejala somatic yang tidak dapat dijelaskan oleh kondisi medis umum. Pasien dengan gangguan hipokondriasis secara khas datang dengan ketakutan dan perhatian terhadap penyakitnya, dibandingkan dengan gejala yang dirasakannya. Pasien dengan hipokondriasis percaya bahwa mereka sedang menderita suatu penyakit yang serius yang belum pernah dideteksi, dan tidak dapat menerima penjelasan akan gangguan yang dideritanya. Mereka terus menyimpan keyakinan bahwa mereka memiliki penyakit yang serius. Hipokondriasis biasanya disertai dengan gejala depresi dan anxietas dan biasanya terjadi bersamaan dengan gangguan depresi dan anxietas. Walaupun pada DSM-IV membatasi bahwa gejala yang timbul telah berlangsung paling kurang 6 bulan, keadaan hipokondrial yang sementara dapat muncul setelah stress yang berat, paling sering adalah akibat kematian atau penyakit yang sangat serius dari seseorang yang sangat penting bagi pasien, ataupun penyakit serius yang yang pernah diderita oleh pasien namun telah sembuh, yang dapat meninggalkan keadaan hipokondrial sementara pada kehidupan pasien. Keadaan diatas dimana perlangsungannya kurang dari enam bulan, maka di diagnosis sebagai gangguan somatoform yang tak tergolongkan Dalam film tersebut di jelaskan bahwa Emma memiliki kenangan buruk yaitu kehilangan suaminya dalam sebuah kecelakaan,dan ia memiliki penyakit scleroderma se tahun yang lalu dan sudah sembuh. Sejak enam bulang yang lalu dia sudah 30 kali

mengunjungi rumah sakit untuk memeriksakan penyakit sclerodermanya yang sebenarnya sudah lama sembuh. Hal ini sesuai dengan gejala dan faktor pencetus dari kelainan hipokondriasis.