Anda di halaman 1dari 4

Chilomastix mesnili kista (SUMBER: PHIL 426 - CDC / Dr Mae Melvin).

Chilomastix mesnili kista yang dikeluarkan dengan kotoran dan merupakan bentuk transmisi organisme mikro-. Kista uninucleated berbentuk lemon terlihat dengan proturberance kecil di salah satu ujung dan cytostome menonjol. (Bernoda Iodine). (6m) (CDC)

1. Sejarah Penemuan Pada januari 1920, kasus diare kronis yang banyak ditemukan di Amerika serikat diduga sebagai akibat dari infeksi dari organisnme Chilomastix mesnili. Pengamatan sejak saat itu dilakukan dari waktu ke waktu atas flagellata ini, baik dalam tinja pasien maupun kulturnya serta data yang berasal dari studi persiapan permanen, telah mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang sifat biologi dari organisme ini. Chilomastix mesnili ini termasuk family

tetramitidae, ordo Polymastigina, dan kelas Mastigophora. Dua orang ahli yang bernama Chalmers dan Pekkola menyatakan bahwa mereka selalu menemukan Chilomastix mesnili berasosiasi dengan protozoa lain dan tidak sendiri. 2. Hospes, Penyakit, habitat Hospes Chilomastix mesnili ini umumnya manusia, tetapi dapat juga ditemukan pada mamalia lainnya seperti simpanse, orang utan, kera, babi; serta hewan lainnya seperti burung, reptil, amfibi, ikan, lintah, dan insekta. Chilomastix mesnili adalah parasit bersel satu yang termasuk kategori umum dari parasit apatogen yang menyerang usus manusia. Parasit ini termasuk family tetramitidae. Parasit ini sering ditemukan didalam usus dan dianggap sebagai parasit yang tidak berbahaya, bahkan untuk orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rentan. Chilomastix mesnili terdapat di dalam saluran usus itu sendiri, khususnya usus besar. Meskipun organisme ini mikroskopis dan dapat ditemukan hanya melalui uji sampel kotoran, ia tidak memiliki kemampuan untuk memasuki sel-sel dinding usus, juga tidak mampu menyebar ke bagian lain dari tubuh. 3. Distribusi Geografik Parasit ini penyebarannya kosmopolit, sehingga distribusinya dapat meluas di dunia, meskipun lebih banyakditemukan pada lingkungan yang beriklim panas. 4. Morfologi Chilomastix mesnili mempunyai stadium trofozoit dan stadium kista. Parasit ini biasanya selalu ada bersama-sama dengan protozoa usus lainnya terutama Giardia lamblia sehingga parasit ini perlu diketahui untuk membedakan parasit yang patogen. Trofozoit berbentuk piriform seperti buah pir dengan ujung posterior yang lancip. Trofozoit ukurannya bervariasi sekitar 6-24 m x 3-10 m. Mempunyai 4 flagel, 1 flagel lebih panjang dari yang lain yang muncul dari ujung anterior. 3 flagel berasal dari permukaan bagian sentral tubuhnya dan flagel ini biasanya jelas terlihat pada trofozoit yang hidup; digunakan untuk bergerak secara perlahan membentuk gerakan rotasi. Sitostom terdapat dekat ujung anterior membentuk cekunganyang dikelilingi oleh silia. Mempunyai inti besar yang terletak di anterior. Kista terbentuk bila keadaan tinja padat. Kista berbentuk oval berdinding tebal berukuran sekitar 6,5 10,0 m yang berbentuk seperti lemon. Di lahan kista tampak sebuah inti dengan organel lainnya termasuk fibril sitosom, aksonema.Infeksi terjadi bila menelan kista, trofozoit tidak dapat hidup dalam keadaan asam di lambung. 5. Siklus Hidup

Awal Siklus Hidup Chilomastix yang paling sering ditemukan di lingkungan dalam bentuk kista, yang terbentuk di dalam usus. Dalam bentuk kista, Chilomastix mesnili mendapat keuntungan yaitu

perlindungan dari lingkungan dan itu sebagai jalan untuk menemukan tempat hospes lain. Trofozoit Individu (chilomastix dewasa), serta kista, dapat ditemukan dalam tinja. Kista yang tertelan melalui makanan atau air yang terkontaminasi atau fecal orally. Tahap kista tahan terhadap tekanan lingkungan dan bertanggung jawab untuk transmisi Chilomastix. Baik kista dan trofozoit dapat ditemukan dalam tinja (tahapan diagnostik). Infeksi terjadi dengan menelan kista di air yang terkontaminasi, makanan, atau melalui rute fecal-oral (tangan atau formites). Chilomastix tinggal di sekum dan / atau usus besar, melainkan umumnya dianggap sebagai komensal yang kontribusi terhadap patogenesis tidak menentu. Hewan dapat berfungsi sebagai reservoir untuk Chilomastix. Akhir Siklus Hidup Trofozoit dilepaskan ke lingkungan eksternal dari luar usus besar dan kadang-kadang lebih kecil dari host yang terinfeksi. Chilomastix, organisme komensal, diyakini tidak menyakiti dan tidak pula bermanfaat bagi lingkungan host di mana ia berada dan makanan keuntungan. Ini protozoa persisten yang ditemukan di seluruh dunia. 6. Patologi dan Gejala Klinis Parasit ini biasanya bersifat apatogen, tetapi dapat menyebabkan kelainan intestinal seperti diare pada kasus infeksi berat. Stadium trofozoit dapat ditemukan pada tinja cair atau lembek. Chilomastix mesnili hidupnya di sekum dan kolon manusia. Transmisi secara langsung terjadi melalui air minum yang terkontaminasi. 7. Diagnosis Pemeriksaan mikroskopis tinja adalah metode yang paling umum untuk mendeteksi kista dan trofozoit dari Chilomastix mesnili . Chilomastix mesnili dianggap apatogen. Adanya kista dan /atau trofozoit dalam specimen tinja dapat menjadi indikator kontaminasi kotoran dari sumber makanan atau air. Chilomastix mesnili diidentifikasi melalui deteksi kista dan / atau trofozoit dalam spesimen tinja, baik terkonsentrasi basah maupun noda-noda permanwen (misalnya trichrome) 8. Pengobatan Sebagai spesies yang digolongkan sebagai apatogen, tidak ada metode pengobatan yang direkomendasikan secara khusus untuk organisme ini. 9. Epidemiologi Data penyebaran menunjukkan bahwa ditemukan sekitar 11% pada orang Mesir di US troops. Flagellata ini juga ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa. Di Indonesia prevalensinya mencapai 0,8 % . Di Amerika Serikat kasus infeksi oleh Chilomastix mesnili tidak bisa dibilang langka, sebagaimana dilaporkan oleh Kofoid, Kornhauster, dan plate, mereka menemukan bahwa sekitar 5,8 % dari 1.200 pasien yang diperiksa di New York, dan 5,3 % pasien yang diperiksa di Berkeley, California ditemukan terinfeksi juga oleh parasit ini.

10. Pencegahan Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan perlindungan terhadap infeksi,umumnya dengan melakukan langkah-langkah menjaga kebersihan untuk mencegah infeksi dari mikroorganisme usus, seperti kebersihan toilet yang baik, kebersihan dapur umum dan mencuci tangan sebelum makan adalah tindakan efektif dalam memecahkan penularan manusia ke manusia parasit. Selain itu untuk lebih mengetahui lebih banyak mengenai parasit usus dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis untuk menangani hal tersebut.

DAFTAR PUSTAKA - Prianto,Juni dkk. Atlas Parasitologi Kedokteran. 2006. Penerbit Gramedia: Jakarta